
Kenan mulai melangkah kan kakinya, dia mulai menjalani rutinitasnya setelah kembali lagi kejakarta.
Serasa tidak ada yang beda,
hari ini merupakan hari dimana
setiap orang mengawali rutinitasnya kembali setelah beristirahat dari libur akhir pekan mereka.
Seperti biasa jalanan mulai di penuhi kendaraan yang berlalu lalang,
kemacetan di jalan raya sudah serasa menjadi makanan pokok yang akan terjadi setiap hari, yang harus mereka lalui.
Begitu pula dengan Kenan karena hari ini adalah hari pertamanya dia akan masuk ke kampus baru nya.
Dengan setelan santai seperti biasanya dia melaju di antara sekian banyak orang yang melintasi di jalanan, namun kemacetan tidak membuat halangan bagi nya untuk terus melaju cepat,
karena memang dia sengaja mengendarai motor sport ninja nya agar bisa menyalib setiap kendaraan yang ada di depannya.
Mulai hari ini dia akan berbaur dengan orang orang baru dan dengan kehidupan yang sederhana tanpa harus selalu di ikut sekretaris nya.
*
Keadaan di kampus sudah mulai ramai,
mahasiswa yang sudah mendengar kabar bahwa di kampusnya akan ada mahasiswa pindahan, mereka mulai berkumpul bergosip dengan teman teman nya.
~"Hei apa kalian sudah dengar akan ada mahasiswa baru di sini?"
antusias salah satu cewek di sana.
~"Cewek cowok?"
tanya yang lainnya penasaran.
~"Cogan dong."
jawab si cewek pembawa gosip tadi.
Seketika para cowok yang ikut bergosip di sana langsung galau karena mahasiswa baru itu bakal jadi saingan mereka.
~" Jadi penasaran se ganteng apa dia? apa dia bisa ngalahin ketampanan 2 cowok populer kampus kita ini?"
timpal salah satu cowok.
~" Jelas tidak mungkin dong dia ngalahin ketampanan 2 malaikat pujaan gue."
ledek cewek yang ada di sebelah si cowok.
~" Heh jaga kata kata loe, kedengaran oleh Sania bisa bisa di labrak loe sama dia,
karena berani ngedeketin 2 bodygart tampannya."
timpal cewek sang pembawa gosip.
~" Bercanda kali, mana berani gue berurusan sama si Sania itu."
~"Wakwakwak. "
Seketika mereka tertawa merasa geli dengan apa yang mereka bicarakan.
Karena memang di kampus sebagian orang mengenal Sania dengan sebutan wanita bermuka 2 yang selalu berprilaku manis, dan akan sangat menakutkan jika berhadapan dengan lawannya.
~"Woi diem jangan keras keras, mereka datang tuh."
seru cowok yang melihat 3 orang yang sedang mereka bicarakan.
~"Wah panjang umur mereka."
timpal yang lainnya.
Mereka yang bergosip seketika langsung diam karena Martin Roni dan juga Sania berjalan melewati mereka.
"Ada apa nih seru banget?"
tanya Martin sambil mendekati salah satu laki laki yang sedang berkumpul di depan gedung kampus mereka.
Karena memang jiwa keponya selalu menjadi bila melihat ada orang yang berkumpul riang pasti mereka sedang menggosipkan sesuatu.
Sedangkan Roni dan Sania memilih langsung masuk tanpa mempedulikan sekitar mereka.
"Kenapa gak jawab? apa lagi lagi kalian sedang menggosipkan kami?"
__ADS_1
tanya Martin dengan santai nya namun tangan nya mulai merangkul bahu laki laki itu dan sedikit mengeraskan pegangan tangan nya.
namun sebelum laki laki itu menjawab pertanyaan Martin tiba-tiba motor sport ninja melaju memasuki area parkiran kampus dengan suara yang menggema membuat semua orang menoleh melihat ke sumber suara.
"Sejak kapan di kampus kita ada yang
pergi ngampus pakai motor?"
tanya Martin heran sambil menurunkan tangan nya.
"Guys, apa mungkin itu mahasiswa baru nya? dia keren banget guys, sampai naik motor aja dia keren sekali."
ucap salah satu wanita di sana dengan mata yang menohok kagum.
"Wah kayaknya saingan baru gue tuh!! "
batin Martin yang mulai penasaran ingin tahu siapa gerangan mahasiswa baru itu, yang baru datang saja sudah menggemparkan wanita wanita cantik yang sedang nongkrong di depan gedung kampus mereka.
Karena rasa penasaran nya dia langsung menghampiri si pengemudi motor dan langsung mengagetkan nya.
"Woi loe mahasiswa baru ya?"
tanya Martin, belum melihat siapa dia karena dia masih belum membuka helemnya.
Kenan yang baru sampai, merasa tidak asing mendengar suara orang yang telah berani mengganggunya di saat pertama kali dia datang, dia langsung menoleh melihat siapa orang yang ada di belakang nya.
"Sial kenapa harus dia lagi si, kenapa sekretaris tak berguna itu tidak mencari tahu dulu siapa saja yang berkuliah di sini,
memang kebetulan yang menyebalkan."
batin Kenan mulia mematikan motor nya dan segera turun.
"Hei sombong sekali kau! aku sedang bicara pada mu, kenapa tidak menjawab?"
ujar Martin dengan suara kerasnya.
Kenan yang sudah merasa kesal dia langsung membuka helemnya perlahan, ingin sekali dia memukul teman nya itu yang selalu saja membuat onar saat bertemu dengan nya.
"Hei pembuat onar! apa begitu caramu menyambut mahasiswa baru hah "
kesal Kenan dengan suara yang tak kalah keras dari suara Martin.
"Kenan, ****** gue, kenapa bisa dia sih! "
batin Martin yang terkejut dan mulia cemas karena dia salah sasaran lagi.
"Ka... kapan kau kembali ke Jakarta?"
tanya Martin yang sudah gelagapan karena di tatap tajam oleh Kenan.
" Kenapa gue harus ketemu loe lagi si?"
ujar Kenan menggerutu kesal.
"Seharusnya gue yang nanya, kenapa loe bisa ada di sini?
jangan bilang loe kembali dan kuliah di sini karena Sania?"
tanya Martin yang masih tak percaya bahwa yang ada di hadapan nya benar benar Kenan.
"Jangan sembarangan loe! gue gak tahu kalau kalian kuliah di sini"
kilah Kenan dengan suara ketusnya.
"Melihat loe di sini gue jadi gak percaya kalau loe beneran sudah ngelupain Sania."
ujar Martin masih ngeyel.
"Terserah, percaya atau enggak bukan urusan gue."
ujar Kenan sambil berlalu ninggalin Martin.
"Ken....! tunggu, gue masih ingin bicara awma loe."
ujar Martin sambil berlari mengejar Kenan.
Namun kenan tidak mempedulikan Martin, dia hanya fokus berjalan untuk masuk ke dalam.
"Ayolah Bro, gitu aja marah!
gue hanya ngingetin loe, kalau beneran loe sudah ngelupain Sania, jangan beri harapan pada nya, gue takut cewek lo yang akan kena akibatnya."
__ADS_1
ujar Martin sambil meraih bahu Kenan.
"iya! loe gak bilang saja gue udah tau"
jawab Kenan.
"Bagaimana ya reaksi Sania kalau lihat loe kuliah di sini?
dia juga pasti akan nyangka, kalau loe seolah kasih harapan buat dia agar bisa dekat lagi dengan loe."
ujar Martin.
"Sudah lah jangan terus membahas itu gue sudah senang dengan kehidupan gue sekarang, jangan ngebahas masa lalu mulu."
ujar Kenan merasa kesal karena Martin terus saja membahas Sania.
"Ngomong ngomong gimana hubungan loe ama Ze sekarang? apa sudah lebih baik?"
tanya Martin penasaran.
"Sudahlah jangan banyak bicara, ayo kita masuk aja?"
ucap Kenan yang sudah kesal dengan pertanyaan Martin.
Mereka pun langsung bergegas masuk untuk menjalani mata kuliah nya.
berjalan beriringan melewati mahasiswa yang bergosip tadi.
~"Wah dia ganteng banget gak sih?
Martin dan Roni aja kalah ma dia,"
ucap salah satu cewek.
~"Kayanya dia bakal jadi incaran si Sania tuh."
timpal cewek lainnya.
~"Heh jangan asal bicara loe, bukankah Sania sekarang sedang dekat dengan si Roni? "
timpal yang lainnya lagi.
~"Iya, lagi pula kayaknya tuh mahasiswa baru gak akan ngalahin kepopuleran si Roni,
secara si Roni kan anak orang tajir, hahaha."
ucap si cowok yang mengagumkan kepopuleran si Roni.
Karena merasa waktu jam kuliah sudah mulai mereka semua mulai pergi masuk ke dalam ruangan.
Martin dan Kenan kini mulai masuk ke ruangan, seketika semua mata tertuju pada mereka berdua,
dengan santai nya Kenan berjalan tanpa mempedulikan orang orang yang berbisik membicarakan nya menuju ke pojok ruangan.
~"Apakah dia mahasiswa baru itu?"
bisik bisik wanita yang duduk persis di sebelah Sania.
~"Sepertinya iya, kok dekat banget ya ama si Martin, emang dia siapa sih?"
tanya wanita yang ada di sebelah nya.
Hingga bisikan mereka membuat Sania penasaran dan langsung menoleh kebelakang dan betapa terkejutnya dia saat melihat sosok laki-laki yang menjadi sorotan semua orang.
"Kenan, jadi mahasiswa baru yang di gosipkan mereka itu kau."
seketika Sania pun memasang senyum lebar, merasa bahwa kedatangan Kenan adalah pertanda bahwa Kenan masih memiliki perasaan pada nya.
"Ku harap kamu ke sini karena ingin memperbaiki hubungan kita, dan memulai nya dari awal Kenan"
Dengan senyum bahagia Sania terus memandangi Kenan,
namun Kenan sendiri tidak sadar bahwa Sania terus memandangi nya.
.
.
.
.
__ADS_1