Cinta Kan MembawaMu Kembali

Cinta Kan MembawaMu Kembali
S2 : 13. Jangan buat aku takut kehilanganmu !


__ADS_3

Kita akan selalu bersama seperti apapun keadaannya, Jadi jangan pernah takut dan lelah, Aku akan ada untukmu, selamanya!


Hubungan yang dibangun dengan topeng ataupun kebohongan tidak akan bertahan lama, aku ingin hubungan yang berlandaskan kejujuran agar aku akan mampu melindungimu dari apapun itu!!"


 


 


*****


 


 


"Ternyata disini tempat pelarian kamu !" Kata Henry ketika pintu baru dibuka separuh oleh Santika.  Santika begitu terkejut melihat kedatangan mantan kekasihnya di tempat kostnya yang baru.


"Hen... Henry,,,? Ujarnya terbata memandang lelaki yang juga dirindukannya.


"Ternyata di sini tempat pelarian kamu !"


 


Didorongnya pintu yang baru terbuka separuh oleh Santika sehingga Santika makin terkejut. Ia Shock melihat mantan kekasihnya masih memeluknya bahkan menciumnya begitu buas mulai dari kening, pipi dan ******* bibirnya dengan kasar.


Selama menjalin kasih dengan Henry, ia tidak pernah diperlakukan begitu. Henry begitu sopan dan menghargai wanita. Akhirnya setelah melalui perjuangan yang keras, ia berhasil mendorong tubuh pria berbadan kekar itu dan melepaskan tubuhnya dari pelukan Henry.


"Kamu ngapain ke sini?"


"Aku kangen kamu... tika... gak  boleh?" Aku kangen kekasihku.... apakah salah?"


"Kita sudah putus , Henry!"


"Kapan?" Aku gak ingat tuh   ...Sayang, aku haus... bisakah beri aku segelas air!"


"Baik, tapi habis itu kamu pulang ke Jakarta !"


"Aku menyusulmu kemari untuk mengajakmu pulang. Ayo kita menikah, Tik !" Kalo kamu tidak mau pulang, aku akan menikahimu di sini... kalo perlu sore ini juga, agar aku bisa tidur disini !"


"Henry  ... sadarkah apa yang kamu ucapkan !"


"Ya.... aku kehilangan kekasihku dan ia membuatku gila dan  Aku mau mati beberapa hari yang lalu saat dia memutuskan selutuh kontakku!" Jawab Henry dengan santai.

__ADS_1


Henry melangkah masuk dan menuju kulkas di ruang tengah dan membukanya, Ia mengambil air dingin dari kulkas dan langsung menenggaknya.


Mata Henry berkeliling, dan ia menatap meja makan kecil di sudut ruangan dan ia segera duduk di depan meja dan membuka tudung saji. Ia lapar dan belum sarapan. Di pesawat , dia tidak merasa tenang, belum mengetahui keadaan wanita yang dicintainya.


Santika hanya menatap mantan kekasihnya yang seenaknya duduk di meja makan dan mengambil sendok. Pria itu tanpa merasa bersalah dan langsung makan tanpa merasa sungkan bahwa ia adalah tamu dan tidak dipersilahkan tetapi langsung makan dengan begitu tenang.


'Aku lapar... jika kau tidak mau makan bersamaku , tika ...  maka aku makan sendiri dan setelah itu aku  akan tidur disini dan membuat sedikit keributan yang menyenangkan, agar kita di datangi pengurus RT dan menikahkan kita malam ini juga !"


"Henry !"   Aku akan menemanimu makan, ... tapi kumohon setelah itu tinggalkan tempat ini ! "  Jawab Santika dengan lirih.


Santika mengambil piring dan duduk di sebelah Henry. Mereka makan dalam keheningan. Santika memandang pria yang sedang makan begitu lahap dan ia masih menggunakan jaketnya. Pria itu sepertinya tidak bergeming dengan Santika yang terus memandangnya.


Akhirnya Santika berbicara dengan lembut agar dapat membujuk pria kekar itu yang sedang menikmati makanan buatannya tadi pagi.


" Hen... aku ini tidak suci lagi, rasanya aku tidak layak bersamamu, ijinkan kita berakhir sampai disini ya...! Kamu pasti menemukan wanita yang baik, cantik dan suci untuk  menemani hari-hairmu. Rasanya tidak cocok bersama pria baik sepertimu. Lupakan aku ! Aku percaya kamu pasti bisa Hen... kamu punya masa depan yang baik, pulanglah, Hen... !!! Jangan hancurkan masa depanmu bersama wanita sepertiku, "Bujuk Santika pelan.


Henry masih menikmati makanannya dengan santai dan seolah tidak mendengarkan perkataan Santika. Ia menghabiskan makanannya dan menutupnya dengan air mineral yang diambilnya tadi ketika baru datang.


"Jadi menurutmu, jika aku bersamamu maka masa depan aku akan hancur ?


"Iya.


"Karena aku bukan wanita baik-baik dan masa lalu aku akan mempermalukanmu , Hen...,  "Ujar Santika dengan pelan.


AIrmata  Santika mengalir dari sudut matanya, dan ia berusaha menghapusnya. Terlambat. Henry melihatnya dan menghapus dengan jarinya.


"Katakan padaku... apakah kamu benar-benar tidak pernah mencintaiku?"Kumohon Tika  jawab dengan jujur dan pandang mataku, Jangan bohongi aku, Tika ! ," Kata Henry dengan tegas.


Wajah Henry yang  mengeras dan  memandang intens pada  wajah kekasihnya. Mereka saling menatap, tangan Henry menggenggam tangan Santika dengan erat. Ia tidak akan melepaskan Santika lagi.


"Aku tidak tahu sejak kapan .... aku ....awalnya kupikir kamu adalah pria baik, dulu aku terobsesi oleh Josh.. aku bermaksud membuat Josh merasa cemburu denganmu, tapi ... semua rencanaku gagal,.. Josh tidak peduli padaku, hanya kamu yang selalu peduli padaku,....  setiap aku mendapat masalah, kamu selalu menggenggam tanganku, Hen... tanpa aku sadari aku merasa nyaman dan tenang bersamamu, hingga ketika kamu mengetahui  semuanya... aku malu, Hen...  aku marah pada Lily dan Jpsh.... padahal mereka gak salah ya, Hen... aku malu sekali.....aku gak layak bersamamu !" Jawab Santika  dengan jujur.


"Aku meninggalkan Jakarta untuk melupakanmu, Henry... aku mau menata hidupku dengan baik... kumohon, maafkan aku... maafkan aku pernah tidak jujur padamu...., " Lanjut Santika sambil menangis histeris dan semakin keras dan sesegukan.


Henry memeluk wanita yang dicintainya itu. Ada rasa tidak nyaman di hatinya. rasa yang sama pasti dirasakan wanita yang dicintainya. Hati Henry  seperti berdenyut  tidak terima melihat wanita yang disayanginya menangis. Dan tangis Santika semakin kencang ketika Henry memeluknya dan air mata semakin membasahi kemeja Henry.


"Biarkan aku menata hidupku, Hen... !  "


" Tika .... "Panggil Henry sambil melepaskan kepala Santika dari dada bidangnya.


Diangkatnya Dagu Santika dan dipandangnya mata Santika yang penuh uraian air mata penyesalan. Henry melihat wanita itu tidak sedang membohonginya. Hatinya ikut makin sakit melihat Santika yang menangis.

__ADS_1


" Dengarkan aku, Tika cuma kamu yang kusayang, cuma kamu yang ingin kujaga,  jadi jangan pergi dariku dan yang paling penting Tika...   kumohon jangan ada orang ketiga di antara kita ! Aku akan mampu menjagamu dan melindungi kamu.  Bisakah kamu percaya padaku ?"


"Kamu yakin , henry... orangtuamu tidak akan menerimaku jika mengetahui siapa aku yang sebenarnya, temanmu bahkan sahabatmu sangat membenciku, belum lagi pekerjaanmu menuntut keluarga yang harmonis dan...


"Dengarkan aku... soal mereka adalah urusanku, orangtuaku setuju apapun yang menjadi pilihanku, Lily , Josh, David, Soffie dan jajang , kalo perlu mereka akan kusuruh kesini untuk menjemputmu, jika kamu tidak mau pulang bersamaku, jadi bisakah kamu percaya saja padaku ?" Duniaku bisa berakhir jika tidak ada kamu disampingku, Tika


Santika terdiam. Ia bingung keputusannya meninggalkan karir di Jakarta dan memulai karir di Denpasar. Ia ingin menata hidupnya. Baru 2 hari di bekerja tetapi pria yang dihindarinya berhasil menemuinya di kost-nya.  Rasanya sia-sia sekali mempersiapkan pelariannya.


'Kamu tidak akan pernah bisa pergi lagi dari aku, Tika... , " Dilumatnya bibir Santika dengan lembut dan Henry semakin memperdalam ciumannya hingga semakin menuntut dan turun ke lehernya dan membuat Santika kembali mendorong Henry.


"Maafkan aku , Henry... aku takut... aku tidak berani berharap banyak pada hubungan kita..


"Kamu tidak percaya padaku, Tika ?" Aku akan melindungimu, aku akan menjagamu ketika kamu takut ataupun lelah... Aku akan ada untukmu selamanya, Tika !"


Santika  terdiam mendengar pertanyaan Henry. Namun tatapan mata Santika dan Henry saling berkata banyak. Mereka saling membutuhkan. Debaran jantungnya berdetak sangat kencang. Santika tahu bahwa Henry berkata jujur,  mereka sama-sama menderita dengan perpisahan mereka yang dramatis dan menguras emosi.


Mata mereka saling bertemu, Santika mengangkat tangannya dan mengelus pipi Henry dan mengusap kantung mata pria yang membuat jantungnya semakin berdetak kencang. "Maafin aku ya, Hen...


"Aku akan memaafkanmu, jika kamu mau pulang bersamaku dan menikah denganku !"  Jawab Henry dengan tegas dan disambut anggukan Santika. Henry kembali mencium kekasihnya dan Santika tidak menolaknya.


"Jangan buat aku takut kehilangan kamu.... aku bisa gila bila tidak melihat dan mendengar suaramu !"


"Kehilangan kamu juga merupakan ketakutan terbesarku, tapi aku gak tau jika kamu tidak menemui aku disini , Hen....  Aku baru sadar ternyata aku juga amat  mencintaimu, Hen... maafkan aku ...


Santika yang memulai ciuman berikutnya dan ada sesapan lidah yang  dilakukan Santika dan membuat  hawa panas disekitar mereka  makin terasa dan Henry semakin terpancing dan pandangan lelaki itu menggelap dan Santika sedikit mengerang ketika tangan Henry bergerilya di tubuhnya. Hufff...Desahan suara Santika keluar ketika Henry meremas salah satu bagian tubuhnya dan membuat Henry semakin bersemangat dalam bergerilya. Sampai tiba-tiba suara deringan telepon menyadarkan perbuatan mereka.


" Maaf... Tika... aku kelepasan... Ayo kita pergi ke penghulu malam ini... kurasa aku tidak berani menjamin diriku tidak menyentuhmu nanti malam.


"Hah... tapi aku...


'Please... Tika.... aku mau melakukannya denganmu sebagai suamimu. Aku tidak mungkin melakukan tanpa pernikahan... ayo kita ke penghulu sekarang....


 


*****


 


Huff... Happy reading temans.... boleh berikan komentar/ide /like/ hadiah/ apapun yang membuatku semakin semangat menulis dan bertambah idenya. Thanks sudah membacanya sejauh ini. Love you , Guys !!!


"

__ADS_1


__ADS_2