Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
S 2 Kenzo Kecil


__ADS_3

Sepasang suami istri ini kini saling memeluk dengan erat. Mengeratkan rangkulan tangan nya mencari kehangatan tubuh mereka di balik selimut nya.


Malam hari yang dingin, hujan deras disertai angin yang mengguyur seluruh kota, dengan gemuruh petir yang mulai terdengar. Menandakan musim hujan rupanya sudah datang, membuat setiap orang merasakan hawa dingin malam ini.


Berbeda dengan pasangan muda yang satu itu, mereka masih asyik dengan ritual sebelum tidur mereka.


Ya mereka adalah Kenan Ardi Wijaya dan Zepania Putri Wijaya, pasangan muda yang dijodohkan namun berakhir dengan penuh cinta dan kasih sayang sampai-sampai mereka tidak bisa dipisahkan.


"Emmm...! Kak Ken...!"


Ze menggeliat pelan sambil memposisikan badannya memeluk tubuh hangat suaminya.


Kenan yang menyadari pergerakan istrinya langsung mempererat pelukannya.


"Kenapa...? dingin ya...?" Kenan pun mulai menarik selimutnya dan menutupi tubuh istrinya.


"Kasihan Kenjo, dia juga pasti terganggu mendengar suara petir itu...!" tutur Ze menghawatirkan putranya.


"Jangan terlalu mengkhawatirkan nya, dia tidak se manja Mommy nya...!" goda Kenan dengan tersenyum jahil sambil mempererat pelukannya.


"Siapa yang manja...? aku tidak manja kok!" kilah Ze sambil mendongakkan wajahnya melihat Kenan yang sedang tersenyum meledeknya.


"Tidak pernah menjadi di depan anak kita, tapi selalu menjadi depanku!" Celoteh Kenan sambil menatap dalam Ze.


"Biarkan saja, manja pada suami sendiri tidak apa-apa kan?!" ucap Ze dengan senyuman manis nya.


"Iya...! karena kemanjaan mu itu membuat ku tidak ingin melepaskanmu Sayang...!" lirih Kenan sambil membelai pipi Ze menatap nya dalam dan berakhir mendaratkan bibirnya di bibir seksi istrinya itu. Mulai menciumnya perlahan dan berakhir penuh dengan kebuasan.


"Dad...! Daddy...!"


tiba-tiba terdengar panggilan suara anak kecil, memanggilnya dengan suara khas bangun tidur, membuat Kenan langsung menghentikan kegiatannya.


"Aissst...! Kenapa harus bangun di waktu seperti ini sih...!" batin Kenan mengumpat frustasi karena harus menahan hasratnya. Mendengar panggilan anak nya Kenan harus menghentikan kegiatannya.

__ADS_1


"Mom...!" Panggil nya lagi. Kini dia berjalan mendekat ke arah tempat tidur mereka.


Dengan cepat, Kenan langsung bangun untuk menghampirinya.


"Sayang...! kok bangun...?" tanya Kenan sambil berjongkok di depan Kenzo.


"Dad...! petil nya belicik sekali, Kenzo sampai tidak bisa tidul...!" rengek anak itu dengan suara cadel nya, dengan cepat Kenan pun langsung menggendong nya.


Ya dialah Kenzo Julian, putra dari pasangan muda pewaris tunggal keluarga Wijaya.


Kenjo kini menginjak usia 2 tahun, walau masih kecil dia sudah cukup pintar dan pandai bicara walaupun suaranya masih terdengar cadel. Mudah paham dengan segala sesuatu walaupun hanya dengan melihatnya saja.


Ze dan Kenan sengaja tidak memisahkan kamarnya dengan Kenjo, melihat usianya yang masih kecil mereka tidak tega jika harus meninggalkan nya sendiri, namun tidak mungkin juga mengajaknya tidur bersama dengan mereka.


Kenjo diberikan ranjang khusus untuknya di kamar yang sama dengan mereka.


"Kenzo tidur bareng Daddy dan Mommy saja ya...!" tawar Kenan, sambil berjalan mendekati Ze.


"Holeee...!" sorak Kenzo dengan tersenyum senang dan langsung melingkarkan tangannya di leher Kenan.


Kenan pun langsung memberikan Kenjo ke pangkuan Ze.


"Kenapa bangun sayang...?" tanya Ze sambil membelai kepala Kenzo dan berakhir memeluk tubuh mungil Kenzo.


"Suara petil nya belicik sekali Mom...! jadi Kenzo tidak bisa tidul...!" tutur Kenjo sambil memasang wajah menggemaskan.


Membuat Kenan tambang gemas dengan kebawelan anaknya.


"Cepat tidur lagi...! anak kecil tidak boleh tidur terlalu malam ya...!" Nasehat Kenan sambil mengacak-acak rambut Kenzo.


"Iya Daddy...!" jawab patuh Kenzo, namun matanya tertuju pada bibir Mommy nya yang terlihat berbeda.


"Mom...! Kenapa bibil Mommy melah...?!" tanya polos Kenzo yang menyadari keadaan Mommy nya. Membuat Ze langsung terkejut dan reflek menutup bibirnya.

__ADS_1


"Waaah... ini pasti gara-gara gigitan Kak Ken...!"


Mendengar perkataan Kenzo, Kenan hanya tersenyum kecil karena Ze sampai seperti itu jelas karena ulahnya.


"Emmm...! Tidak apa-apa kok sayang Mommy mungkin di gigit semut...!" jawab nya sambil membaringkan tubuh mungil Kenzo, tidak ingin membuat Kenzo berpikiran aneh dengan penampilannya.


"Semut...! masa aku dipanggil semut...!" batin Kenan sudah menatap jahil wajah Ze.


"Apa sakit...? bekasnya merah sekali...?" tanya Kenzo lagi karena merasa kasihan pada Mommy nya.


"Tidak apa-apa sayang...! ini tidak sakit kok, semut nya mungkin terlalu besar jadi bekasnya sampai seperti ini...!" ucap sindir Ze sambil melirik ke Kenan. Membuat Kenan makin tersenyum lebar ingin sekali langsung memangsa istrinya, namun ia tahan karena ada Kenzo di sana.


"Jangan terus memikirkan Mommy...! Kenzo cepat tidur lagi ya...!" seru Ze sambil membelai lembut kepala Kenjo untuk menidurkan nya.


"Iya Mom...! malam Mom... malam Dad...!" ucap Kenzo dengan manisnya.


"Selamat malam sayang...!" ucap Kenan dan Ze bersamaan. Ze perlahan menundukkan kepalanya mengecup kening Kenjo dan saat beranjak bangun Kenan perlahan membungkuk mengecup kening Ze.


"Tunggu saja...! semut mu ini akan menghukummu sayang...!" bisik Kenan sambil menatap Ze dan berakhir memasang senyum jahil di bibirnya.


"Tidak takut...!" ledek Ze sambil menjulurkan lidahnya dan langsung memeluk Kenzo agar Kenan tidak bisa melakukan apa-apa padanya.


"Dasar kelinci kecil...!" gemes Kenan sambil mengelus kepala Ze dia pun langsung berbaring ikut memeluk tubuh buah hatinya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2