Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
VIDEO CALL


__ADS_3

Β 


HAPPY READING GUYS πŸ€—πŸ€—πŸ˜Š


Β 


πŸ“–πŸ“–πŸ“–


Kenan kini melangkah keluar dengan raut wajah datar yang tak bisa di tebak membuat Pak Anton menerka nerka apa yang sudah di bicarakan antara Tuan Muda dan mantan kekasih nya itu. Apakah perasaan yang dulu pernah ada akan bersemi kembali?


dalam pikiran pak Anton mungkin itu bisa terjadi, mengingat kedekatan Tuan nya dengan Ze belum cukup lama, sehingga sangat mudah untuk menggoyahkan nya.


Namun lamunan Pak Anton terhenti karena melihat pergerakan Kenan yang beralih pada arah lain, bukan menuju ke arah ruang kerjanya.


Ternyata Kenan berjalan menuju arah Martin dan Roni, yang sedang berbicara riang.


"Awas kau Martin kalau kau berani kabur!! "


batin Kenan yang sudah berjalan cepat menghampiri Martin dan dengan setia Pak Anton mengikuti nya di belakang.


"Hei kau ikut dengan ku!" seru Kenan pada Martin, sambil menyeret nya untuk ikut ke ruangan nya.


"Wah dia memang laki laki kejam, kenapa aku sampai memikirkan ide gila membiarkan mereka berdua an, sepertinya dia marah sekali, habis lah aku."


batin Martin yang sudah tidak bisa melakukan apapun, karena tangan nya sudah terseret oleh Kenan.


"Dan kau, cepat temui wanita mu mungkin dia sekarang sedang menangis dan membutuhkan mu!" seru Kenan pada Roni dengan tiba tiba, hingga membuat Roni kebingungan, namun dengan cepat Roni berjalan menuju ruangan tempat Sania berada.


"Hei, apa kau sudah gila!


apa yang kau lakukan pada Sania hingga membuat nya menangis?


meski kau tidak lagi menyukai nya, tapi kau tidak harus menyakiti nya 'kan?"


protes Martin membuat Kenan tambah marah.


"Bukan nya kau yang lebih gila, meninggal kan laki laki gila berduaan dengan seorang wanita di di dalam ruangan,"


ujar Kenan mulai meninggikan suaranya.


"kau tidak melecehkan Sania 'kan? "


Pertanyaan gila Martin membuat nya mendapatkan kan satu jitakan keras dari Kenan yang mendarat di kepala nya.


"Kau pikir aku segila itu sampai melakukan hal yang sangat kotor." ujar Kenan sambil menatap tajam Martin.


"Tidak, aku hanya bercanda, ayolah jangan marah, kita kan teman!"


ujar Martin yang sudah ketakutan melihat tatapan tajam Kenan,


hingga Martin memasang senyum yang di buat buat.


Namun Kenan tidak mempedulikan perkataan Martin, dia hanya fokus melangkah menuju ke ruangannya dan di ikuti Martin dan Pak Anton di belakang nya.


Setelah sampai di ruangan, Kenan mulai melepaskan jas yang langsung ia lempar ke sofa, melonggarkan kan dasi yang melingkari di leher nya, dan menaikan tangan kemeja nya supaya dia lebih leluasa, dia bersiap untuk menghukum Martin.


Kenan langsung menghampiri Daret Board yang terpasang di dingding ruangan kerjanya,


dengan papan bulat besar yang terpasang di dinding dan panah kecil yang sudah siap ia genggam di tangan nya.


Seperti itu lah kebiasaan Kenan jika sudah merasa kesal, dia akan melampiaskan emosi nya dengan melempar kan panah kecil itu sampai menancap tepat pada sasaran utama.


"Apa yang akan kau lakukan pada ku?"


Martin kaget saat melihat Kenan dengan cepat melempar panah kecil itu hingga tepat menancap pada tengah lingkaran,


dan kini Kenan malah menyuruh nya untuk berdiri persis di depan papan bulat itu.


"Kau tidak akan membunuh ku 'kan?"


Martin mulai gelisah saat melihat Kenan sudah bersiap untuk melemparkan panahnya.


"Kalau kau terus bergerak, mungkin aku akan benar-benar membunuh mu."


sahut kenan sambil memasang seringai di bibir nya.


"Kau mema-"


belum selesai Martin bicara panah kecil itu sudah melayang menacab keras persis di dekat telinga nya,

__ADS_1


mungkin bila dia bergerak sedikit saja, panah itu akan menancap persis di telinga nya.


"Kenan kau memang benar-benar kejam."


seru Martin sambil melorot, mendudukan badan nya di lantai karena terkejut.


"Hahaha itu balasan untuk mu, karena berani mempermainkan ku "


Kenan tertawa terbahak-bahak melihat teman nya yang sudah terkulai tak berdaya.


"Ternyata anda masih belum mengenal dekat Tuan Muda, sampi berani memancing kemarahan nya, hingga anda sendiri yang mendapatkan akibat nya."


batin pak Anton sambil tersenyum melihat kelakuan Tuan nya yang dengan kejam mengerjai teman nya sendiri tanpa ampun.


"Pak Anton, tolong antarkan dia ke kamar nya, mungkin dia kelelahan sampai tak bisa berjalan," perintah Kenan lagi lagi memasng senyum jahil di wajah nya.


"Baik Tuan,"


jawab sigap Pak Anton sambil mendekati Martin.


"Tidak perlu, aku bisa jalan sendiri."


ketus Martin sambil berjalan keluar,


pak Anton pun mengikuti Martin di belakang nya.


"Hari yang melelahkan,"


Kenan mulai mendudukkan badan nya di sofa, membuang napas panjang melepaskan segala lelah nya.


Saat pikiran nya sudah tenang kembali, kini Kenan kembali duduk ke meja kerjanya, tangan nya mulai meraih hp yang tadi ia tinggal kan, pikiran nya mulai mengingat kembali bahwa tadi dia akan menghubungi Ze.


"Sedang apa ya kelinci kecil ku?"


batin Kenan langsung melakukan video call pada Ze.


Tidak membutuhkan waktu lama VC itu sudah tersambung.


"Wah cepat sekali dia mengatakan nya. Apa dia sangat merindukan ku?"


batin Kenan kini mulai menatap layar hp nya


senyuman kini muncul di wajah nya, saat melihat kelinci kecil nya itu sepertinya baru bangun tidur.


kenapa di santi sekali?"


Kenan memgelengkan kepada nya, melihat tingkah konyol Ze.


kini Ze terlihat mengucek kedua mata nya,


pandangan nya langsung tertuju pada layar hp nya dan betapa terkejut nya Ze saat melihat sosok Kenan yang terliat jelas di layar hp nya yang sedang tersenyum.


"Waaaa, kenapa bisa kau?"


Ze yang terkejut langsung memposisikan badan nya hingga duduk tegak di atas kasus.


"Kenapa kau terkejut sekali? kau tidak ingin aku menghubungi mu?" goda


Kenan lagi lagi memasang senyum manis nya.


"Hei mengapa kau selalu tersenyum manis begitu? aku kan jadi gak bisa berkata kata karena gugup melihat mu." batin Ze


"Kenapa diam? kau marah padaku karena aku baru menghubungi mu?" tanya Kenan dengan suara ledakan nya.


"Kenapa harus marah, meski pun kau tidak menghubungi ku, itu sama sekali bukan masalah untuk ku."


sahut Ze sambil memalingkan wajahnya nya dari tatapan Kenan.


"Baik lah akan ku tutup saja VC-nya."


ujar Kenan dengan suara datarnya,


padahal dia sudah menah tawa, tau bahwa Ze tidak berkata yang sejujurnya.


"hei tunggu!"


dengan reflek Ze bersuara karena takut kalau VC-nya akan benar benar di akhiri.


"Haha.... tuh 'kan, kau memang tidak pandai bersandiwara, terlihat jelas di wajah

__ADS_1


mu kalau kau sedang merindukan kan ku 'kan?"


ujar Kenan dengan santai nya, padahal dia sendiri juga sangat merindukan Ze.


"Tidak kok!"


jawab Ze yang masih mengelak.


Mata Ze terus memperhatikan Kenan merasa aneh melihat penampilan calon suaminya.


"Kenapa penampilan mu berantakan sekali?"


tanya Ze karena melihat penampilan Kenan yang acak acakan.


"kau menghawatirkan ku?"


tanya Kenan mulai menggoda Ze.


"Tidak, aku menghawatirkan sekretaris mu yang harus selalu memasangkan dasi untuk mu,"


sahut Ze dengan suara ketus dan memasangkan wajah cemberut karena setiap pertanyaan nya, akan di jawab Kenan dengan pertanyaan balik.


"Kenapa dia selalu lucu sekali kalu sudah cemberut begitu, ingin rasanya aku mencium bibir mungil nya."


batin Kenan


"Hei kenapa selalu cemberut begitu? membuat mu tambah jelek saja"


ucapan Kenan yang berbanding terbalik dengan isi hati nya.


"Biarin,"


sahut Ze kesal dengan masih memasangkan wajah cemberut.


"Kalau kau masih cemberut begitu aku tidak akan segan segan mencium bibir mu."


ujar Kenan menggoda lagi.


"Coba saja kalau berani,"


sahut Ze meledak Kenan sambil menjulurkan lidahnya.


"Tunggu saja! kalau aku sudah kembali aku tidak akan segan segan mencium mu."


ujar Kenan dengan begitu serius berusaha meladeni ledekan Ze, hingga membuat Ze reflek menutup mulutnya.


"Kau jangan macam macam ya, aku kan hanya bercanda."


cemas Ze masih dengan menutup mulutnya.


"Dasar gadis bodoh!"


sahut Kenan dengan memasang seringai di wajah nya. Lagi lagi melihat kekonyolan Ze,


yang bisa membuat nya merasakan kesenangan tersendiri saat menatap dan berbicara dengan nya.


Walau pun Ze selalu saja bicara dengan jutek, tapi itulah yang membuat nya, bisa tertarik pada Ze.


"Kau sedang beristirahat 'kan? maaf aku mengganggu mu, istirahat lah kembali,


aku akan mengakhiri sambungan nya, jaga dirimu,


sampai jumpa Ze!"


tanpa menunggu jawaban dari Ze, Kenan langsung memutuskan VC-nya.


membuat Ze yang berada di belahan kota lain hanya bisa tersenyum bahagia.


"Kenapa dia selalu mengakhiri pembicaraan dengan kata kata manis, membuat jantung ku berdebar tidak karuan,"


batin Ze bahagia karena bisa VCan dengan kenan.


Ze pun langsung ambruk membaringkan tubuhnya di kasur, untuk melanjutkan lagi istirahat nya.


.


..


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2