
"Kak,,, bisa berhenti di depan?"
pinta Ze Tiba-tiba, sambil menunjuk ke arah pedagang kaki lima yang berjajar di pinggir jalan, membuat Kenan kaget.
"mau apa?" tanya Kenan heran
"laper?" ucap Ze sambil memasang wajah melemas dan tersenyum selucu lucunya merayu Kenan.
"bukankah tadi sudah habis 3 mangkok bakso!! kenapa sudah lapar lagi?" imbun Kenan kaget dengan kerakusan istrinya
"itu kan tadi, sekarang sudah lapar lagi Kak"
timpal Ze sambil mengecut kan bibirnya kesal karena Kenan malah banyak bicara dari pada memenuhi keinginan nya.
"nanti makannya di rumah saja, makanan di sini tidak higienis Ze,,!,, nanti kalau sampai sakit perut gimana?" tolak Kenan tidak mengijinkan.
"di sana bersih kok,, aku ama Rani juga sering ke sana sebelum nya,, dan jajanan nya enak lagi" berucap sambil menelan ludahnya membayangkan keenakan jajanan pinggir jalan yang selalu jadi makanan langganan Ze di saat sebelum menikah dengan Kenan.
"emang makanan apa yang ada di sana?
biar nanti koki di rumah membuat nya,!! bahkan mereka bisa membuat yang lebih enak dari yang di jual di pinggir jalan." ucap Kenan masih tidak mengijinkannya.
"tapi aku mau siomay yang di sana Kak..!"
"apa itu siomay?" tanya Kenan merasa asing mendengar nama nya.
"haduh,, Daddy mu jadi mendadak kurang pintar kalau sudah membahas makanan" guam gunam Ze kesal sambil mengelus perut nya.
namun terdengar jelas di telinga Kenan, membuat nya langsung tersenyum cengengesan.
"bagaimana akan menyuruh koki untuk membuatnya??, kalau tidak tau makanannya seperti apa!" ucap nya lagi sambil memalingkan wajahnya yang sudah cemberut kesal. dan langsung membelakangi tubuh Kenan.
Pak Anton yang sedang mengemudi hanya bisa memasang senyum kecil mendengar perdebatan kecil mereka,,
"Maaf Tuan!! apa kita akan berhenti atau terus jalan ke Rumah?" bertanya karena sudah di dekat tempat yang di maksud Nona Mudanya.
"berhenti saja,, sebelum Nona Muda mu ini,, benar benar marah karena kau tidak menghentikan mobil nya" bicara sambil cengengesan sambil memegang lembut kepala Ze, yang sedari tadi membelakangi nya.
Pak Anton pun dengan cepat langsung menepikan mobilnya. berhenti di depan tukang siomay yang di inginkan Ze,
"ayo turun,,! bukankah ingin makan di sini!" ajak Kenan dan mulai membuka pintu mobil nya. sambil meraih tangan Ze menarik nya pelan untuk turun dari pintu mobil di sebelah nya.
dengan cepat Ze langsung mengikuti Kenan,
dan langsung tersenyum senang.
"terimakasih" ucap Ze
~
Surya yang melihat mobil Kenan berhenti langsung menghentikan laju mobilnya, karena melihat anaknya berhenti dan keluar dari mobilnya.
"Ken,,!! ada apa,,, kenapa berhenti?" tanya Widi khawatir karena memang mereka berada di belakang mobil Kenan, dan di ikuti mobil Angga dan yang lain nya,
"tidak apa apa apa Bun,, Ze hanya ingin makan di sini, Kalian bisa pulang duluan," jawab Kenan menjelaskan.
Surya dan Angga pun bersama yang lainnya melanjutkan kembali mobilnya, untuk kembali ke rumah, sedangkan Pano dan yang lainnya mereka pergi ke Kampus untuk mengambil barang mereka yang tertinggal.
saat mobil pengawal yang berada paling belakang, Kenan menghentikan satu mobil pengawal dan menyuruh Pak Anton untuk ikut bersama mereka, untuk ikut pulang terlebih dulu dengan mereka.
*
"Mang,,, buatin seperti bisa ya, 2 porsi!!" seru Ze pada sang pedagang siomay,
dan langsung duduk di bangku yang tersedia di sana. dan mengajak Kenan untuk duduk di sampingnya
"ekh Nona Ze,,! sudah lama ya Non, tidak ke sini,, " ucap si Mang siomay kaget, dan dengan cepat menyiapkan pesanan Ze.
"iya mang,,, akhir akhir ini sibuk jadi jarang lewat sini" jawab Ze sambil tersenyum karena sudah akarb dengan si mang penjual siomay nya.
"tumben Non, sekarang ke sini nya ama teman lelaki!? biasanya selalu sama Non Rani,,,
jangan jangan itu pacarnya ya Non?" terus bicara sambil tangan terus berkutat menyiapkan pesanan yang di minta Ze,
membuat Kenan langsung tersenyum kecil mendengarkan pembicaraan si mang nya.
"emang kami terlihat seperti yang pacaran ya mang?" tanya Ze
"iya Non,, kalian terlihat sesasi sekali,, Non Ze nya cantik, dan pacarnya juga tampan " ucap polos si mang, sambil membalikkan badan nya,, membawa 2 piring siomay di tangan nya dan langsung ia siapkan di bangku, di depan Ze dan Kenan.
"ini Non,,! selamat makan,,, " ucap si mang sambil tersenyum mempersilakan.
"terimakasih Mang" sahut Ze dan mulai mengambil sendok dan garfu, dan mulai mendekatkan piring nya.
"apa makan di pinggir jalan seperti ini, terlihat seperti orang yang sedang berkencan ya,,'" bicara sambil tersenyum " kalau begitu kita sering sering aja makan di luar seperti ini, ternyata menyenangkan juga" ucap Kenan kegirangan.
"memang benar benar Tuan Muda,, baru pertama kali makan di pinggir jalan ya?! sampai se senang itu " ucap Ze sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya.
namun Kenan tidak mempedulikan perkataan Ze , dia terus saja memperhatikan makanan yang ada di depannya.
"apa ini yang namanya siomay?" tanya Kenan sambil terus melihat dengan jeli, satu piring siomay yang ada di depannya.
Ze hanya terkekeh mendengar perkataan Kenan, apalagi saat melihat reaksinya Kenan saat melihat siomay yang ada di depan nya, Karena memang Kenan baru pertama kali melihat dan mengetahui nya.
"sejak kapan di Jakarta ada makanan seperti ini? apa ini benar benar enak? " tanya Kenan masih melohok memperhatikan siomay nya.
" Yangk,,, apa perut mu tidak akan sakit bila memakan ini ?" tanya Kenan lagi masih sedikit was was melihat siomay nya.
" kenapa jadi bawel sekali si Kak,,, tidak apa apa,, ini enak tau,,!" ucap Ze sambil mulai melahap siomay nya.
"cobain aja dulu,," perintah Ze.
namun Kenan masih tidak bergerak sama sekali, dia terus saja memperhatikan siomay nya.
"itu bukan racun Kak,,, kenapa reaksinya berlebihan sekali,, makan aja " sewot Ze
"nih,,, kau bisa memakan nya,, aku tidak terlalu berselera" Kenan pun langsung mendorong piring nya ke depan Ze.
"coba dulu Kak,, ini enak kok,,, biar ku suapin ya,,"
"a. a. a" Ze pun mulai menyuapi Kenan,
"'baiklah kalau kau yang menyuapi ku, aku tidak bisa menolak," dengan tersenyum kecil Kenan langsung melahapnya. dan mulai merasakan rasa siomay yang ada di dalam mulutnya.
"ternyata enak juga". batin Kenan sambil terus mengunyah nya.
" bilang aja kalau mau di suapin,, enak kan?" tanya Ze memastikan
__ADS_1
" emmm,,, lumayan" jawab Kenan singkat sambil menelan semua makanan di mulutnya.
"bilang enak apa susahnya si,, ini kan enak sekali" gerutu Ze sambil terus memakan siomay nya, tanpa mempedulikan Kenan di sisi nya.
karena merasa terabaikan Kenan langsung menarik tangan Ze yang memegang sendok yang akan menyuapkan makanan nya, langsung ia tarik, dan ia suapkan pada nya,
"Kak Kenn,,, itu makanan ku" teriak Ze kesal
"aku juga mau" ucap Kenan santai sambil tersenyum jahil,
"bilangnya tadi lumayan sekarang jadi doyan kan,"
nih makan aja sendiri,," seru Ze kesal sambil mendorong piring nya ke depan Kenan.
"suapin lagi dong Yangk,! rasanya jadi lebih enak kalau kamu yang nyuapin" goda Kenan sambil menyenggol tangan Ze dan memasang senyum jahilnya.
"sebenarnya di sini aku apa dia yang ngidam si,, kenapa dia jadi mendadak manja sekali" batin terus menggerutu namun tangan terus menyuapi Kenan.
"sini,,,!! biar sekarang aku yang menyuapi mu,,," pinta Kenan sambil menarik piring yang ada di depan Ze.
"gak usah aku bisa makan sendiri,," sewot Ze
"kalau piring nya di pegang Kak Ken, bukan malah menyuapi ku, yang ada Kak Ken bakal memakan semuanya" bicara ketus sambil mengambil lagi piring di tangan Kenan.
membuat Kenan langsung tertawa puas sambil mengacak-acak rambut Ze,,,
"baiklah makan aja sepuas mu" berucap santai sambil tangan terus memainkan rambut Ze....
"Kak Ken,, bagaimana aku bisa makan kalau kau terus mengganggu ku" protes Ze sambil merapihkan rambutnya, dan melihat sini ke arah Kenan.
"ternyata kalau lagi marah kau menakutkan sekali hahahaa"
"jangan banyak bicara cepat habiskan makanannya,, kalau tidak aku akan langsung menggendong mu, kita pulang sekarang."
ucap Kenan merasa gemas melihat tingkah istrinya yang sedang menatap sinis ke arah nya..
takut dengan perkataan Kenan yang terdengar serius, Ze pun langsung melahap kembali makanannya.
dan segera menghabiskan nya.
***
di kediama keluarga Wijaya
Angga Maya dan Widi sedang berbincang di ruang tengah.
sedangkan Surya berjalan ke ruang kerja nya di ikuti Pak Anton di belakang nya.
"apa kau menyadari ada salah satu wanita mantan Tuan mu itu, saat tadi di kelinik?" ucap Surya dengan suara datar nya. saat mereka sudah duduk di ruangan kerja Surya.
"wah, sepertinya Tuan besar juga menyadari nya,, aku benar benar akan kena marah tuan besar" batin Pak Anton sambil tertunduk sudah tau bahwa ia sudah melakukan kesalahan.
"maaf Tuan,,, saya juga tidak tahu kalau ternyata mantan kekasih Tuan muda ada di satu kampus yang sama dengan Tuan dan Nona muda" ucap Pak Anton masih tertunduk.
" tidak ada gunanya kau minta maaf,, sekarang kau harus menugaskan bawahan untuk mengawasi wanita itu takut dia akan berbuat macam-macam apalagi sampai menyakiti Ze ataupun dia malah merayu Kenan lagi dan jangan sampai Kenan ingin kembali lagi padanya," tegas Surya.
"baik Tuan" jawab patuh Pak Anton.
~
selang beberapa lama terlihat Kenan dan Ze Sudah sampai di rumah, mereka langsung masuk ke dalam dan bergabung dengan Angga Maya Widi dan juga Surya yang sudah keluar dari ruang kerjanya.
" tidak terlalu kenyang Bun,, Kak Ken terus saja mengganggu ku, jadi tidak bisa menikmati makanannya" ucap Ze dengan ketus nya.
"Kenan,,," teriak Widi memarahi anaknya.
"ti,,tidak,, kok Bun aku tidak melakukan apa apa?" jawab Kenan tanpa merasa bersalah sambil tersenyum kikuk,
"Ayah dan Ibu,,, tidak akan langsung pulang sekarang kan?" tanya Ze pada kedua orang tua nya.
"tidak,, ayah dan ibumu biar pulangnya nanti setelah makan malam saja." seru Widi menjawab pertanyaan Ze.
"kalau gitu Ze ke atas dulu ya,, " pamit Ze sambil beranjak dari duduknya.
"mau apa yangk,, " tanya Kenan sambil menarik tangan Ze tidak membiarkan Ze jauh dari samping,
"istirahat sebentar Kak, ," jawab Ze
"apa mau di temani" tanya Kenan dengan tersenyum kecil.
"tidak,, " tolak Ze dengan Cepat " yang ada,, Kak Kan bakal terus mengganggu ku,, dari pada membiarkan ku istirahat." ucap nya Kesal sambil mulai berjalan mendekati tangga menuju ke atas,
membuat semua yang ada di sana langsung cengengesan.
"Bun,,, kalau lagi hamil suka sesensitif itu ya" tanya Kenan.
" padahal dari tadi aku cuman menggoda nya saja,, tapi reaksinya jadi terus marah marah" imbunnya lagi.
"tergantung orang nya,, tapi kebiasaan nya wanita yang hamil muda selalu begitu" jawab Widi menjelaskan.
"apa tadi dokter menyebutkan berapa usia kandungan Ze?" tanya Maya baru menyadari nya.
"tidak" jawab Kenan.
" kita yang terlalu senang sampai tidak menanyakan nya,,!! dan Dokter nya pun terlalu gugup melihat keberadaan kita sampai tidak memberitahu kita lebih jelas nya ya" ucap Surya,,
"hahaha benar sekali" timpal Angga meladeni pembicaraan Surya.
"kalau gitu kau harus mengajak Ze ke dokter kandungan Ken,, untuk mengetahui kondisi Ze beserta janin nya "
perintah Widi.
"baik Bun,,, Ken besok akan mengajak Ze ke dokter kandungan untuk memeriksanya,"
jawab patuh Kenan,
"Ken,, ke atas dulu,,," pamit Kenan sambil beranjak dari duduknya.
***
Ke esokan Paginya
"Kak,, Kak Ken,,,!!" teriak Ze kaget saat melihat berita di Hpnya,
"ada apa,,, kenapa pagi pagi begini sudah teriak teriak," sahut Kenan yang baru keluar dari ruang ganti pakaiannya, dengan menyampaikan handuk kecil di kepalanya karena belum sepat mengeringkan nya keburu keluar mendengar panggilan Ze.
Kenan pun langsung menghampiri Ze dan melingkarkan tangan nya ke tubuh Ze, berdiri di belakang Ze dan menyandarkan kepalanya di bahu Ze. hingga perlahan rambut basahnya mulai menetes berjatuhan di bahu Ze.
__ADS_1
"Kak,,,!! beritanya sudah menyebar,, lihat!! foto kita saat kemarin berada di kelinik jadi berita utama" ucap Ze bicara sambil memalingkan wajahnya melihat Kenan yang ada di belakang nya.
"kenapa harus se kaget itu,, bukankah itu lebih baik,, biar orang orang yang bergosip di Kampus kemarin, tau bahwa yang mereka bicarakan adalah suami mu" ucapnya santai sambil menghirup aroma tubuh Ze, dan mengecup tengkuknya pelan.
"iya juga ya" sahut Ze senang.
"Kak,,, kau belum mengeringkan rambut mu ya,,?? kenapa pundak ku jadi teras basah,!!"
ucap Ze sambil menyimpan Hpnya, dan perlahan membalikkan tubuhnya menghadap Kenan tanpa terlepas dari pelukan Kenan.
"belum, " jawab Kenan singkat.
"masa mengeringkan rambut aja harus di ingetin si kayak anak kecil saja" bibir terus menggerutu namun tangan Ze mulai meraih handuk di kepal Kenan dan mulai mengeringkan nya,
Kenan pun langsung tersenyum senang,, dan malah menarik Ze mankin dekat ke pelukan nya,,
"Kak Ken,, jangan terus bergerak, kalau terus bergerak aku tidak bisa menjangkau semua rambut mu tau" protes Ze dan mulai menjinjat kan kakinya mengimbangi tinggi Kenan, hingga jarak wajah mereka hampir sejajar dan makin dekat.
"yangk" panggil Kenan dengan terus memperhatikan wajah Ze yang masih fokus mengeringkan rambut nya..
"hemmm" jawab Ze tanpa memalingkan pandangannya, dan terus fokus pada rambut Kenan.
"apa kau akan terus memanggil ku seperti itu?" tanya Kenan serius
"memang nya kenapa?" tanya Ze kaget dan mulai berdiri dengan benar. dan langsung memandang wajah Kenan.
"kau kan bisa memanggil ku sayang,, atau mungkin suamiku, kalau begitu kan enak di dengar" pinta Kenan sambil memalingkan wajah nya ke arah lain, merasa malu sendiri meminta nya,
dan seketika Ze pun langsung tersenyum kecil melihat wajah Kenan yang mulai memerah,
"kenapa malah tersenyum,, ini tidak lucu,,,!! kalau tidak mau bilang saja,, kenapa malah menertawakan ku." ucap Kenan kesal dan mulai melepaskan pelukannya.
namun dengan cepat Ze langsung mengangkat kedua tangan dan merangkul tengkuk Kenan, dan menariknya,
"kenapa gitu aja marah,,," bicara dengan serius namun batin nya sudah tidak kuat menahan tawanya, "muachh,," dengan cepat satu ciuman mendarat di bibir Kenan, membuat Kenan melebarkan matanya terkejut.
dan Ze pun langsung kabur, sudah tau, kalau dia tidak langsung lari dia tidak akan selamat dari cengkraman Kenan.
"cepat rapihkan rambutnya keburu kesiangan ke Kampus,, aku tunggu di bawah ya" ucap Ze dengan tersenyum lebar, dan meninggalkan Kenan di kamar sendirian.
"akh dasar kelici kecil,,, awas saja ya kau,,!" ucap Kenan dengan tersenyum kecil dan mulai merapihkan rambutnya, dan segera turun ke bawah menyusul Ze untuk bersarapan bersama.
**
keadaan di Kampus kini sudah ramai,, semua mahasiswa di gemparkan dengan berita tentang terungkapnya sosok misterius yang selalu di tanyakan anak anak di Kampus.
sosok misterius Kenan yang tidak di ketahui identitas nya oleh anak anak di Kampus, kini terpangpang di setiap berita bahwa ternyata Kenan adalah anak tunggal dari keluarga WIJAYA,
semua mahasiswa terus bergosip ria, hampir semua kagum pada Kenan, di tambah lagi setatus Kenan yang sudah menikah dengan keluarga yang selevel dengan keluarga nya.
menjadikan kesempurnaan yang lengkap untuk keduanya.
namun tidak sedikit dari mereka yang merasa iri dengan kesempurnaan yang di miliki Kenan dan istrinya.
pembicaraan mereka langsung terhenti karena mereka melihat mobil Kenan yang sudah memasuki parkiran Kampus.
"hei,, kenapa harus terburu buru,," ucap Kenan menarik tangan Ze, karena melihat Ze sudah melepas sabuk pengaman nya dan mulai membuka pintu mobil nya ingin segera beranjak turun,,
"Kenapa Kak,,, " tanya Ze heran. dan menutup kembali pintunya.
"hukuman untuk yang tadi" ucap Kenan dengan senyum jahilnya, dan mulai menarik Ze agar makin dekat dengan nya, dan mulai memposisikan wajah nya untuk menempelkan bibirnya di bibir istrinya.
"muachh" satu ciuman lembut bibir Kenan dengan cukup lama,
dan kini sebaliknya Kenan yang meninggalkan Ze terlebih dulu dan langsung pergi ke luar mobil dengan tersenyum penuh kemenangan..
"Kak Ken,,, ". teriak Ze dari dalam mobil kesal
dan langsung turun mengejar Kenan ke luar.
"kesel kan?" tanya Kenan saat Ze sudah berada di sampingnya
"terasa kan betapa kesal nya, setelah di perlakuan manis dan setelah itu langsung di tinggalkan,," ledek Kenan sambil meraih tangan Ze dan langsung menggenggam nya erat, dan mengajaknya langsung masuk ke dalam..
"tidak Kok siapa juga yang kesal" kilah Ze.
"udah jangan terus bicara,,, ayo aku antar ke kelas mu,,"
mereka pun langsung berjalan melewati kerumunan orang yang dari tadi membicarakan mereka,, bahkan saat Kenan dan Ze sedang berjalan melewati mereka,, mereka terus saja berbisik,, namun Kenan dan Ze tidak mempedulikan nya,
~
"baik baik,, jangan nakal, aku ke kelas ku dulu" pamit Kenan sambil mengecup kening Ze, dan langsung meninggalkan Ze yang sudah di depan kelas nya.
"ya" jawab patuh Ze.
dan ternyata dari tadi Pano dan Rani yang sudah berada di kelas melihat dengan jelas kemesraan mereka berdua.
"haduh,, apa kita menikah aja ya Ran,, tidak tahan gue, tiap hari melihat kemesraan mereka" ucap Pano santai,, sambil merangkul bahu Rani di sampingnya.
"jangan ngaco loe!" sewot Rani sambil mukul tangan Pano.
"siapa yang ngaco,, aku tidak bercanda" ujar Pano sambil menatap wajah Rani dengan serius.
"apa sih,,, jangan ngelantur" ucap Rani sambil memalingkan wajah nya.
" Kenapa?? aku serius,, apa kau tidak mencintai ku?" tanya Pano serius sambil menarik dagu Rani dan ia arahkan menghadap ke wajahnya,,
"apa kau sakit?? apa kau salah minum obat,,??
kenapa bicara mu jadi ngelantur begini hah" tanya Rani heran sambil memegang jidat Pano. merasa kan suhu panas nya.
"aku baik baik saja bodoh" kilah Pano sambil memegang tangan Rani yang menempel di jidat nya.
namun tiba tiba Ze datang dan mengagetkan mereka,,,
"hei sedang apa kalian,,,? kenapa pagi pagi begini sudah ribut begini,"
pertanyaan Ze membuat mereka langsung menurunkan tangan mereka dan langsung menghadap ke arah Ze di depan mereka.
"sial,,, kenapa kau mengganggu sekali si ZEPANIA,,,,"
batin Pano berdecak kesal. karena kedatangan Ze menganggu pembicaraan nya dengan Rani.
.
.
__ADS_1
.
.