Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Bab 11


__ADS_3

**Hay hay Assalamualaikum.....


Aku datang lagi nih menyapa kalian.Bagainmana kabarjya semua...? Semoga baik ya Aamiin.


Maaf nih baru lanjutin lagi ceritanya.


Cerita sedikit ya, kemaren hp aku error gak bisa buat ngetik terlalu panjang sekali penceh hapus, eh malah kehapus semua kan aku capek sudah nulis terlalu panjnag jadi aku putusin berenti dulu.


Sekarang dah ganti hp 😁😁😁 jadi bisa up lagi deh semoga masih ada yang mau baca ya..hehe.


Kemaren juga buat cerita baru dulu buat kelanjutannya Kucing dan Tikus dan baru deh sekarang bisa up Ibra & Amini.


Happy reading**......


❣️❣️❣️❣️❣️


Amini merasa memang tidak ada orang, mungkin hanya pendengarannya yang bermasalah. Amini memutuskan kembali masuk ke dalam namun sebelum ia sampai pintu ia meihat ada sebuah kotak persegi berwarna pink di depan pintu bagian kiri.


Amini mengamati kotak pink tersebut dan hatinya bertanya-tanya apa gerangan isi kotak pink itu namun Amini merasa takut menyentuhnya.


"Apa itu... siapa yang mengirimnya...?" Gumam Amini seorang diri.


Dengan perasaan takut Amini mengambil kotak pink tersebut dan perlahan membukanya.Amini menjadi bingung setelah membuka kotak tersebut malah tidak ada isinya.Amini berfikir itu hanyalah kerjaan orang iseng semata.


Amini berlalu pergi meninggalkan teras dan meletakkan kotak pink itu begitu saja di meja ruang tamu.


Amini melanjutkan pekerjaannya yaitu tidur siang karena masih lama untuk menyiapkan hidangan makan malam.Dengan santai Amini merebahkan tubuhnya diatas kasur kesayangan.


***


Sementara di kantor Ibra merasa bahagia karena hari ini ia akan mengajak Amini untuk dinner romantis di sebuah resto yang sudah di bookingnya.


Tadi juga Ibra telah meminta Roni asistennya mengirimkan sebuah hadiah yaitu dress syar'i untuk sang istri kenakan nanti malam.Tak lupa ia sertakan surat di pada sebuah kotak kecil.Ibra yakin setelah membaca kata-kata romantisnya Amini pasti sangat bahagian.


"Gak sabar rasanya menunggu malam ini.Pasti Amini cantik deh pakai dress itu." Gumamnya seorang diri seraya tersenyum.Untung sendiri di ruangan kalau tidak mungkin ia sudah ditertawakan karyawannya karena bicara dan tersenyum sendiri.Dikira gila nanti bos mereka.


Namun ada sesuatu yang janggal di atas meja tamu ruangannya ketika Ibra ingin ke toilet.Ibra pun mendekati meja tersebut dan mengurungkan niatnya ke toilet.


"Ini kan surat untuk Amini tapi gak ada lagi kotaknya, dan ini juga dressnya masih rapi sih dalam goodybag"Seketika ia tersadar bahwa asistennya belum mengirimkan paket untuk istrinya.

__ADS_1


Ibra menelpon Roni..


Tut tut tut...


"Halo, Ron kenapa paket buat istri saya belum kamu kirim juga..?"Ibra langsung mencecar pertanyaan kepada Roni dengan nada kesal.


"Maaf pak tadi ada masalah di lapangan jadi saya langsung kelapangan.Tapi tenang aja pak untuk paket ibu saya sudah minta OB untuk mengantarnya langsung kerumah bapak."Jawab Roni di sebrang sana.


"Astaga Roni kenapa kamu gak bilang sih kalau kamu harus kelapangan.Ini paketnya masih diruangan saya."Tutur Ibra semakin kesal.


"Siapa OB yang kamu suruh..?"


"Putra pak." Ujar Roni. Kemudian Ibra memutus sambungan telponnya dengan Roni lalu memanggil Putra keruangannya.


Tok tok tok...


"Masuk"


"Maaf ada apa bapak memanggil saya." Ucap Putra sopan dan merasa segan pada atasannya ini.


"Kamu yang di suruh Roni mengantar paket kerumah saya..?"Tanya Ibra dengan datar.


"Lalu apa ini..?"Ibra menunjuk paket yang masih ada di atas meja.


"Loh tadi sudah saya antar tapi yang kotak pink kecil aja pak.Saya kira goddybag itu engga."Jawab Putra jujur.


"Terus kenapa gak tanya saya...?"Nada Ibra mulai naik


"Sudah saya tanya keduanya tapi kata bapak iya dan tidak, ya jadinya saya antar yang pink aja yang bapak iyakan dan yang bapak bilang tidak yg ini pak." Tutur Putra menunjuk goddybag tersebut.


"Memang saya jawab gitu ya..?Perasaan juga saya gak dengar kamu nanya."Kata Ibra lagi.


"Ada tadi pak, kalau gak percaya cek aja cctv." Ibra jadi membenarkan usulan Putra.Ia mengajak putra juga keruang cctv.


Dan kenyataannya Putra memang masuk dan bertanya pada Ibra namun Ibra sibuk dengan telponnya.


"Makanya lain kali kalau bertanya liat dulu saya sedang apa, jika sedang nelpon tunggulah dulu saya selesai bicara biar gak miskomunikasi."Ibra menasehati karyawannya. "Ya sudah sekarang antar ini (goodybag) kerumah beserta suratnya.Pastikan langsung diterima oleh istri saya."Jelas Ibra.Putra pun mengangguk paham.Ibra juga memberi uang cash untuk ongkos Putra.


Tak mau dimarahi atasannya lagi Putra bergegas menuju rumah bosnya dengan motor matic miliknya.Setengah jam kemudian Putra sampai di kediaman Ibra.Setelah berbincang sebentar dengan satpam Putra menuju pintu utama ditemani satpam.

__ADS_1


Ting Tong...(Terdengar suara bell)


Amini yang baru saja tertidur membuatnya susah bangun hingga membuat satpam dan Putra memencet bel berkali-kali sampai akhirnya si nyonya rumah keluar.


"Ada apa ya pak..?"Tanya Amini setelah ia bukakan pintu dan berdiri di ambang pintu.


"Maaf nyonya ini ada paket dari tuan, katanya mas ini paketnya harus langsung sampai ketangan nyonya."Tutur satpam.


"Oh iya terimakasih pak, mas nya juga."Ucap Amini tak lupa di barengi dengan senyuman.


Amini merasa bahagia sekaligus penasaran dengan paket yang diberikan suaminya.Amini berniat langsung membawa paket itu masuk dan membukanya.Namun ia teringt sesuatu Amini pun mengurungkan niatnya masuk kedalam rumah dan kembali memanggil satpam juga Putra si OB.


Amini menanyakan perihal kotak pink kecil yang dati ia temukan di teras samping pintu dan ia juga bertanya perihal bunyi bell yang berulang namun ketika di lihat orangnya tidak ada.


Yang di tanya hanya cengengesan sambil menggaruk tengkuknya."Hehehe maaf bu, tadi itu saya juga yang naroh soalnya saya tidak berani menemui ibu dan pak satpam juga tadi kebelet jadi saya hanya di bukakan pintu pagar namun tidak ditemani menemui ibu.Eh ternyata paket yang saya kirimkan salah karena kecerobohan saya jadi bapak meminta saya mengantarkan kembali paket yang sesungguhnya." Ujar OB muda tersebut.Tampak dari wajahnya Putra ini masih di bawah 20 tahun juga dari cara bicaranya juga terlihat ia berasal dari kampung.


"Oh ya sudah kalau begitu, lain kali fokus ya kerjanya biar bapak gak marah dan kamunya juga gak kesusahan seperti ini harus bolak-balik."Amini menasehati Putra.Sedang pak satpam hanya tersenyum mendengarkan percakapan OB dan istri Bos.


Setelah semuanya selesai Putra pamit kembali ke kantor dan laporan pada bosnya bahwa ia sudah menyelesaikan tugas.Amini pun juga kembali ke kamar dengan perasaan bahagia, sungguh ia sangat bahagia kejutan apa yang akan ia dapat dari suaminya hari ini.


Setelah goddybag itu terbuka senyum di wajah Amini semakin mengembang.Betapa tidak ia dikasih hadiah dress cantik berwarna crem lengkap dengan kerudungnya tak lupa pula secarik kertas yang berisikan suara hati sang pujaan.


"*Assalamualaikum, sayang ku aku merindukanmu.


Kamu lagi apa...? Mmm istirahat ya..?Ya sudah istirahatlah aku tidak akan mengganggu.Tapi nanti malam aku akan mengganggumu itu pasti.hehehe


Kamu suka hadiahnya...? Semoga suka ya..


Pakai ini nanti malam, kita dinner.Dandan yang cantik ya sayangku.Eitss tapi ingat dandannya buat aku jangan buat yang lain..😊😊


Aku mencintaimu selalu. I love u bidadariku.


(Suamimu*)."


❣️❣️❣️❣️❣️


Maaf ya masih banyak typo


πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2