
Ze dan Kenan kini sedang mengistirahatkan badan mereka, dengan napas yang ngos-ngosan mendudukan badan mereka di sebuah kursi taman bermain. Cuaca yang mulia panas menambahkan kelelahan badan mereka, hingga membuat tubuh lunglai lemas tak bertenaga.
"Hei kau niat sekali ya mengerjaiku...?!"
tanya Kenan.
"Dia memang selalu tahu maksud dari semua yang aku lakukan, biarkan saja dia kesal sendiri, ini kan kesempatan ku untuk mengerjainya...?" batin Ze yang sudah tersenyum cengengesan.
"Aku kan hanya ingin memasangkan ini saja, supaya kita couple an, pasti lucu...!"
pinta Ze, dengan memasang mimik memohon.
"Tidak... " dengan nada tinggi Kenan menolak.
"Ayolah sebentar saja....!"
dengan senyum sejuta watt Ze merayu Kenan.
"Terserah kau saja...!"
seru Kenan, yang mulia luluh karena melihat senyum Ze.
Dengan antusias Ze memasangkan bando di kepada Kenan sambil menarik bahu Kenan bermaksud menjangkau kepala Kenan agar lebih mudah memasangkan nya. Namun saking antusiasnya, Ze terlalu keras menarik Kenan sampai membuat wajah mereka sangat lah dekat dengan jarak yang bisa di ukur dengan centi.
"Deg". "Deg". "Deg". "Deg"
Suara detak jantung mereka saling menyahut beriringan seperti irama musik yang menghanyutkan mereka dalam keindahan pandangan masing-masing.
"Kenapa kau selalu saja bertingkah seolah-olah aku bukan laki laki normal hah...!"
batin Kenan yang terkejut karena tingkah Ze.
"Kau ingin memasangkan bando atau ingin mencium ku hah...?"
Suara keras Kenan membuat Ze gelagapan di buat nya.
"Ma...Maaf....! aku tidak sengaja,
habisnya kau terlalu jauh jadi aku susah untuk menjangkau nya."
ujar Ze sambil memasang kan bando di kepala Kenan,
kenan pun langsung menegakan lagi badan nya,
dan seketika Ze langsung tertawa terbahak-bahak melihat penampilan Kenan yang menurut nya sangat lucu memakai bandonya.
"Kau pusa sekarang...?"
tanya Kenan dengan suara ketusnya.
Ze hanya mengangguk kan kepala karena masih sibuk dengan tawanya.
"Sudah kan...? aku lepas sekarang...!"
ucap Kenan mulai meraih bando yang ada di kepala nya, bermaksud melepas nya namun terhenti karena Ze mencegah nya.
"Jangan di lepaskan, kita foto dulu ya...!"
pinta Ze sambil mengeluarkan hp dari tas kecil nya.
"Kau jangan ngelunjak ya, aku sudah cukup baik pada mu, kenapa kau terus mengerjaiku...!"
ujar keYnan yang sudah kewalahan karena tingkah konyol Ze.
"Ayolah ini kan hanya foto saja...!!"
pinta Ze memohon sambil mengatupkan kedua telapak tangannya.
"Kau memang selalu menjengkelkan...?"
Kenan akhirnya memenuhi semua keinginan Ze, berfoto bersama sambil menggunakan bando berhiaskan kuping kelinci yang sama. Yang menurut Ze sangat lah lucu namun menurut kenan itu menjengkelkan.
"cekrek " "cekrek"
Kini beberapa hasil foto tersimpan di hp Ze, namun dengan hasil yang mengecewakan, karena Kenan selalu saja memasangkan wajah yang cemberut kesal .
"Hei kenapa kau cemberut begini...?
foto sekali lagi ya...!?"
seru Ze yang merasa tidak puasa dengan hasil foto nya.
"Tidak...!" tolak Kenan.
"Ayolah aku tidak akan berhenti sebelum mendapat hasil foto saat kau tersenyum...!"
seru Ze yang terus memposisikan badannya supaya dapat hasil foto yang baik.
"akkTh dasar merepotkan....!"
tidak bisa menolak lagi akhirnya Kenan menuruti keinginan Ze.
Akhirnya Ze tersenyum lebar karena melihat hasi foto yang menurut nya itu bagus,
walaupun sangat terlihat jelas bahwa kenan tersenyum dengan terpaksa.
Di saat Ze sibuk melihat hasil foto nya,
__ADS_1
Kenan di sibuk kan dengan ponselnya yang berdering menandakan ada panggilan masuk, dan terlihat bahwa pak Anton yang menghubungi nya.
"Ada apa...?"
tanya Kenan yang sudah mengangkat panggilan nya.
"Maaf Tuan...! Tuan Arya menyuruh anda untuk datang ke kantor nya satu jam lagi dari sekarang...!"
jawab Pak Anton.
"Kau bisa mengurusnya sendiri kan...? aku lagi sibuk...?"
ujar Kenan.
"Maaf Tuan...! tapi Tuan Arya menginginkan anda juga hadir di sana...!"
jelas Pak Anton.
"Memang kau tak berguna, mengganggu sekali. Kalau saja dia tau siapa aku, dia tidak akan mempersulitku seperti ini...?"
ucap Kenan menggerutu kesal.
"Apa perlu saya beritahu identitas anda pada Tuan Arya....!"
tanya Pak Anton.
"Tidak perlu...! biarkan dia tau dengan sendirinya, aku ingin lihat bagaimana ekspresi nya saat mengetahui kebenaran nya, apa dia akan punya muka bertemu dengan ku lagi setelah apa yang telah dia lakukan pada ku."
ujar Kenan dengan memasang senyum sinis di wajah nya.
"Kau pergi lah terlebih dulu, mungkin aku akan sedikit terlambat...!"
perintah Kenan.
"Baik Tuan....!"
ujar Pak Anton yang langsung mengakhiri panggilannya.
Kenan pun langsung mengajak Ze untuk segera pulang, karena harus segera pergi ke kantor Tuan Arya.
"Ayo pulang...! aku ada urusan mendesak."
ajak Kenan sambil melangkah berjalan
dan melepaskan bando yang menempel di kepala nya.
Melihat ke seriusan Kenan Ze tidak melakukan perlawanan dan mengikuti Kenan di belakangnya.
Berjalan cepat dan segera masuk ke mobil dan langsung pergi melaju pulang ke rumah Kenan.
"Aku tidak punya banyak waktu jika harus mengantarkan mu , kau ikut saja ke rumah ku. Nanti akan ku antar pulang setelah semua urusan ku selsai...!"
"Tapi.... -"
belum selesai Ze bicara sudah kepotong kata kata Kenan.
"Jangan banyak bicara...! patuhi saja...!"
ucap Kenan dengan tegas.
Kini Ze terdiam membisu walaupun hatinya menggerutu kesal.
"Baiklah sekarang tahtamu kembali lagi, kau memang Rajanya di sini" batin Ze
Mereka pun kini sampai di kediaman keluarga Wijaya, dengan tergesa-gesa Kenan seger masuk untuk bersiap siap karena memang waktu nya sudah sangat mendesak,
dan langsung di sambut pelayan rumah nya.
"Maaf Tuan...! Tuan dan Nyonya menitip kan pesan untuk memberi tahu Tuan, bahwa Tuan besar dan Nyonya sedang ada urusan, dan harus menginap di luar kota...!"
ucap sang pelayanan sambil membungkuk hormat.
"Ya...!"
jawab Kenan singkat, sambil melangkah menuju ke kamar nya .
Ze hanya bengong diam, bingung harus melakukan apa, apalagi widi dan Surya sedang tidak di rumah, dia mulai mencari kata kata agar bisa pulang, lepas dari cengkraman Kenan.
"Aku pulang saja ya?! tidak ada siapa siapa di sini membosanka sekali..."
pinta Ze berusaha mencari alasan.
"Aku butuh bantuan mu cepat naik ke atas...!"
seru Kenan yang sudah berjalan menaiki tangga.
"Mau apa dia?? dia tidak akan macam macam kan....?" batin Ze yang kaget mendengar kata-kata Kenan.
"Kenapa masih diam...! cepat...! atau kau mau aku di marahi habis habisan oleh Paman mu karena telat datang ke kantor nya...!"
ujar Kenan dengan suara makin keras, memberitahu Ze bahwa dia harus segera pergi menemui paman nya.
"Oh jadi dia ada urusan kerjaan, pantas dari tadi dia serius sekali. "
batin Ze yang reflek langsung menyusul nya ke atas.
"Bilang saja kalau kau terlambat karena habis jalan dengan keponakan nya, paman pasti akan memaklumi nya...!"
__ADS_1
Dengan santai nya Ze berkata, bermaksud menenangkan Kenan, karena melihat Kenan yang terburu-buru menuju kamar nya.
"Dalam berbisnis tidak ada negosiasi seperti itu...!"
jawab Kenan dengan suara keras sambil
langsung membuka pintu kamar nya dan masuk ke dalam di susul Ze di belakang nya.
Dengan tergesa-gesa Kenan
langsung bersiap mengganti pakaiannya menuju ruang pakaian untuk mengganti dengan setelan jas yang rapih.
"Kalau dia akan ke kantor aku di sini dengan siapa...? aku harus menunggu nya di sini sampai dia kembali lagi, sungguh membosankan...! ucap Ze dan langsung masuk ke kamar Kenan.
Ze sedikit terkejut saat pertama masuk kamar Kenan, karena pertama kalinya dia masuk ke kamar laki laki apa lagi laki laki itu adalah calon suami nya.
"Kamar nya sedingin orang yang menempatinya...!"
ucap Ze tersenyum sinis karena melihat kamar Kenan setiap isi yang ada di kamarnya semua bernuansa dengan warna warna gelap.
Karena merasa lelah tak sadar Ze langsung mendekati kasur dan mendudukan tumbuhnya di sana.
Tidak lama kenan sudah keluar dengan setelah jas dan rambut yang sudah tertata rapih. Mata nya langsung
melihat Ze yang sedang duduk di kasurnya dia malah tersenyum jahil melihat Ze, karena memiliki ide bagus untuk mengerjai Ze.
"Apa kau tak sadar sekarang kau sedang di mana...? kenapa sesantai itu berada di kamar seorang laki-laki...?"
ujar Kenan dengan seringai di wajah nya
dan mulai melangkah kan kaki mendekat ke arah Ze.
Ze yang melihat Kenan mendekati nya dengan wajah yang menakutkan dia mulai merasakan perasaan tidak enak.
"Hei mau apa kau...! jangan mendekat, jangan macam macam ya...!"
seru Ze dengan memasangkan kuda kuda karena Kenan semakin mendekat ke arah nya.
Kenan malah cengengesan melihat Ze yang sudah ketakutan.
"Kenapa...? apa kau mengajak bergulat di atas kasur dengan ku...?!"
tanya Kenan dengan di akhiri senyuman jahinya.
"Dasar Kenan sialan awas saja ya kalau kau sampai macam macam pada ku....!"
teriak Ze, sampai sampai suara keras nya memenuhi semua ruangan kamar.
"Hei kenapa malah berteriak! cepat berdiri...!"
seru Kenan.
"Mau apa kau...!?"
tanya Ze sambil berjaga jaga.
"Kenapa pikiran mu selalu mesum terus hah...! cepat berdiri...! aku hanya ingin kau memasangkan dasi ku....!"
permintaan Kenan malah membuat Ze tertawa.
"Kenapa malah tertawa...!? cepatlah aku sudah telat...!"
pinta Kenan dengan nada bicara yang keras.
Karena merasa kasihan, karena lagi lagi Kenan kesusahan bila harus berurusan dengan dasinya, kini Ze mulai mendekati Kenan dan mulai memasangkan dasi nya.
"Apa kau tak pernah belajar caranya memasangkan dasi...!?"
tanya Ze dengan tangan yang mulia berkutat memasangkan dasi Kenan.
"Aku tidak akan belajar, karena ada kau yang akan selalu memasangkan dasi untuk ku...!"
ujar Kenan dengan suara datarnya.
mendengar itu Ze langsung merah merona malu, dan langsung menunduk kepalanya.
Kenan yang menyadari tingkah malu malu Ze, dia hanya tersenyum kecil melihat nya.
"Sebelum aku kembali, kau jangan kemana mana, tunggu lah di sini, bila kau membutuhkan sesuatu panggil saja pelayan di bawah. Awas jangan coba-coba pulang sebelum aku kembali,
aku tidak ingin mengecewakan Ayah mu, karena tidak mengantarkan anak gadis nya pulang, padahal tadi aku yang mengajak nya keluar."
Perkataan Kenan membuat Ze mengangguk mengerti. Kenan pun tersenyum melihat kepatuhan Ze,
"Cup..."
satu kecupan lembut mendarat di pucuk kepala Ze, membuat sang empunya kaget sampai berdiri tak bergeming.
"Maaf harus meninggalkan mu sendiri di sini, aku berangkat ke kantor dulu...!"
ujar Kenan tanpa mempedulikan Ze yang sudah di buat kaget oleh tingkah nya.
Kenan pun langsung keluar segera berlalu meninggalkan Ze sendiri di kamar nya.
.
.
__ADS_1
.