Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Berusaha Jadi Istri Yang Baik


__ADS_3

Denturan nafas yang terengeh engah terdengar membelah panasnya cuaca siang itu, dua pasangan muda yang baru melepaskan kerinduan cinta mereka kini sedang terlentang di atas tempat tidur.


Kenan dengan cepat memiringkan tubuhnya, mendekap tubuh Ze dan menenggelamkan wajah Ze di dada bidang nya. Perasaan senang Yang tidak bisa di ucap kan, ia salurkan dengan perlakuan manis nya.


Tidak henti henti Kenan membelai lembut kepada Ze, mengecup puncak kepala nya, dengan tangan terus bermain memainkan rambut istrinya.


Rasa benci, kesal dan marah Ze pada Kenan rasanya langsung sirna pergi entah ke mana.


Masalalu yang membuat nya, terjerumus dalam ke terpuruk an, kini pergi dalam bayangan nya.


Cinta Kenan yang tulus membuat nya melupakan semuanya. Dia lah suaminya, laki laki yang telah hadir dalam kehidupannya. memberikan nya kasih sayang dan cinta, namun dia juga yang membuat nya menangis. Tapi dia juga yang membuat nya mengerti akan arti cinta. Cinta tanpa alasan ia berikan pada lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Orang yang membawa nya dalam kehidupan baru nya.


Pergerakan Kenan terhenti karena dengan tiba-tiba Ze bergerak dalam pelukan nya, membuat Kenan terlentang di saat Ze bersandar si badan kekarnya.


"Kak, kita meninap di sini saja ya,!" pinta Ze dengan suara manja nya, dengan posisi tangan mendekap dada bidang Kenan, dan bersandar di badan kekar nya.


dengan wajah melihat Kenan yang ada di depan nya.


"Memang kenapa,?" tanya Kenan dengan memasang senyum kecil, melihat tingkah istrinya yang bergelendot manja menyandarkan dagunya di tubuh Kenan.


"Hanya ingin saja,! bukankah Kak Ken jarang sekali menginap di sisi," jawab Ze yang masih nyaman dengan posisi nya.


"Lain kali saja ya, kasihan Bunda dan Ayah, pasti mereka juga merindukan mu," ujar Kenan dan mulai menaikkan tangan nya, untuk mengelus kepala Ze, dan menyibakkan rambut yang menghalangi wajah nya.


" Baiklah, " patuh Ze dia mulai mengalah. walau bicara dengan malas.


"Nah gitu, istri yang baik itu kan tidak pernah melawan pada suaminya," ucap Kenan menggoda Ze dengan tersenyum lebar menatap Ze dan mengacak ngacak rambutnya.


"Ya iya dong, aku kan istri yang baik," ucap Ze membanggakan diri dengan senyum narsis nya.


"Benarkah,!" bicara dengan nada meledak "Istri baik kan harus memenuhi semua kemauan suaminya, kalau kau memang baik kau harus memenuhi semua kemauan ku," ujar Kenan menantang ke naraisan Ze.


"Emang apa kemauan Kak Ken,?" tanya Ze penasaran.


"Aku ingin memakan makanan buatan istri cantik ku ini,!"


ucap Kenan dengan tersenyum kecil, sudah tau itu kelemahan istrinya. sambil mencubit pipi cabinya.


"Jangan itu dong Kak, kau sengaja mengetes ku, dengan sesuatu yang paling aku tidak bisa," keluh Ze dengan memasang wajah melemas.


"Tapi kau harus melakukan nya, bukankah kau ingin menjadi istri yang baik untuk suamimu ini," timpal Kenan. Malah makin senang mengerjai Ze, ingin mengetes ketaatan Ze pada nya


"Baiklah aku akan mencobanya," ucap Ze sambil mulai bergerak beranjak dari tidur nya.


"Dia benar benar jadi penurut sekarang, ternyata mudah sekali menjinakkan nya, kalau tau akan begini aku rela di pukul seratus kali pun asal Ze makin menyayangi ku" batin Kenan sudah tersenyum girang. Dengan terus membaringkan tubuhnya, masih nyaman dengan posisi nya.


"Mandi dulu baru turun ke bawah," perintah Kenan


"Iya sayang ku,!" ucap Ze dengan manisnya. Dan langsung masuk ke kamar madi, merasa malu sendiri pasalnya baru pertama kali ini Ze memanggil Kenan sayang.


Kenan pun langsung tersenyum lebar makin girang dengan perubahan istrinya sekarang.


"Ternyata sesenang ini ya, bila di manjakan oleh istri,"


tersenyum puas sambil memposisikan rebahan nya agar makin nyaman.


***


Di sisi lain, Widi terus modar mandir di rumahnya, perasaan nya mulai tidak tenang karena Anaknya sampai sekarang masih belum pulang juga. Padahal biasanya jam segini Kenan sudah pulang.


Widi makin khawatir, mengingat sikap Kenan yang akhir akhir ini jadi pendiam karena di tinggal istrinya, Widi jadi berpikir yang tidak tidak takut terjadi sesuatu pada Kenan.


Di tambah lagi saat dia menanyakan Kenan pada Surya, yang Widi kira mungkin Kenan ada di kantor bersama Ayahnya, namun Surya mengatakan bahwa Kenan tidak ada di sana.


Widi dari tadi terus saja memanggil ponsel Kenan, namun tidak ada satupun jawaban dari sana.


"Ken,! kamu kemana sayang,? kenapa dari tadi tidak mengangkat telepon mu,"


Widi terus saja mengkhawatirkan Kenan.


Tidak tau kalau hubungan Kenan dan Ze sudah baik,


"Apa aku harus memanggil Ze dan menyanakan Kenan pada Ze?," ucap Widi yang merasa bingung, namun karena terlalu mengkhawatirkan Kenan, akhirnya Widi memutuskan menelepon Ze.


Setelah berkali kali Widi memanggil nya, namun tetep tidak ada jawab dari Ze, dan itu membuat Widi makin tidak tenang.


"Apa Ze masih marah, kenapa kamu tidak mengangkat telepon dari Bunda sayang,?


Bunda sedang mengkhawatirkan suamimu, kenapa kamu tidak mengangkat telepon nya,"


ucap Widi terus saja khawatir.


Tidak tau kalau Ze dan Kenan sudah berbaikan, Dan Kenan dari tadi tidak bisa mengangkat telepon nya, karena sedang asik bercinta dengan Ze, hingga tidak mempedulikan yang lain.


Widi kini kembali menelepon Surya untuk menyuruh nya mencari Kenan.

__ADS_1


"Yah, Kenan masih belum mengangkat telepon nya, Bunda mencoba menelepon Ze pun tidak di angkat. Cepat suruh bawahan Ayah untuk mencari Kenan, Bunda taku terjadi sesuatu pada nya,"


"Tenang Bun, jangan terlalu mengkhawatirkan Kenan, dia sudah besar, biar Ayah menelepon Angga, menanyakan Ze, siapa tau mereka mungkin masih ada tugas Kampus dan tidak bisa mengangkat telepon mereka," ucap Surya berusaha menenangkan istrinya.


Setelah menelepon Surya, Widi kini merasa lebih tenang, dan menunggu kabar dari Surya.


~


Surya kini menelepon Angga. dan langsung bicara di saat Angga sudah mengangkat telepon nya.


"Hallo Angga,? apa Ze sudah pulang dari kampus,? Kenan dari tadi tidak ada kabar, apa Ze mengetahui keberadaan anak ku di mana, Istriku dari tadi mengkhawatirkan nya, karena dia tidak mengangkat telepon nya" tanya Surya langsung menjelaskan.


"Apa Kenan tidak memberitahu kalian kalau Ze sudah memaafkan nya,?" seolah bertanya padahal memberi tau "Mereka sedang ada di rumah ku sekarang,


mungkin mereka sedang asik di atas sampai tidak bisa mengangkat telepon nya," ucap Angga menceritakan, di akhiri dengan senyumnya.


"Akh, dasar anak nakal,! dari tadi orang tua mu mengkhawatirkan nya. Ekh, ternyata dia sedang bersenang senang di sana, dasar tidak tau malu," gerutu Surya saat sudah tau di mana keberadaan anak nakal nya.


Membuat Angga tersenyum cengengesan di balik telepon nya.


"Baiklah, maaf mengganggu, dan terimakasih masih mau menampung anak nakal itu, akan ku beri dia pelajaran saat dia sudah pulang nanti"


"Iya sama sama" balas Angga masih di akhiri senyumannya.


Surya pun langsung mengakhiri telepon nya, dan langsung memberitahu kan semuanya pada Widi yang sedari tadi mengkhawatirkan Kenan.


***


Ze kini sudah selesai membersihkan badan nya, mulai mengeringkan rambut, dan bersiap siap turun ke bawah untuk memenuhi keinginan suaminya, yang ingin memakan makanan buatan nya.


Ze langsung melangkah melihat Kenan yang masih berbaring di atas kasur.


"Kak Ken,! Ekh kok tidur,?"


"Istirahat lah, aku akan membangunkan nya, jika makanannya sudah siap"


Ze pun kini mulai mengambil ponsel nya, karena dia belum bisa memaksa, Ze akan melihat tuntunannya dari youtube, setidaknya mungkin dia akan bisa jika melihat cara nya dari sana.


Ze mulai melihat ponsel nya, seketika langsung terkejut saat melihat beberapa panggilan dari Bundanya.


Ze pun langsung menelepon balik Widi takut terjadi sesuatu pada Ayah Bunda nya.


"Hallo Bun, maaf Ze habis mandi jadi tidak mendengar saat Bunda menelepon" ucap Ze saat Widi sudah mengangkat telepon nya.


"Iya tidak apa apa sayang,! di mana suamimu,?" tanya Widi memastikan.


"Kak Ken lagi tidur Bun, apa Ze perlu membangunkan nya,?"


"Tidak usah, biarkan saja dia istirahat, cepat pulang ya Bunda tunggu,"


"Iya Bun"


Widi pun langsung mengakhiri telepon nya.


"Dasar anak muda jaman sekarang, saat sedang di mabuk cinta tidak ingat dengan apa apa" gerutu Widi dengan tersenyum kecil sudah tau apa yang di lakukan kedua anaknya sampai tidak mengangkat telepon dari nya.


"Syukurlah, mungkin Kenan bisa lebih tenang sekarang" ucap senang Widi


~


Ze kini mulai melangkah untuk turun ke bawah, dengan penuh semangat untuk menyiapkan makanan untuk suaminya.


Ze langsung melangkah ke dapur, mulai membuka kulkas mencari bahan makanan yang bisa di masak.


"Harus memaksa apa ya, aku tidak tau Kak Ken suka makanan apa,!" sambil memilih bahan makanan di sana.


"Apa aku bukan istri yang baik ya, sampai tidak tau makanan kesukaan suami sendiri,!" mulai bingung untuk memilih.


Setelah mengimbangi imbang akhirnya Ze memilih masakan yang mudah saja dan bergegas langsung membawa bahan makanan itu untuk mulai memasak nya.


Tidak lupa Ze pun memasang ponselnya untuk melihat tatacara nya di sana.


Walaupun menurut nya itu sangat susah, namun Ze berusaha keras untuk membuat nya. walau beberapa kali gagal dan membuat Ze hampir menyerah untuk membuat nya.


Namun Ze berusaha menghilangkan keluhan dan lelahnya itu. Mengubah keringat menjadi semangat nya, mengingat besar nya cinta Kenan pada dirinya.


"Akh, akhirnya selasi juga," berucap bangga sambil mengelap keringatnya di dahinya dengan punggung tangannya.


"Ini enak gak ya," sedikit mang mang takut akan mengecewakan Kenan.


"Biarkan saja lah, mau enak atau enggak, ini kan baru pertama kali aku memasak, mudah mudahan tidak mengecewakan" terus berucap sambil terus mengibaskan tangannya merasa gerah karena sedari tadi terus berdiri di depan kompor, dan ini yang pertama kali nya Ze lakukan hanya untuk suaminya.


Di sudut lain, Ternyata dari tadi Kenan melihat setiap pergerakan Ze, yang sedang berusaha keras membuat makanan untuk nya,


Tidak henti henti nya Kenan tersenyum senang melihat perjuangan Ze,

__ADS_1


Kenan kini melangkahkan kakinya menghampiri Ze, mengagetkan Ze memeluknya dari belakang,


"Kenapa sampai berkeringat seperti ini?" ucap Kenan mengagetkan Ze sambil mengelap keringat Ze dengan kedua telapak tangannya.


"Kak Ken, mengagetkan saja,"


"Serius sekali memasak nya,!" imbun Kenan.


" Memasak apa ya istri cantik ku ini,?" berucap sambil mengecup kepala Ze dan berakhir memeluk nya.


"Aku juga tidak tau ini apa namanya, aku hanya masakan bahan yang ada saja" ucap Ze bingung dengan hasil pasakan kan nya sendiri.


"Baunya harum sekali, tapi tetap harum yang memasak nya" goda Kenan sambil mengecup pipi Ze.


"Huh, dasar,!! mau mencobanya,? dari tampilan nya si, sepertinya enak," ucap Ze penuh harap.


"Pasti enak lah, inikan buatan istriku, apalagi kalau kua menyuapi ku, pasti rasanya akan lebih enak" pinta Kenan.


" manja sekali, seperti anak kecil saja,"


" Manja pada istri sendiri tidak apa apa kan " goda Kenan lagi.


"Iya, terserah Kak Ken aja, ayo Kak Ken harus mencoba nya" ajak Ze sambil menarik tangan Kenan, menuju meja makan, dan tangan satunya mengambil hasil pasakan nya.


Mereka pun langsung duduk di meja makan, Karena permintaan Kenan, Ze pun mulai menyuapi suaminya yang mendadak manja itu.Dengan perasaan tidak tenang takut pasakan nya tidak enak dan mengecewakan Kenan.


Kenan kini mulai mengunyah makanan yang ada di mulut nya, lidahnya mulai merasakan bagaimana rasa makanan buatan istrinya.


"gimana enak gak ya,?" batin Ze yang sudah dag dig dug ingin tau pendapat Kenan tentang pasakan nya.


"Gimana Kak enak gak?"


"Emmm, lumayan" jawab singkat Kenan tanpa ekspresi.


"Kok lumayan si,! berapa nila nya,?" bertanya dengan manja ingin puas mendapatkan jawaban dari Kenan.


"Nilai nya 6" jawab Kenan dengan santai.


" Akh, masa nilainya cuma 6 si Kak!!" gerutu Ze tidak terima.


" Aku kan bersusah payah membuat nya, masa cuma 6, kerja kerasnya kok gak di tilai," rengek Ze lagi, merengek dengan ekspresi yang lucu, membuat Kenan tersenyum kecil.


"Baiklah aku kasih nilai 7, karena istri cantik ku ini sudah bekerja keras,"


bicara dengan datar padahal hatinya sudah cengengesan melihat Ze yang merengek membuat Kenan makin senang untuk mengerjai nya.


"Akh Kak Ken mah curang, itu kan sama saja, biar aku yang menilai nya, aku akan kasih nilai 10,"


"hahaha, mana ada orang yang menilai hasil kerja sendiri, kalau kua yang menilai nya, berarti kau yang curang Zepania," berucap dengan tawa, merasa gemas melihat reaksi Ze yang mengeluh karena dia tidak memberi jawaban yang memuaskan.


"Biarin aja, daripada di tilai rendah olah Kak Ken, inikan hasil kerja keras ku, tau" berucap kesal sambil mengecut kan bibirnya.


"Iya, iya, ini enak kok, ternyata istriku ini pandai memasak juga ya," puji Kenan dengan sungguh sungguh, sambil mengelus lembut kepala Ze.


Membuat Ze langsung tersenyum senang.


"Benarkah,?"


"Hemm" jawab Kenan meyakinkan


"Waaa, senang sekali, terimakasih suamiku"


ucap girang Ze, dengan refleks memeluk Kenan, dan mengecup pipi suaminya.


Kenan pun langsung tersenyum senang dengan apa yang di lakukan Ze pada nya.


.


.


..


Hallo reader semua🤗🤗


maaf ya Author up nya telat,🙏😁✌


bagi reader semua author mau ngajak kalian untuk gabung di grup chat Naja,


yu gabung untuk mencari pengalaman lebih luas dan kalian semua bisa saling mengenal dengan reader yang lain.


Langsung cek profil ku ya, dan langsung bergabung dengan yang lain nya.


author tunggu ya terimakasih🙏🙏


salam manis untuk reader semua😍😘

__ADS_1


__ADS_2