Cinta Kan MembawaMu Kembali

Cinta Kan MembawaMu Kembali
S2 :71. Melepaskan


__ADS_3

Melupakan seseorang yang telah memberimu banyak hal untuk diingat adalah hal yang sangat sulit. Tapi jika itu yang terbaik, aku melepaskanmu.


*****


Ardi masih baru selesai mandi ketika Sabrina menangis di meja makan. Ia bingung kenapa istrinya menangis dengan saat sedih sekali. Tadi sebelum ia mandi, keadaan istrinya baik-baik saja.  Dipeluknya istrinya yang saat ini sering  lebih sensitif terhadap apapun.


"Hei... ada apa sayang? katakan padaku, siapa yang berani membuat wanitaku menangis  ?" Ardi memeluk istrinya sambil mengecup rambut istrinya beberapa kali.


"Mas Ardi... mereka tidak bisa dihubungi... handphone Kak jeany, Soffie, Sonny, Dissy semua dalam keadaan tidak aktif.... mereka semuanya tidak dapat dihubungi..... aku takut , mas Ardi.... aku takut mereka yang ada di dalam ambulans itu... bisakah kita ke sana malam ini, mas Ardi ?"  Sabrina menangis dengan beruraian air mata di pelukan suaminya.


" Kita ke sana sekarang, Sasa... jangan menangis... aku tidak mau anakku jadi sakit... sudah ya... mereka pasti baik-baik saja... David pasti bisa menjaga keluarganya... kamu ingat ada banyak polisi yang disana...mungkin saja komplotan dari "Cepot berdarah"


"Tapi bukannya "cepot berdarah  " itu kalo bekerja sendirian... kenapa bisa banyak yang terluka parah...dan banyak ambulance yang membawa korban ?"


"Aku tidak tahu sayang... gini saja deh, lebih baik kamu ganti baju terus kita jalan ke sana sekarang , gimana sayang?" sambil kamu ganti baju... aku bisa makan dulu... aku lapar banget , bolehkah?" bujuk Ardi pada istrinya.


Sabrina tersenyum dan mengangguk. Ia segera mengambil nasi dan lauk untuk suaminya dan setelah itu ia menuju kamarnya untuk berganti pakaian.


*****


David  baru saja mendapatkan  informasi penting dari Pak John yang baru saja menemui rekannya yang baru saja tersadar di ruangan perawatan. Menurut Pak John, polisi yang beberapa hari bertugas di rumahnya. ternyata pelaku benar-benar adalah "Cepot Berdarah" sesuai informasi yang diberikan oleh David dan Shinta. Si pelaku sekarang tidak menembak secara langsung karena sulitnya penjagaan terhadap Soffie sehingga ia mengubah strategi dari yang  biasa dilakukan.


Ketika David akan keluar melalui pintu khusus menuju mobilnya yang diparkir.  Seseorang berteriak sangat kencang dan memanggilnya.


"David,... David... Dav.... " Teriak  Jajang dengan sangat keras.


"Jajang...kenapa kamu ada disini?" Henry juga ?' Kalian bisa kesini ... kenapa bisa tahu ?"


"Oh...syukurlah kamu selamat.. gimana Soffie dan Dean?" Jajang bertanya dengan sangat khawatir. Demikian juga Henry memandang david menunggu jawaban dari suami sahabatnya itu.


"Mereka selamat... cuma Sonny dan Dissy terluka dan beberapa pegawai yang bertugas di rumahku... tapi keadaan mereka akan membaik.... ayo ngobrol di rumah... kalian bawa kendaraan?"

__ADS_1


"Iya... kami ikut mobilmu saja... gak bisa masuk daerah rumahmu... lagi di jaga ketat mau masuk kawasan Kebayoran... mobil tinggal di sini aja...ntar Pak Kidi  bisa antar kami ambil mobil kan?" Henry memberi penjelasan


"Ayo... Soffie pasti senang melihat kalian... dia agak drop karena ketakutan...  "Sahut David.


Ketika di dalam mobil David yang disopiri oleh Pak Kidi, David menceritakan  kejadian itu kepada para sahabat istrinya yang sekarang menjadi sahabatnya juga. Di  perjalanan menuju rumahnya, sebuah mobil Toyota Rush warna hitam memotong mobil Pak Kidi sehingga membuat para penumpang itu  terkejut, karena Pak Kidi tiba-tiba menghentikan kendaraanya akibat dipotong oleh kendaraan itu.


Namun David tersenyum ketika melihat kaca mobil sebelah kiri dibuka dan terlihatlah wajah Sabrina dan Ardi.  David segera  membuka kaca dan menyapa tante dan "Om" dari Soffie tersebut.


" Tante Sabrina... Om Ardi ... mau kemana ?"Teriak David dari tempat duduknya.


"David... gimana kakakku dan Soffie?" Aku tidak bisa masuk ke daerah rumahmu dan banyak jalan di blokir..."Adu Sabrina pada David.


"Mereka baik-baik saja, Tante dan Om Ardi , Ikuti kami... aku punya "Pass-nya" ... kita bisa lewat... ayo...


"Baik Vid... aku ikuti mobilmu !" jawab Ardi singkat sambil memajukan kendaraan dan menunggu kendaraan itu melewatinya


*****


Ketika tiba di rumah itu, keadaan sudah lebih baik namun masih banyak dibatasi oleh garis polisi dan beberapa polisi masih berjaga di depan rumah itu.David mengajak tamunya untuk menunggu di ruang tamu karena ia akan memanggil keluarganya untuk turun menemui mereka di ruang tamu.


Ketika memasuki kamar David, Sabrina langsung menghabur memeluk Jeany dan saling bertangisan. Soffie juga memeluk tantenya dengan penuh haru. Tidak berapa lama, suara David menghentikan Soffie dari pelukan dengan tantenya.


"Phie... dibawah ada Henry, Jajang dan Om Ardi, kamu temui dahulu mereka... aku mau mandi dulu sebentar,... nanti aku turun ke bawah menemani kalian, "


"baik Bie... aku turun dahulu temui mereka.... hubbie mandinya jangan lama-lama ya!"


"Ya..." David berkata singkat dan melangkah kakinya menuju kamar mandi.


Sesungguhnya David  membutuhkan berendam dengan air panas sekitar 10 menit mungkin tidak masalah. Ia membutuhkan air hangat aromaterapy. Tapi Soffie nanti akan merasa tidak nyaman karena terlalu lama menunggu suaminya membersihkan diri.


Soffie turun menuju ruang tamu rumahnya. Dilihatnya tiga pria itu menunggunya sambil bercakap-cakap dengan santai membahas masalah "Cepot berdarah". Soffie tersenyum melihat keakraban ketiganya . Jajang langsung bangkit dari tempat duduknya  dan memeluk Soffie tanpa ragu.

__ADS_1


"Phie... kamu baik-baik saja, " Jajang memeluk Soffie tanpa sadar bahwa ada yang melihat  aksinya dengan pandangan tidak suka.


Ardi. Ia  masih tidak suka melihat Jajang dengan santai memeluk Soffie  di hadapan mereka. Bagaimana jika David melihat apakah Jajang tidak dihajarnya. Dia teringat atas aksi David yang pernah menghajarnya karena berkata Soffie adalah milik dan  anak dalam kandungannya adalah anaknya. Ardi memandang Jajang yang belum melepaskan pelukan itu.hingga Soffie mendorong pria itu.


"Aku baik-baik saja....hanya Kak Dissy dan Sonny yang sedikit terluka ... sekarang mereka dalam peraa, eh ngomong-ngomong kalian mau minum apa... pasti haus kan?" hampir semua ART di rumah ini sedang terluka... jadi aku mau buatin minuman untuk kalian... sekalian buat makanan untuk Kak David... dia belum makan pasti !"


"Apa saja, phie... biar enak kita ngobrol...elo mau dibantu gak?" Gak usah nanti kalo udah siap... aku minta tolong , kamu deh untuk bantu bawa-bawain deh... sekarang kalian ngobrol dulu ya, aku tinggal ke dapur bentar  " Kata Soffie pada Jajang, Henry dan Ardi.


"Phie... boleh aku ikut ke kamar mandi... kebelet nih , " Ardi menyela.


Jajang dan Henry saling bertatapan . Namun Soffie tersenyum menunjukkan arah pada Om-nya itu.


"Sebelah ruang makan ada kamar mandi... silahkan dipakai Om !" Mari saya antar ke sana, sekalian saya ke dapur, "  Ujar Soffie dengan ramah.pada mantan kekasih yang menjadi om-nya.


"Terimakasih phie.


Ardi mengikuti langkah Soffie ke bagian tengah rumah itu. Ketika Soffie menunjukkan kamar mandi pada Ardi. Pria itu menyentuh  tangan Soffie, hingga membuat Soffie  terkesiap.


"Apakah kamu terluka? Apakah "Cepot berdarah " itu menyerangmu ?" Ardi bertanya dengan sangat tulus dan Soffie hanya menggeleng.


Ardi Ingin sekali memeluk wanita itu tapi apa daya tidak dapat dilakukan terlalu besar jarak pemisah diantara mereka. Beribu penyesalan hadir di mata Ardi ketika melihat Soffie. harusnya yang ada di perut Soffie adalah anaknya.  Namun Ardi sadar bahwa ia  harus melupakan seseorang di masa lalu yang banyak mendampinginya ketika masih merintis kariernya, meskipun  itu adalah  hal yang sangat sulit. terlebih hatinya masih sangat menyayangi wanita itu.


Soffie  tidak mampu berkata. ia takut David melihat pertemuan ini. Ia merasa tidak nyaman melihat mata Ardi ketika ia dipeluk Jajang. Ia tidak boleh terjatuh pada kesalahan pada masa lalu.


"Aku bahagia melihatmu selamat phie... hanya itu saja... aku telah melepaskanmu ... aku rela melihat David begitu menjaga dan menyayangimu... maafkan aku ya...kesalahanku padamu terlalu besar.... maafkan aku yang selalu mengecewakanmu,,,, tapi sekarang aku benar-benar bahagia melihat kamu selamat.... maafkan kesalahanku di masa lalu.


"Kita sudah selesai Ardi..... Lupakan masa lalu kita......maaf  aku  harus membuat makanan..  Kak David belum makan," Soffie melangkah meninggalkan Ardi yang masih memandangnya dengan tatapan sedih. Ia masih ingin berbicara dengan wanita itu.


"Maafkan aku, phie... aku pasti menjaga jarak darimu... untuk kebaikan kita," Ardi berkata pelan, namun masih dapat didengar Soffie.


Hubungan kita telah usai. Ini yang terbaik untuk kita , Ardi. Aku juga rela melepaskanmu. Maafkan aku !" Bisik Soffie dalam hatinya.  Soffiepun melangkah ke dapur menyiapkan makanan untuk suami dan tamu-tamunya.

__ADS_1


******


Happy Reading temans... terimakasih atas semua komentar, poin, like dan hadiah yang diberikan. Tuhan berkati kalian semua. Jangan lupa jaga kesehatan dan tetap semangat dalam menjalani aktifitas kalian. Love you All.


__ADS_2