
Kenan dan Ze kini mulai melanjutkan lagi perjalanan mereka.
setelah beberapa menit perjalanan kini mobil yang ditumpangi mereka mulai melewati kawasan yang sepi penduduk,
mata Ze langsug dikagetkan saat melihat pemandangan di luar. area persawahan yang luas, pepohonan yang hijau terasa sangat indah dan menenangkan hati saat melihatnya
Ze perlahan menurunkan kaca mobilnya mengeluarkan jemari tangannya, merasakan sejuknya angin yang mulai menyentuh lembut ke seluruh tubuh nya..
menghirup udara berkali-kali merasakan kesegaran udara yang sejuk tanpa ada polusi sedikit pun.
"kak!! di sini indah Sekali"
dengan mata yang berbinar takjub melihat ke indahan di sekeliling nya. Ze terus saja memasang senyum lebar di wajahnya.
Kenan yang melihat ekspresi Ze hanya menggelengkan kepalanya. dan memasang senyum kecil di wajahnya.
memang gadis bodoh, apa dia tidak pernah melihat pemandangan seperti ini.? kenapa terlihat se senang itu.hahahah
tidak membutuhkan waktu lama kini mereka sampai di tempat yang di tuju. sebuah Villa yang terletak di wilayah pedesaan,
Villa inilah yang menjadi tempat peristirahatan bagi Kenan di saat lelehnya, tempat yang menjadi saksi bisu di saat masa masa sulit Kenan saat menentang keras Perjodohan dengan wanita pilihan Ayahnya.
hari inilah kali pertama Kenan mendatangi tempat ini, setelah dia memutuskan untuk pergi ke Surabaya.
namun kali ini beda dengan dulu,
dulu saat dia Mendatangi tempat ini, selalu penuh dengan kekesalan dan rasa setres nya, karena kesal mendengar perkataan Surya.
tapi kali ini dia kemari penuh dengan kebahagiaan, karena ternyata wanita pilihan Ayahnya itu adalah wanita yang berhasil mencuri perhatian nya, dan kini sudah menjadi istrinya yang sangat ia cintai.
~
Kenan pun mulai menepikan mobilnya di pekarangan villa, mematikan mesin mobil nya, mulai melepas sabuk pengaman dan membuka pintunya untuk segera keluar.
"kita sudah sampai, ayo turun!"
Kenan pun mulai turun sambil mengambil barang barang yang tadi mereka beli.
"ini villa siap kak?"
Ze yang sudah turun mata nya langsung di kaget kan karena ternyata Kenan mengajaknya ke sebuah villa yang terletak di sebuah pedesaan dengan suasana yang sunyi dan udara yang sejuk.
memang tidak terlalu besar namun suasana nya membuatnya merasa nyaman saat pertama kali Ze menginjakkan kakinya di sana.
"ini Villa ku,, ayo masuk!!"
Ze pun mulai melangkahkan kakinya, berjalan mengikuti Kenan yang sudah berjalan lebih dulu dan mulai membuka pintu Villa itu.
Kenan yang sudah masuk ke dalam langsung menyimpan barang barang yang ia bawa sedari tadi.
"heuuhhh dari dulu di sini memang tempat paling nyaman untuk beristirahat"
dengan menghenbuskan nafas panjang Kenan langsung mendudukkan tubuhnya di atas sofa. merasakan kenyamanan Villa yang sudah lebih dari 2 tahun tidak ia kunjungi.
Ze yang baru masuk langsung terkagum kagum, melihat keadaan di dalamnya.
meskipun dari luar terlihat bisa, namun di dalamnya terlihat nyaman dan megah. di tambah kaca besar transparan yang terpasang di dalam, membuat mata Ze bisa melihat jelas pemandangan indah dari dalam sana
"duduk lah!! kenapa masih berdiri di sana?"
Kenan pun mulai meraih tangan Ze dan menarik nya untuk duduk di sampingnya.
"apa Kak Ken sering ke sini??"
Ze yang sudah duduk di samping Kenan, mulai bertanya namun lagi lagi di kaget kan, karena dengan tiba tiba Kenan menyandarkan kepalanya di bahu Ze.
apa sakit kepala nya belum sembuh juga, kenapa kemanjaannya melebihi kemanjaan Naura yang selalu gelendotan sana sini.
walaupun menggerutu dalam hati, namun Ze langsung memposisikan badan nya, agar Kenan lebih nyaman bersandar di bahunya.
"dulu sering ke sini,, sebelum memutuskan untuk pergi ke Surabaya, ini tempat yang sering aku kunjungi sebagai tempat beristirahat. tidak ada yang tahu aku mempunyai Villa di sini termasuk
Ayah dan Bunda mereka pun tidak aku beri tau."
"kenapa?". tanya Ze
"ini teman persembunyian ku. saat ayah mulai mengomel, makanya aku tidak memberitahu mereka, "
merasa lucu mendengar Perkataan Kenan, Ze pun langsung membentuk senyum di bibir nya.
"apa dia dulu senakl itu? kenapa sampai mempunyai tempat persembunyian segala"
"kenapa tersenyum, kau meledek ku?"
ketus Kenan karena melihat ekspresi Ze yang langsung tersenyum saat mendengar perkataan nya,
"tidak!! siapa juga yang meledak? hanya lucu saja, kesalahan apa yang di perbuat kak Ken, sampai harus bersembunyi segala.?"
tanya Ze yang masih sibuk dengan tawanya.
"jangan menertawakan ku, asal kau tau, dulu aku selalu bersembunyi karena kesal saat Ayah selalu saja membahas tentang perjodohan kita"
karena kesal melihat Ze yang terus menertawakan nya. akhirnya Kenan menceritakan alasan kenapa dia sampai membeli sebuah villa yang ada di pedesaan dan jauh dari keramaian.
Ze seketika menghentikan tawanya . entah perasaan apa yang terselip di hati nya saat mendengar perkataan Kenan.
Kenan yang menyadari perubahan ekspresi Ze, dia langsung merubah posisi duduk nya.
__ADS_1
mengunci tubuh Ze dengan kedua tangan nya yang ia tempel kan ke sofa, dengan mata yang terus menatap Ze.
"kenapa?? kau merasa kecewa mendengar perkataan ku?"
dengan senyum kecilnya Kenan terus saja menatap Ze, tanpa mempedulikan Ze yang sudah gelegapan karena tingkah nya.
"ti,,,tidak"
"kenapa menatap ku seperti itu,? kalau kau kesal karena perjodohan ini, kenapa selalu saja memperlakukan ku seperti ini"
"lalu kenapa kau malah mau menikah dengan ku? bukankah kau selalu menolak perjodohan ini?"
tanya Ze dengan suara ketusnya,
karena jarak yang cukup dekat membuat Kenan merasakan hembusan nafas berat Ze saat melontarkan pertanyaan pada nya.
membuat Kenan terus saja memasang senyum kecil di bibir nya. semakin ingin terus mengerjai istri nya,
"cup"
satu kecupan mendarat di bibir mungil Ze.
merasa heran pada istrinya itu, yang masih saja tidak peka, kalau sebenarnya ia ingin menikah dengan nya. karena dia benar benar memang mencintai nya.
"apa aku masih harus menjawab pertanyaan mu?"
Ze hanya mengangguk kan kepalanya, mencekam kan tangannya ke sopa merasa terlalu gugup karena mata Kenan yang terus menatap nya.
di tambah lagi senyuman manis yang terus terukir di bibir nya.
"karena aku sudah menyukaimu sebelum aku tahu bahwa kau adalah wanita yang di pilih Ayah untuk menjadi istriku"
seketika wajah Ze langsung merah merona malu mendengar perkataan Kenan.
antara malu dan senang mendengar perkataan Kenan.
merasa gemas melihat ekspresi Ze, Kenan langsung memposisikan wajah nya, mulai meraih tengkuk Ze sedikit mengangkat nya. dan mulai mencium lembut bibir mungil nya.
deg. deg. deg.
debaran jantung Ze yang sudah tidak bisa di kondisi kan. hingga membuat dia tidak bisa menarik nafas nya dengan benar.
Kenan yang menyadari nya.langsung melepas ciuman nya.
"I Love you my wife"
ucap Kenan dengan suara khas nya. sambil mencubit ujung hidup Ze, menyadarkan Ze dari keterkejutan nya.
"aku sangat lapar,, ayo ke dapur,!! kau harus memasak sesuatu untuk suami mu!!"
berusaha mengalihkan suasana dari keterkejutan Ze yang langsung terbengong diam.
"apa aku tidak sedang bermimpi? dia benar benar mencintai ku?
aaaaa kenapa aku mendengar nya senang sekali"
Ze yang masih mencerna kata kata Kenan saat dia menyatakan perasaan nya.
Ze hanya menohok kaget sampai tidak mendengar Kenan yang menyuruh nya ke dapur.
"Ze! kenapa masih diam? ayo sini!!"
lagi lagi Kenan memasang senyum di wajahnya, karena melihat Ze yang masih termenung karena ulah nya .
"iya,,iya,, aku ke sana"
Ze pun mulai melangkahkan kakinya menghampiri Kenan.
~
"aku harus apa kan ini semua"
Ze bingung melihat bahan pasakan yang sudah berjajar di depannya matanya.
sedang kan Kenan sudah cengengesan duduk santai di meja makan sambil memperhatikan Ze, yang ia suruh untuk menyiapkan makan untuk nya.
"Kak Ken!! kau mengerjaiku kan,, aku tidak bisa masak Kak,"
ini harus di apakan?"
Ze langsung melirik ke arah Kenan merasa kesal lagi lagi suaminya sukses mengerjai nya.
"terserah kau saja?"
dengan menahan tawanya, berusaha terlihat serius karena ingin melihat sampai mana Ze akan berusaha melayani nya.
Kini Ze mulai mempokus kan lagi pandangan nya pada bahan bahan yang harus ia masak.
terlihat di sana ada beberapa buah telur, sosis, wortel, dan juga bumbu masak yang terlihat lengkap.
Tangan Ze kini mulai meraih telur, dan mendekatkan sebuah wadah kecil yang sudah tersedia di samping bahan pasakan nya.
"bagaimana cara mecahinnya,?
akh menyebalkan sekali!!
kalau tau akan begini, mungkin aku akan belajar memasak dari dulu"
__ADS_1
Ze terus saja menggerutu kesal, karena memang dalam masalah masak memasak dia angkat tangan.
memang anak manja hahaha
Kenan pun mulai berdiri melangkah menghampiri Ze yang sudah bingung setengah mati, karena harus memasak bahan bahan yang ada di depannya.
"pakai ini dulu!"
berdiri di belakang Ze, sambil memasangkan celemek dan mulai mengikat kan tali celemek itu di pinggang Ze.
Ze yang merasa kaget dengan pergerakan Kenan yang tiba tiba muncul di belakang nya dia langsung mendudukkan wajah nya malu.
"kau benar benar tidak bisa?"
bisik Kenan di telinga Ze, dengan posisi masih berdiri tegak di belakang Ze.
"maaf". ucap Ze
"biar ku bantu!!"
Kenan pun mulai menggerakkan tangan nya, dengan posisi yang masih berdiri di belakang Ze, dengan pergerakan tangan yang seperti memeluk Ze dari belakang, tangan nya mulai meraih tangan Ze, dan mulai menggerakkan tangan Ze, menuntunnya mengambil bahan bahan yang akan di masak.
"ambil telur nya!!, langsung pecahkan dan masukkan ke wadah,,"
merasa gugup karena pergerakan Kenan di belakang, yang menuntunnya mengambil telur dan memecahkannya membuat
Ze Menolehkan kepalanya, melihat Kenan sambil sedikit mendongkangkan wajah nya ke atas, hingga membuat pandangan mereka saling bertemu.
kalau seperti ini, bukan malah memasak, yang ada aku tidak akan tahan untuk tidak memakanmu sekarang juga ~ batin Kenan
"aku tidak bisa Kak! kalau seperti ini yang ada telur nya bakal tumpah."
rengek Ze, karena biarpun Kenan menuntunnya, tapi Ze tetap tidak bisa melakukan nya.
"baiklah biar aku saja yang memasaknya."
akhirnya Kenan melepaskan tangan Ze. dan memutuskan untuk memasak nya sendiri, takut hasrat nya makin menggila. dan mulai
menggerakkan kakinya bergeser ke samping Ze.
"suka sosis atau wortel?? atau ingin dua duanya?"
tanya Kenan
"terserah kak Ken aja!"
"baiklah kita pakai dua duanya nya aja,"
dengan lihai Kenan mulai memegang pisau dan mulai memotong kecil kecil, dua bahan yang ada di depannya dan langsung masukkan ke wadah yang sudah berisi telur yang sudah ia masukan tadi, memasukan bumbu dan langsung mengaduknya,
kenapa dia sempurna sekali, sampai masak pun dia bisa, akh malu malu in banget si Ze, kau memang tidak bisa apa apa.
setelah menggoreng nya. Kenan langsung mengangkat nya dan langsung ia siapkan di atas piring.
dan jadilah omlet sayur sosis ala chef Kenan.
"kenapa masih bengong?? ni udah jadi ayo makan?"
Kenan langsung menarik tangan Ze, dan mengajaknya untuk duduk di meja makan.
~
"enak sekali"
kenapa bisa seenak ini
Ze pun terus melahp makanannya, merasa kagum pada suaminya, sampai tidak menyadari Kenan yang sedari tadi terus menatap nya.
"kebiasaan,, kalau makan pasti tidak mempedulikan orang yang ada di depanmu"
ketus Kenan membuat Ze terkekeh dan langsung memasang senyum lebar.
melahap makanan sambil terus menatap wajah Kenan.
"terimakasih suamiku"
Kenan pun langsung memasang senyum kecil di bibir nya.
"ini tidak gratis ya, kau harus membayar nya dengan setimpal."
ucap Kenan dengan memasang senyum jahilnya.
Ze pun langsung melebarkan matanya, mendengar perkataan Kenan apalagi melihat senyum jahilnya itu, membuat Ze mengerti apa yang di maksud oleh suaminya itu.
*
"hei kak, makanan nya aja belum turun sampai ke perut, kenapa aku harus langsung membayar nya, kau curang"
Ze yang sudah menghabiskan Makanannya menggerutu kesal karena Kenan dengan sigap langsung menggendong badannya dan langsung membawa masuk ke dalam kamar Villa nya.
dan akhirnya Villa yang dulu menjadi saksi bisu penolakan Kenan, kini menjadi saksi seberapa besar nya cinta Kenan pada Ze yang dulu tak pernah terbayang sedikit pun dalam pikiran nya bahwa dia akan mencintai wanita pilihan ayahnya.
.
.
.
__ADS_1
.