Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Pingsan lagi


__ADS_3

di kediaman keluarga Wijaya kini para pelayan dibuat pontang-panting, mulai ribut ke sana-sini mencari keberadaan Ze yang tidak kunjung ketemu, Kenan sudah khawatir Bukan main perasaannya makin kacau karena melihat tas kecil milik Ze yang tergeletak di depan pintu kerja Surya,


Kenan makin tidak tenang karena suatu yang Kenan selalu takutkan kini benar benar terjadi,


dalam pikiran nya Ze pasti pergi, marah kepada nya karena telah mendengar pembicaraannya dengan Surya yang membahas kesalahan di masa lalunya.


Surya dan Widi pun tidak kalah khawatir karena mereka sama-sama merasa bersalah Atas kejadian ini, yang ikut merahasiakan kesalahan anaknya.


Surya langsung mengerahkan seluruh pengawalnya untuk mencari keberadaan Ze, ada salah satu penjaga garasi di rumahnya menyebutkan bahwa Ze tadi keluar Rumah dengan keadaan menangis berjalan tergesah-gesah dan langsung menggunakan salah satu mobil di garasi dan bergegas pergi dengan kecepatan tinggi,


" akh,,, kau di mana Ze,,," decak Kenan frustasi sambil mengacak ngacak rambutnya, terus bolak balik menunggu kabar dari bawahan ayahnya.


"akh,, biar aku cari sendiri saja aku tidak tenang bila harus terus diam begini" ucap Kenan kesel dan langsung berjalan melangkah ke luar.


"Ken,,,!! Tunggu dulu,, kau mau ke mana? kau mau mencari Ze kemana?? kita kan tidak tahu Ze pergi kemana,,!?" ucap Widi berusaha menenangkan anaknya


" Tapi Bun,,, Bagaimana kalau Ze sampaikan Kapan napa,,!" ucap Kenan makin Khawatir.


"tenang Ken,, sebentar lagi,, bawahan Ayah tidak mungkin mengecewakan kita, pasti mereka dengan cepat bisa mencari keberadaan Ze,," ucap Surya ikut menenangkan Kenan.


Kenan pun langsung terduduk terkulai lemas di atas lantai sudah tidak kuat menahan kecemasannya karena belum ada kabar juga tentang keberadaan Ze.


tiba-tiba ponsel Surya berdering panggilan dari salah satu bawahannya yang sudah mengetahui keberadaan Ze, memberi tau bahwa Ze berada di salah satu Villa yang berada di sebuah pedesaan,


Surya pun langsung menceritakannya kepada Kenan,


"jadi kau di sana," batin Kenan sudah sedikit lebih tentang saat tau Ze berada di Villa miliknya yang dulu mereka pernah ke sana, dan merupakan salah satu tempat pelarian, untuk menenangkan diri nya.


dengan cepat Kenan pun langsung mengambil mobilnya menuju Villa


untuk menjemput Ze di sana.


***


di sisi lain Ze Sudah menangis sesegukan di dalam kamar Villa, entah apa sebenarnya yang membawanya hingga dia bisa berlari ke sini,


perasaan nya sangat kacau, merasa syok mendengar semua kebenaran nya. rasanya Ze tidak bisa menerima semuanya, perasaan kecewa, sakit, bercampur aduk membuat nya tidak sadar sampai mengendarai mobil dengan begitu cepatnya hingga membawanya bisa sampai disini.


"kenapa mereka jahat sekali,, hiks,,,hiks,,, hiks,,


apa sebenarnya yang mereka inginkan,,hiks,,,hiks,,,hiks,,," bicara sambil terus menangis.


"Kak,, apa Kakak juga mengetahui semuanya,,?? kenapa Kakak tidak memberi tau Ze kalau dia yang membuat Kakak meninggal,,hiks,,,hiks,,,hiks,,,


kalau saja Kakak memberi tahu ku,, aku tidak akan pernah menikah dengan nya,, hiks,,hiks,,


aku tidak akan pernah mencintai nya Kak,, hiks,,,hiks,,, maaf kan Ze Kak,, " bicara dengan terpotong potong sambil menangis sesegukan, makin sedih karena mengingat sosok Kakak yang selalu Ze rindukan.


merasa bersalah karena orang yang mencelakai Kakaknya kini dia malah menjadi suaminya.


"Ayah dan ibu jahat Kak,, mereka tidak memberi tahu Ze kalau dia pembunuh,, hiks,,hiks,, Kak aku ingin ikut bersama Kakak,, semua orang di sini jahat Kak,," terus menangis sambil perlahan mengambil sebuah pisau di depan nya,


"kenapa dia jahat sekali Kak,,, kenapa dia tidak pernah memberi tahu Ze kalau dia yang menyebabkan Kakak meninggal,, apa dia sengaja menikahi Ze agar dia bisa terlepas dari kesalahan nya,, hiks,,,,,hiks,,,,"


pikiran Ze makin kalut ,,,,, benci,, itulah yang dirasakan saat mengingat Kenan karena kesalahan besar nya,


tanpa sadar tangan nya makin menggenggam erat pisau yang ada di tangan nya,


rasanya pikiran Ze menjadi kalut,, rasa sayang Ze pada Kakaknya,, membuat Ze sangat marah kesal pada Kenan dan kedua orang tua nya,, hatinya makin sakit kenapa orang tua nya tidak memberi tahu Ze kalau laki laki yang di jodohkan dengan nya, adalah laki laki yang menyebabkan Kakaknya meninggal.

__ADS_1


rasa kecewa, kesel, marah, tidak bisa terbendung di hatinya hingga dia berpikiran pendek untuk mengakhiri hidup nya sendiri. karena tidak bisa menerima semua ini,,


"Kak,, aku ingin ikut bersama Kakak,," sambil memejamkan matanya, dan mulai menggerakkan tangan nya yang menggenggam pisau.


namun tiba-tiba. " brrraakk"


suara keras dobrakkan pintu membuat Ze menghentikan kegiatannya,


"Ze,, " panggil Kenan ternyata yang mendobrak pintu itu adalah Kenan.


Kenan pun langsung mencari keberadaan Ze, mencari nya keseluruhan ruangan dan berakhir mencari nya di kamar.


mata Kenan langsung terkejut melihat Ze yang sedang terduduk menangis sesenggukan sambil memegang pisau di tangan nya..


"Ze ,,,!! apa yang kau lakukan,," teriak Kenan kaget melihat Ze di dalam kamar..


Ze pun langsung melihat ke arah Kenan yang sedang berjalan mendekati nya..


"kenapa kau kesini,,, jangan mendekati ku,, pergi,,, pergi sana,," terik Ze histeris sambil menodong kan pisau pada Kenan,


membuat Kenan langsung terkejut melihat tingkah Ze.


"Ze,, tenang lah apa yang kau lakukan,, lepaskan itu,, itu bahaya,, kau bisa terluka,," ucap Kenan kaget dan langsung menghentikan langkah nya.


"bukankah itu yang kau inginkan,, bukannya kau yang membuat ku terluka hah" teriak Ze kesal pada Kenan.


"Ze tenang lah,,, aku mohon lepaskan pisau nya,, aku bisa menjelaskan semua nya Ze,," terus bicara berusaha menenangkan Ze agar melepaskan pisaunya.


"diam,,, jangan pernah mendekati ku,, " berteriak "pergi dari sini aku tidak ingin melihat mu,, hiks,,,hiks,,,hiks,,, aku benci pada mu,,, hiks hiks" mulai merendahkan suaranya Ze terus menangis tidak ingin melihat Kenan yang ada di depannya.


namun Kenan terus terdiam melihat Ze yang menangis ingin sekali ia langsung memeluknya.


membuat Kenan terpelonjak terkejut.


"Ze,,, jangan konyol Ze,,, jangan menyakiti diri mu sendiri,,


ya maaf,, aku memang salah,, aku minta maaf,, tapi ku mohon lepaskan pisau nya Ze,,, kalau kau benci pada ku,, kau bisa melukai ku,,


lakukan apapun yang kau mau untuk melampiaskan kemarahan mu,, balas lah kesalahan ku sepuas mu,, tapi jangan lukai dirimu sendiri Ze,, jangan pernah menyakiti diri sendiri dan akan kita,, "


ucap Kenan dengan penuh perasaan dengan perlahan menjatuhkan badannya bertekuk lutut di hadapan Ze dengan terus memohon agar Ze tidak berbuat nekad pada dirinya.


"diam,, pergi sana,, aku tidak ingin melihat mu,,," tidak kuat melihat Kenan yang malah bersimpuh di hadapan nya, membuat hatinya serasa makin teriris


"pergi,, hiks,,hiks,,hiks,, " perlahan mulai menangis


sampai badannya terasa makin lemas dan langsung menjatuhkan pisau yang ada di tangannya.


tiba-tiba Ze terkulai lemas terjatuh di lantai hingga tidak sadarkan diri,


membuat Kenan langsung terkejut dan beranjak menghampiri Ze..


"Ze,,,,!!!" terik Kenan kaget,,


"Ze,,, bangun Ze,,, " Kenan makin khawatir karena Ze malah terjatuh pingsan.


dengan cepat Kenan pun langsung mengangkat menggendong nya, membawa nya keluar,, dan memasukan nya ke dalam mobi.


"Ze,,,, bangun lah,,,kau harus kuat Ze,,," sambil menidurkan Ze di kursi belakang

__ADS_1


Kenan pun mulai melajukan mobil nya berjalan dengan kecepatan tinggi, takut terjadi apa apa pada istrinya dan calon anaknya,


karena mengingat perkataan dokter, kalau Ze tidak boleh di kasih tekanan yang berat jika itu terjadi kondisi nya akan melemah dan itu tidak baik bagi ibu dan calon anaknya.


"Ze,, kau harus kuat kita ke Rumah sakit sekarang" terus mengkhawatirkan Ze sambil terus melihatnya untuk memastikan keadaan nya.


Kenan pun mulai mengambil hpnya untuk menelepon Widi, memberitahu tahu keadaan Ze sekarang,,


"Bun,,, Ze pingsan Bun,, cepat telepon teman Bunda yang dokter itu,, beritahu dia untuk mempersiapkan semuanya,, Ken akan langsung ke rumah sakit Ken sedang di jalan sekarang" ucap Kenan dengan cepat saat Widi sudah mengangkat teleponnya. dan langsung mengakhiri teleponnya untuk kembali fokus menyetir


Widi yang Mendengar pembicaraan Kenan langsung terkejut, kecemasan Surya dan Widi kini makin menjadi, mendengar kalau Ze terjatuh pingsan.


dengan cepat Widi langsung menelepon Dinda memberitahu Dinda keadaan Ze sekarang,


Widi dan Surya langsung gelisah bagaimana mereka akan berbicara pada Angga dan Maya, bahwa Ze telah mengetahui semuanya,


ditambah lagi dari tadi Maya sudah menanyakan Ze, karena Ze berkata akan main ke rumah,, namun sampai sekarang belum juga ada.


namun mau tidur mau Surya harus memberi tahu orang tua Ze,, dan menjelaskan semua nya,


dan mereka pun langsung bergegas ke rumah sakit untuk menunggu kedatangan Kenan dan Ze di sana,


***


" Dok,,, cepat tolong Ze Dok,,!!" Ucap Kenan dengan cemas dengan tergesah-gesah mengangkat menggendong tubuh Ze dan membaringkannya di kasur rumah sakit.


Dinda pun langsung terkejut karena melihat keadaan Ze yang sudah pucat pias.


" Kenapa ini,,? bukannya aku sudah mengingatkan Jangan pernah memberi tekanan padanya,,," ucap Dinda ikut mengkhawatirkan Ze dan mulai memeriksa keadaan Ze.


di bantu beberapa suster di sana, dan menyuruh Kenan untuk menunggu di luar.


saat di luar Kenan melihat Angga dan Maya yang sudah ada di sana beserta orang tuanya,


Kenan langsung menghampiri Angga, langsung bertekuk lutut di hadapan Angga,


" Yah,,, maafkan Ken,, Ze sudah mengetahui semua nya,, Ze sangat marah dan benci pada ku,, maaf kan Aku karena telah menyakiti anak Ayah,," ucap Kenan lirih sambil menundukkan kepalanya.


Surya dan Widi langsung terkejut melihat anaknya yang bertekuk lutut, membuat mereka bisa merasakan apa yang di rasakan anak mereka.


Angga dan Maya yang meliht tingkah Kenan mereka sama terkejut, tiba-tiba air mata Angga tidak sadar menetes dengan sendiri nya melihat ketulusan Kenan, Angga kini malah merasa bersalah kepada kedua nya.


"bangunlah,,, ini bukan salah mu,, ini kesalahan kita yang terlalu egois,, dan bersikeras menyatukan kalian" ucap Angga sambil meraih pundak Kenan menariknya untuk berdiri dan langsung memeluknya.


menepuk punggung Kenan untuk menenangkan nya.


tidak lama Dinda keluar memberitahu keadaan Ze sekarang,


" jangan memberi tekanan lagi pada nya,, keadaannya sangat lemah skali,, jika terus seperti ini,, akan sangat berpengaruh pada janin nya,, dan Ze pun bisa jatuh pingsan lagi kalau keadaan nya terus lemah seperti ini" ucap Dinda menjelaskan.


membuat semua nya langsung tertegun lemas,


"lakukan yang terbaik untuk anakku Din" mohon Widi penuh harapan pada Dinda.


"aku tidak bisa berbuat lebih Wid,,, maaf,,


tapi yang terpenting usahakan jangan memberi tekanan pada nya, jaga perasaan nya agar selalu baik, agar keadaan nya cepat pulih dan membaik"


ucap Dinda menjelaskan.

__ADS_1


Kenan dan kedua orang tuanya langsung masuk untuk melihat keadaan Ze di dalam,


__ADS_2