
Rani kini hanya berdiri mematung melihat dua pasangan yang selalu terlihat mesra membuatnya serasa seperti nyamuk yang menjadi pengganggu di antara ke duanya,
Rani akhirnya memilih terlebih dulu memesan makanan dan duduk di meja yang lain,
meskipun Ze terus memintanya untuk bergabung, namun dia nya yang bakal canggung, hingga memutuskan untuk duduk di meja lain meninggalkan mereka.
Kenan kini mengajak Ze untuk duduk di salah satu meja di Kantin, menyuruh nya untuk duduk tenang , seperti menyuruh seorang anak yang sedang meminta makan, karena melihat ekspresi Ze yang terlihat girang saat sudah mendengar makanan.
dan dengan cepat Kenan langsung memesan makanan untuk mereka,
tidak membutuhkan waktu lama sang pelayan kantin sudah datang membawakan pesanan Kenan,
terlihat 2 piring Spageti di siapkan sang pelayan. di taruh di meja di depan mereka.
karena sudah tau napsu makan istrinya sekarang menjadi dua kali lipat lebih besar dari sebelum nya, khusus untuk Ze, Kenan memesan satu berporsi jumbo, dengan minuman satu gelas es lemon.
dan yang satu nya lagi dengan porsi bisa untuk nya.
karena sudah tau Ze suka mual saat sudah meminum air putih,, Kenan mulai pengertian dan mengganti minuman agar Ze tidak mual muntah lagi.
dengan cepat Ze pun langsung menyantap makanan nya, dalam keadaan seperti biasa pun Ze terkenal rakus, apalagi sekarang di saat masa kehamilannya.!!
Kenan yang melihat nya hanya bisa menohok heran sampai sampai dia lupa akan makanan di depannya karena terlalu fokus melihat Ze yang sedang makan.
"Ze,,,bisakah kau pelan sedikit,,, tidak ada yang akan mengambil makanan mu,, kenapa harus terburu buru sekali" Gerutu Kenan.
"siapa yang terburu buru?, perasaan,,, aku makan bisa saja" kilah Ze dengan santai nya.
"iya itu bisa menurut mu,,, tapi menurut orang normal kau seperti orang yang sedang kelaparan," gunam gunam Kenan heran melihat kerakusan istrinya.
" orang orang di sini dari tadi memperhatikan kita Ze,,, mungkin orang kira aku tidak memberi mu makan di rumah, sampai kamu makan serakus itu"
imbuhnya lagi
"iya iya,,, aku pelan pelan,, " mulai patuh menyantap makanan nya dengan pelan sambil tersenyum menatap Kenan " Kak Ken sendiri kenapa tidak makan?" tanya Ze kini mulai memperhatikan Kenan yang ada di depannya.
"sudah kenyang,," jawab Kenan singkat.
membuat Ze langsung tersenyum mendengar jawaban cuek Kenan.
sudah tau bahwa suaminya sebenarnya bukan menggerutu cara makan Ze yang terlihat rakus, namun dia menggerutu karena saat Ze sedang makan dia suka melupakan Kenan yang ada di depannya.
"apa mau aku suapi,,?" tanya Ze dengan suara manjanya, kini dia melahap makanan namun mata tidak lepas menatap Kenan.
"sebenarnya dia tuh lebih lucu kalau sudah cemburu hanya karena makanan,, tapi kalau terus di biarkan bisa bisa di akan mengambil makanan ku"
berucap dalam hati, dengan terus memasang senyum di bibirnya.dengan mata tidak lepas menatap Kenan di depannya, membuat Kenan langsung tersenyum kecil melihat tingkah lucu istri mungil nya,
"aku bisa makan sendiri,, kau makan saja makanan mu" ketus Kenan padahal dalam batin nya sudah cengengesan
kini Kenan mulai menyantap makanan nya.
~
"Kak,,, sepertinya baju ku sudah cukup kering,, kau bisa memakai baju mu lagi" seru Ze dan mulai melepaskan pakaian Kenan.
"tidak usah di lepas,, pakai saja,, besok besok jangan pernah memakai pakaian tipis lagi kalau mau keluar rumah, kalau pakaian nya setipis itu, sama saja kau keluar seperti tidak memakai pakaian" seru Kenan mulai mengomeli istrinya
"iya, maaf" jawab Ze patuh sambil menundukkan kepalanya karena malu pada suaminya.
"aku akan telepon Bunda untuk menyuruh pelayan rumah untuk mengantar kan pakaian ganti ke sini,, karena setelah kuliah selesai kita tidak akan langsung pulang ke rumah" kata Kenan sambil mulai mengambil hp nya. ingin menelepon Widi.
"emang kita mau ke mana Kak?? apa kita mau ke hotel tempat Kak Ken kerja?" tanya Ze mencoba menebak.
"bukan,, kita akan ke dokter kandungan untuk memeriksa kehamilan mu" jawab Kenan sambil melakukan panggilan kepada Widi.
"ada apa Ken??" tanya Widi di sebrang sana saat sudah mengangkat telepon dari anaknya.
"Bun,, tolong suruh pelayan antarkan pakaian ganti aku dan Ze ke Kampus sekarang,,!"
pinta Kenan.
"apa yang kalian lakukan sampai harus ganti pakaian segala,,?" tanya Widi penasaran sudah memikirkan yang tidak tidak.
"baju Ze ketumpahan air minum jadinya basah dan sekarang Ze memakai baju Ku, cepet ya Bun Kenan tunggu,
kita tidak akan langsung pulang ke rumah karena mau mengecek kehamilannya Ze ke dokter kandungan,'" seru Kenan
"iya Bunda suruh pelayan sekarang,, awas hati hati, jaga calon cucu Bunda ya!!"
"iya Bun,, Ken tutup dulu ya"
Kenan pun mulai mengakhiri panggilan nya.
setelah mereka menghabiskan makan mereka Ze memutuskan untuk kembali lagi ke ruangan nya, dan di antar oleh Kenan sampai ke depan pintu ruangan,
walaupun Ze terlihat aneh karena memakai baju Kenan yang begitu longgar saat di pakai oleh nya, namun itu lebih baik dari pada memakai pakaian yang di pakai nya sekarang, terlebih itu tidak di sukai suaminya.
ternyata saat Kenan mengantar Ze sampai depan, ada beberapa pasang mata yang mempertahankan mereka.
~" apa mereka tidak pernah bertengkar?? kenapa makin hari mereka makin mesra sekali,,!
~" mau banget dong punya cowok kayak Kenan,, perhatian banget sama istri,"
~" setia lagi,,sepertinya gue belum pernah liat Kenan deket deket sama wanita lain"
~" iya bener tuh,, beda banget sama si Ze,, yang tiap hari selalu nempel sama si Pano anak pemilik yayasan ini,, "
~" memang ganjen amat ya si Ze,, mentang mentang anak orang kaya, bisa bertingkat seenaknya,, apa gak cukup ya punya laki ganteng kayak Kenan, serakah amat"
obrolan para wanita di dalam ruangan yang sama seangkatan dengan Ze, mereka bicara dengan seenaknya, tidak tau bahwa Ze sudah ada di belakang mereka dan mendengar semua pembicaraannya
tanpa bersuara Ze tiba-tiba duduk di dekat wanita yang terakhir berbicara, langsung merangkul pundaknya, menatap nya dengan kesal,
membuat wanita itu terperanjat terkejut.
namun tanga Ze tidak hanya diam di pundak nya saja, karena terlalu kesal pada wanita itu kini tangan Ze mulai membelai rambutnya,
"kenapa jadi diam, bukannya lagi pada asik ngobrol ya" dengan tersenyum manis padahal tangannya di belakang dengan keras menarik rambut wanita itu melampiaskan kekesalan nya.
" Apa yang kau lakukan Ze,?" teriak wanita itu karena merasa kesakitan saat Ze tiba-tiba menarik rambutnya,
" gimana??? sakit kan???,,,, namun sakit nya tidak seberapa daripada kata kata mulut loe yang lebih menyakitkan," tegas Ze sambil melepaskan tangannya.
"lain kali jaga mulut lo,,sirik ya,, hahaha" tertawa lucu " jangan suka sirik ma orang, orang sirik tuh tanda tak mampu"
ledek Ze sambil menjulurkan lidahnya, langsung beranjak dari duduknya Dengan tersenyum penuh kemenangan. dan pergi meninggalkan mereka.
mereka yang tadinya bicara riang kini langsung terbungkam diam. tidak berani bersuara lagi.
Ze yang sudah pergi dengan kegirangan langsung menghampiri Rani, dan langsung duduk di samping nya
sedangkan Rani yang melihat tingkah sahabat nya itu, hanya memukul jidat nya heran, melihat tingkah Ze yang malah seperti anak kecil yang sudah bertengkar dengan temannya.,
__ADS_1
"Zepania,, sejak kapan loe ngurusin orang kaya gitu,, biasanya loe cuek cuek aja" ucap Rani sambil menyenggol tangan Ze memakai sikutnya.
"haha hanya ingin main main saja"
jawab Ze sambil tertawa puas.
***
di depan gerbang kampus semua orang sudah bergemuruh,, para mahasiswa mulai berhamburan keluar, karena kuliah hari ini sudah berakhir,
semua mata tertuju pada beberapa mobil yang terparkir di depan gerbang.
semua bertanya siapa mereka?? dan mau apa mereka berada di depan Kampus mereka, karena tidak ada satu orang pun yang keluar dari mobilnya.
dan ternyata itu Surya Widi dan beberapa pengawal nya, Mereka pergi ke Kampus
karena saat tadi Kenan menelepon Widi dan memberitahu bahwa mereka akan ke dokter kandungan,,
Widi langsung kegirangan dan langsung menghubungi Surya, agar mereka bisa sama sama ke sana,
rasa senang mereka karena akan segera mendapatkan seorang cucu, tidak bisa terbendung, hingga mereka memutuskan untuk ikut mengantar Kenan untuk memeriksakan Ze ke dokter kandungan.
mereka pun ingin mengetahui secara langsung apa yang di katakan oleh dokternya, mengenai keadaan mantu kesayangan mereka, dan calon anak di dalam perut nya.
kebahagiaan mereka tidak sampai di situ, Widi juga menelepon Maya dan memberitahu mereka, membuat mereka sama sama ingin ikut mengantar untuk mengetahui keadaan Ze dan juga calon anaknya.
begitu pula dengan Surya dia langsung memerintahkan beberapa pengawal nya untuk ikut dengan mereka untuk berjaga jaga takut kejadian seperti saat di kelinik terjadi kembali. dan akan membahayakan menantunya.
namun mereka sengaja tidak memberi tahu Kenan, karena kalau Kenan mengetahui nya, dia pasti akan menolak,
~
di dalam Kampus Kenan dan Ze terlihat berjalan beriringan menuju ke parkiran.
"Kak,, bukannya sudah menyuruh pelayan untuk mengantar pakaian ganti ke sini?? kenapa belum ada juga ya?" bertanya sambil memposisikan baju Kenan yang kedodoran di badan nya.
"kenapa,, gak nyaman ya?" tersenyum kecil sambil mengelus kepala Ze merasa lucu melihat istrinya yang malah seperti kupu kupu yang akan terbang saat memakai baju nya.
Ze hanya mengangguk kan kepalanya, dengan ekspresinya yang malah terlihat makin imut menggemaskan seperti boneka hidup di mata Kenan.
"kita bisa menunggu di mobil,, kalau sudah di dalam mobil kau bisa membuka bajunya kalau itu tidak nyaman" Kenan pun langsung menggenggam tangan Ze dan berjalan dengan cepat ke parkiran.
namun langkah mereka terhenti karena mendengar sura panggilan di ponsel Kenan, membuat Kenan langsung mengangkat nya, karena panggilan itu dari Widi.
"Bun mana pakaian ganti nya?" ucap Kenan langsung bertanya karena sudah menunggu nya dari tadi.
"Bunda sudah di depan,,, kenapa kalian belum keluar juga,,??
cepat ya Bunda tunggu" bicara sambil tersenyum Widi langsung mematikan telepon nya. membuat Kenan kebingungan.
"kenapa Kak,,?" heran melihat ekspresi suaminya.
"katanya Bunda sudah di depan,, ayo" Kenan pun mengurungkan niatnya untuk ke parkiran dia langsung mengajak Ze untuk menemui Bunda nya di depan.
~
"apa ini?? kenapa Bunda dan Ayah ke sini?? bukannya Ken, cuma minta di bawain pakaian ganti aja?? kenapa kalian juga kesini?"
tanya Kenan kaget saat sudah sampai di depan, dan melihat Widi dan Surya
ada di depan Kampusnya.
Widi yang melihat kedatangan Anaknya dia langsung memberikan pakaian ganti pada mereka.
"cepat ganti pakaian nya,,?" perintah Widi yang melihat penampilan mereka yang terlihat acak acakan.
Kenan yang kaget bukan cuma karena melihat Bunda dan Ayahnya saja, tapi Kenan dan Ze keget karena melihat 2 mobil yang juga terparkir di belakang mobil Ayahnya yang berlogokan Keluarga mereka, pertanda itu adalah pengawal bawahan Ayahnya.
"Yah,, ada apa?? kenapa mereka juga ada di sini??" tanya Kenan keheranan meminta penjelasan.
" Kalian akan ke dokter kandungan kan,,?
makanya tadi Bunda langsung telepon Ayah, kami juga kan ingin tau bagaimana kondisi anak cantik Bunda, dan calon cucu kita,, iya kan Yah?"
ucap Widi tersenyum girang.
"Ayah sengaja mengajak mereka untuk berjaga jaga" ucap Surya dengan santai
"jangan berlebihan dong Yah,, Ken kan bukan anak kecil,, Kenan bisa menjaga Ze walau tanpa bantuan mereka" gerutu Kenan kesal
"jangan menolak,, ini semua untuk kebaikan kita bersama" tegas Surya tidak mendengarkan keluhan Anaknya.
Kenan pun langsung terdiam tidak mau berdebat dengan Ayahnya
namun belum reda rasa kaget karena keberadaan Orang tua dan beberapa pengawal Ayahnya
tiba-tiba terlihat mobil Angga juga memasuki area Kampus dan langsung berhenti di depan mereka.
"Ayah,, Ibu,,!!!" sapa Ze kaget saat melihat Orang tuanya turun dari mobil dan langsung menghampiri nya,
"Kalian juga di sini,,?" tanya Ze sambil menyalami kedua orang tuanya dan di susul oleh Kenan yang juga menyalami mereka.
"iya sayang,, kami juga mau ikut mengantar kalian, Kami juga kan ingin mengetahui kondisi calon cucu kita"
ucap Maya yang ikut menghebohkan suasana.
membuat Ze dan Kenan langsung menggelengkan kepalanya melihat kekonyolan keduaorang tua mereka, yang langsung heboh hanya hal sekecil itu saja
"tapi Kita kan hanya ingin ke dokter kandungan saja,, kenapa kalian harus repot repot untuk mengantar Kita,
kita kan bisa pergi berdua saja" ucap Kenan yang sebenarnya merasa risi dengan kedatangan kedua orang tua mereka.
karena kedatangan mereka dan beberapa pengawal Ayahnya membuat semua mata mahasiswa di sana langsung tersita menatap ke arah mereka semua.
"emang kamu tau, harus pergi ke mana,, jika ingin memeriksakan kehamilan istri mu?"
ucap Widi yang malah meledak Kenan.
"ya ke Rumah sakit lah Bun,, masa ke bioskop" timpal Kenan tidak mau kalah.
"sudah jangan terus berdebat,, ayo kita berangkat sekarang,?" ajak Surya sudah tidak ingin mendengarkan perdebatan Kenan. hingga membuat parah pengawal dengan sigap langsung masuk ke mobil mereka masing-masing.
dan Kenan makin berdecak kesal dengan perlakuan Ayahnya yang ia rasa itu sangat berlebihan.
"Yah,, aku tau kalian mengkhawatirkan Ze,,
tapi tidak harus ramai ramai seperti ini kan,
kita kan hanya ingin memeriksa kandungan Ze saja, kenapa harus membawa pengawal banyak sekali, Ayah kira kita akan berdemo apa!!" ucap Kenan heran
"kalau ramai ramai seperti ini kan malah akan menarik perhatian orang" keluh Kenan masih tidak menerima kemauan kedua orang tua nya,
bukannya mendengarkan ocehan Kenan mereka malah cengengesan mendengarkan perkataan Kenan.
__ADS_1
"jangan terus membantah, cepat saja ganti pakaian kalian,, kita berangkat sekarang" tegas Surya tidak mendengarkan perkataan Kenan, padahal dalam batin nya dia cengengesan mendengarkan keluhan anaknya.
" baiklah terserah kalian saja,, "
Kenan pun langsung menarik tangan Ze mengajaknya untuk segera masuk ke mobil mereka yang masih terparkir di dalam parkiran Kampus,
~
sesampainya mereka di Rumah Sakit Dokter Dinda sudah menyambut kedatangan mereka,
karena memang Dinda merupakan teman dekatnya Widi, jadi Widi sudah memberi tahu nya bahwa dia akan memeriksakan kehamilan Anaknya ke Rumah Sakit tempat nya bekerja.
dengan senang hati Dinda pun langsung menyambut mereka dan langsung membawa mereka ke ruangan pemeriksaan,
Dinda belum pernah mengetahui anak dari temannya itu, sedari tadi dia sudah menerka nerka seperti apa anak dan menantu temannya, yang akhir akhir ini menjadi perbincangan berita di berbagi media, karena berita terungkapnya sosok pewaris keluarga Wijaya dan di tambah menggemparkan nya lagi ternyata dia sudah menikah dan istrinya sedang mengandung.
~
mereka kini sudah berada di ruang pemeriksaan,
Surya dan Angga mulai duduk di sebuah kursi yang tersedia di sana.
sedangkan Kenan dan Ze sudah duduk di depan Dokter di kursi meja kerjanya, dan di temani Widi dan Maya yang berdiri di samping mereka.
"hai cantik,,, ternyata ini wanita cantik yang berhasil meluluhkan hati seorang anak tunggal keluarga Wijaya, yang langsung mengungkapkan identitas nya, karena berusaha melindungi istrinya" ucap Dinda dengan begitu akrab nya,, karena memang sudah terbiasa dekat dengan Widi.
"iya,, Dia cantik kan,, gak kalah cantik dari anak mu kan?" sahut Widi dengan tersenyum girang meladeni perkataan Dinda,
karena memang mereka selalu terlihat heboh jika sudah bertemu.
"ya jelas dong,, mantu mu ini kan lebih muda dari anak ku,, ya jelas dia lebih cantik lah" ucap Dinda meneruskan berbincang dengan Widi.
Ze pun hanya tersenyum manis menanggapi perkataan mereka, dan beralih melirik Kenan di samping nya,, yang jelas jelas dia juga pasti mendengar perkataan mereka, namun Kenan hanya memasang wajah bisa saja.
karena masih kesel .
"Bun,, kita ke sini untuk memeriksakan Ze, bukan untuk arisan" ucap Kenan dengan ketusnya,
makin tambah kesal karena mereka malah terus saja berbincang bincang.
"iya,,,iya,,, tidak sabar sekali,," sahut Widi
Dokter Dinda pun langsung tersenyum kecil melihat tingkah anak sahabatnya itu. dan langsung berdiri untuk segera memeriksa Ze.
"Baiklah ,,,kita langsung USG saja ya sayang ,," ajak Dinda agar Ze mengikutinya masuk ke ruangan pemeriksaan ,
di ikuti Kenan yang tidak jauh dari Ze, dan tentunya 2 ibu ibu rempong, dengan segala kehebohan mereka, mereka terus mengikuti Ze, sampai sampai malah mereka yang sepertinya harus di periks.
Ze kini sudah terbaring di kasur tempat pemeriksaan, Dinda dengan lihai langsung memeriksa keadaan Ze, dari mulai mengecek tekanan darah,, dan semua pemeriksaan selayaknya yang bisa di lakukan.
kini tangan Dinda mulai berpindah mengambil sebuah jel dan langsung ia tuangkan pada perut Ze untuk memulai melihat keadaan janin di dalam perut sang ibu,
Wajah Dinda kini mulai fokus melihat monitor, meskipun yang terlihat hanya gambar buram hitam namun Dinda bisa mengetahui nya.
berbeda dengan tiga pasang mata yang hanya menonton saja mereka sama sekali tidak melihat ataupun mengerti apa yang ada dalam gambar monitor tersebut.
"gimana Din.,, calon cucu Ku baik baik saja kan?" tanya Widi sudah tidak sabar,,
"iya,, ini baik,,,"
usia kandungan nya masih muda, baru menginjak minggu ke 4,, janin nya saja masih susah di lihat,, karena biasanya di usia segini janin masih sebesar biji wijen, dan belum bisa terlihat dengan jelas saat di USG " jelas Dinda dan mulai menghentikan kegiatan nya, karena di rasa itu sudah cukup.
"kalian tidak perlu cemas, kehamilan muda memang selalu mendebarkan di tambah lagi ini kehamilan pertama, kekhawatiran memang selalu muncul, tapi tidak harus berlebihan ya,, " mulai mengambil tisu untuk mengelap Perut Ze
"ibu dan janin dalam kandungan nya sehat,,
namun karena biasanya dalam kehamilan muda itu sangat rentan, di usahakan lebih banyak istirahat, mengkonsumsi lebih banyak makanan yang mengandung Vitamin, karena itu sangat baik untuk sang ibu, dan pertumbuhan janin dalam perutnya."
"jika mual muntah,, di usahakan lebih banyak meminum air putih ya" ucap Dinda menjelaskan.
Dinda pun mulai duduk kembali di meja kerjanya.
"tapi Dok,, dia malah suka mual muntah kalau sudah minum air putih,, apa tidak apa apa jika seperti itu?" tanya Kenan kini dia mulai bereaksi, merespon perkataan Dinda, karena mengkhawatirkan Ze.
dan mulai duduk di kursi di depan sang Dokter.
sedangkan Ze terduduk di kasur di temani Widi dan Maya yang membantunya untuk turun dari sana.
Dinda yang mendengar perkataan Kenan langsung tersenyum kecil melihat ekspresi Kenan, karena terlihat jelas kecemasan tergambar di wajahnya.
"itu tidak apa apa,, saat mual muntah di usia kehamilan muda memang selalu berbeda beda," menjelaskan untuk menenangkan Kenan, kini Dinda beralih melihat ke arah Ze yang masih terduduk di sana
"namun usahakan air putih harus masuk ya sayang,, kalau merasa air putih nya tidak enak sampai mengakibatkan mual, untuk mengantisipasi nya, air putihnya harus di tambah sedikit air panas.
mungkin rasa hambar nya tidak akan terasa jika airnya hangat, " jelas Dinda memberi saran,
Ze pun langsung mengangguk mengiyakan nya.
"dan minumlah susu untuk ibu hamil,, untuk menambah asupan gizi untuk keduanya"
perintah Dinda.
kini Dinda mulai memposisikan lagi badannya, dan kini berhadapan lagi dengan Kenan.
"saya akan memberikan Vitamin, dan usahakan di minum tiap hari,, kalau bisa di minum sebelum tidur,, " perintah nya " awas ya ini tugas mu untuk mengingatkan istrimu, agar dia tidak lupa untuk meminum nya" menegaskan sambil menatap Kenan.
"dan jaga mood nya,, jangan biarkan mood nya tidak baik, jangan sampai marah berlebihan, dan yang lebih penting jangan sampai memberi tekanan pada nya, karena itu akan membuat kondisi nya jadi drop",
bisik Dinda menasihati Kenan, sengaja mengecilkan suaranya agar tidak terdengar sang empu yang di bicarakan.
membuat Kenan langsung tertegun kaget takut pantangan itu Kenan tidak bisa melakukan nya.
"jangan terlalu tegang,, seorang wanita yang sedang hamil jika mendapat perhatian dari suaminya, walaupun itu hal kecil itu akan membuatnya sangat senang" ucap Dinda berusaha menghilangkan ketegangan Kenan.
karena melihat reaksi Kenan yang langsung berubah. namun perkataan nya kini membuat
Kenan mulai bisa lebih tenang..
" semangat ya, bersiap siap untuk menjadi seorang Ayah,," dengan tersenyum lebar Dinda pun mulai berdiri dan menyalami Kenan.
dengan cepat Kenan pun langsung berdiri dan membalas uluran tangan Dinda..
"terimakasih Dok,," sahut Kenan.
Kenan pun mulai mendekati Ze dan langsung mengajaknya untuk segera keluar karena pemeriksaan nya sudah selai.
" kita pulang sekarang,, biarkan mereka di sini,,, seperti mereka masih ingin berbincang bincang" ajak Kenan sambil merangkul pinggang Ze,
mereka pun langsung pergi ke luar meninggalkan mereka,,
.
.
__ADS_1
.
.