
Janggan pernah lelah dengan diriku dan jangan pernah ingin pergi dariku, meski aku banyak salah. Bantu aku menjadi pribadi lebih baik.
*****
Soffie sedang di kamar mandi ketika David terbangun di pagi hari. David sedang menggunakan pakaiannya yang masih berada di lantai dan ketika ia akan bangkit, pria kecil yang tidur disebelahnya terbangun sehingga menghentikan langkah untuk menyusul Soffie di kamar mandi.
"Papa... Papa....
"Hai sayang ... kamu sudah bangun... apa kita mau main ke taman pagi hari ini? "
"iya papa.... "Dean langsung tersenyum bahagia dan segera bangun dan tangan seraya meminta untuk digendong papanya.
Dean naik ke punggung papanya dan David segera berdiri tanpa tongkat penyangga lututnya dan menggendong anak kecil itu. David berputar-putar di dekat ranjang mereka/ Soffie yang baru keluar dari kamar mandi terkejut, melihat kedua pria yang dicintainya sedang bermain gendong-gendongan.
" Hubbie... sudah bie... ingat kakimu belum boleh terlalu lelah.... bie... hubbie mandi dulu biar Dean sama aku yach... ntar kita mandi ya sayang !'
"Dean... kamu mau mandi sama papa?"
"Mau papa.... Dean mau mandi sama papa.... dean gak mau dimandiin mama.... ayo pa.... terus kita ke taman bermain.....
Soffie menghela nafasnya melihat kedua pria itu berjalan ke arah kamar mandi. Soffie sangat khawatir dengan kaki David yang belum sepenuhnya pulih. Namun apa daya David sangat menyayangi Dean sehingga terkadang ia mengabaikan keselamatan dirinya.
Soffie segera menyiapkan pakaian David dan Dean yang akan digunakan pada hari ini. Ketika Soffie menyiapkan sarapan pagi, Januar tiba sehingga Soffie mengajaknya untuk sarapan bersama. David dan Dean segera duduk di meja makan dan bergabung dengan Januar. Mereka menikmati sarapan bersama pada pagi hari itu.
"Jan... habis sarapan aku mau menemani anakku bermain di taman dahulu, kamu ingatkan aku setelah 45 menit ya... dan jangan lupa bawa berkasku yang kemarin kita bahas !"
"Baik Pak ... saya akan sambil menyiapkan segalanya dan kita bertemu di taman depan nanti.
*****
Di taman apartemen banyak sekali orang yang memanfaatkan waktu dengan berolahraga di taman itu. Ada yang berlari dan menggunakan fasilitas taman seperti bermain basket dan tennis lapangan. Sebagian ada yang duduk -duduk di dekat taman bermain anak.
Soffie memilih duduk di dekat ayunan sementara David sedang mendorong Dean yang bermain ayunan. Dean tertawa bahagia sekali karena bisa bermain ditemani kedua orang tuanya.
Tiba-tiba seorang wanita yang membawa stroller bayi menghampiri David dan menepuk pundaknya.
"Dav... David ....tumben bisa bermain-main disini?" Panggil wanita itu dengan ramah.
"Emh... hai... "David menjawab sekedarnya dan bingung terlebih ketika melihat perempuan itu membawa kereta dorong bayi.
David benar-benar takut, jangan sampai yang di dalam kereta itu anaknya juga. Ia khawatir jika ada wanita lain lagi dikehidupannya dan ia khawatir akan melukai Soffie kembali. Semoga wanita ini bukan istriku juga.
__ADS_1
"Mana istrimu?" Tanya wanita itu ramah dan David menoleh sambil tersenyum pada Soffie.
Soffie bangkit dari duduknya dan menghampiri David yang berdiri bersisian dengan wanita yang baru datang itu.
"Hai," Sapa Soffie ramah pada wanita tersebut dan seraya menyerahkan kruk yang akan membantu menopang kaki David agar tidak terlalu lelah dan baru diantar oleh Januar. Sang sekretaris segera membantu sesuai arahan Davis semalam.
"Maaf sehubungan Pak David dilarang dokter banyak berbicara... maaf jangan tersinggung ... lain waktu memang bisa ngobrol.... maaf sekali bu.. "Kata Januar dengan tenang dan membuat mata wanita itu terkejut.
"Kamu kenapa vid? Kamu terluka? Siapa yang membuatmu seperti ini ?"
"Maaf bu....JIka tidak keberatan, boleh tahu ibu ini siapa? joh iya .... Perkenalkan Saya Soffie istri David... dan itu putra kami Dean.
"Oh... Maaf Soffie... saya Angel... saya teman lama David...terakhir kami bertemu mungkin anak kalian belum lahir.... David mengatakan akan mengenalkan istrinya pada saya bahkan dia berjanji akan mengundang saya dan suami untuk makan bersama agar lebih akrab....Oh ya Soffie... kenapa David memakai kruk?"
"David sedang perawatan dan memang lagi tahap pemulihan, jadi mohon Ibu Angel tidak tersinggung karena ini berkaitan dengan kesehatan David yang belum pulih...
"Sepertinya David tidak mengenaliku... sebentar Soffie.... aku ingin melihat mata David... Maaf ya.. maaf aku bersikap lancang...
Angel langsung menatap mata David secara langsung dan tanpa berkedip. David memandangnya dengan tatapan yang bingung. Angel mencermati dalam diam dan akhirnya ia kecewa.
"Kamu tidak sedang bercanda kan, Vid?" Kamu benar-benar berubah... Kamu tidak mengingatku sama sekali.. ini bukan dirimu yang sebenarnya !" Aku tahu ..."Kata Angel dengan lirih.
Angel menoleh pada Soffie yang memegang lengan David. Ia tersenyum.
"Soffie... David itu orangnya sangat ramah dan hangat pada siapapun... dia pasti sekarang sedang sakit dan tidak mengenaliku seharusnya...
"Kamu yang biasanya tidak akan bersikap seperti ini pada temanmu, kamu akan sibuk dan akan bertanya kabarku dan mengenalkan istrimu padaku bahkan mungkin menggendong anakku dan meledekku dengan berbagai "Joke"mu... kita ini teman sangat lama... tak masalah kamu tak mengingatku... kuharap kamu cepat pulih, David..... aku pamit karena mumpung matahari sedang indah bersinar !"
"Bu Angel... maafkan suamiku... ia memang sedang dalam masa pemulihan...maaf bukan bermaksud tidak sopan!"
"Jangan kuatir Soffie... aku bahagia dia memilih untuk bersamamu, kamu adalah wanita yang baik dan sangat tepat menjadi pendamping David... Jangan biarkan wanita lain mengambilnya... jaga dia baik-baik !" Jawab Angel sambil menepuk lengan Soffie.
"Aku pamit ya David dan Soffie... Oh ya, Dav, jika kamu sudah bisa mengingatku... tepati janjimu untuk mengenalkan istri dan anakmu pada keluargaku disini !"
"Terimakasih Bu Angel... maafkan Kak David ya !" Ujar Soffie dengan tulus.
David hanya memandang wanita yang membawa stroller bayi itu meninggalkan mereka. Ia sedikit mengingat bahwa itu pasti adalah wanita di masa lalu. Ia merasa memiliki kesalahan pada wanita itu, tapi tak mengetahui detailnya. Namun wanita ini memiliki sikap yang lebih baik.
Sungguh sangat berbeda dengan Dilla yang memaksanya untuk menikahinya. Ia merasa tak enak hati namun jika ia berkata tentang perasaannya tentang wanita itu , David takut akan menyakiti hati Soffie. Ia memilih tidak mengingat apapun. David segera merangkul istrinya dan ditariknya Soffie dan dipeluknya erat sehingga Soffie terkejut.
"Bie...
"Maafkan aku... Maaf aku tak tahu... mungkin aku di masa lalu adalah pria yang jahat... Sayang , Jangan pernah ingin pergi dariku... bantu aku untuk menjadi pribadi yang baik... Jangan pernah tinggalkan aku... Berjanjilah padaku, phie?"
"Iya Kak David... aku tidak akan pernah pergi darimu...... aku akan percaya padamu... aku tidak mau keluarga kita hancur karena masalah orang ketiga... aku akan terus menjaga suamiku dan membantunya untuk menjadi ayah yang bertanggungjawab untuk ktta semua.
__ADS_1
Dean segera memeluk mamanya mengikuti tindakan papanya. Ia seakan tidak rela diabaikan sementara Januar hanya tersenyum memandang keluarga David.
"Mama... peluk Dean juga...
Soffie mendorong David dan melepaskan pelukannya. Dipeluknya Dean dan diangkatnya pria kecilnya itu. Mereka tertawa bersama. Kehidupan mereka benar-benar damai. David menarik Dean dari pelukan Soffie dan mencium anak lelakinya yang menggemaskan.
"Dean... dengarkan papa.. kamu jangan selalu minta gendong mama ya... kasian mama sudah bawa adikmu di perutnya...
"Adik Dean , Pa?"
"Iya... Dean bentar lagi akan punya adik jadi Dean harus jadi kakak yang berani dan bisa menjaga mama kalo papa kerja...
'Dean kan ikut papa kerja?"
"Kalo Dean ikut papa kerja, Siapa yang jaga mama?"
"Mama ikut Papa kerja dong... kan kita bisa sama-sama ,Pa...
"Nanti ya... jika kerjaan papa gak repot kalian ikut papa kerja... nah sekarang Dean pulang ke apartemen dulu, Papa harus ke rumah sakit dan ke kantor...ntar sore kita sama-sama lagi...
"Oke papa....
David mencium kembali pria kecilnya dan mengantarkan Soffie ke lobby apartemen. Mereka berpisah di Lobby dan David memasuki mobil bersama Januar. Sementara Angel masih memperhatikan David dari restoran yang letaknya tidak jauh dari basemant. Ia sedikit bersedih melihat pria yang pernah mengisi hatinya dan tidak mengingatnya sama sekali.
*****
Happy reading guys !! Boleh tinggalkan komentar/ Like/ hadiah / apapun juga agar makin semangat menulisnya. Semangat menjalani aktifitas kalian dan jangan lupa jaga kesehatan ya temans !"
__ADS_1