Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Cinta Akan Bertambah


__ADS_3

Saat Kenan dan Ze sedang asik ruang makan, terlihat Maya juga ke sana untuk mengambil air minum. Dan betapa senang nya Maya melihat anaknya yang sudah berbaikan dengan suaminya.


Tanpa mengganggu mereka Maya langsung masuk ke dapur dan langsung membuka kulkas untuk mengambil air dingin di sana.


Pergerakannya terganggu karena mendengar bunyi ponsel yang terdengar nyaring di dekat kompor, Maya pun dengan cepat langsung bergegas melihat ke sumber suara.


Dan ternyata itu hp Ze yang ketinggalan saat tadi Ze menggunakan nya, saat dia memasak .


Dengan cepat Maya langsung mengambilnya, dan di saat Maya mengambil ponsel Ze, Mata Maya melirik tempat pembuangan sampah yang sangat penuh dengan makanan yang gosong di sana,


"Kenapa banyak makanan yang terbuang,? tidak biasanya si bibi masak begini," ucap bingung Maya, tidak tau kalau itu ulah anaknya.


Maya pun langsung mengambil ponsel Ze dan langsung melangkah ke meja makan untuk memberikan nya pada Ze.


"Ze,..." panggil Maya.


"Ya Bu...." sahut Ze sambil melihat ke arah Ibunya.


" Kenapa kau meninggalkan ponsel mu di dapur,..? nih dari tadi hp nya berbunyi,..?" tanya Maya dan langsung memberikan ponsel nya pada Ze.


"Tadi habis masak Bu, jadi lupa mengambil hp nya,.." ucap Ze sambil mengambil hp nya dari tangan Ibunya.


"Jadi yang barusan masak, dan membuang makanan di tempat sampah itu kamu...?" ucap kaget Maya.


"Iya Bu..." jawab Ze dengan tersenyum yang di buat buat.


"Pantesan aja itu makanan banyak yang ke buang, dari dulu kamu kan gak bisa masak.."


ledek Maya pada anaknya.


Membuat Kenan langsung tersenyum cengengesan.


"Itu kan dulu, sekarang Ze bisa masak kok, iya kan Kak Ken...?!"


ucap Ze mencari dukungan suaminya.


Kenan menjawab nya dengan tersenyum kecil sambil menganggukkan kepalanya.


"Iya, syukur lah kau sudah bisa masak, jadi kamu bisa lebih baik melayani suami mu,"


"Ya iya lah Ze kan istri yang baik..." ucap Ze lagi lagi membanggakan diri dengan begitu narsis nya.


"Ibu ke dalam dulu.. lihat siapa yang memanggil, mungkin itu penting."


"Iya Bu.."


Ze langsung melihat ponsel nya.


"Siapa..?" tanya Kenan


"Rani Kak..!"


" Mungkin mau ngebahas masalah tugas kuliah.. tadi aku bilang mau mengerjakan nya bersama Rani dan Pano nanti malam." ucap Ze menceritakan.


"Jangan nanti malam. Sekarang aja. suruh mereka yang ke sini" perintah Kenan.


"Kan udah janjinya nanti malam Kak..!"


"Ya sekarang saja,


nanti malam kau harus melakukan tugas mu sebagai istri ku" goda Kenan dengan tersenyum nakal.


"Hemmp pantesan..!" ucap Ze sambil memukul tangan Kenan.


"Hei... kenapa malah memukul ku, bukannya ingin jadi istri yang baik,? kalau mau jadi istri yang baik harus melayani suami dengan baik kan" ucap Kenan dengan tersenyum girang melihat reaksi Ze, saat dia menggoda nya.


"Iya...iya bawal" ketus Ze sambil memutar kan bola mata kesal.


***


Di sisi lain Rani sedang rebahan di kamar nya.


memainkan ponselnya yang sudah menelepon Ze namun tidak ada jawaban dari sahabat nya. namun tidak lama terlihat pesan masuk dari Ze.


Menyuruh Rani dan Pano untuk mengerjakan tugas kuliah di rumah ibunya sekarang juga.


"Bukannya tadi bilang mau nanti malam, kenapa jadi mendadak harus sekarang"


ucap bingung Rani. dan kini mulai melihat nomer kontak untuk memanggil Pano.


"Hallo Pan..! Ze nyuruh kita mengerjakan tugas kuliah sekarang, kalau gak sibuk kita ke rumah Ze sekarang ya, Tapi ke rumah aku dulu ya, bisa nebeng..!"


ucap Rani saat Pano sudah mengangkat telepon nya.

__ADS_1


" Dengan senang hati beby..!" jawab Pano di sebrang sana.


"Cepat ya aku tunggu.." pinta Rani sambil mematikan telepon nya.


Kini Rani pun mulai membereskan barang barang yang akan di bawa ke rumah Ze.


Mengganti pakaian sambil menunggu kedatangan Pano.


~


Setelah beberapa lama Pano kini sudah sampai di rumah Rani.


Rani pun langsung keluar menghampiri Pano dan langsung masuk ke mobil Pano dan langsung bergegas pergi.


"Bukankah tadi Ze bilang nya, mau mengerjakan nya nanti malam. kok jadi minta sekarang.?" tanya Pano memecah suasana sepi di perjalanan.


"Bilangnya si kalau nanti malam dia bakal sibuk.." jawab Rani


"Mau beli cemilan dulu gak buat nanti.?" tanya Pano.


"Boleh ,,"


Pano pun mulai meminggirkan mobil nya, berhenti di mini market di tempat yang di lalui mereka. Bergegas turun dan di ikuti Rani yang sama sama turun.


"Kau bisa beli apa aja, aku yang telaktir.." ucap Pano saat mereka sudah di dalam.


"Beneran nih.." ucap Rani memastikan sambil tersenyum girang.


"Iya cepat.. sekalian beliin cemilan untuk calaon keponakan ku, harusnya beli apa ya,?"


"Kalau orang ngidam, siang siang kayak gini pasti maunya makan ea cream deh." sahut Rani memberi saran.


"Baiklah ayo ambil es cerem dulu, sekalian untuk kita juga" ucap antusias Pano sambil merangkul pundak Rani. dan tangan satu nya lagi mendorong troli .


"Ada Bos mah bebas ya mau beli apa pun juga hahaha" canda Rani sambil mulai mengambil beberapa wadah es cerem dengan berbagi rasa.


"Ya iya lah... apalagi kalau kau mau jadi pacar ku.. aku akan berikan apa pun yang kau mau..!" ucap santai Pano


"Apa sih kalau bicara tuh jangan suka ngelantur" sahut Rani tidak terlalu menganggap perkataan Pano, karena memang Pano suka bercanda.


"Siapa yang ngelantur aku serius Ran..!"


"Tapi pacaran tuh bukan karena uang Pano.."


"Kau sakit ya..? kanapa bicaramu makin ngaco gitu sih..?" masih menyangka Pano bercanda.


"Ran..?"


"Aku beneran mencintaimu..! kenapa kau tidak pernah menganggap ku seperti laki laki normal si." bicara makin serius sambil terus menatap Rani.


"Hai..! kenapa kau menatap ku seperti itu..?


apa kau benar-benar mencintai ku?" batin Rani yang mulai merasakan debaran aneh dalam hatinya, saat Pano terus menatap nya.


"Maaf Pan.. tapi kita teman kan..?" mengelak sambil memalingkan wajahnya.


"Tapi aku ingin lebih dari itu..!" sambil menarik lagi wajah Rani agar dia bisa memastikan perasaan nya.


"Jawab dong..! apa kau tidak mencintai ku..?"


bertanya penuh harap.


Namun Rani yang masih bingung tetap tidak menjawab.


"Ran.. !! kita dari dulu memang teman tapi di samping itu dari dulu aku mencintai mu" berusaha meyakinkan Rani.


"Maaf kasih aku waktu untuk menjawabnya.."


ucap Rani yang masih bingung dengan perasaan nya.


" Kau menyuruh ku menunggu, berarti aku mempunyai harapan besar..?" seolah bertanya padahal berharap. Berkata sambil terus melihat wajah Rani memastikan dari raut wajahnya.


"Ran..sebenarnya kau juga mencintai ku kan?"


goda Pano karena penasaran.


"Apa sih jangan ke PD an." ketus Rani sambil melangkah menjauhi Pano.


"Baiklah... Dengan senang hati aku akan menunggu jawaban mu.. tapi jangan terlalu lama ya." rengek Pano sambil mengejar Rani, dan berjalan di samping nya.


"Iya..." jawab Rani.


Mereka yang terus saja bicara sambil mengambil berbagi macam cemilan, tidak sadar troli yang di dorong Pano sudah terisi penuh.

__ADS_1


Mereka pun langsung menuju kasir untuk membayar barang belian mereka.


***


Ze dan Kenan sedang duduk di teras belakang, sambil bersantai sambil menunggu kedatangan Rani dan Pano.


"Kak... tadi Bunda nelepon, apa Kak Ken tidak memberi tau Bunda kalau sedang di sini.?"


"Astaga ... kenapa aku bisa sampai lupa memberitahu Bunda" batin Kenan sambil meraih hp di sakunya.


"Untung kau mengingatkan, aku sampai lupa,! aku telepon Bunda dulu ya!"


Kenan pun langsung melihat ponsel nya, dan langsung melakukan panggilan pada Widi.


"Hallo Bun...!" sapa Kenan saat tau kalau Bunda nya sudah mengangkat telepon nya.


" Hallo jagoan Bunda, sudah baikan sama istri, jadi lupa nih ama Bunda,! sampai tidak memberi kabar ama Bunda,!" Goda Widi sambil tersenyum di sebrang sana.


"Kok Bunda tau Ken sudah balikan ama Ze?"


tanya Kenan heran.


"Kamu anak Bunda, jadi Bunda tau watak kamu, kamu akan selalu melupakan Bunda kalau kau sudah bersama dengan istri mu," ucap Widi lagi lagi menggoda Kenan.


"Maaf Bun... Ken tidak melupakan Bunda, tadi Ken ketiduran jadi tidak sempat ngabarin Bunda!" jawab Kenan menjelaskan,


Bicara pada Bundanya, namun mata terus menatap Ze, karena memang ada benarnya perkataan Widi, karena dia terlalu senang di saat Ze maafkan nya. Hingga Kenan benar-benar di buta kan dengan cinta sampai tidak mengingat apa apa.


"Iya,, tidak apa apa, Bunda hanya bercanda, Bunda malah senang kalian sudah baikan.


Menginap lah dulu di sana, mungkin Ze masih ingin bersama Ayah Ibunya."


"Terimakasih Bun...! kalau gitu Kenan pulang besok ya. love you Bunda, Ken tutup dulu ya."


berucap senang karena Widi selalu mengerti keinginan nya.


"Iya....," mengakhiri telepon anaknya dengan senyuman.


~


"Bunda bilang apa Kak..!?"


"Bunda mengomel karena aku tidak mengabari nya, tapi setelah mengomel malah nawarin untuk menginap dulu di sini"


"Benarkah... jadi kita nginap di sini dulu ya,!" bicara dengan antusias karena senang.


"Iya.." jawab Kenan menegaskan.


Melihat Ze yang tersenyum senang, Kenan langsung mengingat perkataan Bunda nya.


Benar adanya bahwa di saat kita menyayangi orang yang kita sayang, terkadang kita melupakan yang lain.


"Ze..!"


memanggil sambil menarik Ze ke pelukannya,


dan menggenggam erat telapak tangan Ze.


"Hemm" jawab Ze sambil tersenyum manis.


"Apa cinta mu akan berkurang pada ku, jika anak kita sudah lahir?" bertanya dengan tiba tiba membuat Ze heran.


"Kenapa bertanya begitu.?"


"Hanya ingin tau saja.. pasti aku akan terabaikan ya, karena perhatian mu pasti akan terus fokus pada anak kita,!" berucap lemas, Kenan mendadak manja sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ze.


"Kenapa cemburu pada anak sendiri, bahkan anak kita aja belum lahir" ucap Ze menceramahi suaminya.


"Bukan cemburu, hanya ingin bertanya saja." kilah Kenan.


"Cinta ku tidak akan berkurang Kak.. tapi cintaku akan bertambah, untuk mu,anak mu, dan juga anak kita," ucap Ze menegaskan. Dengan tangan yang mulai terangkat mengelus kepala Kenan, yang bersandar di bahunya.


Kenan pun langsung tersenyum senang mendengar jawaban istrinya.


" Terimakasih Ze..!" berucap senang sambil mengangkat pegangan tangan nya. dan mulai mengecup punggung tangan Ze. Merasa senang mendapatkan cinta yang besar dari istrinya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2