
Di Kediama keluarga Wijaya
semua anggota keluarga kini terlihat sudah beres dengan sarapan mereka.
Surya Widi dan Ze terlihat sudah berjalan menuju ke ruang tengah untuk duduk berbincang.
berbeda dengan Kenan dia terlihat berjalan menaiki tangga melangkah menuju ke Kamar.
"Ze,, aku naik duluan ke atas, nanti kalau pelayan sudah menyiapkan cemilan, bawakan ke atas,,!" seru Kenan sambil terus melangkah ke atas.
"iya Kak" jawab Ze.
semua penghuni rumah hari ini menang terlihat santai, karena ini akhir pekan, menjadi kesempatan untuk mereka bisa berkumpul bersama di rumah, beristirahat,, tanpa harus memikirkan pekerjaan yang selalu rutin mereka lakukan.
namun berbeda dengan Kenan. karena hari hari kemarin di sibukaan dengan urusan Kampusnya. dia sampai tidak bisa fokus mengerjakan pekerjaan di hotel tempat nya bekerja. meskipun Kenan memberikan tanggung jawab nya pada Pak Anton, namun tetap saja ada beberapa pekerjaan yang harus Kenan sendiri yang mengurus nya.
hingga di akhir pekan ini, bukannya beristirahat Kenan malah harus membereskan semua kerjaan nya.
Kenan kini sudah duduk di kursi kamarnya dengan memakai kacamata yang terpasang di mata nya, Kenan mulai fokus menatap layar leptop di dapan nya, dan memeriksa semua pekerjaan yang telah pak Anton kirimkan ke email nya,
*
sedangkan keadaan di bahwa. Widi dan Surya terlihat berbincang riang
namun beda dengan Ze, dia sedang asik memakan cemilan yang ada di depannya
"enak,, kenapa aku baru sadar kalau cemilan ini enak sekali ya"
batin Ze yang terus melahap cemilannya, meskipun di mulutnya masih penuh dengan cemilan, namun terus melahap yang ada di tangannya, membuat mulutnya penuh dengan cemilan.
Surya dan Widi yang tadinya asik berbincang mereka mulai melihat ke arah mantu cantik nya, yang sedang sibuk dengan sebuah wadah cemilan di tangannya dan terus fokus memakannya.
"Ze sayang,, jangan terlalu terburu buru makannya nanti kamu tersedak" ucap Widi kahawatir.
" ini enak Bun" sahut Ze dengan suara tidak jelas karena mulutnya di penuhi cemilan.
" apa kau sakit?? dari kemarin Bunda lihatin wajah mu terlihat pucat, ?" tanya Widi
"tidak kok Bun,, Ze tidak apa apa?" jawab Ze singkat sambil terus memakan cemilan nya.
yang ia rasa makin terus memakannya makin teras enak.
"apa suami mu, berbuat ulah?? akhir akhir ini anak cantik Ayah tidak Seceria biasanya?" timpal Surya bertanya
"tidak Yah,, Ze baik baki aja,"
jawab Ze dengan suara santai nya. tidak terlalu menanggapi pertanyaan Surya, karena memang dia merasa bertingkah seperti biasanya.
"apa itu enak? sepertinya kau suka sekali dengan cemilan nya" tanya Widi. yang heran melihat Ze, walaupun menjawab pertanyaan dari mereka, tapi terus fokus pada cemilannya sampai menjawab pertanyaan mereka dengan cuek nya.
"lumayan" jawab Ze singkat
"sepertinya dia sudah ketularan oleh sikap dingin suaminya, sampai menjawab pertanyaan kita sesingkat itu"
batin Surya heran dengan sedikit memasang senyum di bibir nya merasa lucu melihat tingkah Ze yang super cuek. yang berbeda dari biasanya.
membuat Surya tertarik untuk mengerjai Ze,
ingin melihat ekspresi cuek nya jika dia mengambil cemilannya.
"sepertinya itu enak sekali,, Ayah juga mau dong, kamu kan sudah memakannya dari tadi"
ucap Surya sambil mengambil cemilan yang ada di tangannya Ze. dan langsung memakannya.
"Ayah,, itu cemilan Ze, kok malah di ambil"
protes Ze dengan suara ketusnya
"ayah juga mau," sahut Surya meledek
hahaha bener bener seperti Kenan saat kecil yang suka cemberut jika kemauannya tidak di laksanakan
"akh Ayah tidak seru, Ze ambil lagi aja"
dengan cemberut Ze langsung melangkah ke dapur, mencari cemilan yang bisa iya makan, karena rasanya perutnya masih mau di isi walaupun sudah sarapan, tetap saja rasa lapar nya tidak berkurang.
namun saat Ze ingin beranjak ke dapur, dia berpapasan dengan pelayan yang sedang membawa sebuah nampan yang berisikan 1 piring potongan buah-buahan dan 1 gelas air putih di sana,
"itu buat Kak Ken?! biar aku yang bawa Bi!," ucapn Ze sambil mengambil nampan dari tangan Si Bibi pelayan.
" Terima kasih non" jawab si bibi sambil membungkukkan kepalanya...
" Oh ya Bi,, tolong ambilkan cemilan yang lain lagi Ya dan langsung antarkan ke atas" perintah Ze
"baik Non,,,"
dan pelayan itu pun langsung pergi lagi ke dapur menjalankan perintah nona mudanya
Ze kini mulai melangkahkan kakinya menuju ke atas sambil membawakan nampan cemilan yang di minta suaminya.
Sesampainya di atas dia langsung masuk ke kamar dan melihat Kenan yang sedang fokus dengan pekerjaannya.
"Kak ini cemilannya"
ucap Ze sambil menyimpan nampan itu di atas meja dan duduk di samping kanan, kanan hanya menganggukan kepalanya karena masih sibuk dengan pekerjaannya.
Ze yang sudah duduk di samping kanan kini matanya mulai melirik kanan yang ada di sampingnya
"kalau sedang memakai kacamata seperti ini terlihat lebih dewasa!!"
batin Ze yang terus menatap lekat Kenan, sambil terselip senyum di bibirnya melihat ketampanan suaminya.
"apa ada sesuatu di wajah ku?? kenapa menatap ku seperti itu" bertanya dengan pandangan matanya masih fokus melihat layar di depan. namun menyadari kalau dari tadi Ze terus menatapnya.
"tidak ada apa apa" jawab Ze singkat tanpa memalingkan pandangannya melihat Kenan.
kini malah semakin lekat menatapnya
"jangan menatap ku seperti itu,, menakutkan sekali" ucap Kenan sambil menutupi pandangan Ze dengan sebuah kertas dan ia tempel di muka Ze,
"Kak Ken,," teriak Ze kesal.
Kenan malah tersenyum kecil tidak mempedulikan ocehan Ze, dan terus mengerjakan pekerjaan nya.
"Kak serius sekali si,, aku bosan Kak!!, apa ada sesuatu yang bisa aku kerjakan" tanya Ze
"kalau kau tidak ada kegiatan kau bisa menyuapiku" pinta Kenan
"baiklah" dengan cepat Ze mengambil piring berisikan potongan buah di nampan di depan nya.
"apa terjadi sesuatu?? kenapa dia jadi penurut begitu,, " batin Kenan.
"nih a a a"
Ze mulai menyuapi Kenan dan memiringkan tubuhnya menghadap Kenan, karena melihat Kenan yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
dengan senang hati Kenan langsung melahap suapan dari Ze,
__ADS_1
"glek"
Ze menelan ludahnya, saat melihat bibir Kenan yang sedang melahap buah yang ia suap kan pada nya,
"apa ini enak??! kenapa melihatnya memakan buah ini terlihat seperti enak sekali"
Ze pun mencoba memakan buahnya, untuk mencicipi nya.
"lumayan" batinnya sambil terus melahap buahnya,
"Kak apa buahnya kualitas terbaik?? rasanya kok lebih manis dari yang kemarin kemarin ya,, enak sekali"
terus bicara tapi mulutnya tidak berhenti melahap buah yang ada di tangannya.
"itu hanya perasaan mu saja, rasanya masih bisa saja,"
" lebih tepat nya kalah manis rasa bibirmu dari pada manis buah ini"
batin Kenan sudah cengengesan tanpa memalingkan pandangannya terus fokus pada layar leptop di depannya.
Ze terus saja menikmati potongan buah itu, yang menurutnya itu manis sekali, sampai membuat nya tidak bisa berhenti untuk memakannya.
Kenan yang menunggu suapan dari Ze, yang tidak kunjung menyuapinya dia
langsung melirik ke arah Ze, langsung terkejut melihat Ze yang ada di sampingnya.
kenapa dia lahap sekali, biasanya dia tidak terlalu suka buah buahan. kenapa sekarang malah memakannya sampai habis.
"Ze ,,, walaupun itu enak, tapi kau tidak harus menghabiskan semua nya kan, aku kan menyuruh mu menyuapiku kenapa kau malah memakan semuanya " ucap Kenan sudah menggelengkan kepalanya heran, melihat piring yang ada di tangan Ze, sudah bersih tidak tersisa satu potong buah pun.
" maaf,, habisnya ini enak si"
Ze yang merasa malu langsung tersenyum yang di buat buat, dan terus menatap suaminya.
malu sendiri karena dia juga tidak menyadari, kalau buah yang tadinya untuk suaminya kini malah habis di makanya.
"dasar rakus,,! kau harus menggantinya"
ucap Kenan datar nya yang kini mengalihkan pandangannya kembali fokus pada pekerjaannya.
"iya,, aku akan mengambilkan lagi, gitu aja kok marah " gerutu Ze mulai beranjak dari duduknya, namun terhenti karena tangan Kenan dengan cepat menghentikan pergerakannya.
"mau ke mana?" tanya Kenan dengan cepat menarik tangan Ze membuat Ze langsung duduk di pangkuan nya.
"bu,,- bu,,kankah Kak Ken menyuruh ku untuk mengganti buahnya,, aku akan mengambil nya lagi"
bicara dengan gelegapan karena terkejut dengan tatapan Kenan yang tidak bisa di artikan apalagi dengan jarak yang begitu dekat
apa dia benar benar marah?? kenapa tatapan seperti itu??
hei jangan menatap ku seperti itu, pikiran ku jadi mendadak kotor, kalau kau terus menatap ku dengan jarak sedekat ini. membuatku
ingin mencium bibir mu tau!
batin Ze menggerutu sambil menggigit bibir bawahnya, menahan pikiran kotor yang terlintas di otaknya.
"kenapa,,? aku tidak menyuruh mu menggantinya dengan buah lagi,, aku hanya ingin kau menggantinya dengan ini" dengan tersenyum nakal kini tangan Kenan mulai menyentuh bibir Ze, dan melepaskan gigitan gigi Ze yang menggigit bibir bawahnya.
dan dengan cepat Kenan langsung mengecup nya singkat.
"kenapa pikiran ku jadi mesum begini, rasanya bibir Kak Ken kok manis sekali,, waaa aku ingin mencium nya lagi"
batin Ze yang sudah merah merona karena malu,
" kenapa wajah mu merah sekali, bukankah ini bukan yang pertama kali nya"
goda Kenan merasa lucu melihat tingkah istrinya.
"apa??" tanya Kenan penasaran
"tutup mata mu" bicara sambil menunduk malu, namun rasa malunya terhalang karena keinginan nya,
"kenapa memang??" Tanya Kenan makin penasaran dengan kemauan istrinya
"tutup saja, jangan banyak bertanya"
bicara dengan nada sedikit tinggi sambil mendongkangkan wajah nya ke atas menatap wajah Kenan, merasa kesal, karena dia malah banyak bertanya.
"baiklah" karena melihat tatapan Ze yang sudah menatap kesal pada nya akhirnya Kenan pun langsung memejamkan matanya.
"sudah, sekarang kau mau apa" imbun Kenan yang penasaran apa yang akan di lakukan istrinya,
"cup"
dengan cepat Ze langsung menarik tengkuk Kenan, dan langsung mendaratkan bibirnya di bibir Kenan,
membuat Kenan terkejut dan langsung membuka mata nya. dan melihat Ze yang sudah menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"hahaha jadi ini permintaan mu,,?"
tidak kuat menahan tawanya, merasa lucu dengan permintaan istirnya.
"waaaa memalukan sekali si, kenapa juga aku mendadak ingin sekali mencium nya,, dia malah tertawa lagi, rasanya aku ingin lari saja"
"hei, kenapa malah menutup wajah mu,, kau malu?" ucap Kenan yang malah meledak Ze, membuat Ze mempererat tangannya untuk terus menutupi wajahnya.
"kau mau mencium ku, kenapa harus sesush itu,, cepat buka!! kenapa terus menutupi wajahmu"
ucap Kenan sambil perlahan menarik tangan Ze yang menutupi wajahnya.
dan kini terlihat jelas wajah Ze yang sudah tersenyum yang di buat buat, menahan rasa malunya.
menggemaskan sekali
dengan tersenyum kecil Kenan langsung mengecup bibir Ze, dengan ciuman yang bertubi tubi.
"kau puas sekarang?" tanya Kenan sambil membelai wajah istrinya.
dengan tersenyum malu Ze langsung menganggukkan kepalanya.
"dasar akan nakal,, sekarang kau duduk yang tentang ,, kalau kau terus banyak bergerak aku tidak akan beres mengerjakan pekerjaan ku," perintah Kenan yang sudah mendudukkan Ze dengan benar, tanpa menurunkan nya dari pangkuan nya, dan Kenan pun mulai fokus lagi pada pekerjaannya. dan menyandarkan kepalanya di bahu Ze yang ada di depannya.
"Kak aku duduk di samping aja, kalau seperti ini pasti mengganggu" ucap Ze namun masih diam dengan tidak bergerak.
"aku menyuruh mu untuk diam jangan banyak bicara"
tegas Kenan, yang sudah nyaman dengan posisinya.
akhirnya Ze pun terdiam tanpa banyak bicara
"nyaman sekali kalau kau sudah menurut begini,, dasar kelinci kecil"
batin Kenan tersenyum senang sambil menghirup aroma tubuh Ze, yang sudah menjadi candu baginya dan merasakan ketenangan bila ada di sampingnya.
tiba tiba terdengar ketukaan pintu dari luar membuat Ze bergerak dari pangkuan Kenan.
"Kak, seperti itu pelayan yang tadi aku suruh mengantar cemilan"
__ADS_1
ucap Ze yang mulai beranjak dari pangkuan Kenan. namun Kenan menghentikan pergerakan Ze.
"Non,,! ini cemilan nya sudah siap" ucap sang pelayan yang ada di luar sana
"masuk" perintah Kenan
"tapi Kak" Ze yang merasa malu jika sampai pelayan rumah melihat mereka dengan keadaan seperti sekarang.
"biarkan saja,"
ucap Kenan dengan santai nya, tanpa melepaskan Ze dari pangkuan nya.
akhirnya si pelayan pun masuk dan langsung menyimpan sebuah nampan berisikan satu piring dengan potongan kue, dan satu gelas air minum di sana.
namun langkah nya langsung terhenti karena melihat pemandangan di depan matanya.
"ekh maaf Non, bibi hanya ingin mengantarkan ini" ucap si bibi pelayan yang merasa malu sendiri melihat majikannya.
"tidak apa apa bi,, simpan saja sekalian yang ini langsung di bawa ke bawah"
ucap Ze dengan senyum yang di buat buat yang sama sama malu,
si bibi pelayan pun langsung menyimpan cemilan nya,dan langsung membereskan bekas piring yang tadi dan langsung pergi ke luar tidak mau mengganggu kegiatan Tuan dan Nona mudanya.
"kenapa dia se santai itu saat ada orang yang melihat kita yang sedang duduk seperti ini, memang tidak tahu malu"
batin Ze ngomel,kini tangannya mulai meraih satu potong kue, dan langsung memakannya.
"Kak mau??" tanya Ze sambil menyodorkan kue itu ke mulut Kenan.
karena sudah di depan mulutnya Kenan pun langsung melahapnya.
Ze yang merasa akhir akhir ini selalu merasa mudah sekali lapar, mulut nya terus saja memakan kue yang ada di depan nya.
memakan dengan lahap seperti orang yang sudah lama kelaparan.
"apa perutmu tidak pernah merasa kenyang, kenapa lahap sekali memakan kue nya, bukannya kau baru saja menghabiskan sepiring buah buahan, kenapa sekarang masih memakan kue itu dengan lahapnya."
ucap Kenan heran
" jangan terlalu banyak makan nanti perutmu sakit"
omel Kenan kahawtir walaupun biasanya juga Ze doyan makan, tapi tidak pernah separah ini.
"aku lapar Kak," manjawab singkat sambil mengunyah kue yang terlihat penuh di mulut nya.
bener bener Kelinci yang doyan makan
Kenan tidak henti hentinya menggelengkan kepalanya heran melihat tingkah istrinya.
kini Kenan sudah beres dengan pekerjaan nya, menutup leptop, melepaskan kacamata nya dan langsung ia simpan di samping leptop nya, dan mulai menyandarkan kepalanya ke kursi, dan meregangkan tangannya.
begitu pula dengan Ze yang sudah merasa kenyang, kini mulai menurunkan badannya dan langsung meraih gelas air minum yang ada di depan nya.
"kau sudah kenyang sekarang?" tanya Kenan dengan senyum kecil nya.
Ze pun langsung melihat ke arah Kenan dan menganggukkan kepalanya.
dan mulai meneguk air minum yang ada di tangannya.
"kenapa rasanya hambar sekali"
seketika Ze langsung menutup mulutnya, merasakan rasa mual, setelah meneguk air minum yang ia rasa, rasanya sangat hambar membuat nya langsung merasakan mual saat meminum nya.
karena merasa mual rasanya Ze ingin memuntahkan semua isi yang ada di perutnya, langsung berlari dengan cepat menuju ke kamar mandi, dengan terus menutup mulutnya, takut dia akan mengeluarkan semua di tengah jalan.
"uwek"
dengan cepat Ze langsung memuntahkan semua makanan dari mulutnya yang tadi ia makan.
Kenan yang melihat pergerakan Ze yang tiba tiba langsung terkejut dan langsung menghampiri Ze, mengikutinya ke kamar mandi,
"Ze ,,, kenapa??" dengan begitu cemas nya Kenan menghampiri Ze dan langsung merangkul pundaknya, dan begitu terkejut nya melihat semua makanan yang sudah Ze muntahkan ,
"sudah ku bilang jangan terlalu banyak makan,, jadinya nya kan seperti ini" Kenan yang cemas langsung memboyong tubuh Ze, mengangkat tubuhnya untuk berdiri,
"sudah lebih baik??" tanya nya lagi.
Ze hanya menganggukkan kepalanya, dengan cepat Kenan langsung mambawa Ze keluar dari kamar mandi,
"biarkan pelayan yang membersihkan nya," ucap Kenan sambil berjalan mengajak Ze keluar. dan terus memboyong nya.
"aku tidak apa apa Kak,, aku bisa jalan sendiri, aku hanya mula saja," ucap Ze yang merasa berlebihan atas perlakuan Kenan.
"jangan terus membantah,,, untung makanannya di muntah kan,
kalau perut mu sampai kenapa napa karena banyak makan, kau yang akan sakit sendiri"
omel Kenan yang masih terus memboyong Ze berjalan menghampiri kursi, dan langsung mendudukkan Ze di sana.
"ini bukan karena banyak makanan Kak, tadi kan aku tidak apa apa saat memakannya, aku mendadak mual, karena air meminumnya yang tidak enak." kilah Ze, membantah Kenan, dan malah menyalahkan air minum, karena Ze mulai merasa mual setelah meminum nya.
karena penasaran Kenan pun langsung menceboa meminum air yang tadi di minum oleh Ze. dan langsung meneguknya.
"tidak enak gimana, dari dulu air putih ya memang begini rasanya Zepania"
gerutu Kenan karena Ze malah terus ngeyel dengan kata katanya.
"beneran Kak,, airnya tuh tidak enak" ucap
Ze masih terus ngeyel dengan kata katanya.
"yah terserah kau saja, yang penting kau tidak apa apa,,,, dasar gadis rakus,,!" gunam gunam Kenan, tidak ingin meladeni perkataan istrinya.
"kau bilang apa?" tanya Ze kesal karena mendengar perkataan Kenan.
"tidak bilang apa apa kok"
jawab Kenan santai sambil memasang senyum kecil di bibir nya.
"istirahatlah,, supaya kau lebih baik"
perintah Kenan sambil menarik tangan Ze dan mengajaknya untuk berbaring di atas Kasur.
tanpa penolakan Ze pun menuruti perintah Kenan, dan mengikutinya,
mereka pun langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur untuk beristirahat bersama.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.