Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Keadaan Kantor


__ADS_3

Hari hari berlalu, keadaan di keluarga Wijaya makin ceria setelah kepulangan Mantu cantik mereka. Perasaan mereka semua kini semakin tenang setelah tidak ada lagi sesuatu yang mereka sembunyikan dari Ze.


Begitu pula dengan Ze kini makin perhatian pada suaminya, dan berusaha untuk menjadi istri yang lebih baik lagi.


Mematuhi dan melayani suaminya, Memasak


menyiapkan sarapan makan siang dan makan malam sendiri, khusus untuk Kenan. tidak ingin di bantu oleh pelayan di rumah.


Dan selalu siaga menyiapkan keperluan nya.


Membuat Kenan makin mencintai istri cantik itu,


Dan kini malah berbalik, rasanya Kenan lah yang makin di manjakan oleh Ze.


~


Pagi ini Ze seperti bisa turun lebih awal untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.


Minggu-minggu ini Kenan sudah tidak pul masuk kuliah, setiap senior di Kampus sudah di tuntut untuk menjalankan magang.


Walaupun tidak ada anjuran itu pun Kenan sudah aktif di kantor membantu Ayah Surya.


Setelah menyiapkan sarapan Ze mulai melangkahkan kakinya ke atas untuk bersiap-siap pergi ke Kampus.


"Kak...! " panggil Ze saat sudah di kamar namun tidak menemukan keberadaan Kenan.


"Lagi mandi.." teriak dari dalam.


" Masih lama gak...?


"Baru masuk..!" sahut Kenan.


"Masih lama dong..!"


"Iya, sini aja masuk, mandi bareng kan lebih seru..!" ajak Kenan bicara dengan di akhiri dengan tawa nya.


" Gak mau, kalau mandi bareng yang ada makin lama" gerutu Ze.


"Ya sudah"


Setelah menunggu beberapa lama akhirnya Kenan keluar, sudah selesai dengan mandi nya.


Berjalan perlahan menghampiri Ze yang sedang duduk di sofa kamar.


Dengan tersenyum cengengesan ingin mengerjai istrinya.


Mengusap wajahnya yang masih basah dan langsung ia cipratkan ke wajah Ze yang sedang bengong.


"Hayoh... kenapa melamun!" ucap Kenan dengan tersenyum girang, melihat wajah Ze yang penuh dengan air ulah cipratan nya.


"Kak Ken...! basah tau..!" teriak Ze menggerutu.


"Tidak apa apa, kau kan belum mandi" ucap Kenan tidak merasa bersalah.


"Cepat mandi gih... keburu siang..!" seru Kenan.


"Iya...!"


Ze pun segera masuk Kamar mandi untuk membersihkan badan nya.


Begitupun dengan Kenan dia mulai bersiap


memakai pakaian nya.


" Yang...! pakaian ku di mana?" panggil Kenan. Mencari pakaian nya karena biasanya Ze sudah menyiapkan nya.


"Di atas kasur Kak..!" teriak Ze menjawab.


Dengan cepat Kenan langsung mengambil bajunya dan langsung memakainya.


"Kok sekarang style beda ya..!" ucap Kenan saat sudah memakai baju pilihan Ze, dan kini dia melangkah menuju cermin untuk melihat pantulan tubuhnya di sana.


"Tapi cocok juga, terlihat makin santai" ucap Kenan puas dan langsung tersenyum melihat pantulan tubuhnya sendiri yang terlihat makin tampan.


Tidak lama terlihat Ze baru keluar dari kamar mandi, matanya langsung di suguhkan dengan pemandangan indah, saat Ze melihat ketampanan suaminya dengan style baru pilihan nya.


"Waaaa... kenapa bisa tampan sekali si" batin Ze takjub melihat Kenan, dengan mata melohok terus menatap suaminya.


"Kenapa terus melohok di sana, cepat pakai pakaian mu, apa kau ingin menggoda ku, dengan terus berpenampilan seperti itu!"


"Bukan aku yang menggoda mu, tapi kamu yang menggoda ku Kak Ken..!" batin Ze yang langsung menuju ruang ganti pakaian nya, rasanya ail liurnya mulai menetes melihat ketampanan suaminya.


Ze kini sudah memakai pakaian nya, langsung menuju meja riasnya mulai bersiap.


Tiba-tiba Kenan muncul di belakang nya. dan langsung mengecup puncak kepalanya.


" Kau puasa dengan pilihan style ku sekarang" goda Kenan, sambil menarik pundak Ze agar Ze berdiri dari duduk nya.


Ze pun langsung berdiri dan menghadap Kenan.

__ADS_1


"Iya.." ucap Ze dengan sedikit mengangguk dengan tangan mulai merapihkan pakaian suaminya.


" Kalau ke kantor kan tidak harus memakai setelan jas, dengan penampilan seperti ini Kak Ken terlihat makin santai, namun terlihat rapi. Dan yang terpenting nya tidak harus memakai dasi kan." ucap Ze di akhiri dengan meledak suaminya.


"Jadi kau bosan memakai kan dasi untuk ku!"


ucap ketus Kenan sambil menarik Ze ke pelukan nya.


"Tidak... bukan seperti itu, hanya ingin saja melihat penampilan Kak Ken yang berbeda dari biasanya, Dan itu terlihat tampan sekali" goda Ze dengan tersenyum lebar.


"Dasar kelinci kecil... kau paling bisa menggoda suamimu ini ya!!"


ucap gemas Kenan sambil mencubit ujung hidung Ze, dan berakhir mengecup kening nya.


" Sudah siap kan,? kita turun sekarang, hari ini jam mata kuliah pagi kan?" seru Kenan sambil mengambil tas Ze dan langsung menggenggam tangan Ze, mengajaknya turun ke bawah.


***


Kenan dan Ze sudah sampai di Kampus,


seperti bisa sebelum pergi ke kantor, Kenan akan mengantar Ze dulu ke Kampus, dan memastikan Ze akan baik baik saja.


Walaupun tidak bisa harus terus bersama dengan istrinya. Kenan sedikit lebih tenang, karena ada Pano yang bisa ia andalkan.


Di tambah lagi sosok Roni yang selalu saja mengganggu Ze, dia sama sama tidak masuk Kampus karena sama sedang magang.


Kenan langsung memasukan mobil nya ke depan Kampus, dengan cepat langsung turun dan membuka kan pintu mobil istrinya.


"Ayo turun..!" seru Kenan sambil menyodorkan tangannya.


"Terimakasih..." sahut Ze dengan senyumnya dan langsung meraih tangan Kenan.


"Apa teman mu sudah di sini.." tanya Kenan memastikan sebelum dia benar benar meninggal Ze.


"Sudah di dalam Kak..!" jawab Ze.


" Masuklah... hati hati jaga diri mu, jangan lupa kalau ada apa apa langsung menelepon ku..!" seru Kenan.


"Iya Kak..!"


"Kamu jaga Mommy ya..." dengan cepat Kenan mengelus perut Ze. Seolah sedang bicara dengan calon anaknya.


Membuat Ze langsung tersenyum kecil mendengar nya.


"Keluar aja belum mana bisa manja Mommy.."


batin Ze bicara di balik senyumnya.


sambil mengelus tangan Kenan yang menempel di perutnya.


"Anak pintar..!"


ucap Kenan dengan tersenyum menatap istrinya.


Dengan cepat Ze pun langsung membalas senyuman suaminya.


"Nanti siang, langsung ke kantor ya, jangan pulang ke rumah, kita makan siang di sana!"


seru Kenan kini sudah melepaskan tangannya dari perut Ze.


"Siap Deddy..!" goda Ze dengan ekspresi menahan senyum nya.


"Aku sedang bicara pada mu bukan pada anak kita..!" ucap gemas Kenan sambil mengacak-acak rambut Ze.


"Iya...iya nanti aku langsung ke kantor" berucap dengan tawanya.


"Jangan mengacak-acak rambut ku Kak Ken... kan jadi berantakan lagi!"


" Makanya jangan terus menggoda ku...!"


Kenan pun mulai merapihkan lagi rambut Ze dengan kedua tangannya.


"Cepat masuk lah, aku pergi dulu"


seru Kenan sambil memeluk Ze dan berakhir mengecup puncak kepalanya.


"Iya... aku masuk dulu, dah Kak Ken!" pamit Ze sambil melambaikan tangannya. dan bergegas masuk.


Setelah memastikan Ze benar benar masuk ke dalam, Kenan langsung masuk ke mobil dan langsung bergegas pergi menuju Kantor.


***


"Duh... pasangan yang baru jadian lengkat amat.." goda Ze sambil mendudukkan badannya di samping Rani.


"Ze.. kapan Kakak ipar memenuhi janjinya untuk mengundang kita makan?"


tanya Pano.


"Kak Ken masih sibuk dengan urusan kantor jadi belum ada waktu senggang!"

__ADS_1


" Padahal ingin sekali aku menunjukan pada nya kalau aku juga bisa mesra kayak kalian..!" ucap santai Pano, membuat Rani melebarkan matanya kesal.


"Huh dasar... kemesraan kalian tidak bisa semesra kita kali" ledek Ze dengan menjulurkan lidahnya.


"Iya baiklah, memang tidak ada yang bisa mengalahkan kemesraan kalian"


ucap Pano mengalah,


Karena memang, semesre mesra nya orang pacaran, tidak akan se mesra pasangan yang sudah menikah. wkwkwkw.


Kenan kini sudah sampai di Kantor langsung bergegas masuk lift untuk menuju ruangan nya.


Saat pintu lift akan tertutup tiba-tiba ada seorang wanita yang langsung masuk dan sama sama satu lift dengan Kenan, dan sepertinya dia di lantai yang sama dengan Kenan, karena wanita itu tidak menekan nomer lift yang di tujunya.


"Untung saja tidak terlambat" guman gunam wanita itu sambil merapihkan pakaian nya.


dan merapihkan tanda pengenalnya. Ternyata Dia karyawan magang yang baru masuk hari ini.


Terlihat di tanda pengenalnya bahwa namanya Angel.


Angel kini mulai sadar kalau ada Kenan di samping nya. Matanya langsung melebar kaget melihat ketampanan Kenan.


"Wah ganteng sekali dia,!! apa dia juga karyawan di sini?


Kalau benar dia karyawan di sini, aku akan bersemangat sekali bekerja di sini, karena tiap hari akan melihat wajah tampan nya"


batin Angel dengan mata yang berbinar melihat ke arah Kenan.


Tidak lama pintu lift terbuka, dengan cepat Kenan langsung keluar dan bergegas menuju ruangan nya.


"Hei.. kenapa dia buru buru sekali si, rasanya aku ingin berkenalan dengan nya!" batin Angel penuh harap, sambil terus melihat kepergian Kenan, sampai dia masuk ke ruangan nya.


"Wah sepertinya dia satu divisi dengan ku, berarti kita bakal bertemu tiap hari dong" ucap Angel girang dan dia pun langsung duduk di meja karyawan tempat kerjanya.


***


Siang harinya.


"Ze.. kau masih di mana?" tanya Kenan di telepon, tidak sabar ingin bertemu dengan istrinya.


"Aku sudah nyampi di Kantor kok, bentar lagi juga nyampe di atas!" jawab Ze


"Aku menjemput mu ke bawah ya!"


"Tidak usah Kak!"


"Kau kan baru pertama ke sini! apa kau tau ruangan ku?"


"Aku di antara bawahan Ayah, dia yang menunjukan jalan nya! tidak perlu merepotkan Kak Ken,, aku sedang di lift sebentar lagi sampai"


" Baik aku tunggu, hati hati.."


" Iya"


Tidak lama Ze sampai di lantai tempat Kenan bekerja.


Kenan langsung keluar ruangan nya sengaja untuk menjemput Ze,


"Dia mau ke mana ya, kok keluar ruangan..?"


batin Angel bertanya, saat matanya melihat Kenan keluar.


"Non itu Tuan Muda...!" ucap sang bawahan yang mengantarkan Ze.


" Oh iya, kau bisa kembali bekerja, terimakasih ya" ucap Ze pada sang pengawal.


Dengan cepat Ze langsung berjalan ke arah Kenan yang sudah tersenyum senang melihat kedatangan istrinya.


"Siang Kak Ken..!" sapa Ze dengan tersenyum manis, kini dia sudah ada di depan Kenan.


Dengan cepat Kenan langsung memeluk Ze, rasanya rindu sekali setengah hari tidak melihat nya.


"Kalian baik baik saja?" tanya Kenan mengkhawatirkan Ze dan calon anaknya. sambil melepaskan pelukannya.


"Kita baik-baik saja Kak Ken." ucap Ze sambil menggelengkan kepalanya melihat suaminya yang terlalu mengkhawatirkan nya.


"Ayo masuk," ajak Kenan sambil merangkul pinggang Ze, dan langsung mengajak Ze masuk ke ruangan nya.


"Wanita itu siapa nya ya, kenapa mereka terlihat mesra sekali!" batin Angel merasa kecewa melihat laki laki tampan nya dengan wanita lain.


POV author


Hei Angel, gak pernah baca berita ya,


Semua Orang juga tau siapa mereka.


Laki laki tampan itu anak dari pemilik perusahaan tempat kamu bekerja,


Dan wanita itu adalah ISTRINYA.

__ADS_1


Makanya Awas jangan pernah mengganggu hubungan mereka.😤😤


__ADS_2