Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Karyawan Magang


__ADS_3

Kenan dan Ze mereka kini sedang ada di ruangan Kenan. Kerjaan Kenan yang menumpuk membuat Kenan kelelahan dan harus terus duduk menghadap layar di meja kerjanya.


Kini lelah nya sedikit menghilang, saat kedatangan Ze di kantor nya.


Dengan cepat Kenan langsung menarik tangan Ze, menggiring nya ke sofa di ruangan kerja nya. Langsung mendudukkan Ze di sana.


"Ze... aku lelah sekali!" rengek Kenan sambil menidurkan kepalanya di pangkuan Ze.


Bergelendot dengan manjanya.


"Huh manja sekali..!" omel Ze walau bibir berucap lain namun tangannya mulai mengelus ngelus kepala Kenan dan sedikit memijatnya.


"Manja pada istri sendiri tidak apa apa kan..!"


goda Kenan dengan tersenyum kecil.


"Duh Ze... aku beruntung sekali di pertemukan dengan mu, aku beruntung sekali bisa menikah dengan mu, teruslah di samping ku, sampai kita menua nanti, teruslah di samping ku sampai akhir hidup ku!" Batin Kenan dengan tersenyum senang, terus menatap Ze ingin rasanya mengutarakan perasaan namun tidak mampu mengungkapkan nya.


Hanya bisa terus menatap wajah cantik Ze, dengan terus memasang senyum di bibirnya.


"Jangan terus menatap ku seperti itu...!"


seru Ze merasa gugup jika Kenan terus menatap nya. dan dengan cepat Ze langsung menutup dua bola mata Kenan. Dengan telapak tangannya.


"Kenapa masih malu malu saat ku menatap mu, ini kan bukan yang pertama kali nya!" goda Kenan malah membuat Ze tambah malu.


"siapa yang malu, aku tidak malu!" kilah Ze namun tangannya masih belum bergerak membukakan mata Kenan.


Kenan kini menggeser kan pososi kepalanya, bergerak perlahan kini Ken menghadapkan wajahnya ke badab Ze, dan Dengan cepat langsung mengecup perut datar Ze.


"Apa Dia sudah lapar..?" Ucap Kenan menanyakan calon anaknya.


Dengan cepat Ze menjawabnya dengan mengangguk kan kepalanya.


"Tunggu sebentar ya, om Anton lagi Deddy suruh beli makanan, sebentar lagi juga datang..!" seru Kenan yang masih bicara pada calon anaknya.


Ze lagi lagi hanya menggunakan kepalanya dengan menahan keras tawanya, merasa lucu melihat tingkah suaminya.


"Kak... Kalau Ayah di mana? kok gak kelihatan?" tanya Ze dengan tangan masih membelai kepala Kenan.


"Ayah di lantai atas, kalau lagi kerja Ayah suka serius, kalau bertemu dengan aku aja seperti tidak mengenal ku saking seriusnya dalam bekerja, Tidak memandang anak dan saudara kalau di kantor ayah selalu tegas, jadi jangan mengganggu Ayah. Mungkin Ayah sedang sibuk bekerja.!" ucap Kenan menceritakan.


Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar.


"Masuk !" seru Kenan mengijinkan.


Ternyata itu Pak Anton yang membawa makan siang pesenan Tuan nya.


"Maaf Tuan ini makanannya..!" ucap Pak Anton sambil menyimpan makanannya di atas meja di depan mereka berdua.


"Iya terimakasih, kau boleh kembali bekerja"


ucap Kenan. Tidak ingin di ganggu apalagi dengan posisi Kenan sekarang, merasa malu sendiri jika Pak Anton terus menatap nya.


"Selamat menikmati makanannya Tuan!"


Pamit Pak Anton sambil membungkuk hormat dan bergegas pergi keluar.


"Sepertinya hubungan Tuan dan Nona sudah sangat baik sekarang, syukurlah mudah mudahan tidak akan terjadi sesuatu yang akan merusak hubungan mereka, aku sudah cukup tenang sekarang karena tidak apa permasalahan lagi dengan Tuan Muda"


batin pak Anton dengan tersenyum senang. sambil berjalan kembali ke meja kerjanya.


" Bangun dulu Kak, lper...!" pinta Ze sambil menggerakkan kakinya agar Kenan bangun dari pangkuan nya.


"Iya...!" walaupun masih nyaman rebahan, namun kasihan pada Ze yang kelaperan, Kenan pun memaksakan untuk bangun.


"Ze... pulang nya nanti aja ya, kau temani aku di sini" pinta Kenan.


"Iya... lagi pula di rumah tidak ada siapa siapa, bosan kalau harus sendiri...!" jawab Ze sambil menyiapkan makan siang mereka.


" Nih...!" Ze menyodorkan satu wadah makanan pada suaminya.


"Makasih Mommy..." goda Kenan dengan tersenyum kecil.

__ADS_1


"Apa sih... bercanda terus cepat makan!!"


Ze pun mulai mengambil makanan miliknya dan mulai melahapnya.


Kau selalu menggemaskan di situasi apa pun


Kenan mulai melahap makanan nya, tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Ze.


***


Keadaan di luar ruangan Kenan.


Angel terus fokus mengerjakan pekerjaan nya, membereskan laporannya, yang harus segera ia bereskan dan serahkan ke menejer nya.


"Hei... kau anak mangan kan?" tanya salah satu karyawan di sana.


"Iya Embk...!" jawab Angel dengan tersenyum ramah.


"Apa kau sudah membereskan laporannya?"


"Iya sebentar lagi Bak..!"


"Periksa lagi lebih teliti ya, jangan ada kesalahan sedikit pun. Tuan Kenan tidak suka jika ada karyawan yang teledor dalam pekerjaan nya, setelah kau beres membuat laporannya, langsung berikan pada Tuan Kenan, itu ruangan nya!" seru sang karyawan, sambil menunjukan ruangan Kenan.


"Iya baik Bak..!" jawab patuh Angel sambil melihat ke arah ruangan Kenan.


"Itu kan ruangan si Tampan tadi... Dia namanya Kenan. Jadi di menejer di divisi kita,


Duh... makin suka deh ma dia" batin Angel sudah tersenyum senang, memikirkan cara untuk mendekati menejer nya.


" Aku harus berkerja keras, agar bisa terus bekerja di sini, mungkin aku bisa mendapatkan hati Tuan Kenan itu" gunam gunam Angel, kini dia mulai bersemangat membereskan pekerjaan nya, agar cepat bisa bertemu dengan Kenan.


*


Di dalam ruangan Kenan. Ze dan Kenan sudah selesai dengan makan siang mereka.


"Kak... apa di sini tidak ada air hangat, rasanya mual mual ku belum hilang di saat meminum air hambar!" keluh Ze.


"Tunggu biar ku ambil kan..!"


"Tunggu saja, kau tidak akan tau tempat nya,


aku akan mengambilnya ke dapur kantor!" tolak Kenan dia pun mulai beranjak berdiri.


"Apa jauh?"


"Tidak, masih di lantai ini, tidak perlu turun ke bawah, aku hanya sebentar,"


"Baiklah terimakasih..!"


Kenan pun mulai ke luar ruangan menuju dapur untuk mengambil air minum hangat untuk istrinya.


~


"Akhirnya beres juga..!" ucap Angel dia mulai meregang tubuhnya karena pegal terlalu Fokus menatap layar.


"Huuh.. rasanya haus sekali, aku akan mengambil minum dulu sebelum me ngeprint laporan ku.."


Angel pun mulai beranjak berdiri dan melangkahkan kakinya menuju dapur kantor untuk mengambil air minum.


"Wah, kalau jodoh memang gak akan ke mana,


itu sepertinya Tuan Kenan,!" ucap girang Angel sambil mulai melangkahkan kakinya mendekati Kenan yang sedang mengambil air hangat.


" Apa bisa saya bantu Tuan..!" ujar Angel dengan tersenyum ramah berusaha mendekat, yang tiba-tiba berdiri di samping Kenan.


"Tidak usah..!" tolak Kenan dengan datar nya.


tanpa melihat siapa yang ada di samping nya.


"Dingin sekali..!" keluh Angel kini dia mulai mengambil sebuah gelas dan mulai mengambil air minum nya.


"Maaf Tuan... saya tidak sengaja"

__ADS_1


Dengan tiba-tiba Angel menyenggol tangan Kenan. hingga membuat gelas air yang ada di tangan Kenan, sedikit tumpah.


"Aisss... apa kau tidak bisa berhati hati air nya jadi tumpah!" umpat kesal Kenan, kini dia mengalihkan pandangannya melihat orang yang menyenggol nya.


"Maaf Tuan saya beneran tidak sengaja!" ucap lirih Angel sambil menundukkan kepalanya. berusaha mencari simpati Kenan.


" Biar saya mengganti nya dengan yang baru Tuan.!" seru Angel, sambil meraih gelas yang baru dan mulai mengambil air yang baru.


"Tidak usah, saya bisa mengambil sendiri!"


tolak tegas Kenan.


"Kalau kau sudah mengambil air minum nya cepat pergi, kau menghalangi ku" seru Kenan sambil menjauhkan badannya dari Angel.


"Baik.. Maaf Tuan!" Angel pun langsung menundukkan badannya dan langsung pergi dari dapur.


"Huh... kejam sekali si, cuma gitu doang, tapi reaksinya berlebihan sekali, awas saja aku akan membuatnya bisa melihat ke arah ku"! gerutu Angel kini dia mulai kembali duduk di meja kerjanya.


~


Kenan kini sudah kembali ke ruangan nya, dengan membawa segelas air minum di tangan nya.


" Maaf lama ya..!" ucap Kenan sambil memberikan air hangat itu pada Ze.


"Tidak Kok.. terimakasih ya!" ucap Ze sambil meneguk air minum nya.


"Jangan terus berterimakasih ini kan tugas ku!" ucap gemas Kenan sambil mengelus kepala Ze.


Seketika Ze pun langsung tersenyum senang.


"Aku harus kembali bekerja, kau bisa melakukan apa pun di sini, asal jangan pernah keluar!" perintah Kenan.


"Iya.!!" jawab patuh Ze.


Kenan pun langsung kembali ke meja kerjanya, dan melanjutkan pekerjaan nya.


~


Setelah beberapa lama, karena bosan Ze sampai ketiduran di sofa ruangan kerja Kenan.


Kenan yang menyadari nya, langsung berdiri untuk memposisikan badan Ze agar tidur nya bisa lebih nyaman.


"Kau kalau sudah tertidur, tidak pernah mengingat sesuatu saking pulsa nya!"


Kenan pun mulai mengangkat tubuh Ze dan memindahkan nya ke sofa yang lebih panjang agar Ze lebih nyaman dengan tidur nya.


"Kau makin berat sekali sekarang, apa lagi nanti kalau perut nya sudah membesar, mungkin aku tidak akan mempu menggendong nya" keluh Kenan sambil mengecup kening Ze, dan kembali ke meja kerjanya.


Tidak lama terdengar ketukan pintu dari luar ruangan.


"Masuk..!" perintah Kenan mengijinkan.


Orang yang mengetuk pintu pun langsung masuk ke dalam. Dan langsung terlihat dengan jelas bahwa yang mengetuk ruangan Kenan adalah Angel yang akan melaporkan hasil kerja nya.


"Maaf Tuan, saya membawa laporan saya!"


ucap Angel sambil berjalan mendekati meja kerja Kenan.


"Simpan saja!"


Dengan cepat Angel langsung menyimpan laporannya di meja Kenan, dengan mata terus menatap wajah Tampan Kenan.


"Kenapa masih di sana, kau bisa kembali ke tempat mu!" seru Kenan dengan dinginnya.


"Maaf Tuan, saya karyawan magang, jadi saya butuh keritik dan saran dari Tuan, agar saya bisa tau kesalahan saya, dan saya bisa mengoreksi nya. Agar saya bisa mengerjakan pekerjaan saya menjadi lebih baik!" ucap Angel tanpa bergerak sedikit pun dari posisinya.


"Kau bisa kembali sekarang, setelah saya memeriksanya saya akan memanggil mu kembali..!" seru Kenan.


"Baik, terimakasih Tuan.!"


Angel pun mulai melangkahkan kakinya untuk keluar ruangan Kerja Kenan.


"Kenapa dia bisa sesantai ini di ruangan Tuan Kenan." batin Angel heran melihat Ze yang tertidur pulas di sofa.

__ADS_1


"Maaf ya aku akan mengambil perhatian Tuan Kenan dari mu,!" batin Angel sambil tersenyum sinis melihat Ze, dan dia pun langsung bergegas pergi keluar menuju meja kerjanya.


__ADS_2