
Pagi hari di kediama keluarga Wijaya
Kenan sudah terlihat rapi dengan setelah jas nya, dasi yang masih tersampai di leher membuat nya, langsung berjalan menghampiri Ze yang sedang duduk di kursi meja riasnya.
"Ze! tolong pasangkan dasiku!!"
dengan gaya santai nya Kenan kini sudah berdiri di belakang Ze, dan langsung membeli lembut kepalanya. merayu Ze meminta memasang kan dasi untuk nya.
Ze yang mendengar permintaan Kenan langsung Memasang senyum kecil nya, sambil melihat tubuh kekar suaminya yang terlihat jelas dari pantulan kaca di depannya.
ternyata kau punya sisi lemah juga, sampai tidak pernah bisa memasang dasi sendiri kalau kau sedang tidak terburu buru mungkin aku akan mengerjai mu. hahaha
Kini Ze mulai membalikkan badan nya langsung berdiri tegak dan mulai menggerakkan tangan nya untuk memasang kan dasi suami nya.
"Kak!?"
"hemm"
"apa benar akan ke kantor sekarang?
hari ini kan hari pertama ku akan ke kampus!! apa Kak Ken tidak akan mengantarkan ku?"
tanya Ze dengan tangan yang masih fokus memasang kan dasi Kenan.
"maaf,,! ayah menyuruh ku untuk ikut meeting tahunan di kantor, walaupun orang kantor tidak mengetahui siapa aku sebenarnya, aku harus mulai membiasakan mengikuti meeting di kantor pusat.
jadi mau tidak mau aku harus ikut meeting karena sekarang aku sedang bekerja sebagai bawahan dari paman mu."
ujar Keban menjelaskan.
"kenapa tidak ikut jadi panitia ospek di Kampus si? mungkin aku akan lebih mudah saat ospek nanti jika kak Ken yang jadi senior nya"
rengek Ze dengan senyum manisnya yang sudah selsai memasangkan dasi Kenan dan kini tangannya mulai merapihkan jas yang terpasang di badan kekar Kenan.
"aku terlalu sibuk bila harus ikut serta dalam kegiatan ospek kampus, lagi pula kau harus berusaha sendiri untuk melewati bimbingan dari senior nanti, jangan terus bergantung pada orang lain,"
ujar Kenan dengan suara datar nya sambil menjentilkan jari nya ke kening Ze
dan mulai menceramahi nya.
"iya iya,,,aku kan hanya bercanda,"
kilah Ze bicara dengan cemberut sambil mengelus ngelus kening nya.
~
Kenan dan Ze pun kini mulai turun kebawah, bergabung dengan Surya dan Widi yang sedang sarapan di meja makan, Kenan langsung mendudukkan badannya dan diikuti Ze yang duduk di sampingnya.
suasana yang tadinya sunyi kini mulai berubah karena Ze yang tiba-tiba bicara,
" Kak !! Apa aku boleh menyetir sendiri ke kampus??"
tanya Ze sengaja bertanya di depan Surya dan Widi sudah tahu bahwa Kenan tidak akan mengizinkannya,
dan dia mencari bantuan dari Surya dan Widi supaya Kenan bisa mengijinkannya.
" tidak" jawab Kenan dengan tegas
tuh kan dia pasti tidak akan mengijinkannya
"tapi Kak,,, Kalau antar jemput kan akan merepotkan, Lebih baik aku menyetir sendiri,!"
ucap Ze yang masih ngeyel dengan permintaannya,
" sekali tidak ya tidak"
sahut Kenan masih dengan suara tegas nya
"Ayolah Kak"
Ze masih terus berusaha kini dia memasang wajah yang melemas berusaha agar Kenan mengijinkannya.
Surya dan Widhi yang melihat tingkah dua anaknya itu hanya menggelengkan kepalanya dan memasang senyum kecil di bibirnya
"Biarkan saja dia menyetir sendiri mungkin dia ingin mencari suasana baru!!"
ucap Surya yang kini mulai membela anak gadisnya itu.
Ayah memang yang terbaik selalu tahu apa yang aku mau
"terserah". jawab Kenan singkat akhirnya tidak bisa berkata kata lagi karena Ayahnya malah membela anak gadisnya.
" tapi harus memakai mobil hadiah pernikahan dari ayah! kalau memakai mobil yang lama takut mesinnya akan tiba-tiba mati di tengah jalan"
seru Surya , yang sebenarnya dia juga mengkhawatirkan Ze takut terjadi sesuatu pada nya bila dia menyetir sendiri ke kampus,
"tapi yah! mobil itu kan mewah sekali,,, itu terlalu mencolok bila Ze memakainya ke kampus". tolak Ze
" jangan menolak sudah mending aku izinkan kau menyetir sendiri,, Jangan banyak menawar,, lakukan saja!, Kalau tidak aku sama sekali tidak akan mengizinkannya"
__ADS_1
ucap Kenan
" Baiklah"
akhirnya mau tidak mau Ze mengalah memilih untuk menggunakan mobil pemberian Ayah mertuanya daripada dia harus selalu diantar jemput oleh sopir Pribadinya.
~
kini mereka bersiap-siap untuk berangkat. Kenan sudah siap dengan mobilnya akan segera berangkat menunjuk Kantor Ayahnya.
sedangkan Ze sudah siap akan berangkat ke kampusnya,
" hati-hati di jalan Jangan ngebut-ngebut membawa mobilnya"
ucap Kenan yang terus saja menghawatirkan istrinya itu,
" jangan terlalu mengkhawatirkan aku Kak,, aku akan baik-baik saja aku juga akan menjemput Rani dulu agar kita bisa ke kampus bersama"
jawab Ze berusaha mengurangi ke kawatiran Kenan
" Baiklah Jaga dirimu!! aku ke kantor dulu,!"
Kenan pun berpamitan sambil memeluk Ze dan mengecup keningnya, mulai masuk mobil dan mulai melakjukannya.
*
Di sisi lain kegiatan ospek Kampus
para panitia kini sudah siap di posisi mereka masing , para mahasiswa baru satu persatu kini mulai berdatangan, memasuki area kampus dan memenuhi aula utama.
para senior yang sudah di bagi tugas, ada yang berkumpul di depan, bertugas untuk menyambut dan memberikan kartu tanda pengenal bagi setiap mahasiswa baru.
ada juga yang bertugas di aula utama untuk merapihkan para mahasiswa agar berjajar rapi, untuk bersiap siap menerima bimbingan dari senior mereka.
sedangkan ada yang masih sibuk di dalam sedang menyusun acar untuk kegiatan orieantasi nanti
*
suasana makin bising dengan ocehan para senior yang membicarakan Kedatangan para mahasiswa baru yang mulai berdatangan di kampus mereka.
namun ocehan mereka tiba-tiba terhenti karena mata mereka tersita dengan pemandangan di depannya yang melihat sebuah mobil sport mewah memasuki parkiran kampus.
mereka mulai berbisik siapa gerangan orang yang di dalam sana? dengan melihat mobilnya saja mereka menerka bahwa orangnya bukan orang kaya biasa seperti mereka,
mata mereka mulai dikejutkan ternyata orang yang turun dari mobil sana adalah dua orang wanita yang satu turun dari pintu kemudi dan satu lagi keluar dari kursi penumpang di pintu depan.
~" Bukankah yang 1 itu anak dari keluarga Nugraha??"
jawab Salah satu senior yang dulu pernah satu sekolah dengan mereka di SMA yang sama
~" beneran Bro itu Zepania anak yang lu taksir dulu kan,, Tapi loe langsung ditolak". hahaha
~"Wah jadi dia yang bernama Ze itu!! gila gak heran kalau kalian sampai ngefans ma dia, Dia memang benar-benar cantik banget.
obrolan para senior yang bertugas di depan kampus dengan mata yang terus menatap Ze.
di parkiran Ze dan Rani yang baru turun dari mobil langsung berjalan perlahan masuk ke depan kampus.
"wah Ze ini mah bukan kampus, ini lebih tepat seperti istana kerajaan, megah sekali!!"
ujar Rani yang merasa terkejut matanya mulai nengok sana-sini karena pertama kali melihat bangunan kampus yang megah dan besar .
" mulai deh lebay!! jangan malu-maluin biasa aja lihatnya". seru Ze dengan suara ketusnya Padahal dia sendiri saat awal melihat kampusnya langsung melohk takjub.
Mereka pun langsung berjalan menuju tempat para senior yang sedang berjajar bertugas membagikan tanda pengenal untuk para mahasiswa baru.
"Ze,,, bukankah itu kakak kelas kita dulu saat di SMA??"
bisik Rani karena merasa kenal pada beberapa senior yang pernah satu sekolah dulu dengan mereka.
" gue gak ingat". jawab disingkat
" Wah parah lo,,, Mereka aja Kayaknya masih mengingat kita, lihat aja cara memandang mereka!! apalagi saat melihat loe, kelihatan banget kalau mereka masih suka ma loe, mereka kan korban kekejaman loe saat dulu dengan dinginnya kau menolak cinta mereka,"
hahaha ..
"udah jangan banyak bicara!,,, ambil saja tanda pengenal nya dan kita langsung ke dalam"
seru Ze tidak mempedulikan pandangan para senior yang terus menatapnya dari tadi, dia hanya melihat para senior wanita yang sudah menyodorkan tanda pengenal ke hadapan Rani.
" Terima kasih Kakak"
mereka pun langsung masuk ke dalam menuju Aula dan berkumpul dengan para mahasiswa baru yang lain.
"Ze,, kita kayaknya yang paling siang deh??! tempatnya udah penuh kita kebagian di belakang"
ucap Rani saat mereka sudah sampai di aula
"kita nerobos aja, kalau di belakang tidak asik tidak bisa mendengar dengan jelas pengarahan dari para senior nanti"
__ADS_1
Ze pun mulai menarik tangan Rani dan mengajaknya menerobos mahasiswa lain sampai kini mereka berada di tengah-tengah para mahasiswa baru.
" maaf!! kita ikut berbaris disini" ucap Ze pada seorang wanita yang berjajar di sebelahnya dengan memasang senyum manisnya karena kedatangannya dengan Rani membuat sekelompok mahasiswa lain harus bergeser dari tempatnya.
Ze dan Rani pun mulai memposisikan badannya dengan benar agar bisa lebih nyaman berbaris bergabung dengan yang lain.
"Bukankah kak Kenan kuliah di sini?? Kenapa tidak kelihatan dari tadi??"
tanya Rani
"dia tidak ikut kegiatan ini dia lagi sibuk"
jawab Ze
beberapa menit kemudian para senior yang tadi bertugas di depan kampus kini mereka mulai memasuki Aula utama
bergabung dengan para senior yang sudah berdiri di depan aula Kampus berdiri berjajar sambil menunggu para senior yang masih ada di dalam.
Ze dan Rani kini terus saja melontarkan candaannya dan mulai berkenalan dengan sesama mahasiswa baru yang ada di sampingnya.
di sini lain terlihat Martin Roni dan Sania berjalan dengan para senior yang lain baru keluar dari ruangan kampus, mereka berjalan menuju Aula dan langsung bergabung dengan para senior yang sudah berdiri di sana.
Ze yang sedang asyik bicara dengan teman di sampingnya tidak menyadari kedatangan tiga teman suaminya itu, dia terus saja melontarkan candaan sampai terukir senyuman manis di wajahnya.
sedangkan di depan aula Martin sudah menelusuri setiap sudut Aula, melihat semua pera junior yang akan mereka bimbing.
matanya mulai melihat sosok Ze dan Rani yang berada di tengah-tengah Junior yang lain.
Bukankah itu pacar si Kenan?? Kenapa dia tidak bilang kalau pacarnya bakal kuliah disini ? batin Martin
sedangkan Roni yang berdiri di samping Martin dia sedang sibuk membaca lembaran kertas yang berisikan sebuah susunan acara ospek yang akan segera ia mulai,
"apa si Kenan tidak tahu pacarnya akan kuliah disini?? Kenapa dia malah menolak untuk menjadi panitia ospek, apa dia tidak takut pacarnya akan di goda senior lain??"
ucap Martin yang merasa heran
"Apa maksud lo??"
tanya Roni dengan mata yang masih fokus melihat lembaran kertas-kertas di tangannya
namun merasa penasaran sama perkataannya.
"itu pacarnya si Kenan juga kuliah di sini!!"
dengan santainya Martin berbicara sambil sikunya menyenggol tangan Roni yang ada di sampingnya.
seketika Roni langsung mengalihkan pandangannya saat mendengar kata "pacar Kenan" dia langsung tahu bahwa yang dimaksud oleh Martin adalah Ze. dan langsung melihat tempat yang di arahkan Martin.
"Zepania"
mata Roni langsung dikagetkan merasa terkejut melihat sosok Ze yang sedang tersenyum manis, yang berada diantara kerumunan junior junior disana.
"Ze kau di sini??"
batin Roni yang kini sudah berdiri mematung dengan mata yang terus menatap Ze yang ada di depannya dan sedikit membentuk senyum di bibirnya. meras senang sekaligus terkejut lagi lagi di pertemukan dengan wanita yang susah payahnya ia lupakan.
"kemana si Kenan menyebalkan itu?? di saat kau membutuhkan membimbingnya di sini, Kenapa dia malah tidak ada,, dasar pengecut!!"
kini tangan Roni mulai menggenggam keras kertas yang ada yang dia pegang sedari tadi. merasa kesal karena dia merasa Kenan tidak bisa menjaga wanitanya.
*
Rani yang sudah menghentikan percakapannya, matanya mulai melihat ke arah depan, bermaksud untuk melihat para senior yang berdiri di sana.
namun matanya malah di kaget kan saat melihat Roni di depan sana di tambah lagi saat melihat tatapan Roni yang sedang menatap lurus kearah Ze. yang ada di sampingnya.
"Ze!! apa kak Kenan tidak memberitahu kalau kak Roni juga berkuliah di sini.?"
tanya Rani yang kini tangannya mulai menarik tangan Ze agar dia bisa lebih dekat dengan nya, dan memberitahu bahwa Roni dari tadi sedang melihat ke arahnya.
"aku tahu". jawab Ze singkat.
"Ze!! kak Roni dari tadi menatap mu, dan tidak memalingkan pandangan nya sedikit pun, apa kau tidak menyadari nya?"
ujar Rani sambil menunjukkan arah Roni yang berdiri di depan sana.
mendengar kata kata Rani, Ze pun langsung melihat ke arah Roni yang berdiri di depan.
"Kak Roni"
seketika pandangan mata mereka bertemu dengan cukup lama.
kenapa malah harus melihatnya di awal pertama masuk Kampus??, dan kenapa dia malah menjadi senior yang akan membimbing kegiatan orientasi ini, kalau dia senior nya mana bisa aku akan kabur untuk menghindari nya.
hati Ze yang mulai tidak tenang kini dia memundurkan langkahnya, mengalihkan pandangannya, dan bersembunyi di balik badan Rani, berusaha untuk mengalihkan pandangan Roni, agar tidak terus menatap nya.
"kak Kenan,, kenapa kau tidak ada di sini"
batin Ze yang sudah merasakan gelisah, sambil meremas kedua tangannya. menenangkan pikiran nya di balik badan Rani.
__ADS_1