
Happy reading guys 🤗🤗🤗
______________________________________________
Ze yang sudah masuk ke kamar mandinya, dia langsung membasuh muka nya, menghembuskan napas yang sudah naik turun dari debaran jantungnya yang berdetak kencang.
"Huh.... tenangkan dirimu Ze...!"
ucap Ze yang melihat pantulan wajahnya di cermin kamar mandi nya, sambil memegang lembut bibirnya.
Aaaaa aku sampai tidak bisa bernapas karena ulah mu Kenan.
Ze yang masih syok frustasi
kini mulai melepas pakaian nya, dan bergegas mandi, mengguyur seluruh bagian tubuhnya, untuk meredakan ketegangan nya.
Membutuhkan waktu yang cukup lama Ze berada di kamar mandinya,
sebenarnya Ze tidak ingin keluar, karena masih syok dengan tingkah Kenan yang tiba-tiba mencium nya.
Ze yang tidak bisa mengelak karena memang tidak ada yang salah dengan perlakuan Kenan, karena itu adalah hal yang wajar bagi pasangan suami istri.
Namun Ze nya saja yang belum siap, apalagi di saat Ze membayangkan jika Kenan akan menagih haknya. Dan melakukan nya malam ini juga.
"Apa aku lebih baik di sini saja"
Ze yang sudah memakai handuk kimononya kini mulai sedikit membuka pintu kamar mandi nya, melihat keberadaan Kenan,
karena masih bingung harus melakukan apa saat keluar nanti.
Namun saat matanya tidak melihat sosok Kenan hati nya mulai tenang dan langsung membuka pintu lebar dan langsung berlari menuju ruang ganti pakaian.
Tidak lama kini Ze sudah terlihat keluar dengan memakai pakaian tidur nya.
Terlihat makin sagar dengan rambut yang terlihat masih sedikit basah, dan handuk kecil di tangan yang ia gunakan untuk mengeringkan rambut nya.
Mata Ze kini mulai melihat kiri kanan mencari keberadaan Kenan yang tidak terlihat di kamar nya.
"Apa dia sedang keluar? "
Ze mulai melangkah menuju sofa, untuk mendudukan tubuhnya. Namun langkah nya di kagetkan karena melihat Kenan yang ternyata ketiduran di atas sofa kamar nya.
Sepertinya dia kelelahan sekali.
Batin Ze yang kini melangkah kan kakinya ,dan berdiri di depan Kenan dengan terus menatap nya, sambil tangan yang mulia mengeringkan rambut nya.
"Kalau sedang tertidur begini manis sekali "
batin Ze yang tersenyum kecil melihat Kenan yang sedang tertidur di atas sofa.
Kini Ze berjalan semakin mendekat ke arah Kenan.
"Bangunin gak ya?? kasihan kan kalau tidur masih menggunakan pakaian seperti ini"
Batin Ze dengan tangan nya yang mulai bergerak ingin
membangunkan Kenan.
Namun Kenan yang mulai tersadar karena mencium aroma harum segera dari tubuh Ze, kini menyadari keberadaan Ze yang ada di depannya,
dan dengan sigap Kenan menarik tangan Ze, sampai dia terjatuh di pelukan Kenan, dan menindih nya.
"Apa kau sedang menggodaku...?"
Ucap Kenan yang masih memejamkan matanya, namun dengan tangan yang kuat memeluk Ze agar dia tidak bangkit dari tubuhnya.
"Hei lepaskan...! aku hanya ingin membangunkan mu saja...!"
protes Ze sambil terus meronta ronta agar bisa terlepas dari pelukan Kenan, namun tenaga nya kalah kuat dengan tangan Kenan yang semakin memperkuat pelukannya.
"Jangan banyak gerak, makin bergerak kau makin berat...!"
ujar Kenan dengan santainya sambil mulai membuka mata nya, dan langsung memasang senyum kecil melihat wajah Ze yang ada di atasnya.
"Hei gadis rakus! ternyata kau lumayan berat juga ya...!"
ledek Kenan yang tak henti hentinya memasang senyum kecil di wajah nya.
"Makanya lepasin...!" sahut Ze.
Bukannya mendengar ocehan Ze, Kenan malah sedikit mengangkat kepalanya.
"Cuup"
Satu kecupan mendarat di bibir Ze, yang sedang cemberut Karena Kenan tidak melepaskan nya.
"Hei...! bukankah badan ku berat, kenapa malah menciumku, cepat turunkan aku...!"
batin Ze protes sambil terus memasang wajah cemberut nya.
Ze mulai memukul pelan dada Kenan agar dia menghentikan kegilaan nya.
"Kau terus saja protes tapi sebenarnya kau nyaman kan...!"
__ADS_1
ledek Kenan dengan tersenyum jahil dan mulai melepaskan pelukannya
membuat Ze refleks berdiri karena malu.
"Aku akan mandi dulu! dan bersiaplah untuk mendapatkan hukuman dari ku...!"
ucap Kenan dengan santai nya, sambil melangkah kan kakinya menuju kamar mandi.
"Kali ini aku akan benar benar akan habis di makan oleh nya,
lebih baik sekarang aku cepat cepat tidur sebelum dia selesai dan keluar dari kamar mandi..."
ujar Ze yang mulai melangkah menuju tempat tidur nya, dan segera naik dan menidurkan badan nya, langsung menyelimuti seluruh tubuhnya, hingga tidak ada yang terlihat sehelai rambut pun.
*
Kenan kini sudah terlihat keluar dari kamar mandi, memakai handuk kimono yang tersedia di kamar mandi Ze,
air yang menetes jatuh dari rambut basahnya mulai menelusuri dada bidangnya, membuat siapa pun yang melihat nya akan langsung terangsang melihat kekekaran tubuhnya.
Namun berbeda dengan Ze, dia sudah bersembunyi di balik selimut nya, kini hati nya mulai tidak tentang, karena mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka menandakan Kenan sudah selesai dengan mandi nya.
"kelinci kecil...! kau kira aku akan melepaskan mu hah...!" ujar Kenan dengan memasang seringai di wajah nya.
Kenan mulai berjalan menghampiri Ze dan menarik pelan selimut yang membalut tubuh Ze.
"Apa kau lupa bahwa kau dalam masa hukum an sekarang? bangun...!"
perintah Kenan sambil mendudukan dirinya di samping Ze.
Namun Ze masih pura pura tidur tidak bergeming.
"Aku tahu kau tidak tidur, bangunlah...! kalau tidak aku akan mencium mu agar kau bangun...!"
Mendengar kata kata Kenan Ze langsung terbangun, takut jika Kenan akan macam macam lagi pada nya.
"Hei kenapa kau belum memakai baju tidur mu...!"
batin Ze merasa kaget karena Kenan hanya memakai handuk kimononya saja.
"Aku sangat lelah Kak Ken...!"
kilah Ze dengan memesag wajah melemas berharap di akan selamat malam ini, namun Kenan tidak menghiraukan nya.
"Keringkan rambut ku...!"
seru Kenan sambil melempar handuk kecil ke pangkuan Ze, dan kini dia naik ke atas kasur dan mensejajarkan badan nya dengan badan Ze, hingga mereka saling berhadap hadapan.
"Hei...!"
panggil Kenan sambil memandang wajah Ze yang ada di depannya.
"Hemm...."
jawab Ze singkat , yang masih fokus mengeringkan rambut Kenan.
Dia polos sekali
batin Kenan dengan tangan nya yang mulia meraih tangan Ze, melempar kan handuk kecil yang ada di tangan Ze, dan perlahan menidurkan Ze.
Membuat Ze langsung kaget oleh tingkah Kenan.
"Hei...apa yang ingin...umeh"
Tanpa ba bi bu, Kenan membungkam mulut Ze dengan mulut nya hingga dia tidak bisa berkata kata lagi, mencium dengan lembut makin lama makin dalam. Hingga membuat ciuman itu menjadi terasa manis, hingga mereka hanyut dalam suasana.
Hasrat Kenan yang makin menggebu-gebu membuat tangannya mulai menelusuri setiap bagian badan Ze.
"Hei....!kondisikan tangan mu, kenapa sudah menggerayang ke mana mana" batin Ze protes.
Kini Kenan menelusuri leher jenjang Ze, mengecup nya pelan, dan tak sedikit kecupan keras yang meninggalkan bekas kepemilikan nya di sana.
"glek"
Kenan menelan ludahnya melihat
pemandangan Indah di depan mata nya.
Dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi.
karena Kenan tidak bisa terus menahan hasratnya.
Kenan yang meloloskan nafsunya kini menjatuhkan tubuhnya, di samping Ze. Menaik turunkan napasnya, dan melihat Ze disampainya, tersenyum dengan puas penuh kemenangan.
kini dia memiringkan badannya, dan menarik Ze ke pelukan nya. membelai lembut wajah Ze. dan perlahan mencium keningnya, dan mempererat pelukannya.
"Ze...! "
panggil Kenan sambil mengangkat dagu Ze agar dia bisa menatap wajahnya,
"Heemm..."
jawab Ze singkat karena sudah tidak memiliki kekuatan lagi, setelah menghadapi kebuasan Kenan.
__ADS_1
"cup". "cup". "cup"
Beberapa kecupan mendarat di bibir Ze, merasa gemas melihat wajah cantik istrinya itu.
Hingga cumbuan Kenan
membuat malam itu menjadi malam yang panjang bagi sepasang pengantin baru itu.
Ze terkapar lemas, sampai tertidur pulas, di samping badan Kenan, kini Kenan pun menarik selimut untuk menyelimuti tubuh mereka.
Kenan mulai memeluk Ze, menyandarkan Ze di dada bidangnya, sambil mencium puncak kepala Ze berkali-kali .
"Terimakasih Zepania"
kini Kenan pun mulai tertidur pulas, merasakan kehangatan tubuh Ze, yang tidak terlepas dari pelukannya. dan semakin mempererat pelukannya.
***
Pagi harinya Kenan yang terbangun lebih awal, mulai membuka mata nya perlahan, dan langsung melihat wajah Ze yang masih tertidur pulas. Kenan langsung membentuk senyum di bibir nya, mengingat tingkah nya, kemarin malam yang tidak memberikan ampunan sedikit pun pada Ze.
"Apa dia masih kelelahan, kenapa tidur nya pulas sekali "
Kenan terus menatap wajah Ze, dan mulai membeli lembut wajah nya.
"Hai...hai... bangun...!"
ujar Kenan sambil mencolek pipi Ze dengan telunjuknya.
"Sebentar lagi bu...! Ze masih lelah sekali....!"
Gunaman Ze membuat Kenan terkekeh mendengar nya.
"Apa kau tidak mengingat kejadian semalam, sampai tidak mengingat keberadaan ku di sampingmu...?? "
ujar Kenan sambil tersenyum jahil memiliki ide untuk menyadarkan Ze.
"cup"
Kenan mengecup bibir Ze, karena Ze masih tidak terbangun juga.
"Emmmgh". erengan manja Ze yang mulia membuka mata nya, karena merasakan hangat yang menempel di bibir nya.
"Waaaa, Kak Kenan!! "
teriak Ze yang terkejut langsung menjauhkan wajahnya dari Kenan.
Kenan yang melihat reaksi Ze malah tersenyum puas.
"kau sudah sadar sekarang? kenapa tidur mu pulas sekali? tanganku sampai keram karena tertindih kepala mu...!"
ujar Kenan sambil menggerakkan tangan,
padahal dia sendiri yang memposisikan kepala Ze yang ia tidurkan di atas tangannya.
"Maaf...!"
Ze langsung menggerakkan tubuhnya bermaksud untuk bangun, namun terhenti karena merasa sakit di area sensitif nya.
"Kenapa...? "
tanya Kenan terkejut melihat pergerakan Ze yang berhenti tiba-tiba.
"Sakit tau...! ini gara gara ulah mu"
ketus Ze sambil memasang wajah cemberut nya.
Kenan mulai bergerak turun meraih handuk yang ia jatuhkan semalam.
langsung memakai nya, dan mulai melangkah kan kakinya, melangkah menghampiri Ze.
Membungkus badan Ze dengan selimut yang menghalangi badan nya,
dan mulai mengangkat menggendong nya.
"Hei...! turunkan aku, kau mau menggendong ku ke mana...?"
protes Ze yang terkejut karena Kenan tiba-tiba menggendong nya.
"Diamlah...! bukannya kau kesakitan, ayo kita mandi! ini sudah siang...!"
sahut Kenan tidak mempedulikan ocehan Ze, dan terus menggendong nya, menuju kamar mandi.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1