
Kita semua akan baik-baik saja dan akan mampu melewatinya ! "
*****
Minggu sore di apartemen David di Ottawa. Dean sedang tertawa geli karena papanya sedang menghujani dengan ciuman dan mengajaknya berkelahi dengan membantingnya di atas matras di ruang tengah. Mereka sangat menikmati kebersamaan di hari libur itu.
David sangat menyayangi jagoan kecilnya yang cerewet dan sering mengganggu pekerjaannya tanpa menyadari kesibukan ayahnya dalam bekerja. Namun bagi David, Dean adalah permata yang harus dia lindungi hingga ia mampu menggantikannya kelak dan menjadi seperti dirinya.
Deringan handphonenya menghentikan David dari permainannya dengan Dean. Dilihatnya sang kakak ipar sekaligus sahabatnya menghubunginya.
" Sonny Calling"
Digesernya tombol hijau itu.
"Ya... Son... "Sahut david sambil tetap memperhatikan Dean yang terus berupaya menarik narik kaki kokoh David agar bisa dijatuhkan pria kecilnya itu.
"Vid,.... Soffie ada di dekat kamu ?" Suara Sonny terdengar lirih dan agak berbeda dari biasanya yang tegas dan keras.
"Dia lagi mandi... kenapa?" Elo mau ngomong sama dia?" Jawab David sambil berupaya melangkah menuju kamar sementara Dean masih bergelanyut di kakinya. Namun langkahnya terhenti ketika mendengar jawaban Sonny.
"Gak... ini ntar elo aja yang ngomong sama dia... sampaikan dengan hati-hati... dia pasti akan shock ....emh vid ...
"Katakan yang jelas Son... ada apa ?" Sekarang elo jangan panik... elo tenang di sana... biar gue paham, coba elo ceritain dengan jelas.
"Dissy dan mama Jeany kecelakaan sewaktu Dissy akan mengantar mama ke pejanten....mereka lagi di ICU...
"Terus gimana keadaan mereka ?"
"Dissy sudah sadar dan akan segera dioperasi karena akan segera melahirkan... emh masalah yang terbesar adalah mama Jeany masih belum sadar...
"Kami pulang sore ini ke Jakarta, Son.... Jangan khawatir... aku yang bilang... kamu jaga DIssy dan mama Jeany di sana... mengenai Soffie , gue yang akan bilang... jika ada yang mendesak jangan kamu hubungi Soffie, biar gue saja yang mendapat info duluan.
"Thanks Vid. Doakan mereka cepat pulih...
"Ya... kamu harus kuat, kamu harapan mereka di sana. Kami segera sampai ke Jakarta.
Panggilan itu terputus.
David harus segera meminta Januar menyiapkan penerbangan mereka kembali ke Jakarta Sore ini juga dan mengenai pekerjaan yang hampir selesai akan diawasi Januar secara langsung di Ottawa. Ia melakukan beberapa panggilan telpon ke beberapa orang kepercayaannya untuk menghandel pekerjaannya yang belum selesai dan mempersiapkan kepulangannya.
Soffie baru keluar dari kamar mandi ketika David memasuki kamar dan meminta menyiapkan koper dan barang-barang mereka karena dua jam lagi mereka akan terbang ke Jakarta.
"Bie.... apakah ada masalah ?" kenapa harus pulang mendadak sekarang?" Tanya Soffie agak ragu.
Soffie merasa senang kembali ke Jakarta karena sudah merasa "Homesick" namun jika David mengajak pulang mendadak pasti ada hal penting yang terjadi di Jakarta. David adalah tipe pria yang bertanggungjawab atas pekerjaan dan tidak mungkin meninggalkan pekerjaan disini jika tidak ada masalah di Jakarta.
"Ya... kita harus segera pulang ke Jakarta sayang.... minta madam Alice membantumu, " Jawab David pendek dan meninggalkan Soffie di kamar dalam kebingungan. Namun Soffie segera menjalankan tugas dari David tanpa banyak tanya dan membereskan kepulangannya yang mendadak.
__ADS_1
"Tolong packing segera ya, phie... aku akan menghubungi beberapa orang berkaitan dengan pekerjaanku disini, emh Januar akan tetap di sini jadi hanya kita bertiga yang pulang, phie.. " David hanya berbicara seperlunya pada Soffie dan melangkah ke luar kamar.
David merasa menjelaskan keadaan mama Jeany nanti saja ketika di Jakarta saja sehingga tidak membebani pikiran istrinya.
Ia sangat khawatir Soffie akan terkejut dan sakit jika mendengar berita kecelakaan itu sekarang. David hanya menyimpannya dalam hati dan memilih mengajak Dean bermain di luar kamar, David masih menghubungi beberapa orang karena harus meninggalkan pekerjaan disini yang belum selesai tapi demi keluarganya , ia harus kembali ke Indonesia dan meminta Januar menghandelnya sendiri.
*****
Ketika pesawat Jet pribadi sudah mendarat di Bandara Halim kusuma, David segera mengajak istri dan anaknya turun dari pesawat. Begitu pintu pesawat dibuka , David sudah melihat bahwa Ibu Martini dan Pak Kidi sudah menunggu kedatangan mereka. Soffie tersenyum pada mereka yang menjemputnya.
"Aduh bahagia sekali tiba di Jakarta ... udaranya beda, " Teriak Soffie riang. David tersenyum mendengar celoteh istrinya.
"Capek gak sayang ?" Tanya David pada Soffie.
"Gak donk... aku bahagia banget bie... bisa tiba di Jakarta lagi... oh I miss my Jakarta.... " Soffie menjawab sambil berkeliling. "Dean... kita sudah sampe di Jakarta... kamu senang gak sayang ?"
"Senang dong mama... kan kata mama, Dean bisa sekolah kalo di Jakarta...
'Iya sayang , tunggu keadaan memungkinkan dulu baru kamu bisa sekolah sayang... ayo... Ibu Martini... kita pulang sekarang !" Ajak Soffie setelah melihat Pak kidi dan Ibu Martini selesai memasukkan koper-koper mereka ke bagasi mobil.
"Baik bu... " jawab Ibu Martini pendek dan hanya memandang Soffie dengan sedikit ragu.
Namun David sudah berbicara kepada Pak Kidi untuk mengantar mereka ke Jakarta Medical Center dan menyampaikan ke ibu Martini untuk berbicara hati-hati kepada Soffie. David sangat khawatir dengan keadaan istrinya yang sedang mengandung anak kedua mereka.
"Bie... apakah kita mau menengok teman dahulu?" Kenapa kita kesini bie?" Soffie bertanya dengan penuh rasa ingin tahu.
"Phie... maaf baru memberitahumu... kata Sonny, ....Mama Jeany dan Dissy kecelakaan... tenang mereka sedang ditangani oleh dokter dan kita akan mengunjunginya, " David berusaha menyampaikan pada Soffie dengan tenang dan memeluk wanitanya yang sedang terkejut.
"Terus bagaimana keadaan mereka?"
"Kita akan melihatnya sekarang, phie... " Jawab David sambil menggendong Dean dan menarik tangan Soffie untuk keluar dari mobil. Langkah David diikuti oleh Ibu Martini dan Pak kidi tetap dimobil mencari parkiran . Ibu Martini bersiap membantu hal -hal mendadak yang diperlukan oleh David dan keluarganya.
Ketika tiba di ruangan ICU, David melihat bahwa Sonny masih setia menunggu bersama Ayah David, Bagus Pratama yang menemaninya. Soffie yang melihat Sonny langsung berteriak sedikit histeris dan berlari menuju kakaknya berada.
"Kak Sonny... "Teriak Soffie.
Sonny menengok ke arah sumber suara. Adiknya tengah berlari ke arahnya dan David berusaha mencegah istrinya berlari namun kali ini entah apa yang mendorong Soffie melangkahkan kakinya begitu cepat dan lincah padahal usia kandungannya sudah 5 bulan.
"Phie... jangan berlarian... "Teriak Sonny. Akhirnya Sonnypun ikut melangkahkan kakinya dengan panjang agar mengurangi langkah lari Soffie.
"Phie.... tenanglah... jangan takut," Sonny memeluk adiknya dan berupaya menenangkannya. " Detak jantung mama sudah normal dan mungkin sebentar lagi sadar, " bisik Sonny pada Soffie.
"Kak Dissy , bagaimana keadaanya ?" Soffie bertanya sambil menangis di pelukan kakaknya
"Dia sudah melahirkan anak perempuan.... cuma masih di inkubator ... mereka semua selamat... tenang... kita bisa melihatnya besok. " Sonny menjelaskan pada Soffie dan David. Sementara Dean sudah beralih pada sang kakek.
David yang memperhatikan kedua kakak beradik yang berpelukan itu, akhirnya buka suara.
__ADS_1
"Gimana ceritanya sih Son?"
"Aku sedang di rapat di kantor, tiba-tiba Dissy mengajak mama ke pejanten katanya mau makan mangga yang ada di pejaten, Jadi dia membawa kendaraan sendiri... cuma aneh kata Dissy, mobil mendadak di dekat stasiun kereta gak bisa dikendalikan dan menabrak tiga mobil yang didepannya... emh polisi sedang menyelidikinya sih, Vid ?
David terdiam dan berfikir . Apakah mungkin sama dengan kejadian yang dialaminya kemarin?" Semoga dugaannya salah.
Dokter keluar dari ruang ICU dan meminta keluarga dari Jeany masuk dan mengatakan bahwa mama Jeany sudah sadar dan minta menemui keluarganya. Dokter berpesan hanya boleh 2 orang saja yang masuk. Sonny memandang pada David seolah meminta ijin membawa Soffie masuk ke ruangan ICU dengan memakai pakaian khusus yang disediakan rumah sakit. David mengangguk.
Sonny menarik jemari adiknya untuk memasuki ruang ICU. Dilihatnya mama Jeany sedang tersenyum pada mereka berdua ketika melihat kedua anaknya masuk ruangan itu. Soffie meraih tangan mamanya dan menciumnya.
"Mama gimana keadaannya ? " tanya Soffie sambil menangis.
"Mana yang sakit ma?" Apa yang dirasakan mama sekarang?" Tanya Sonny yang biasa pendiam sekarang menjadi lebih cerewet pada mama sambungnya.
"Sonny dan Soffie... kalian sudah ada di sini... mama seneng melihat kalian baik-baik saja , " Ucap Mama Jeany sambil tersenyum. "tadi mama mimpi ketemu papa... tapi..
"mama.... jangan ngomong gitu donk... Soffie kan masih perlu mama... Soffie sayang mama...
"Mama akan sembuh... kita semua akan baik-baik saja ma... Anakku yang kedua sudah lahir.... mama belum melihatnya ?"
"Oh.. bgaiamana keadaan Dissy, Son?"
'Dia sudah melahirkan anak perempuan, ma... Mama kan sudah janji akan bantu aku menjaganya dan memberi nama pada anakku.... mama harus semangat untuk sembuh... kita pasti bisa melewati ini semua ma!"
"Baiklah... mama akan berusaha, "Jawab Jeany dengan lirih dan bahagia memandang kedua anaknya sangat menyayanginya.
*****
Happy reading guys !"
Terimakasih telah membaca karyaku . Semoga kalian suka ya membaca "Cinta kan membawamu kembali " ... Bolehkah tinggalkan jejak disini ?
Boleh poin/ like / / hadiah/ komentar/ masukan yang membuat aku makin baik dalam menulis. Tetap jaga kesehatan kalian.
Tuhan berkati kalian semua ya, temans !"
__ADS_1