
Penantian kita tak akan sia-sia, kehadiran anak kedua yang pastinya lebih menggemaskan dan akan membuatmu semakin mencintaiku.
Dia anakku yang hebat dan berani.
******
Tiga bulan kemudian ....
David segera memerintahkan Januar untuk membatalkan semua meeting yang harus dilakukan pada hari ini. Mama Jeany mengabarkan bahwa Soffie sedang menuju ke rumah sakit karena perutnya mulas dan akan segera melahirkan.
Setiba David di rumah sakit, ia langsung berlari menuju ruang operasi. Di depan ruang bersalin David bertemu dengan Ibu Martini yang sedang menjaga Dean. Tatapan matanya langsung melihat pria kecilnya yang menahan air mata dan wajah ketakutan membayangkan mamanya yang berada di dalam kamar ruang bersalin.
"Papa.." Ujar Dean begitu melihat David datang menghampiri mereka .
David segera menggendong Dean yang masih ketakutan dan air mata di pipinya mulai menetes tak tertahankan melihat papanya hadir.
"Tadi Dean jaga mama dan elus-elus perut mama di jalan, tapi mama selalu menangis kesakitan papa.... Dean takut .... mama sedang sakit karena ade bayi mau keluar....ade bayi nakal , papa!" Adu Dean pada papanya. Ia menceritakan ketakutan selama di mobil pada papanya yang baru datang.
"Jangan takut ya, Dean... sekarang papa mau masuk untuk temanin mama dulu ya, Dean sama Ibu Martini dan nanti sama oma Jeany disini.. mama , pasti sembuh lihat papa datang!' Bujuk David pada Dean.
Dean tersenyum mendengar jawaban papanya dan mengangguk sebagai tanda setuju bahwa ia mengijinkan papanya untuk masuk ke dalam ruang operasi.
Ketika David memasuki ruangan operasi, ia melihat istrinya masih meringis menahan sakitnya. Mama Jeany yang melihat menantu kesayangannya datang,segera berdiri dan mohon pamit pada anaknya, karena hanya 1 orang yang diijinkan di dalam ruang operasi selain dokter dan petugas medis.
"Sayang... mama tunggu di luar ya bersama Dean... kamu ditemani David saja!" Kamu harus kuat dan tenang ya !" Bisik mama Jeany sambil mencium kening putrinya.
"Iya mama... tolong jaga Dean ya mam... "Soffie tersenyum sambil menahan sakitnya.
David tersenyum pada mertua perempuannya, ia mengangguk sebagai tanda hormat. Demikian juga Jeany tersenyum pada menantu pria satu-satunya.
"Titip jaga anakku, nak David," Ujar mama Jeany sambil meninggalkan mereka berdua.
Di ruangan itu masih ada suster yang berjaga sambil mengontrol persiapan melahirkan Soffie. Sementara David sudah berdiri disamping istrinya dan mengecup pucuk kepalanya.
"Maaf phie, aku terlambat datang... ini diluar perkiraan kita ya...kupikir masih beberapa hari lagi ya sayang !" David mengelus perut Soffie berulangkali.
__ADS_1
"Gak papa bie... kerjaan kamu jadi berantakan dong!" harusnya aku yang minta maaf sayang....tapi perutku ini mulesnya gak bisa ditahan lagi.... kurasa...."Ucapan Soffie terhenti terpotong oleh perkataan David
"Hei... sayang... ini juga anakku... jadi sangat wajar jika aku harus mendampingi kamu disini..This is my second little boy.... I love him too!"
"Bie... tadi kamu ketemu Dean gak?"
"Hemm... "Sahut David sambil mengelus perut istrinya.
" Dia tadi baik banget jaga aku... dia begitu tahu , aku mules dan kesakitan di rumah, langsung ambil tas untuk bersalin dan panggil mama, dan ibu Santika... terus di mobil dia terus elus perut aku berkali-kali dan sambil bilang.. bilang gini ... De... de sayang , jangan nakal ya.. jangan bikin mama sakit terus ditendangin ade.... tunggu ya... papa masih kerja... papa pasti bisa buat ade keluar ...jangan nakal ya de... "Soffie bercerita dengan penuh semangat dan melupakan mulesnya yang sering datang dan pergi.
"Memang Dean itu calon pemimpin yang berani , meski tadi pas aku datang dia menangis ... tapi aku bangga padanya berusaha menggantikan tugasku menjagamu, phie.
"Iya... dia seorang kakak yang bertanggungjawab, " David berkata sambil membayangkan Dean yang bercerita tadi padanya di luar ruangan operasi. Pria kecilnya yang berusaha menjaga Soffie dan adiknya selagi ia masih dalam perjalanan dari kantor.
"Bie....rasanya perutku makin mulas banget... dan ini makin tidak tertahankan..... "Soffie berkata sambil sedikit berteriak hingga membuat suster yang berjaga melihat kondisi Soffie yang dirasa sudah makin siap melahirkan dan akan dioperasi.
"Sebentar ya Bu Soffie , beberapa menit lagi ...ibu akan siap dioperasi..dokter sedang menuju kemari," Suster menjelaskan dengan sabar pada pasangan suami istri itu. Bapak hanya bisa memantau dari posisi ini ya pak...agar tidak mengganggu tindakan pada ibu Soffie.
"Terimakasih suster...
"Ahh...."ringis Soffie kembali terdengar.
Setelah satu jam para dokter berjuang di dalam ruangan bersalin, bayi laki laki itu berhasil diambil dokter dan Soffie dijahit kembali perutnya. Tindakan medis ini direkam oleh David melalui videonya karena Soffie tidak bisa melahirkan secara normal mengingat kehamilan pertamanya yang cukup bermasalah. Soffie meminta David merekamnya agar ia bisa melihat seperti apa ketika tubuhnya dioperasi dan diambil bayinya.
David bahagia melihat anak lelaki keduanya juga sehat dan kondisi tubuhnya lengkap. Tangisan anak ke duanya sama kencang seperti pertama kali Dean dilahirkan. Tamgisan pria kecilnya itu membahana keluar ruangan, Ketika Soffie tersadar dari oprasinya akibat suster yang membangunkannya, ia langsung menoleh mencari keluarganya. Dilihatnya David yang masih standbye di sampingnya. Pria itu tersenyum memandang istrinya yang masih belum selesai efek dari obat bius operasi.
"Bie.... "Lirih Soffie .
"Terimakasih sayang... kamu dan anak kita semuanya sehat...anaknya laki-laki, sekarang perawat sedang membersihkannya dan akan membawanya ke ruang perawatan setelah kamu dipindahkan " David menjelaskan dengan penuh haru.
David sangat berbahagia karena memiliki dua jagoan yang akan mendampinginya. Anak-anaknya yang akan menjadi penerus usahanya. Soffie tersenyum bahagia mendengar penjelasan suaminya dan masih berusaha mengumpulkan kesadarannya.
" Phie... gimana kalo namanya Devanputra Budyanto Pratama? " Dia akan menjadi anak yang bijaksana, cerdas dan berani.... kamu suka gak nama itu ?"
Soffie hanya dapat mengangguk, karena ia merasa ngantuk akibat suntikan bius operasi dan tertidur tidak lama setelah dipindahkan ke ruang perawatan.
__ADS_1
*****
Di luar ruangan operasi telah menanti sejumlah wajah dengan penuh cemas. Mama Jeany, Dean dan Ibu Martini. Sonny yang baru menyusul ke rumah sakit karena diberi informasi oleh Ibu Martini juga hadir. Ia meninggalkan pekerjaannya dan langsung kesini . Ia mengkhawatirkan Soffie melahirkan seperti dulu yang cukup menguras emosi.
"Gimana Soffie ma," Tanya Sonny pada mama Jeany.
"Dia didalam sedang ada tindakan, Kata Dokter sih yang ini tidak membahayakan, David sedang menemaninya dan juga ..."Jeany berusaha menjelaskan namun terpotong oleh ucapan Dean.
"Om gak usah khawatir... papa pasti bisa membuat mama cepat melahirkan adek bayi dan tidak kesakitan... papa itu hebat , om !" Dean berkata dengan penuh keyakinan.
Sonny yang mendengarnya tersenyum. Ia mengangkat keponakan laki-laki satu-satunya itu. Dikecupnya kening keponakannya itu.
"Kamu tadi berani ya antar mama kesini sambil tunggu papa datang?" Tanya Sonny pada Dean.
"Iya om... aku yang elus-elus perut mama... setiap mama menjerit kesakitan !" aku tidak menangis menemani mama, " Cerita Dean pada Sonny.
"Kamu anak yang hebat sayang !" Sonny memeluk Dean erat.
*****
Happy reading guys!!
Bolehkah tinggalkan jejak disini..... thanks ya temans-, telah membacanya dan bersabar menunggu up-nya. Jangan lupa jaga kesehatan dan tetap semangat menjalani hari. Love you all.
__ADS_1