Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Bab 12


__ADS_3

Hari telah berganti malam jam sudah menunjukkan pukul 8 malam dan Ibra belum kembali dari kantornya.Sedangkan sang istri cemas bercampur marah karena Ibra belum juga menampakkan batang hidungnya.Bukankah malam ini mereka akan makan diluar.


Amini merasa suaminya mengerjainya saja.Padahal dengan senang tadi ia merias diri setelah sholat isya.Kini wanita itu cantik itu tampak semakin cantik dan anggun mengenakan dress syar'i beserta polesan make up tipis natural.


Amini hampir saja melepas semua pakaiannya juga menghapus riasannya karena sang suami tak kunjung datang menjemputnya.Sudah di telpon namun tak di jawab oleh Ibra membuat Amini bertambah kesal juga semakin khawatir.


Lima menit berlalu.....


Deru mobil terdengar di telinga Amini.Bergegas ia keluar kamar menuju teras karena ia hafal itu suara mobil Ibra suaminya.Liat saja ia akan memarahi suaminya itu akibat keterlambatannya yang hampir membuat makan malam mereka gagal.


Ceklek


Amini membuka pintu utama dengan tergesa dan sudah siap dengan omelan pada suaminya.Namun ternyata yang ditemuinya bukanlah sang suami melainkan sopir mertuanya.


Amini berusaha mengendalikan diri karena hampir saja ia menyemprot kata-kata kepada pak Maman."Eh pak Maman, ada apa pak tumben kemari dan ini kok pakai mobil mas Ibra..?"Tanya Amini karena merasa heran mengapa mobil suaminya ada di tangan pak Maman.


"Aden meminta saya menjemput Non,, tetapi maaf non saya terlambat menjemput karena kemacetan akibat kecelakaan."Terang pak Maman seraya berharap istri dari anak majikannya itu tidak memarahinya.


"Oh gitu,,ya sudah pak tunggu sebentar saya ambil tas dulu."Amini pun berlalu.


"Hampir saja.....maafkan aku ya Allah telah berprasangka buruk terhadap suami."-Batin Amini.


Cukup lima belas menit perjalanan yang di tempuh Amini menuju resto tempat dinner nya bersama Ibra sang suami.Beruntung tak ada kendala jadi ia bisa sampai dengan selamat.


Suasana di restoran itu masih sama seperti biasanya banyak pengunjung yang datang.Namun dari sekian banyak pengunjung Amini tak menrmukan sosok yang dicarinya.Amini masuk kedalam resto lebih dalam lagi ia mengira suaminya menunggu dipojokan.Namun tak ada juga ia pun berinisiatif ingin bertanya pada pegawai resto siapa tau ibra telah memsan tempat.

__ADS_1


Niat itu ia urungkan ketika pelayan wanita lebih dulu mendekatinya dan memberi taunya agar Amini mengikiuti pelayan tersebut atas perintah Ibra.


"Permisi nyonya Amini...?" Pelayan itu menanyakan nama Amini takutnya salah orang.


"Iya" Jawab Amini singkat.


"Mari ikut saya, tuan sudah menunggu anda di atas." Ucap pelayan tersebut.Amini pun mengikuti pelayan tersebut dengan rasa gembira.


Setelah menaiki beberapa undakan tangga Amini sampai pada tujuannya.Amini berdecak kagum melihat dekorasi tempat ia berpijak saat ini.Indah sekali suasana romantis begitu terasa.


Banyak lilin berjejer rapi membentuk jalan setapak menuju meja yang yang hanya berisi dua kursi yang saling berhadapan.Senyum Amini semakin merekah indah tatkala melihat di samping meja itu berdiri lah sesosok laki-laki yang telah menjadikannya ratu di hatinya.


Amini berjalan menuju uluran tangang dari sang pujaan yang telah menantinya di sebrang sana yang juga tengar tersenyu kepadanya.


"Selamat malam, selamat datang istriku tercinta.Kamu cantik sekali malam ini terimakasih sudah mau menerima ajakanku.Dan maaf aku tidak menjemputmu karena aku ingin memberimu kejutan, apa kau suka kejutanku.?"Ucap Ibra seraya menggenggam kedua tangan Amini.Matanya tak pernah lepas memandang wajah sang istri yang cantik jelita.Amini hanya mengangguk sebagai jawaban karena ia bingung harus berkata apa mendapat kejutan romantis suaminya.


"Sekarang kita makan ya.." Ajak Ibra.


"Iya, aku juga sudah sangat lapar." Saut Amini kemudian ia pun mengambilkan makanan yangbtelah tersaji lalu memindahkannya kepiring Ibra dengan porsi jumbo.Ibra mengernyit melihat piringnya yang terisi banyak nasi dan lauk pauknya.Ia yakin ia tidak akan sanggup menghabiskannya.


"Ini untuk aku yang...?kebanyakan ini mah kamu kan tau porsi aku meskipun lebih banyak daripada kamu ya tetap tidak sebanyak ini." Cerocos Ibra. yang merasa istrinya sedang mengerjainya.


Amini hanya tersenyum mendengar ocehan Ibra."Bukan sayang, ini untuk kita."Tukas Amini.Ibra akhirnya paham jika istrinya itu ingin makan sepiring berdua.Tapi meskipun sepiring berdua tetap saja porsi ini masih terlalu banyak untuk keduanya lagi pula ini malam harisnya makan sedikit saja dan tidah harus nasi.


Ibra tak ingin merusak momen mereka jika terus menanyaka?tentang porsi makan mereka.Amini yang menyadari ekspresi suaminya tersebut langsung tersenyum."Yakin kok insyaallah habis.... aku kan sudah bilang aku sangat lapar." Kata Amini menegaskan jika memang saat ini ia kelaparan karena memang sejak siang ia tidak makan lagi hanya demi menunggu dinner yang di janjikan suaminya.

__ADS_1


Betapa bahagianya Amini ternyata suaminya menepati janji.Didalam fikirannya Amini merutuki diri sendiri karena telah mengira suaminya akan ingkar janji.Namun perkiraannya meleset.Ibra memang laki-laki yang bisa di pegang omongannya bukan hanya janji--janji semu.Amini merasa bersyukur memiliki suami seperti Ibra.


Mereka pun akhirnya makan sepiring berdua yang semakin menambah kesan romantis dari pasangan ini.Andai orang-orang di bawah sana melihat keromantisan mereka pasti orang-orang itu sudah menjerit merasa iri melihatnya.


Siapa yang tidak inginkan rumah tangga harmonis,romantis penuh cinta dan kasih sayang.Semua pasti ingin itu, tetapi tak bisa di pungkiri memang di dalam rumah tangga pasti akan ada masanya badai menghantam mulai dari yang kecil hingga besar bahkan berujung perpisahan.


"Yang tumben kamu kok makannya banyak banget bahkan melebihi porsi aku malam ini." Ucap Ibra yang keheranan akan porsi makan yang tidak biasa dari istrinya ini.


"Ya mungkin efek kelaparan."Saut Amini santai saat ia baru saja menyelesaikan kunyahan terakhirnya.


Sementara Ibra masih merasa heran kok bisa istrinya itu makan banyak.Setelah memperhatikan dengan seksama Ibra baru menyadari ada hal aneh lainnya.


"Yang bukannya ksmu tidak suka kecap ya, kok malam ini makan pakai kecap."Ibra masih heran dan penasaran apa yang membuat istrinya ini berubah.


"Hah..... oh iya ya kenapa ya aku aja gaksadar makan pakai kecap tadi.Eh tapi enak loh yang ternyata makan pakai kecap."Kata Amini sambil tertawa.Namun Amini tidak perduli hal itu.


.


.


.


.


❣️❣️❣️❣️❣️

__ADS_1


Maafkan jika masih banyak typo dimana-mana.


__ADS_2