Cinta Kan MembawaMu Kembali

Cinta Kan MembawaMu Kembali
S2 : 34. Terpisahkan


__ADS_3

Rindu itu hadir di kala kita berjauhan, Cinta itu akan semakin kuat jika kita saling percaya, kesetiaan takkan hilang bila kita saling mengerti.


 


 


*****


Soffie terbangun di atas sebuah ranjang. Ia berada di ruangan yang berbeda dan matanya menoleh ketika melihat Brenda sedang duduk di sampingnya menjaganya. Wanita muda itu tersenyum padanya hangat dan memberikan  air mineral dalam botol lengkap dengan sedotan.


"Minumlah dahulu bu Soffie... tadi dokter sudah memeriksa kandungan ibu dan katanya tidak ada apa-apa.. ibu hanya kelelahan saja... maafkan kami kemarin membiarkan ibu dalam ruangan yang terbatas dan hanya ada sofa saja...


" tidak apa-apa... terimakasih telah menjagaku Brenda... apakah setiap hari kamu akan menemaniku disini dan bagaimana dengan keluargamu... apakah kamu memang tinggal di Ottawa sini?'


"Tidak... saya memang ditugaskan biasanya di Jakarta namun karena kasus ini saya diminta untuk mendampingi ibu, sedangkan Nicholas dan Saeful memang sudah lama tinggal disini..  apakah ibu ingin sesuatu?" Biasanya wanita hamil suka ingin sesuatu.... ada yang bisa dibantu bu?"


"Aku hanya sangat  mengkhawatirkan Dean... apakah dia sudah  makan... apakah dia bisa tidur?' ... selama ini ia tidak pernah jauh dariku.... maaf aku lancang, Brenda... aku hanya mengkhawatirkan anakku yang satunya... jika aku berpisah dengan David ... bagaimana dengan nasibnya... aku hanya khawatir padanya...


"Maf bu... untuk yang itu kami tidak bisa membantu... demi kebaikan ibu... mohon tidak menyebutkan namanya lagi di rumah ini.


"Baiklah... apakah selama disini aku  boleh menonton TV atau mungkin boleh memasak ? Hanya untuk diriku saja... aku tidak akan meracun kalian... silahkan kalian amati aku.. itu hanya untuk  mengisi waktu... agar aku tidak selalu mengingat anakku... maaf, Brenda... aku bosan di dalam ruangan dan ingin sekali jalan-jalan tapi pasti kalian tidak akan mengijinkannya....


"Baiklah... ibu boleh memasak...nanti ibu tulis apa yang diperlukan biar Nicholas atau Saeful yang belikan... saya percaya ibu bisa menjaga kepercayaan kami dan tidak akan kabur atau melakukan tindakan yang akan membahayakan kami ... ibu boleh memasak di dapur di lantai 4 juga ada kitchen kecil.. nanti saya akan membantu ibu menyiapkan makanan.


"Terimakasih Brenda, ... emh... kenapa kamu tidak tidur di sampingku saja... aku tidak keberatan ko... kenapa kamu harus duduk terus di kursi... apa tidak lelah seharian duduk , berjalan ke sana kemari membantuku  dan tidak bolehkah kamu berbaring di sofa itu ?"


"Terimakasih Bu Soffie... tugas saya memang seperti ini... jika saya lelah saya akan berbaring di sofa.


"Baiklah terserah kamu saja... Maaf, jika aku harus merepotkanmu.." Kata Soffie lirih.


"Bu... saya tahu pekerjaan kami salah... kami ini memang harus menjaga ibu... mohon tidak bersikap terlalu baik pada kami bu... " Sahut Brenda karena merasa tidak nyaman atas ucapan Soffie. Ia memahami wanita ini bukan milik Tuan Toshihiro, namun tuntutan pekerjaan memaksanya menyingkirkan hati nuraninya. Brenda berbaring di Sofa dan memegang senjata otomatisnya untuk berjaga jika sewaktu-waktu serangan pada mereka tiba.


Mereka terdiam dengan pemikiran mereka masing-masing. Dalam hati Soffie, ia berdoa semoga David segera datang dan menyelamatkannya. Ini sudah hari kedua ia terpisah dari David dan Dean. ia merindukan kedua prianya itu.

__ADS_1


Soffie merasa bersalah pada David yang mengijinkan anak dalam kandungannya akan menjadi anak Toshihiro, tapi harus bagaimana lagi, ia tidak memiliki pilihan . Tindakannya juga untuk menyelamatkan anak dalam kandungannya. Ia sangat berharap David segera menjemputnya sehingga tidak ada alasan Toshihiro mengambil anak itu dan menjaga mereka. Di dalam keresahannya, Soffie memejamkan matanya berdoa sambil tiduran :


 


' Tuhan... jika boleh aku meminta ijinkan kami berkumpul kembali... Aku ingin kami semua selamat dan anak dalam kandunganku ini bersama papa yang sesungguhnya... Bantu David agar dapat menemukan kami... Jaga Dean dan David tetap sehat dan semangat dalam menemukan kami... Amien.


 


 


Soffie berdoa dalam hatinya berulang-ulang seperti itu. Ia benar-benar ketakutan jika David tidak dapat menemukan mereka dan bahkan sampai ia melahirkan bayi dalam kandungannya dan menjadi anak bagi pria yang menculiknya. Ia tidak membenci Toshihiro, ia mengerti pria itu hanya sedang terluka dan patah arang. Tapi Soffie  tidak mampu untuk menjadi temannya apalagi merelakan anak dalam kandungannya menjadi anak pria itu. Ini anak David meskipun David mengkhianatinya. Ini akan tetap jadi anak David. Jemput kami, Hubbie ... dan Soffie terlelap.


 


*****


 


 


Suara itu membangunkan tidur David yang baru tertidur sekejab karena Dean sibuk menangis tadi.


"Soffie.... " Suara parau David ketika matanya terbuka.


Pria itu menoleh tidak ada Soffie di sampingnya. hanya Dean yang berada di pelukannya. Pria kecil itu sepanjang siang mengamuk mencari mamanya dan menangis sebelum tidur dan akhirnya terlelap karena kelelahan. Selama tidak ada Soffie, Dean hanya mau makan sedikit dan hanya minum susu saja. Ia kehilangan mamanya yang selalu ada untuknya.


Pertanyaan Dean  selalu sama dan dilakukan berulang di hari ini , " Kenapa Bapak polisi belum bisa menemukan mama, Pa?"  Apakah penjahat akan menang dan polisi akan kalah , Pa?"


David menarik nafas kasar, dan meremas rambut di kepalanya. Ia kesal "  The A  Team" yang ia percaya masih belum mendapatkan tanda-tanda keberadaan istrinya. Bahunya merosot lemas, David sangat mengkhawatirkan Soffie dan bayi dalam kandungannya. Apakah mereka baik-baik saja.


"Phie... semoga kamu baik-baik saja disana... jangan takut , aku pasti akan menemukanmu... apapun caranya... aku akan menghajar pria yang berani mengganggu keluargaku...jaga anakku yang disana, phie... aku akan menemukan kalian... jangan takut  !!'


David tidak bisa tidur kembali. Ia merasa Soffie sedang menunggunya untuk segera menjemputnya. Ditekannya nomor pimpinan The A team.  Tidak ada nada sambung . Mereka pasti masih bekerja mencari informasi untuknya. Dilihatnya Dean masih tertidur pulas. Ada setitik rasa bersalah pada  Dean, karena tidak segera menemukan Soffie dan karena ulahnyalah yang membuat Soffie diculik oleh anak buah Toshihiro.

__ADS_1


Dalam keheningan dan frustasi Handphone  David berbunyi dari "nomor tidak terdeteksi"  Ia ragu untuk mengangkatnya namun akhirnya ia angkat karena khawatir dari penculik Soffie. Dipencetnya tombol masuk dan rekam dari panggilan itu.


"David ?"


"Ya..


"Kau tahu siapa aku?"


"Hem... kau pasti penculik istriku... Kau Toshihiro... ?"


"Bagaimana rasanya kehilangan istri dan anakmu?"


"Kau ini laki-laki atau bukan... hadapi aku... jangan sama wanita beraninya... ayo kita ketemu.. kau mau apa... aku akan memberikannya asal kau kembalikan mereka...


"Kau salah David... aku tidak ingin apapun... istrimu sudah mengijinkan agar anak dalam kandungannya menjadi anakku... akan kubuat anak itu membencimu... ha....ha...


"Baj*ng*an kau\, Toshihiro.... akan kuhajar kau...


"Mana?'   jangan cuma bisa ngomong doang, David !" ... kau takkan bisa menemukanku... aku akan menemuimu 20 tahun lagi dengan membawa anak itu dan akan kubuat dia yang menghajarmu... dan masalah istrimu... akan kubuat ia menjadi pemuas ranjangku... ha... ha... ha.....


Tuts.......Panggilan terputus dan David menjadi semakin emosi. Ia semakin bingung dan cemas menghadapi masalah ini. Ia benar-benar khawatir pada anak dan istrinya yang belum diketahui keberadaannya.


 


 


*****


 


 


Happy Reading Guys....  Bolehkah temans tinggalkan komentar/ Like/ point atau apapun yang menurut kalian baik.  Tetap jaga kesehatan ya !! terimakasih telah bersedia membacanya.

__ADS_1


__ADS_2