
Keadaan di Kampus jam Kuliah hari ini sudah selesai, semua mahasiswa sudah mulai berhamburan keluar, Kenan kini makin bersemangat, kerena sang istri sudah memaafkan nya.
Kenan berjalan dengan cepat menelusuri lorong ruangan Kampus, berjalan menuju ruangan kelas Ze untuk menemui nya.
Wajahnya terlihat berseri seri, walaupun masih ada lembam dan memar di wajahnya bekas pukulan Roni, namun itu tidak mengurangi ketampanan nya.
Saat sudah sampai di depan ruangan kelas Ze, matanya langsung tertuju pada istrinya yang baru keluar bersama teman dekat nya.
Terus menatap nya dengan tatapan penuh arti serasa menggambarkan perasaan hati nya.
Ze yang menyadari keberadaan Kenan, langsung mempercepat langkahnya untuk menghampiri nya,
"Hai, Kak Ken,!" berucap seolah seperti yang baru pertama kali bertemu, berbicara dengan suara manja nya.
"Hai, sayang ku " balas Kenan gak kalah manja, sambil merangkul pundak Ze dan langsung menarik Ze ke sampingnya.
Membuat mereka malah seperti pengantin baru yang sedang di mabuk cinta.
"Hadeh, memang bakal jadi keajaiban dunia ke 8 kalau melihat mereka berdua bertengkar, mereka kan lengket nya kayak prangko, mana betah jika bertengkar lama lama" gerutu Pano yang lagi lagi matanya ternodai melihat kemesraan temannya itu.
"Kenapa memernya belum hilang,?" tanya Ze khawatir sambil mendongkangkan wajahnya ke atas melihat wajah Kenan.
"Kalau mau hilang, kau harus memciumnya,!"
goda Kenan berbisik sambil memasang senyum jahil di bibirnya.
"Apa sih," ucap Ze risi mendengar ucapan Kenan, sambil mencolek wajah Kenan menjauhkan dari wajahnya.
"Kenapa,! kau tidak ingin mencium suami mu,?" goda Kenan lagi sambil mendekatkan lagi wajahnya.
Namun Ze tidak merespon nya, dia malah terus diam saja.
"Baiklah, kalau kau tidak mau mencium ku,! biar aku yang mencium mu,!" ucap Kenan dengan begitu santai nya, dengan cepat langsung mencium pipi cabi istrinya.
"Kak Ken,!" gerutu Ze kesal.Namun Kenan malah membalas nya dengan senyuman.
"Terus,! Terus saja pamer biar orang orang tau kalau kalian tidak bisa di pisahkan" ucap kesal Pano yang berjalan di belakang mereka, dan bisa melihat dengan jelas apa yang di lakukan pasangan suami istri itu.
Kenan dan Ze langsung menoleh ke belakang dan tersenyum kecil melihat Pano.
~
Kenan dan Ze sudah berada di parkiran, Ze yang tadi nya ke Kampus di antara sang sopir, kini dia pulang ikut dengan Kenan.
Mereka tidak langsung pulang ke rumah kediama Wijaya, Kenan sengaja mengajak Ze pulang dulu ke rumah Ayah Angga, karena Kenan harus berbicara dulu ke kedua orang tua Ze. bahwa dia akan membawa pulang istrinya.
Ze pun menelepon Ayahnya, agar Ayahnya segera pulang ke rumah, memberitahukan semuanya.
"Gimana,? Ayah pulang sekarang,?" tanya Kenan memastikan.
Ze pun langsung menjawabnya dengan anggukan.
Selama mereka di perjalanan, Kenan terus saja melihat ke arah Ze, ingin berkata kata namun bingung untuk mengungkapkan nya.
__ADS_1
Ingin rasanya Kenan mengungkapkan perasaan bahagianya Karena Ze telah memaafkan nya, namun Kenan bukan tipe orang yang suka romantis, membuat dia bingung untuk mengutarakan nya.
Walaupun mungkin akan terkesan kaku namun Kenan akan mencoba nya.
Kenan kini mulai memperlambat laju mobilnya. Mulai melepaskan satu tangan dari setir mobil, dan mulai meraih tangan Ze dan menggenggam telapk tangannya.
Merasakan sentuhan hangat tangan Kenan Ze langsung menoleh dan melihat ke arah nya. membuat tatapan mata mereka saling bertemu, dan terhipnotis dengan tatapan penuh cinta dari kedua nya.
"Kak,! kalau terus menatap ku seperti itu, kau pasti akan menabrak sesuatu di depan" canda Ze masih terus menatap Kenan, dan memberikan semuanya manis menatap nya.
Membuat Kenan menjadi salah tingkah, dan langsung fokus melihat ke depan. merasa malu sampai hilanglah sudah, kata kata yang sudah ia persiapkan untuk sang istrinya.
"Kalau kau tersenyum seperti itu, aku tidak bisa berkata kata Zepania," batin Kenan. walaupun malu malu namun tidak melepaskan genggaman dari tangan Ze. Dia malah mempererat genggaman tangan nya.
Ze yang melihat reaksi Kenan hanya bisa terus tersenyum menatap nya, dan membalas genggaman tangan Kenan.
"Terimakasih, telah hadir dalam hidupku" ucap lirih Ze,
Membuat Kenan tersenyum senang, dan langsung mengangkat genggaman tangan nya mengangkat tangan Ze, sedikit membungkuk dan dengan cepat langsung mengecup punggung tangan Ze.
"Terimakasih telah Memaafkan ku Ze,!" ucap Kenan dan membalas senyuman Ze, membuat mereka terlihat makin mesra walaupun tanpa banyak kata kata.
Karena begitulah mereka, saling mengerti perasaan mereka, mengutarakan perasaan bukan dengan kata kata, namun dengan kasih sayang dan cinta yang nyata.
***
Kenan dan Ze sudah sampai di rumah Ayah Angga, langsung turun dan bergegas masuk ke dalam. Berjalan beriring dengan tangan Kenan terus melingkar di pinggang Ze, rasanya tidak ingin melepaskan Ze dari sisinya.
Terlihat di dalam Angga dan Maya menyambut kedatangan mereka. Dari tadi Maya sudah tersenyum senang karena Ze menelepon Ayahnya dan memberitahu kalau Ze akan pulang ke rumah suaminya.
"Ayah, Ibu,!" sapa Kenan sambil mengalami kedua Mertuanya.
"Kau sehat Nak,? ada apa dengan wajah mu,? kenapa merah merah begini,?" tanya kaget Maya, saat melihat dengan jelas wajah menantunya.
"Tidak apa apa Bu,! ini sedikit memar saja," jawab Kenan dengan tersenyum kikuk.
"Kenapa bisa seperti itu,?" tanya Angga ikut heran.
"Di pukul orang Yah, dan dia nya tidak melawan,!" jawab sewot Ze
Membuat Angga langsung menatap Kenan penuh tanda tanya.
"Tidak apa apa Yah, ini hanya bayaran agar Anak Ayah mau pulang ke rumah suaminya," jawab Kenan dengan tersenyum jahil sambil menatap Ze yang ada di samping nya, dan menarik tangannya. seolah memberi isyarat.
" apa si,!" kilah Ze tidak mau mengakui nya.
Membuat Angga dan Maya tersenyum senang melihat mereka yang sudah akur.
"Aku ke atas dulu Kak, mau beres beres dulu," pamit Ze dan langsung menuju ke atas.
Kini tinggal Angga Maya dan Kenan di bahwa.
"Yah, terimakasih karena salam aku tidak bisa menjaga Ze, Ayah telah menjaga Ze dengan baik," ucap Kanan
__ADS_1
"Tidak perlu berterimakasih, ini sudah kewajiban Ayah sebagai orang tau Ze," ucap santai Angga sambil menepuk pundak Kenan.
"Ayah memang yang terbaik," ucap kagum Kenan.
"Dan kau suami terbaik,! apa yang kau lakukan pada diri mu sampai babak belur seperti ini, sampai sampai Ze langsung memaafkan mu,?"
tanya canda Angga dengan tersenyum jahil melihat keadaan Kenan sekarang.
"Ini di hajar laki laki yang pernah hadir di kehidupan anak Ayah," jawab enteng Kenan dengan tersenyum menatap Angga.
"Jadi karena itu Ze memaafkan mu,!" tanya kaget Angga memastikan.
"Iya, Yah,! padahal kalau tau bakal semudah ini mendapat maaf dari Ze, kenapa tidak dari kemarin kemarin, Ayah pukul aku agar Ze bisa langsung memaafkan ku, mungkin kalau Ayah yang memukul ku, rasanya tidak akan sesakit saat di pukul oleh mantannya." ucap keluh Kenan, membuat Angga dan Maya tersenyum lebar merasa lucu melihat keluhan Menantunya.
"Naik lah ke atas, mungkin Ze membutuhkan bantuan mu," ucap Angga sambil menepuk pundak Kenan, sudah tau kalau Kenan pasti merindukan istrinya.
"Baik Yah, Aku ke atas dulu" pamit Kenan dan langsung menuju ke atas.
~
Ze terlihat sedang membereskan pakaian nya, tiba-tiba di kagetkan oleh kedatangan Kenan yang sudah ada di dalam kamarnya dan langsung memeluknya dari belakang.
"Apa anak ku baik baik saja," ucap Kenan yang sudah menyandarkan kepalanya di bahu Ze dengan tangan sudah memeluk Ze dan mengelus lembut perut datar nya.
"Dia baik, bahkan lebih baik dari keadaan Mommy nya," jawab Ze sambil memegang tangan Kenan yang sedang menempel di perut nya.
"Emang, kenapa Mommy nya,?" tanya Kenan yang sudah nyaman dengan posisi nya, mencium tenguk Ze dan menghirup aroma harum tubuh Ze, yang sudah beberapa hari ini rindukan.
"Karena Mommy nya merindukan Deddy nya" ucap goda Ze sambil mendongkangkan wajah nya melihat wajah Kenan di belakang nya.
" Benarkah,?" tanya girang Kenan sambil membalikkan badan Ze agar dia menghadap ke arah nya.
"Hemm" jawab singkat Ze dengan sedikit mengangguk sambil tersenyum kecil menatap Kenan.
Kenan pun tersenyum senang, dan langsung menarik Ze semakin menempel ke badan nya.
"Aku juga merindukan mu,"
ucap Kenan lirih, dengan tangan mulai bergerak menelusuri punggung Ze, bergerak naik ke tengkuk Ze mengangkat nya pelan, dan langsung memposisikan wajahnya untuk mencintaimu bibir seksi istrinya.
Menciumnya dengan penuh kebuasan, dan mulai memeluk nya, dan mengangkat nya. menggiringnya ke tempat tidur dan langsung merebahkan nya di sana tanpa melepaskan ciumannya.
Membuat mereka melepaskan kerinduan setelah berpisah beberapa hari, menciptakan kenikmatan duniawi dengan penuh cinta dan kasih sayang.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.