
Jika kamu dapat merubah rasa kecewa dan sakitmu menjadi sebuah kekuatan, kamu menang. Jika rasa sakit dan kecewamu makin membuatmu jatuh terpuruk dan hidupmu berantakan, maka kamu adalah orang yang kalah.
*****
Langkah Henry bergegas menuju parkiran dan ia menghubungi Santika untuk menanyakan keberadaannya. Santika yang masih bekerja di kantornya yang berada di daerah Kuningan, merasa tidak aneh jika Henry mendadak menjemputnya.
Ketika Henry tiba di lobby kantor tempat Santika bekerja , ia melihat kekasihnya sedang ngobrol dengan salah satu teman prianya. Akh rasanya tak mungkin Santika wanita seperti yang dikatakan Lily. Ia begitu anggun dan cara berpakaiannya yang sopan dan tutur katanya yang lembut, tidak mungkin... Ditariknya nafas kasar, ketika Santika berjalan menuju mobilnya.
"Hai... sayang, tumben bisa menjemputku, " Kata Santika begitu memasuki mobil Henry. Ia mengecup pipi Henry dengan senyum manisnya. Henry hanya tersenyum dan melanjutkan laju mobilnya ke arah rumah Santika di daerah Bukit duri -Jakarta Timur. Rasa penasaran membuat Henry membuka percakapan dengan tika sang kekasih.
"Tika.... apakah kamu mengenal Josh ?" Tanya Henry dengan tetap memperhatikan jalanan. Namun ujung matanya melirik untuk melihat ekspresi dari kekasihnya itu.
"Josh... Josh mana, ada beberapa temanku yang bernama Josh, Joshua dan Josh ...
"Josh suaminya Lily, sahabatku itu yang suka kita temui kalo ada kegiatan rumpies.
"Ya kenal donk... kan kita datang ke pernikahannya, kenapa dia , Hen? Apakah pernikahannya bermasalah?" Jawab Santika dengan santai.
"Jawab yang sejujurnya , tika ... aku akan mendengarkan dari versi kamu. Aku tidak suka mendengar cerita dari salah satu pihak.. sejauh mana hubunganmu dengen Josh?"
"Henry.... aku tidak begitu mengenal Josh ... aku hanya mengenalnya ketika di pernikahan Josh dan Lily ,dan di acara-acara kalian kumpul bersama, ini ada apa sih, ko kamu tanya aku begitu?"
Henry menarik nafas kasar, dia sudah mulai emosi mendengar jawaban Santika yang menurutnya berbohong. Dia sudah melihat foto-foto yang diberikan Lily tadi. Itu bukan hubungan yang biasa, karena Santika begitu erat memeluk Josh dan akrab di lingkungan teman-teman Josh yang tentara itu. Apalagi Santika yang mengunjungi Josh hingga ke Philiphine. Ia harus mendengar versi yang benar dari Santika. Ditepikannya mobilnya dan Henry merasa semua ini harus dihentikan jika kekasihnya tetap tidak berkata yang sejujurnya.
"Tika... Lihat aku dan katakan yang sejujurnya tentang kamu dan Josh!
__ADS_1
"Aku tidak mengenalnya, Henry, " Jawab Santika dengan tegas dan memandang pada Henry.
"Bagaimana jika aku punya bukti hubungan kedekatan kalian?
"Maksudmu.... kamu sudah mengetahuinya ?"
"Ya.... karena itu aku ingin mendengarnya darimu.
"Baiklah.... Tapi jawab dulu, siapa yang memberitahumu?" Tidak mungkin Josh yang memberitahumu kan? Josh tidak mungkin bercerita... ia akan menutup semuanya.. aku tahu karakter Josh seperti apa... dia itu mirip denganmu yang tidak suka ngobrol yang tidak penting selagi tidak urusannya.
"Jadi benar kan kalian memang saling mengenal?"
"Henry... Josh adalah cinta pertamaku ketika aku masih SMP, tapi ia tidak pernah mencintaiku.. ia hanya menganggapku temannya, ia hanya bagian masa laluku, jadi jangan cemburu pada Josh... ia tidak pernah mencintaiku dan Josh bilang padaku, kita hanya bertemu dan berkomunikasi selagi ada pertemuan di kegiatan kalian saja... aku tak pernah menghubunginya semenjak ia sekolah tentara. Jadi untuk apa kamu cemburu padanya?
"Kurasa ceritanya tidak seperti itu, Tika.... apakah benar yang Lily bilang, bahwa aku tidak mengenalmu dengan baik?"
" Apa Kau bilang?" Jawab Henry dengan terkejut dan ia menarik tangan Santika dengan keras dan sepenuh tenaga.
"Henry,.. You hurt me, " Santika meringis merasakan cengkraman tangan Henry yang kencang. Henry akhirnya melepaskan tangan wanita yang sangat dicintainya. Mereka saling bertatapan dengan penuh emosi. Tidak ada gurat cinta di pandangan mereka. Pandangan amarah dan kecewa sangat terlihat di mata Henry. Santika melihatnya dan ia terhenyak melukai pria yang sudah begitu baik padanya.
"Katakan yang sejujurnya tika, seperti apa hubunganmu dengan Josh.... apakah kamu masih mencintainya?" Kenapa kau mau menjadi kekasihku jika kau tidak mencintaiku.. mengapa kamu tidak jujur padaku? Semakin kamu membohongiku, semakin kamu melukaiku, Tika!"
"Aku memang mencintai Josh... tapi pria brengsek itu memilih temanmu itu... aku yang mengenalnya duluan... aku yang membantu merintis karir di awalnya... dia tidak pernah menganggapku spesial dan hanya karena seorang Lily, dia membuka rahasiaku... aku memang mencintainya, namun aku sudah melepasnya... aku belajar mencintaimu, Henry.... aku berusaha ikhlas melepaskannya.... memang benar aku berbohong padamu... tapi tidak seluruhnya, aku sekarang mencintaimu, Henry... Josh itu hanya kesalahanku di masa lalu... Jadi lupakanlah Josh, ya..?
"kamu menyusulnya ke Philiphine kan... kamu tidur dengan teman-teman Josh... dan bahkan mungkin dengan Josh juga?"
"Kamu tahu juga?'............Ha... ha..... ha...........Henry yang lugu akhirnya mengetahuinya..... tadinya aku berfikir kamu tidak akan pernah mengetahuinya...
__ADS_1
Tawa Santika mengejutkan Henry dan membuat Henry tersadar bahwa ia benar-benar tidak mengenali wanita yang sudah dua tahun menjadi kekasihnya. Henry tersentak melihat kelakuan wanita yang pernah dianggap sempurna dan sopan itu. Benarkah wanita ini sungguh adalah wanita yang berbeda. Henry masih terpaku di tempat duduknya dan tidak mampu berkata-kata.
Santika yang melihat ekspresi Henry, segera ia merapihkan tas dan bersiap akan turun dan mengakhiri hubungan dengan pria lugu ini. pria yang akan menjadi tujuan akhirnya dan menutup masa kelamnya.
"Baiklah kuceritakan semuanya, agar kamu semakin terkejut tentang siapa aku...... mungkin setelah ini kita berakhir..... tapi biar kamu puas, aku akan ceritakan... Awalnya aku pikir kita akan menikah dan hidup bahagia, seperti pasangan lainnya.... Henry, kamu bisa menjadi tempat di duniaku yang berbeda dan aku akan menjadi wanita polos dan masyarakat hanya mengenalku sebagai Santika istri dari pria lugu yang bernama Henry.... aku tidak menyangka Josh membuka aibku pada istrinya, aku pikir aku sangat mengenal Josh yang sangat pandai menutup rahasiaku. ........ Aku memang menyusul Josh ke Philiphine ketika ia sedang bertugas disana. Aku memang mengenal beberapa teman Josh karena banyak yang satu sekolah denganku dulu .... tadinya kupikir Josh itu homo ketika ia menolakku, maka aku membiarkan dia hanya menganggapku teman... Sampai ada berita Josh akan menikahi Lily , aku marah padanya dan menyusulnya kesana.... Josh tetap menolakku, Henry bahkan ia mengusirku dari barak mereka. Malam itu aku menemui salah satu komandannya dan menemaninya disana, ternyata Josh dan teman-temannya memergoki dan mengusirku..... Malam itu juga aku diterbangkan pesawat ke Jakarta. Aku terluka, namun Josh pernah berjanji.. ia akan menutup rahasiaku di Philiphina... dasar pria brengsek...
"Josh tidak menceritakannya pada Lily... dia mengetahui dari foto-fotomu yang ada di barak dan Lily mencari tahu sendiri tapi bukan dari Josh... Sudahlah... mari kita pulang.... seandainya aku mendengar lebih dahulu darimu mungkin hubungan kita tidak seperti ini.... Aku akan berbicara pada Josh dahulu, tika.. aku akan...
"Tidak perlu, kita putus. Aku tidak ingin kamu mengantarku pulang... sudah cukup kita akhiri sampai disini. Terimakasih sudah pernah mengisi hari-hari ku... tidak perlu mencari tahu dari Josh.... Aku tidak pernah mencintaimu , Henry. Selamat malam dan mohon kita tidak saling berhubungan lagi.
Santika segera keluar dari mobil dan melangkah meninggalkan mobil Henry. Langkahnya mantap dan ia langsung menghentikan sebuah mobil taxi biru yang kebetulan lewat. Henry hanya memperhatikan dengan terpaku. Ia terkejut dengan fakta-fakta yang baru diketahuinya. Benar-benar dia tertipu oleh seorang wanita cantik yang dipikirnya anggun dan sopan. Ia benar-benar tidak mengenali kekasihnya.
Henry baru tersadar ketika Mobil Taxi yang ditumpangi Santika berjalan meninggalkannya. Diikutinya Taxi itu hingga masuk ke perumahan rumah Santika. Ketika memastikan bahwa Santika masuk rumah tanpa menoleh pada mobil Henry yang mengikuti di sepanjang jalan, Henry meninggalkan rumah santika dengan hati yang terluka. Santika memasuki rumahnya dengan langkah gontai, ketika ia menutup pintu rumahnya , ia menengok ke luar dan memastikan mobil Henry berlalu meninggalkan rumahnya. Terluka... sama seperti Henry. Salahkan Santika ingin berubah?
Henry masih menyesali wanita cantik yang pernah mengisi hatinya selama beberapa tahun, benar banyak yang bilang Henry beruntung mendapati kekasih yang cantik mengingat dirinya tidaklah tampan , dan dikategorikan biasa saja. Pekerjaan lumayan dan dapat dikatakan cukup mapan, hanya karena ia sederhana, salahkan dia dipermainkan. Salahkah dia tidak rela dengan keputusan wanita itu.
Kadang tidak semua hal perlu kau ketahui, Henry... terkadang tidak tahu apa-apa masih lebih baik daripada sakit hati seperti ini. Mengapa? Sakit sekali hati ini... Its Hurt !
"
__ADS_1