Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Menghadiri Pesta. ( prat 1 )


__ADS_3

Setelah menjalankan rutinitas pagi, seperti biasa dua pasangan muda ini bersiap siap untuk menjalankan kegiatan harian mereka.


Ze seperti biasa akan masuk Kampus, dan Kenan akan segera berangkat ke Kantor.


Usia kandungan Ze yang sudah menginjak usia 16 minggu, membuat Ze makin sensitif, bawaan dari jangan bayi berubah ubah terkadang Ze terlihat sangat dewasa, namun terkadang juga sangat manja, dan mudah sekali Baper an.


~


Kenan dan Ze mulai menaiki mobil Kenan.


Sebelum ke Kantor Kenan akan mengantar kan istrinya dulu ke Kampus.


"Ze...! jika nanti sudah beres jam mata Kuliah. langsung telepon aku, Aku akan menjemput mu ke Kampus, kita ke butik langganan Bunda, untuk persiapan menghadiri Pesta nanti!" seru Kenan memberitahu Ze.


"Iya Kak..!"


Setelah beberapa lama kini mobil yang di tumpangi mereka sudah sampai di depan Kampus.


"Maaf ya aku tidak bisa turun, ini sudah cukup siang, aku ada meeting di kantor!"


keluh Kenan, sambil memegang tangan Ze.


"Aku ikut ke Kantor sekarang aja!" ucap Ze dengan cemberut karena Kenan tidak mengantarkan nya ke dalam, rasanya masih ingin terus bersama Kenan.


Seketika Kenan langsung tersenyum kecil melihat kemanjaan Ze. Kenan pun langsung melepaskan sabuk pengaman nya.


"Kau harus belajar dulu Ze..,!" seru Kenan sambil menggerakkan badannya menghadap Ze.


Dan terus menatap nya.


Kini tangan Kenan langsung bergerak memegang perut Ze dan mengelus nya.


"Deddy harus segera ke Kantor sayang, jadi Deddy tidak bisa mengantar mu dan Mommy sampai ke dalam. Baik baik dengan Mommy ya!" seru Kenan bicara dengan jabang bayi di perut Ze, langsung menunduk dan berakhir mengecup perut Ze.


Namun Ze masih belum juga bersuara rasanya tidak rela membiarkan Kenan pergi, apalagi membayangkan di kantor ada wanita yang kemarin bekerja di sana.


Menyadari tingkah Ze Kenan kini menatap Ze dengan lekat.


"Hei...!" goda Kenan dengan mencolok ujung hidung Ze.


"Kalau kau tidak belajar bagaimana kau akan bisa membantuku di Kantor?!"


ucap Kenan berusaha merayu Ze untuk segera masuk ke Kampusnya.


"Iyaa...aku turun sekarang!" ucap luluh Ze.


"Senyum dong, kalau senyum kan cantik!" goda Kenan, dengan tangan mulai melepas sabuk pengaman Ze. Hingga membuat wajah mereka sangat dekat.


"Cup" satu kecupan mendarat di bibir Kenan.


Keadaan Kini berbeda Ze yang berinisiatif sendiri untuk mencium suaminya.


Membuat Kenan langsung tersenyum senang.


" Kenapa sekarang kau malah menggoda ku!" ucap Kenan dengan tersenyum nakal, dan langsung menggerakkan kedua tangan nya mengunci badan Ze.


"Aku hanya mencium saja, aku tidak menggoda mu Kok!" kilah Ze dengan manja nya. Sambil memalingkan wajahnya karena malu.


"Akh... kalau terus seperti ini bisa bisa aku tidak akan menjalankan meeting, habislah.. Nanti aku di marahi Ayah!" batin Kenan yang hasratnya kini makin menggebu-gebu, Namun ia tahan karena mengingat pekerjaan nya.


"Masuklah nanti siang aku akan menjemput mu!"


seru Kenan kini melampiaskan hasratnya dengan memeluk Ze dan berakhir mengecup kening nya.


"Iya aku turun dulu Kak.!" ucap patuh Ze sambil beranjak turun dari mobil Kenan.


"Jaga diri mu!" seru Kenan.


"Iya Kak Ken... Kak Ken juga hati hati di jalan"


"Aku masuk dulu... Dah Kak Kan..!"


ucap Ze dengan tersenyum manis dan melambaikan tangannya.


"Iya... " sahut Kenan sambil membalas lambaian tangan Ze, dan membalas senyuman nya.


Setelah memastikan Ze masuk ke dalam. Kenan dengan cepat langsung melajukan mobilnya menuju Kantor.


***


Keadaan di kantor semua staf jajaran tinggi Surya sudah berjajar duduk rapi di kursi ruangan meeting.


Pak Anton terus saja melihat jam yang melingkar di tangan nya. Melihat ke arah pintu berharap Tuan nya segera hadir di sana.


Untuk memimpin meeting mengganti kan Surya.


*


Keadaan di bawah lobby.


Setelah memalkirkan mobilnya, Kenan dengan tergesa gesa masuk ke dalam.


langsung memasuki lift sambil melihat jam.


"Akh... ini sudah terlambat..!" decak Kenan, dengan hati yang sudah tidak tenang.


Setelah beberapa lama kini lift terbuka, Kenan dengan cepat langsung berjalan mendekati ruangan nya untuk mengambil beberapa berkas yang akan ia bawa untuk mengikuti meeting.


Setelah mengambil semua berkas nya. Kenan berjalan cepat keluar untuk naik ke lantai atas di mana meeting di laksanakan.


"Sepertinya Tuan Kenan sedang terburu buru!" Batin Angel dengan seringai di bibir nya, memikirkan cara untuk mendekati Kenan.


Dengan perlahan Angel berdiri dan melangkah kakinya mendekati Kenan.


"brug" Angel dengan sengaja menyenggol lengan Kenan pura pura terpeleset.


Hingga membuat semua berkas di tangan Kenan berjatuhan ke lantai.


"Maaf Tuan saya tidak sengaja, biar ku bantu membereskan semuanya!" ucap Angel dengan lembut nya.


"Akh... Kau lagi! apa kau tidak punya mata,


gara gara kau semuanya jadi berantakan!" cibir Kenan dengan kesalnya.


"Sekali lagi Maaf Tuan..!" ucap Angel makin melemas sambil memungut berkas berkas yang berserakan.


"Jika Tuan terburu buru. Tuan bisa pergi terlebih dulu, biar berkasnya nanti saya antarkan jika saya sudah membereskan nya.!" saran Angel dengan penuh harap, agar dia bisa terus mencuri perhatian Kenan.


"Bereskan semuanya dengan cepat, aku tunggu di ruangan meeting..!" tegas Kenan.


Karena memang waktu sudah cukup mepet jika dia harus menunggu semua berkas nya yang sudah acak acakan.


Kenan pun dengan cepat langsung menaiki lift menuju ruangan meeting.


"Aaaa... akhirnya" tersenyum penuh kemenangan " Ini awal untuk mendapatkan perhatian mu Tuan Kenan.! awas saja kau wanita menyebalkan aku akan merebut suami mu!" batin Angel dengan tersenyum girang.


*

__ADS_1


Kenan sudah sampai di ruangan meeting.


"Maaf saya terlambat!" ucap hormat Kenan sambil membungkuk kan kepalanya.


"Iya ... silahkan duduk Tuan!" sahut para pekerja Surya yang lain.


Kenan pun langsung duduk dan akan memulai meeting mereka.


Setelah pembukaan meeting selesai, Kenan mulai melihat ke arah pintu, berharap Angel segera datang membawa berkas berkas nya.


Dan tidak lama terlihat Angel memasuki ruangan. Berjalan perlahan sambil tersenyum ramah pada semua orang di sana, dan segera melangkah mendekati Kenan dan memberi berkas nya.


"Ini Tuan... Maafkan kecerobohan saya!"


ucap lembut Angel sambil memberikan berkas nya.


"Kau boleh kembali..!" perintah Kenan pada Angel.


Angel pun langsung menundukkan kepalanya dan bergegas pergi.


"Waaaa. ganteng sekali si Tuan Kenan, apa lagi di lihat dari jarak yang dekat!" batin Angel menjerit senang. Saat bisa berhadapan dengan Kenan dengan jarak yang sangat dekat.


Kini Kenan pun mulai mengawali Meeting nya.


***


Malam yang di benci Ze kini telah tiba.


Malam di mana dia harus menghadiri pesta yang di adakan oleh keluarga mantan kekasih suaminya.


Dari tadi siang Ze tidak terlalu bersemangat, di saat memilih gaun pun Ze hanya diam karena tidak terlalu berselera untuk memilih.


Mungkin jika Kenan tidak memilihkan gaunnya dan Kenan tidak membujuk nya. Pasti Ze tidak akan bergerak sama sekali.


~


Kenan dan Ze kini sudah siap dengan


penampilan mereka.


Kenan terlihat tampan dan Ze terlihat makin cantik dan anggun dengan penampilan nya.


Mereka terlihat sangat serasi di tambah lagi warna baju yang sengaja Kenan pilih kan membuat mereka terlihat se nada dengan pakaian mereka.


"Kak.. apa hils nya tidak terlalu tinggi, rasanya tidak nyaman sekali mengenakan sepatu seperti ini..!" rengek Ze sambil berjalan perlahan mencoba sepatu hak tinggi nya.


"Kau terlihat makin cantik Ze..!" ucap Kenan dengan terus memperhatikan istrinya.


"Apa tidak akan terpeleset ya..!" rengek Ze lagi, karena tidak terbiasa, padahal hils sepatu nya tidak tinggi tinggi amat.


"Jalan nya hati hati, dan jangan pernah melepaskan tangan mu, dari tangan ku, kau tidak akan apa apa.!" ucap Kenan menasehati Ze, sambil menarik tangan Ze dan langsung merangkul pinggang nya.


Mereka pun langsung mulai berjalan ke luar memasuki mobil untuk menghadiri pesta.


**


Di sebuah gedung tempat dimana keluarga Baron menjalankan pesta.


Semua sudah terlihat ramai. Tamu tamu undang sudah memenuhi ruangan.


Dari mulai rekan kerja Baron, sampai teman teman Sania juga ada di sana.


Roni dan Martin juga terlihat bergabung di antar mereka.


Sang Tuan rumah mulai keluar menyambut para Tamu nya yang berdatangan.


Para pelayan berlalu lalang menyiapkan minum dan berbagi cemilan.


Sedangkan. Sania masih bersiap siap di ruangan nya, di temani Angel yang sudah datang terlebih dulu.


"San... cantik banget loe..!"


"Makasih..!"


"Sudah siap kan? keluar sekarang yu, katanya mau ngenalin pacar mu?" tanya Angel.


"Yu... !" ajak Sania.


Sania dan Angel pun langsung keluar bergabung dengan tamu yang lain nya.


~


"Wih Ron liat tuh cewek loe, cantik banget..!" ujar antusias Martin melihat kedatangan Sania dan Angel yang berjalan ke arah mereka.


Roni hanya tersenyum kecil melihat ke arah Sania, begitupun Sania dia tersenyum manis membalas senyuman Roni.


"Ron... itu siapa yang berjalan dengan Sania, lumayan cantik juga..!" tanya antusias Martin.


"Gak tau, teman nya kali..!" sahut Roni.


Sania dan Angel pun kini mendekat menghampiri Roni.


"Selamat Ulang tahun Yang...!" ucap Roni sambil memeluk Sania.


"Terimakasih!" jawab senang Sania.


Sania pun langsung berdiri di samping Roni sambil melingkarkan tangan di tangan Roni.


"Kenalin.. ini teman ku!" ujar Sania pada Roni sambil menunjuk Angel.


"Angel..." ucap Angel mengenalkan diri.


"Roni..!" sahut Roni.


"Dan Ini Martin teman kita..!" Sania mengenalkan Martin pada Angel.


" Hallo Angel!" sapa Martin dengan tersenyum.


"Hallo..!" sapa balik Angel.


Saat mereka berbincang tiba tiba para tamu bergemuruh karena melihat ke datangan Kenan dan Ze di sana.


Semua orang berbisik membicarakan pasangan muda yang merupakan pewaris dari keluarga terkaya di kalangan mereka.


Anak konglomerat yang terkenal kejayaan nya.


"Wih.. gue kira mereka tidak akan ke sini!"


celoteh Martin yang kaget melihat pasutri itu.


"Kok Tuan Kenan ada di sini!?" batin Angel kaget.


Angel langsung menggeser kan badannya mendekati Sania.


"San.. itu menejer gue yang aku ceritakan kemarin. Kok bisa ada di sini? apa loe kenal dia? Kenapa bisa ada di pesta ini?!" bisik Angel bertanya dengan mata terus fokus melihat Kenan.


"Loe gak tau siapa dia, dan berani ngedeketin dia. Gila loe. Gue aja yang pernah jadi pacar nya gak pernah berani ngeganggu hubungan mereka lagi Angel. Dia pewaris keluarga Wijaya." jelas Sania, membuat Angel terpelojak kaget.

__ADS_1


"Jadi mantan yang sering loe ceritakan. Tuan Kenan itu!" ucap keget Angel.


Sania dengan cepat menganggukkan kepalanya.


"Wah pantesan aja Sania sampai tidak bisa melupakan nya, memang Tuan Kenan tidak biasa di lupakan" batin Angel


"Harapan gue hilang dong untuk mendekati nya!" keluh Angel.


"Jangan pernah mimpi!" timpal Sania dengan serius.


*


"Kak Ken..!" ucap gugup Ze merasa tidak nyaman karena semua mata tertuju pada mereka. Dengan tangan terus melingkar di tangan Kenan.


"Tidak apa apa santai saja!" ucap Kenan menenangkan Ze.


"Aku baru pertama kali menghadiri pesta seperti ini Kak Ken, jadi tidak terbiasa dengan suasana seperti ini!" jelas Ze.


"Jangan terlalu gugup, ada aku" Kenan kini menggerakkan tangan nya, dan melingkar di pinggang Ze. Sambil perlahan berjalan masuk.


Terlihat Tuan Baron datang menghampiri mereka.


"Selamat malam Tuan Kenan.!" sapa Baron.


"Malam Tuan, Maaf Ayah tidak bisa hadir, jadi saya yang menggantikan nya!" sapa Kenan dengan sopan nya.


" Tidak apa apa. Terimakasih karena Tuan bisa meluangkan waktu untuk hadir di sini, silahkan Tuan menikmati jamuan kita.!" seru Baron mempersilakan Kenan masuk ke dalam.


Kenan langsung membungkuk dan bergegas masuk.


"Mau makan sesuatu?" tanya Kenan pada Ze.


"Tidak!" jawab Ze tidak terlalu bersemangat karena masih canggung dengan suasana di sana.


~


"Hei Ken!" tiba-tiba Martin memanggil Kenan.


hingga Kenan dan Ze meliht ke sumber suara.


" Itu Martin. Apa ingin gabung dengan mereka?" tanya Kenan.


"Terserah Kak Ken aja!"


Kenan pun langsung bergabung dengan Martin dan lain nya.


Saat sudah bergabung dengan mereka Ze terkejut karena melihat Angel di sana, mata nya bisa dengan jelas cara melihat Angel yang dari tadi memperhatikan suaminya.


Dengan cepat Ze langsung makin menempelkan badannya pada badan Kenan tidak rela suaminya di tatap wanita lain.


Kenan yang menyadari nya, hanya bisa tersenyum kecil, dan makin mempererat rangkulan tangan nya.


"Tenang saja aku tidak akan ke mana mana!"


bisik Kenan di telinga Ze. Dan berakhir mengecup puncak kepala Ze.


"Woi apa kalian tidak melihat kita di sini? kenapa malah mesra mesraan hah! kalau mau bermesraan di rumah aja," omel Martin karena terabaikan oleh teman nya.


Kenan hanya tersenyum kecil menanggapi ocehan Martin.


"Maaf aku menyapa mereka dulu!" izin Kenan sambil perlahan melepaskan rangkulannya.


"Bagaimana kabar loe ? rasanya sudah lama tidak bertemu!" sapa Martin sambil menyalami Kenan dengan gaya cool anak muda millenial.


"Baik..loe sendiri?" tanya balik Kenan.


"Baik baik saja mungkin cuma hatinya yang kurang baik!"


sahut Martin dengan candaan nya.


"Apa gue boleh menyapa istri loe, rasanya kangen sekali tidak melihat nya!" ucap Martin menggoda Kenan, dengan mata sudah menatap Ze, dan tersenyum menyapa Ze.


"Jangan macam-macam!" sahut Kenan sambil menghalangi Ze dengan badannya.


"Gak punya pacar ya loe, sampai melirik istri orang!" gerutu Kenan sambil menjitak Kepala Martin.


"Seperti yang loe lihat, gue mah jomblo jomblo aja Ken!" keluh Martin. sambil mengelus bekas jitak an Kenan.


" Gue kira itu cewek loe, kalian kayaknya cocok!" bisik Kenan, sambil mengisyaratkan karena terlihat Angel ada di sana dan berdiri di samping Martin.


"Dia karyawan gue, kalu mau ambil aja, cocok banget ama loe!" bisik Kenan menggoda Martin.


" Beneran nih!" sahut antusias Martin.


" Ambil aja gratis!" bisik Kenan di akhiri tawanya. dan langsung menjauhkan badannya dan kembali merangkul Ze.


" Sialan loe.. anak orang woi!" timpal Martin.


sambil menendang pelan kaki Kenan.


Kenan hanya tersenyum kecil menanggapi Martin.


"Kenapa Kak..!" tanya Ze karena melihat Kenan seperti senang sekali.


"Hanya mengerjai si Martin, menyuruh nya mendekati karyawan kita, bukankah wanita yang berdiri di samping nya, karyawan kita di kantor." bisik Kenan menceritakan.


Ze pun langsung tersenyum kecil mendengar nya.


"Bagus lah, agar matanya tidak jelalatan terus!" batin Ze sambil menatap sinis Angel.


"Wah wanita itu benar benar menyebalkan, kenapa menatap ku seperti itu!" batin Angel menggerutu tidak senang mendapat tatapan sinis Ze.


Kini mata Kenan melihat Roni di depannya.


"Hai Bro... Selamat.. kayaknya hubungan kalian makin baik ya. Cepet nyusul kayak kita!" ujar Kenan bicara pada Roni sambil mengulurkan tangannya.


dan tangan satu lagi tidak melepaskan rangkulannya dari pinggang Ze.


Seolah memperlihatkan bahwa tidak ada yang bisa mengambil Ze dari sisi nya.


"Ya Terimakasih!" sahut Roni, meski masih ada kecanggungan namun Roni menerima uluran tangan Kenan.


Mereka pun langsung berbincang bincang menikmati pesta.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2