
Pagi hari di kediaman keluarga WIJAYA semua orang sedang di sibuk kan dengan pekerjaan mereka masing-masing,
para pelayanan berlalu lalang, menyiapkan semua barang yang akan mereka bahwa sebagai hadiah pernikahan yang akan mereka bawa ke kediaman keluarga NUGRAHA.
Surya dan Widi yang terlihat sudah siap dengan pakaian nya, kini mereka terlihat menuruni tangga menuju ke bawah, dengan
wajah yang terlihat berseri seri, merasakan bahagia akhirnya Kenan mau menikahi Ze, setelah sekian lama ia menentang perjodohan ini.
Surya kini memerintahkan bawahannya untuk segera menyiapkan semuanya,karena mereka harus segera berangkat kebur waktu makin siang,
"Bun, mana Kenan? apa dia masih belum siap? "
tanya Surya sambil terus melihat jam yang melingkar di tangan nya, merasa tidak sabar ingin segera menemui calon mantu cantik nya.
"mungkin masih siapa siapa yah, maklum aja dia kan akan menghalalkan calon istrinya, pasti dia ingin terlihat beda hari ini "
jawab Widi sambil memasang senyum di wajah nya,
tidak lama kini Kenan terlihat berjalan menuruni tangga, dengan di susul Pak Anton yang selalu Setia berada di belakang nya.
mata Widi dan Surya langsung terkesima melihat penampilan anaknya itu yang terlihat sangat tampan,
"wah anak Bunda tampan sekali "
ucap Widi saat Kenan kini sudah berada di dekat nya,
"kau sudah siap? "
tanya Surya sambil menepuk pelan pundak anaknya itu,
dan Kenan hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Surya.
"awas ya, jangan malu malu in ayah kalau kau sampai tidak lancar saat mengucapkan kalimat ijab kabul nya"
ledek Surya sambil memasang senyum jenakanya.
"apa sih Yah, aku kan bukan anak SMP lagi, sampai hal begitu saja tidak bisa "
jawab Kenan kesal, lagi lagi ayah nya tidak tahu situasi saat meledak nya.
Widi hanya bisa tersenyum melihat perdebatan kecil antara 2 laki laki jagoannya itu.
dan kini mereka pun bergegas pergi menuju kediaman keluarga NUGRAHA.
*
di sisi lain, Angga dan Maya yang sudah terlihat rapi, kini sedang duduk dengan semua keluarga dekat nya, bersiap siap untuk menyambut kedatangan calon besannya.
hanya keluarga terdekat saja yang hadir di acara pernikahan anak nya.
dan Arya juga sudah terlihat di sana sedang duduk bersama Angga kakaknya itu.
Arya sangat kaget mendengar keponakan kesayangannya yang tiba-tiba akan menikah, dia langsung mengosongkan setiap jadwal pekerjaan nya,
hati nya yang terus penasaran siapa laki laki yang akan memperistri keponakan nya itu.
karena memang Angga hanya memberi tahu nya, bahwa Ze akan menikah dengan anak dari Surya Wijaja yang merupakan pemilik kantor pusat, yang salah satu cabang nya itu, berada di bawah tanggung jawabnya.
hati nya, selalu bertanya tanya siapa laki laki itu,? karena memang selama ia bekerja di bawah naungan AH GRUP, tidak pernah ada yang tahu siapa anak dari atasan mereka.
yang mereka tahu, bahwa pewaris tunggal pengusaha ternama itu, sedang berkuliah di luar kota.
tidak lama terlihat rombongan pengantin pria yang sudah masuk area kediaman keluarga Nugraha,
semua yang sedari tadi duduk menunggu, kini mulai berdiri menyambut kedatangan mereka.
semua mata tertuju pada mobil yang berbeda di depan dengan hiasan bunga di depan nya,
setiap orang langsung tau bahwa yang ada di dalam sana itu adalah pengantin pria nya.
Surya yang terlihat turun dan di susul oleh Widi di belakang nya, tersenyum bahagia melihat penyebutan hangat dari calon besannya.
Pak Anton dengan sigap membukakan pintu untuk Kenan sambil membungkuk hormat,
dan kini terlihat wajah kenan yang sudah keluar menghampiri orang tua nya,
"Tuan Kenan!! "
batin Arya seketika terkejut, melihat Kenan yang ternyata dia lah laki laki yang akan menjadi suami keponakakan nya.
bukan hanya terkejut karena dia calon suami Ze, tapi terkejut mengetahui bahwa Kenan adalah anak tunggal dari Surya Wijaya.
dalam pikiran nya langsung terbayang perlakuan kasar dan kurang sopan nya selama ini pada Kenan, di saat Kenan bekerja sama dengan nya.
"****** aku,! mungkin nanti bukan Tuan Kenan yang akan menjadi bawahan ku, tapi aku yang akan menjadi bawahan nya."
batin Arya yang mentalnya mulai menciut karena mengingat kesalahan nya.
Kenan yang di hapit oleh Widi dan Surya di sisi nya, kini mereka mulai masuk kedalam, berjalan perlahan menuju tempat yang sudah di siapkan.
keadaan rumah yang sudah di tata sedemikian rapi dan megah, dengan tatanan bunga yang ada di mana mana, menambahkan kemeriahan pernikahan mereka.
sang penghulu yang sudah duduk bersiap menikah kan dua pasangan muda ini, kini mulai mengarahkan agar mempelai wanita nya, segera di hadirkan, dan di sandingkan dengan mempelai pria, untuk menjalankan ijab qobul.
*
Ze yang terlihat sudah siap dengan gaunnya, tata rias make up yang membuat nya terlihat cantik dan sangat anggun, membuat orang yang melihat nya, tidak bisa menyadari bahwa itu Ze, si gadis manis yang suka ngomel,
"haduuuh,, siapa si yang memilihkan gaun pengantin yang merepotkan seperti ini, mana berat sekali lagi, sampai sampai aku tidak bisa berjalan dengan leluasa"
gerutu Ze merasa tidak nyaman dengan pakaian nya.
Naura yang sedari tadi mendampingi kakaknya, kini tersenyum lebar melihat Ze yang sudah siap dengan penampilan nya.
"wah. kakak cantik sekali, sampai aku tidak menyadari bahwa ini kakak"
ucap Naura yang hanya di tanggapi dengan senyuman manis Ze.
__ADS_1
tak lama terlihat Maya masuk kamar Ze, dan mengajak nya untuk segera turun,
"wah anak ibu terlihat cantik sekali!, yu sayang kita turun, calon suami mu, sudah menunggu "
seru Maya sambil menuntun Ze untuk segera turun kebawah,
Ze turun di apit oleh Maya dan Naura, kini mulai berjalan perlahan menuruni tangga, karena memang gaun nya, yang membuat Ze kesulitan untuk berjalan.
mata Ze langsung melihat sosok Kenan yang sedang duduk menunggu nya, membuat Ze merasa gugup dan mulai mempererat pegangannya pada Naura,
"apa Kakak gugup,?"
tanya Naura yang menyadari pegangan tangan Ze yang makin di pererat.
"hemmm"
jawab Ze sambil menganggukkan kepalanya.
kini Ze mulai berjalan perlahan mendekati Kenan yang sudah duduk di depan penghulu, beserta Angga yang juga berada di samping nya,
suasana makin meneggang, di saat sang penghulu mulai menuntun ijab qobul antara Kenan dengan Angga, yang dengan kata kata sakral itu, Angga sepenuhnya memberikan tanggung jawabnya kepada Kenan untuk menjaga Ze, menafkahi, dan juga membahagiakan nya, seumur hidupnya.
"SAH"
seketika sorak bahagia terpancar dari setiap orang yang berada di sana, saat dengan lantangnya Kenan mengucapkan ijab qobul, dan sang penghulu langsung mengatakan sah.
tawa bahagia kini menjadi saksi pernikahan Kenan dan Ze. yang berjalan dengan penuh khidmat dan
sakral.
"aku sekarang sudah resmi menjadi
istri nya!!! "
batin Ze yang merasa percaya tidak percaya bahwa kini dia sudah resmi menjadi istri dari
KENAN ARDI WIJAYA.
kini para tamu undangan mulai memberikan selamat pada pasangan pengantin baru yang sudah berdiri di pelaminan,
Ze yang sudah kelelahan karena memakai gaun yang menurut nya, sangat merepotkan, di tambah lagi sepatu yang berhak tinggi membuat nya tidak bisa bergerak dengan bebas, sampai membuat kakinya terasa pegal dan keram.
"apa masih lama?? aku sudah tidak kuat ingin segera beristirahat "
batin Ze yang sudah merasa bosan karena acara belum beras juga.
Kenan yang sadari tadi memperhatikan Ze, hanya bisa tersenyum dalam hati, melihat tingkah istri nya, yang sepertinya sudah kelelahan.
"apa kau sudah siap mendapat hukuman dari ku"
bisik Kenan di telinga Ze bermaksud mengalihkan kelelahan nya, namun malah membuat Ze terkejut dan kesal
hingga Ze refleks melihat ke arah Kenan, dan betapa kesal nya Ze, saat melihat senyum jahi Kenan yang terlihat jelas di depan wajahnya.
"aku tidak takut "
sahut Ze sambil memalingkan wajahnya dan bergeser sedikit menjauh dari Kenan,
"aduh memang jiwa muda selalu tidak sabaran ya, kalau mau bermesraan jangan di sini, nanti aja di kamar, di sini masih banyak orang "
ledek Surya yang sedang berjalan bersama Widi menghampiri mereka bermaksud ingin berpamitan pulang, tapi malah memergoki pengantin baru yang sedang berpelukan.
kedatangan Surya dengan ledekan nya yang tiba-tiba membuat Kenan jadi salah tingkah, lagi lagi dia selalu kalah talek oleh ayahnya itu. membuat nya tidak bisa berkata kata,
dan langsung melepaskan Ze yang ada di pelukan nya.
hingga membuat Widi tersenyum jahil melihat tingkah anaknya.
"Ze sayang, Ayah dan Bunda pulang dulu ya,
Bunda titip anak bunda yang nakal ini, kalau dia berbuat kasar pada mu, jangan sungkan untuk memukulnya. "
ucap Widi masih dengan senyum jahilnya
"'dan besok kau harus ikut pulang bersama suami mu, ke rumah bunda, bunda tunggu ya
sayang "
pamit Widi sambil memeluk lembut Ze yang sudah sedari dulu ia anggap seperti anak gadis nya.
dan kini langsung memeluk Kenan yang ada di samping Ze,
"baik baik kau pada istri mu "
seru Widi sambil melepaskan pelukannya.dan memasang senyum jahilnya.
Kini Surya mulai memeluk Kenan dan berganti memeluk Ze, yang kini sudah resmi menjadi anak gadis nya
"terimakasih karena sudah menerima anak Ayah yang suka membangkang ini, semoga kalian bisa bahagia menjalani kehidupan baru kalian"
ujar Surya sambil mengelus lembut kepala Ze.
dan di tanggapi dengan senyum manis Ze.
dan kini Surya dan Widi mulia berpamitan pada Angga dan Maya, dan langsung bergegas pulang, meninggal kan Kenan.
*
"Ze kalian istirahatlah, acara nya juga sudah selesai, ajak nak Kenan ke atas, ya sayang"
seru Maya, dan Mayapun langsung bergegas ke kamarnya untuk beristirahat.
Ze pun mulai melangkah menuju ke atas di ikuti Kenan di belakang nya,
namun saat akan menaiki tangga Ze tiba-tiba berhenti dan membungkukan badannya.
"kenapa? ". tanya Kenan
__ADS_1
"aku tidak bisa berjalan kalau harus memakai sepatu seperti ini "
ujar Ze yang sudah melepaskan sepatu nya, dan kini berjalan menaiki tangga menuju kamar nya, dengan telanjang kaki.
Kenan yang melihat nya hanya bisa menggelengkan kepalanya,
memang tidak pernah ada anggun anggunnya
batin kenan sambil tersenyum melihat kekonyolan istri cantik nya itu.
setelah mereka sudah sampai di kamar Ze, suasana mulai terasa canggung. Ze yang tidak terbiasa ada laki laki di kamar nya, kini hanya bisa bolak balik berjalan bingung harus melakukan apa, dan sedikit melirik Kenan yang sedang duduk di sofa kamarnya.
"apa kau tidak lelah dari tadi mondar-mandir begitu, duduklah!"
perintah Kenan dengan suara datarnya.
dengan perlahan kini Ze mulai duduk di samping Kenan karena memang kakinya sudah terasa pegal. ingin sekali ia melepas lelahnya.
"kenapa kau terlihat gugup sekali! bukan nya ini bukan pertama kali nya, kita berada di satu kamar yang sama "
ledek kenan sambil memasang senyum jahilnya. melihat tingkah Ze, yang terlihat jelas sekali bahwa ia sangat gugup.
"siapa yang gugup, aku tidak gugup kok"
kilah Ze sambil memalingkan wajahnya.
karena memang sebenarnya dia sangat gugup sekali,
"dulu kan beda, kau masih calon suami ku, jadi kau tidak akan macam macam pada ku,
nah sekarang, kau bisa bebas melakukan apapun pada ku semau mu karena kau suami ku, tapi yang jadi masalah nya, aku belum siap huahuahua"
batin Ze yang sudah tidak tentang berada di dekat Kenan. sambil terus memalingkan wajahnya.
"kalau sedang bicara tataplah orang yang berbicara dengan mu tidak sopan sekali "
perkataan Kenan dengan suara kerasnya, membuat Ze langsung reflek menghadap ke arah Kenan,
"kau puas! ". sahut Ze dengan memasang wajah cemberut mendengar perkataan Kenan,
dan kini Ze bisa dengan jelas melihat wajah tampan Kenan yang sedang tersenyum kecil menatap wajah Ze.
kenapa dia menatap ku seperti itu??
"apa kau malu, kenapa wajah mu memerah begitu "
tanya Kenan masih dengan senyum kecil nya.
"tidak! siapa yang,- ,,,ummh"
kecupan bibir Kenan dengan cepat langsung mendarat di bibir mungil Ze yang sedang bicara, membuat Ze melebarkan matanya karena kaget,
"hei,, kenapa kau tiba-tiba menciumku ,
jantungku bisa langsung meloncat keluar kalau kau tiba-tiba seperti itu "
batin Ze menggerutu kaget sambil memasang wajah yang melongok terkejut
"kenapa?? apa aku tidak berhak mencium mu"
ujar Kenan dengan tersenyum penuh kemenangan, melihat Ze yang termenung karena kaget, sampai Ze langsung menundukkan wajahnya karena malu.
Kenan yang melihat Ze malu malu, malah membuat Kenan makin terangsang,
sampai kini tangan Kenan mulai meraih tengkuk Ze mengangkat wajahnya pelan, dan mulai memposisikan wajah nya, untuk melancarkan aksinya mencium Ze kembali, kini mencium lembut bibir Ze, semakin lama dan semakin dalam.
"deg" "deg". " deg "
detak jantung Ze yang sudah tidak karuan, dengan perlahan memejamkan mata nya merasakan bibir lembut Kenan yang mencium nya dengan sangat lembut.
Ze mulia mendorong pelan tubuh Kenan karena ciuman Kenan yang makin lama membuat nya tidak bisa menarik nafas dengan benar.
Kenan yang menyadari itu langsung melepaskan ciumannya, dan memegang lembut wajah Ze.
"mandi lah!! sepertinya kau tidak nyaman sekali menggunakan gaun ini "
ujar Kenan dengan memang senyum kecil nya, merasa puas karena bisa dengan sepuasnya mencium istrinya itu.
Ze yang sudah tidak kuat menahan malu, dia langsung lari terbirit-birit masuk ke kamar mandinya. untuk membersihkan badan nya, yang sedari tadi subuh kelelahan.
bibirnya manis sekali ~batin Kenan
Kenan tersenyum puas mengusap lembut bibirnya menghilangkan bekas ciuman gilanya itu
sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa
.
.
.
.
.
Maaf ya reader, bagi yang tidak suka dengan adegan ciuman Kenan pada Ze,
di harap maklum in aja, πnamanya juga pengantin baru,π π€£π€£π€£
kalian bisa menutup mata jika tidak sukaπππΈπ€£π€£
siap siap next episode untuk 21+ ya πππ
terimakasih yang telah membaca πππ
tidak bosan bosan author ngingetin jangan lupa like x ππ
__ADS_1
salam manis untuk kalian semua πππ
terimakasih πππ