Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Lawan yang seimbang


__ADS_3

Kenan kini sudah berjalan masuk ke dalam kampus, kakinya berjalan perlahan menelusuri setiap lorong ruangan karena memang hari ini jadwal mata kuliahnya berada di ruangan yang paling ujung.


melewati kerumunan orang yang sedari tadi memperhatikan nya, namun Kenan tidak mempedulikannya dia hanya terus berjalan lurus.


semua mata tertuju pada Kenan karena ini hari pertamanya masuk kuliah setelah beberapa hari tidak masuk setelah kejadian berantemnya Kenan dengan Roni. yang semua tidak tahu apa sebabnya sampai mereka berantem cuma yang mereka tahu Roni tiba-tiba menyerang Kenan karena Kenan sedang berjalan dengan Sania yang merupakan teman dekat Roni sekaligus wanita gebetan Roni.


*


di sisi lain Roni yang masih kesal dengan Kenan Dia sedang mendudukan badannya di kursi yang tersedia di luar ruangan di kampusnya. dia menyandarkan kepalanya sambil menghembuskan nafas panjang nya. pikirannya langsung mengingat kejadian tadi di depan gerbang saat melihat manisnya Kenan memperlakukan Ze.


"kau yang memilihnya dan memutuskan untuk meninggalkan ku. maka dari itu Kau harus bahagia Zepania.


meskipun kau bukan milikku tapi aku tidak akan mudah untuk melupakanmu. sekalipun aku menyukai wanita lain tapi kau masih tetap ada dihatiku aku akan terus melindungimu Ze. itu janji ku, kau masih mengingat nya kan?"


ucap Roni yang sudah merajut frustasi, kenapa bisa setelah sekian lama dengan susah payah nya dia melupakan Ze. kini Ze malah hadir lagi dalam hidup nya,


dan yang lebih parah nya,dia malah berhubungan dengan laki laki yang telah menyakiti wanita yang sedang ia dekati sekarang.


namun lamunan Roni terbuyarkan karena ada salah satu mahasiswa yang mendekatinya.


"Ron!! di panggil asisten dosen tuh,, di suruh langsung ke ruangan nya."


ucap mahasiswa itu sambil menepuk pundak Roni pelan.


" makasih"


Roni pun langsung melangkah menuju ruangan asisten dosen.


"pagi Pak!!"


sapa Roni yang sudah berada di dalam ruangan,dan langsung melangkah lebih mendekati sang asisten dosen.


"duduk lah"


Roni pun langsung duduk di kursi di depan asisten dosen nya.


"Ron,,, kamu tahu kan! sebentar lagi penerimaan mahasiswa baru.


aku mempercayaimu untuk menjadi ketua panitia untuk acara ospek nanti. Pilihlah panitia yang mempunyai talenta bagus dan disiplin yang tinggi jangan sampai mengecewakan kampus kita.


karena di angkatan tahu nanti akan ada mahasiswa unggul, Dia adalah anak bungsu laki-laki dari pemilik Kampus ini.


Perlihatkanlah yang terbaik jangan sampai terlihat kesalahan yang akan mengecewakan para dosen-dosen di sini pertahankan kampus kita untuk terus menjadi kampus terpopuler."


"baik Pak"


jawab Roni sambil mengangguk mengerti.


dan langsung melangkah keluar karena urusan nya sudah selasi.


*


di sisi lain Kenan yang sudah sampai di ruangannya dia langsung disambut oleh kegirangan Martin.


"Hai Bro!! dari mana aja baru masuk?


loe gak masuk bukan karena takut setelah diserang Roni kan?"


ledek Martin dengan senyum jenakanya sambil menyuruh kanan duduk di sampingnya.


"Loe pikir gue se pengecut itu!!?"


sahut Kenan sambil mendudukkan badannya di samping Martin dengan tangan menjitak kepala Martin pelan karena kesal dengan kata-kata Nya.


"di lihat lihat wajah loe makin cerah aja nih,, ada kabar gembira apa hah sampai gak bilang-bilang gue"


ucap Martin yang selalu saja seenaknya bicara. Karena itulah ciri khas Martin si laki-laki pembuat onar dan bawel.


dan itulah yang membuat Kenan menerima Martin karena segala kekonyolan dan ocehannya yang tak pernah menyimpan rahasia sedikitpun darinya apalagi berani-berani menghianatinya.


membuat Kenan tak segan-segan untuk meladeni kegilaannya.


"loe masih mau hidupkan?? kalau loe masih sayang nyawa loe diamlah!!"


kata-kata Kenan malah membuat Martin tertawa sudah tahu bahwa temannya itu mood-nya sedang tidak baik.


"Baiklah karena aku sudah cukup senang bisa lihat lo kuliah lagi aku akan diam"


namun tiba-tiba ponsel Martin berdering membuat perdebatan mereka berhenti, karena Martin langsung memeriksa ponselnya dan melihat nama di layar HP nya ternyata Roni yang memanggilnya


tumben sekali si Roni nelepon bisa nya juga langsung nyariin


"ada apa?" tanya Martin yang sudah mengangkat telepon dari Roni.


"Loe di mana? sekarang gue ke posisi loe! kita ada tugas dari asisten dosen"


"gue di ruang paling ujung,, ruangan mata kuliah pertama kita"


jawab Martin tanpa memberitahu bahwa dia bersama Kenan sekarang


"Oke gue ke sana sekarang, tunggu ya!"


Roni pun langsung mengakhiri panggilannya dan berjalan menuju tempat dimana Martin berada.


dan saat Roni sudah sampai di tempat ruangan yang dimaksud Martin, matanya langsung dikejutkan karena ternyata Martin sedang duduk bersama dengan Kenan di pojok ruangan itu.


meskipun sedang kesal dengan Kenan namun Roni berusaha profesional dan menghampiri Martin berjalan dengan santai karena ingin membicarakan tentang tugas dari asisten dosen tadi.


sedangkan Kenan yang melihat kedatangan Roni dia berusaha mengalihkan pandangannya dengan mengambil ponsel dari sakunya dan memainkan nya.


"Martin,, kita ke ruangan rapat sekarang!! ajak anak-anak yang lain untuk berkumpul di sana,, kita akan membahas pemilihan panitia untuk acara ospek nanti, gue tunggu di sana!"


ujar Roni menjelaskan dan langsung melangkah pergi dari sana karena tak ingin lama-lama berdekatan dengan Kenan


Martin yang mendengarnya hanya menganggukan kepala menanggapi perintah Roni.


"Loe ikut gak?? Kayaknya bakal seru tuh jadi panitia untuk acara ospek nanti"


tanya Martin


"gue gak tertarik untuk ikut kegiatan konyol seperti itu,, gue sibuk!!"

__ADS_1


tolak Kenan dengan datar sambil terus memainkan ponselnya.


"tapi gue akan masukin loe ke grup ya biar loe tahu keseruan kita kita saat Ospek nanti"


ujar Martin sambil berdiri dari duduknya dan melangkah meninggalkan Kenan.


setelah Martin meninggalkan Kenan, Kenan pun mulai mengutak-ngatik hp-nya mencari nama kontak sekretarisnya dan mengirimkan sebuah Chat Photo padanya.


ternyata Kenan yang sedari tadi memainkan hp-nya dia malah sempat-sempatnya memoto Roni yang berdiri di depannya dan langsung ia kirimkan kepada sekretarisnya.


Kenan pun langsung menelepon Pak Anton.


"kirimkan mobil ke kampus ku sekarang!! dan cari tahu identitas lengkapnya orang yang telah aku kirimkan fotonya padamu.


saat aku ke hotel nanti aku sudah harus tahu semua identitas lengkapnya, jangan ada yang terlewatkan sedikitpun kau mengerti?!" ucap Kenan tegas saat Pak Anton telah mengangkat teleponnya.


"baik Tuan"


Kenan pun langsung mengakhiri panggilannya.


sedangkan di seberang sana Pak Anton langsung menjalankan perintah Tuhannya Dan menyuruh bawahannya Untuk mengantarkan mobil ke kampus Kenan.


dan langsung memeriksa hp-nya membuka sebuah foto yang dikirimkan oleh Kenan.


"ku kira Anda sedang bulan madu tuan! aku sudah sangat tenang dari kemarin karena tidak mendapat perintah dari mu, tapi kenapa sekarang sekali Anda memerintah Anda memberikan perintah yang sulit sekali dan siapa lagi ini?? seorang laki-laki!! merepotkan sekali,"


Pak Anton yang sudah melihat fotonya kini mulai melangkah untuk mencari tahu identitas dari orang yang ada di foto kiriman Tuannya.


*


Kenan masih asyik duduk dipojok ruangan tangannya masih terus mengotak ngatik hp-nya bermaksud untuk menghubungi Ze namun tiba-tiba pergerakannya terhenti karena ada seseorang yang memanggil namanya.


"Hai Ken,,! Dari mana aja kemarin!! Kok baru masuk??"


tanya Sania yang kini dia berjalan menuju kursi, di mana Kenan duduk dan mulai duduk di sampingnya .


" sibuk"


jawab Kenan singkat dengan suara datarnya.


"anak-anak yang lain pada kemana kok sepi banget?!"


tanya Sania yang belum tahu bahwa teman-teman mereka sedang rapat karena dia baru datang.


"Roni mengajak mereka untuk berkumpul di ruang rapat"


"Wah udah mulai memperlihatkan kekuasaannya dia, Kok gak ikut kita ke sana saja yuk"


ajak Sania dengan tangannya refleks memegang tangan Kenan serasa masih ingat kebiasaannya dulu saat berpacaran dengan Kenan.


namun dengan cepat Kenan menepiskan tangan Sania dari tangannya. dengan tanpa bersalah Sania hanya memperlihatkan senyumannya.


" Sepertinya kau harus segera ke sana keburu kegiatan kumpulannya selesai"


seru Kenan yang mulai menggeserkan badannya lebih jauh dari Sania.


" baiklah kalau kamu gak mau ikut, aku ke sana sendiri"


Sania pun mulai berdiri dan melangkah meninggalkan Kenan untuk menuju ruangan rapat.


batin Kenan kesal sambil mengusap kasar wajahnya. lagi lagi Sania terus mendekati nya.


*


waktu sudah menunjukkan cukup siang Pak Anton yang sudah resah karena masih belum juga ada laporan dari bawahannya yang membawakan identitas lengkap seorang laki-laki yang dimaksud oleh tuannya. dia terus saja mondar-mandir takut Kenan keburu datang karena biasanya Kenan sudah datang ke hotel di jam segini karena urusan kampusnya sudah selesai.


"apa sesulit itu mencari identitas 1 orang saja?? Kenapa mereka lama sekali?!"


gerutu Pak Anton sambil terus melihat jam yang melingkar di tangannya. takut Kenan keburu datang karena kalau telat sedikit saja dia pasti yang akan kena hukumannya.


selang tidak lama datanglah seorang bawahan Pak Anton yang tadi dia suruh dan dia kini berjalan menghampiri Pak Anton sambil membawa sebuah amplop besar dan segera memberikannya kepada Pak Anton.


dengan Sigap Pak Anton menerima nya. langsung membuka amplop itu dan memeriksanya.


saat Pak Anton membuka map itu terlihat nama


RONI SENJAYA


mata pak Anton langsung tertuju pada sebuah nama itu.


"kenapa rasanya pernah mendengar nama nya ya"


batin Pak Anton yang memutar otaknya mengingat nama yang menurut nya tidak asing.


"apa jangan-jangan dia mantannya nona Ze?"


Pak Anton yang merasa terkejut karena mengingat waktu di mana tuannya kena pukulan dan mengatakan bahwa itu karena ulah mantannya Ze, dan saat itu Ze pun menyebutkan nama nya adalah Roni.


Pak Anton pun kini mulai melihat seluruh lembar an kertas itu, dan ada juga beberapa foto yang terselip di lembaran kertas nya.


seketika Pak Anton langsung memasang senyum kecil di bibirnya, melihat identitas lengkap dari seorang Roni Sanjaya.


"sepertinya lawan Tuan Muda kali ini tidak bisa diremehkan"


batin Pak Anton yang lagi-lagi memasang senyum kecil di bibirnya.


antara terkejut sekaligus lucu ternyata ada juga yang bisa melawan Tuan mudanya itu.


namun tiba-tiba Pak Anton langsung dikejutkan dengan suara Kenan yang tiba-tiba terdengar jelas di depannya, dan benar saja ternyata Kenan sudah berdiri di depan Pak Anton dengan memasang wajah yang sangat seram dengan tatapan tajamnya.


"Apakah selucu itu sampai kau tersenyum saat melihatnya?!"


tanya Kenan dengan suara datarnya membuat Pak Anton terkejut dan langsung menundukkan kepalanya.


" Maaf Tuan saya tidak menyadari kalau Tuhan sudah ada di sini"


"masuk!! kau bisa menceritakannya nanti di dalam?"


seru Kenan yang sudah tahu bahwa yang dipegang Pak Anton adalah identitas lengkapnya Roni.


Kenan pun langsung menuju ruangannya disusul Pak Anton dibelakangnya. saat sudah masuk Kenan langsung duduk di kursi kerjanya. sedangkan Pak Anton mengikutinya dan berdiri di depannya .

__ADS_1


"cepat ceritakan apa yang kau tahu tentang nya?!"


ucap Kenan yang tidak sabar ingin tahu identitas lengkap dari seorang Roni.


Pak Anton pun langsung menceritakan dengan detil apa yang ia dapatkan dari bawahannya.


"Roni Sanjaya dia adalah mantannya Nona Ze 2 tahun yang lalu saat mereka sedang duduk di bangku SMA."


akhirnya kata itulah yang pertama keluar dari mulut Pak Anton saat menjelaskan identitas Roni


"Apa kau kira aku hanya ingin tahu soal itu?!, kalau hanya soal itu aku juga sudah tahu bodoh!"


gerutu Kanan merasa kesal karena Pak Anton malah meledeknya.


"maaf Tuan.


Roni Sanjaya adalah anak tunggal dari keluarga Senjaya, termasuk pengusaha kaya raya yang memiliki banyak tender yang bekerja sama dengan perusahaannya. nilai sahamnya pun cuma beda beberapa persen dengan perusahaan tuan besar.


perusahaan keluarga Sanjaya lebih unggul di bidang properti, di antara sekolah dan yayasan populer di Jakarta hampir semuanya pembangunan di bawah naungan perusahaan keluarga Senjaya.


dan sepertinya keluarga Sanjaya juga sangat berpengaruh tinggi di kampus yang kini menjadi tempat kuliah Anda juga tuan Roni hingga membuat Tuan Roni cukup populer dan disegani di kampusnya."


ucap Pak Anton menjelaskan dengan panjang lebarnya.


Kenan yang mendengarkannya hanya bisa mengepalkan tangannya gram karena merasa Roni adalah lawan yang sama kuat dari segi apapun.


"Maaf Tuan sepertinya Tuan harus lebih lembut memperlakukan Nona muda supaya Nona bisa lebih nyaman terus berada di samping anda.


karena sepertinya Tuan Roni masih sangat mencintai Nona munda, sampai-sampai Tuhan Roni masih menyimpan beberapa foto di sosial media Tuan Roni waktu 2 tahun yang lalu saat masih berhubungan dengan Nona muda"


ucap Pak Anton sambil memberikan 2 lembar foto hasil print-an bawahannya yang ia ambil dari sosial media Roni dan dia berikan kepada Kenan.


Kenan yang melihatnya langsung meremas foto itu dan menggenggamnya dengan penuh amarah.


Aku tidak akan repot-repot mengurusi mu Roni!! tapi aku akan bekerja keras untuk mendapatkan hati Ze dan akan membuatnya merasa nyaman berada di sampingku.


"kau bisa keluar sekarang dan buang jauh-jauh barang itu dari hadapanku!! cepat pesankan makanan dan segera antarkan ke sini karena Ze sedang dalam perjalanan menuju ke sini"


seru Kenan menyuruh pak Anton, bicara dengan suara datarnya. dan langsung menyandarkan badannya di kursi kerja nya.


Pak Anton pun langsung bergegas keluar menuruti perintah Tuannya.


*


selang beberapa menit kini Ze sudah sampai di hotel tempat Kenan bekerja, dia langsung masuk dan menuju lantai atas untuk menemui Kenan di ruangannya, Ze yang sangat senang karena sedari tadi dia sangat bosan di rumah sendiri karena Widi dan juga Surya sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar kota dengan wajah yang ceria dia langsung masuk ke ruangan Kenan dan langsung menyapa suaminya itu.


"hai Kak ken"


sapa Ze dengan senyum manisnya dan langsung menghampiri Kenan yang sedang duduk di meja kerjanya.


Kenan yang melihat kedatangan Ze langsung tersenyum manis dan bangkit dari duduknya melangkah menghampiri Ze. dan langsung memeluknya.


"Sepertinya kau senang sekali datang kesini?!"


ucap Kenan dengan membelai lembut rambut Ze dan menggiringnya untuk duduk di sofa ruangannya.


"di rumah tidak ada siapa-siapa Kak membuatku sangat bosan"


sahut Ze yang kini mereka telah duduk di sofa ruangan Kenan.


"apa Ayah dan Bunda jadi berangkat keluar kota hari ini?"


Ze hanya menganggukan kepala menanggapi pertanyaan Kenan.


tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dari luar, ternyata Pak Anton yang mengantarkan makanan dan langsung masuk menyimpannya di atas meja di depan Nona mudanya itu.


dan langsung keluar lagi membiarkan Tuan dan Nona mudanya menikmati makanannya.


"itu makanan bukan untuk dipandang tapi untuk di makan,, makanlah!!"


seru Kenan sambil membuka kotak makanan itu dan ternyata itu adalah pizza yang terlihat sangat lezat, membuat Ze tidak bisa menolak untuk tidak memakannya.


"Wah kayaknya enak sekali"


ucap Ze sambil mulai melahap pizza itu


"Kenapa Kak Kenan tidak memakan nya ini enak sekali"


imbun Ze merasa bingung karena Kenan sedari tadi hanya melihat ke arahnya saja sama sekali tidak menyentuh pizza yang ada di depannya.


tiba-tiba senyum kecil terlihat di bibir Kenan memiliki ide untuk mengerjai istrinya itu dengan perlahan Kenan mendekatkan wajahnya ke wajah Ze dan langsung mengambil pizza yang ada di mulut Ze dengan bibirnya.


"manis sekali"


ucap Kenan tanpa merasa bersalah dia langsung mengunyah pizza dan langsung menelannya.


membuat Ze langsung melebarkan matanya merasa kaget


"Hei Manis dari mananya?? ini tuh pizza asin tahu!!"


batin Ze yang kini dia mulai mengambil pizzanya lagi dan memakannya.


"Sini biar aku suapi..." Pinta Kenan sambil mengambil pizza yang ada di tangan Ze dan mulai menyuapinya.


ada apa dengan kak Kenan kenapa mendadak memanjakan ku seperti ini??


kalau kak Ken terus seperti ini, aku tidak mungkin tidak mencintai mu


Dengan tersenyum manis Ze pun terus menerima setiap suapan dari Kenan.


"Terimakasih suamiku..."


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2