
Setelah kepergian Kenan dan Ze semua mahasiswa juga mulai berhamburan meninggal kerumunan.
terlihat masih ada Roni dan Sania di tengah tengah mereka.
Martin Rani dan Pano, mereka juga masih ada di sana.
"akhhh,, Kok bubar si,, padahal masih seru melihat kemesraan mereka berdua,," ucap Pano dengan begitu kerasnya, bicara sambil melihat ke arah Roni dan Sania yang ada di depan nya.
"gak dari tadi sih loe,, padahal tadi seru sekali,," timpal Martin malah meladeni sindiran Pano,,
"iya,, tapi walaupun tidak lihat dari awal, pas seru seru nya aku bisa melihatnya dengan jelas, saat amarah junior Kakak ipar yang marah sampai membuat ibunya membalas luka Ayahnya dengan begitu kerasnya,, pasti nyesek sekali ya hahaha,,,,," ledek jenaka Pano menyindir,, berbicara mengarahkan ke arah Roni, membuat mata tajam Roni menatap ke arahnya.
namun tidak membuat Pano takut justru makin senang meledak nya.
"baiklah,, kita harus pergi sayang,, karena kemarahan Kita sudah terbalaskan hahaha"
berucap santai sambil merangkul pundak Rani dan mengajak nya pergi dari sana,
"apa sih,, sayang sayang,, mimpi loe ya,,!"
tukas Rani merasa risi mendengar perkataan Pano, sambil menepuk tangan Pano,, yang selalu bersandar nyaman di pundak nya.
namun Pano hanya tersenyum,, tidak mempedulikan omelan Rani,, dia masih nyaman dengan posisi nya.
"woi,, anak anak ingusan,, sudah lupa ama gue ya,, main tinggalin aja,," gerutu Martin langsung berjalan mengejar mereka, dan berjalan di samping Rani,
membuat Pano melebarkan matanya kesal dan langsung mengubah posisi nya, menarik Rani ke samping nya, dan menjauhkan Rani dari Martin,
"jangan Dekat dekat dengan wanita yang bukan muhrim Pamali,," ledek Pano yang sudah berdiri di tengah, bicara dengan santai nya,, padahal dia sendiri yang malah dekat dekat dengan wanita yang bukan muhrim nya.wkwkwk
"woi,, kala bicara harus melihat akhlak dulu dong,, dari tadi loe sendiri menempel terus dengan nya,, sini loe jangan dekat dekat,, dosa,," ucap heboh Martin sambil merangkul pundak Pano dan menariknya untuk menjauhi Rani,
membuat Rani menggelengkan kepalanya heran melihat tingkah 2 laki laki di samping nya.
"mereka kenapa si,, berisik sekali,," jutek Rani melihat sinis kepada Martin dan Pano, yang malah Bertingkah separti anak kecil. terus berdebat di samping nya.
***
keadaan di ruangan UKS Kampus.
"aww,,, sakit Ze ,,,!!! jangan keras keras,,"
rengek Kenan saat lukanya sedang diobati oleh Ze.
__ADS_1
"ini pelan kok,,,! Makanya kalau nggak kuat nahan sakit jangan sok-sokan minta dipukul orang,,," gerutu Ze dengan tangan terus mengobati wajah Kenan.
Kenan hanya tersenyum kecil melihat wajah Ze, menatap nya dengan begitu dalam,,
"untungnya kau memaaf kan ku Ze,, kalau saja kau tidak memaafkanku mungkin aku aku akan benar-benar mati Ze,,,"
batin Kenan dengan terus menatap lekat wajah istrinya,
"jangan terus menatap ku ,, aku tidak bisa fokus mengobati luka mu kalau kau menatap ku seperti itu,," ucap Ze yang menyadari tatapan Kenan yang sedari tadi menatap nya.
"bukan begitu cara mengobati nya,,!" ucap Kenan sambil meraih tangan Ze dan langsung melihat tangan nya,,,
"apa ini sakit tadi kau keras sekali menampar si Roni,,,?" tanya Kenan sambil mengelus tangan Ze yang tadi Ze pakai untuk menampar Roni,
"tidak apa apa kok,,?" jawab cepat Ze.
membuat Kenan makin gemas melihat wajah cantik istrinya.
dan tiba-tiba dengan cepat Kenan menarik badan Ze dan langsung mendekatkan ke pelukan nya,,.
"apa kau tidak merindukan ku,,?" tanya Kenan dengan tersenyum kecil melihat wajah cantik Ze,, yang beberapa hari ini tidak menghiasi kehidupannya. sambil melingkarkan tangan nya ke pinggang Ze dan menarik Ze makin dekat ke pelukannya.
"hei ,, Kak,, aku kan sedang mengobati luka mu lepaskan dulu,,," protes Ze yang tidak pernah mengungkapkan perasaan nya,,
padahal dalam hati nya Ze sangat merindukan suaminya.
melihat reaksi Ze, membuat Kenan terangsang dan kini tangan Kenan mulai bergerak meraih tengkuk Ze, menciptakan sentuhan lembut di sana, membuat sang empunya menggeliat pelan merasakan sensasi lembut dari tangan Kenan, debaran jantung Ze kini tidak bisa di kendalikan, sentuhan lembut tangan Kenan yang selalu ia rasakan membuat rangsangan dalam tubuhnya,
mata mereka kini mulai saling menatap dengan penuh cinta, tatapan sendu Ze yang terus menatap suaminya membuat Kenan membentuk senyum kecil di bibirnya.
dengan cepat Kenan langsung mengecup kening Ze, menyalurkan seluruh kerinduan nya. Tangan yang tidak henti sudah menelusuri setiap jengkel punggung istrinya, menarik Ze ke pelukan hingga menciptakan kehangatan dalam pelukan mereka.
Ze yang merasakan sentuhan lembut tangan Kenan, kini tangan nya tidak bisa diam, mulai bergerak menelusuri punggung besar Kenan meremas pelan mencari kehangatan di balik punggung suaminya,,
membuat Kenan makin terangsang tidak tahan untuk menyentuh istrinya.
"aku ingin kau mengobati ku dengan ini,,," ucap Kenan dengan suara seksual nya, sambil terus menatap lekat istrinya, dan mulai memposisikan wajahnya,
mengangkat pelan wajah Ze, dan mulai menciumnya,
menciumnya dengan penuh perasaan,, merasakan bibir lembut nan masni istrinya yang sudah lama tidak ia rasakan,
Ze yang merasakan sentuhan lembut bibir Kenan, mulai memejamkan matanya terbawa suasana kenikmatan yang di ciptakan suaminya.
__ADS_1
hasrat Kenan yang makin menggebu gebu, membuat ciuman itu menjadi lumataan manis,, dan makin memperdalam ciuman nya, dengan tangan yang sudah menjeramh ke mana mana, mulai menyibukkan baju Ze dan menelusuri setiap inci di balik pakaian itu,
Ze yang menyadari tingkah buas suaminya langsung memukul pelan dada bidang Kenan,
emmmh mendesah pelan membuat Kenan langsung menghentikan kegiatan nya,
"ini di Kampus tau,," gerutu Ze di dengan nafas yang terengah-engah baru bisa bernafas dengan benar, karena dari tadi Kenan tidak memberikan cela untuk nya bernafas dengan benar,,
Kenan yang mendengar omelan Istrinya hanya bisa tersenyum kecil tanpa memalingkan wajahnya menatap lekat wajah cantik istrinya,,
"apa kita sekarang pulang saja ya, " goda Kenan tidak henti hentinya memasang senyum kecil, dengan tangan yang masih mendekap tubuh mungil Ze rasanya tidak ingin melepaskan nya,, dan tidak akan menjauhkan nya dari tubuhnya.
"dasar,,,!! kita lagi belajar tau,,,
ayo,,, !!! sudah lebih baik kan lukanya,,?? kita keluar sekarang, jam mata pelajaran sebentar lagi di mulai Kak,, aku harus segera kembali ke Kelas,," pinta Ze sambil menggerakkan tubuhnya karena Kenan tidak mau melepaskan tangannya,,
"Kak,,, lepasin,,, " mohon Ze membuat Kenan enggan melepaskan Ze,, dia malah mendekatkan lagi wajah nya,, dan langsung mencium bibir mungil Ze yang terus saja mengoceh, rasanya belum puas untuk menghilangkan kerinduan nya,, yang sudah beberapa hari tidak merasakan kelembutan bibir mungil Ze, yang sudah menjadi candu bagi nya,,,
emmh lagi lagi Ze mendesah sambil mendorong pelan dada Kenan karena kelakuan Kenan yang tidak bisa mengendalikan kegilaannya.
menyadari pergerakan Ze perlahan Kenan menghentikan kegiatan nya.. dan langsung menatap wajah Ze, mengusap lembut bibir Ze menghilangkan bekas ciuman gila nya,,,
"baiklah aku akan menahan nya sekarang,,,
tapi tidak untuk nanti., aku tidak akan melepaskan mu Zepania ku,," batin Kenan dan mulai merapihkan pakaian Ze yang sudah berantakan karena ulah nya ,,
Ze hanya bisa tersenyum kecil menatap suaminya,, karena terlihat jelas ada sedikit kekesalan di sana,,,
"jangan tersenyum seperti itu,," sambil mengusap wajah Ze dengan telapak tangannya " kalau kau menggoda ku seperti itu,, aku benar benar tidak akan melepaskan mu,," imbunnya lagi, dan mulai melepaskan Ze dari pelukannya,,
"ayo,, kita harus belajar kan,, " ajak Kenan sambil mengacak ngacak rambut Ze,, merasa gemas karena dari tadi Ze terus saja menatap nya. Kenan pun mulai beranjak berdiri melangkah keluar, mencari aman karena kalau terus dekat dengan Ze dia tidak bisa menahan diri. untuk tidak menyentuh istrinya.
"hei,,, kenapa malah mengacak ngacak rambut ku,,, tunggu Kak ken,,,,!!" protes Ze sambil merapihkan rambut nya dan mengejar Kenan yang sudah berjalan terlebih dahulu di depan nya,,
berjalan dengan cepat dan langsung meraih tangan Kenan dan langsung melingkarkan tangan nya di tangan Kenan..
membuat Kenan langsung tersenyum kecil melihat tingkah Ze,, dan langsung mengelus lembut kepala istrinya itu.
berjalan beriringan dengan tersenyum senang mereka terus berjalan melewati lorong ruangan Kampus berjalan untuk menuju ruangan mereka masing masing.
.
.
__ADS_1
.
.