Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Pulang Ke Rumah Ayah


__ADS_3

Kenan, beserta keluarga besar nya kini sudah duduk di dalam ruangan, menunggu Ze yang masih belum kunjung sadar.


mengingat perkataan Dinda untuk tidak memberi tekanan pada Ze membuat mereka bingung apa yang akan mereka lakukan jika Ze terbangun nanti, karena jelas jelas Ze bisa sampai terbaring pingsan karena ulah mereka semua.


Kenan yang mengingat kemarahan dan kebencian Ze pada nya, membuat hati nya ikut sakit, namun di balik rasa sakit nya itu, ada ketenangan di hatinya, karena beban besar yang selama ini iya pendam dalam hatinya akhirnya terlepas dalam benaknya,


karena Ze sudah mengetahui kesalahan nya, walaupun berakhir dengan membenci nya.


"mungkin ini lebih baik dari pada aku terus di hantui rasa bersalah, karena terus menyembunyikan semuanya dari mu Ze,,"


batin Kenan sambil terus menatap Ze namun terus menjaga jarak dari nya takut Ze terbangun dan kemarahan nya tidak bisa reda karena melihat nya.


Angga dan Maya terus duduk di samping Ze menatap anaknya yang sedang terbaring dan belum juga membuka mata nya.


kecemasan dan rasa bersalah terlihat jelas di wajah mereka semua, Surya dan Widi terus duduk di samping Kenan,


kebisuan memang terjadi di sana, namun mereka semua bisa merasakan apa yang Kenan rasakan. dan juga mengkhawtirkan Ze yang mungkin dia belum bisa menerima Kenyataan bahwa orang yang paling di cintainya sekarang adalah orang yang sudah mencelakai Kakak nya yang sangat ia sayangi,


Kenan kini masih terduduk lemas terus membayangkan bagaimana reaksi Ze jika dia sudah terbangun nanti,,


apakah Ze akan terus mengusirnya, apakah Ze tidak ingin melihat nya lagi,, apakah Ze akan terus marah marah pada nya,,,,


Kenan terus saja membayangkan yang tidak tidak,. nemun Kenan sudah siap jika pun itu terjadi, karena mungkin itu balasan untuk kesalahan nya.


namun,,, yang Kenan khawatir kan, takut jika Ze nanti marah marah lagi, itu akan membuat keadaan nya drop kembali.


tidak lama Ze kini terlihat menggerakkan tangan nya, matanya pun mulai terbuka perlahan, Ze kini mulai bisa melihat ke sekeliling nya, mulai terbangun dari ketidak sandaran nya.


Kenan yang melihat Ze yang sudah terbangun kini mulai bernafas lega dan bisa sedikit lebih tenang, rasanya ingin sekali langsung menghampiri Ze dan langsung memeluk dan menanyakan keadaan nya, namun badannya teras membeku, mengingat sikap Ze tadi yang sangat marah dan benci kepada nya,


membuat Kenan tidak mampu untuk mendekati Ze karena takut malah akan memperburuk keadaan istrinya.


begitu pula dengan Surya dan Widi, mereka hanya bisa berdiri mematung melihat Ze yang sudah terbangun,, hanya bisa sedikit bernafas lega, walaupun kecemasan dan rasa bersalah masih jelas tergambar di wajah mereka semua.


mata Ze kini mulai bisa melihat dengan jelas ke sekelilingnya. melihat semuanya hanya terdiam,


mata nya kini melihat Angga dan Maya yang berdiri persis di dekat nya. rasanya ingin sekali Ze mengeluarkan kesedihan nya. melihat mereka semua berada di sana


"Ayah kenapa jahat sama Ze,, kenapa kalian tidak memberi tahu Ze,,, " berucap lirih sambil menatap sendu ke arah Angga dan Maya, sampai tidak sadar air mata nya mulai berjatuhan,


membuat Angga dan Maya tidak kuasa melihat kesedihan anaknya,


"jangan bicara seperti itu sayang,, istirahat lah dulu,, kami menyayangi mu,, kami akan menjelaskan semuanya nanti setelah kau lebih baik,, jangan dulu membahas soal ini"


ucap Maya berusaha menenangkan Ze sambil membelai lembut kepala Ze yang masih terbaring, dan perlahan menyeka air mata nya,


"apa kalian tidak tau betapa Ze menyayangi Kakak,, apa kalian tidak tau betapa Ze sakit saat mengetahui kalau Kakak sudah tiada, kenapa Ayah tidak memberi tahu Ze kalau Kakak meninggal gara gara dia,,


kenapa kalian malah menjodohkan ku dengan orang yang telah mencelakai Kakak!! " terus bicara mengeluarkan kekecewaan nya tanpa mempedulikan perkataan Maya untuk beristirahat, Ze menangis sambil beranjak duduk dari tidur nya.ingin rasanya meminta penjelasan pada Ayahnya.


"Ze ,,, jangan bergerak dulu" karena terlalu mengkhawatirkan Ze dengan spontan Kenan langsung berdiri menghampiri Ze,


"aku bisa sendiri kau tidak perlu membantu ku" dengan dinginnya Ze berbicara membuat Kenan menghentikan pergerakan nya, yang bermaksud untuk membantu Ze untuk bangun.


semua yang ada di sana hanya bisa terdiam melihat kekecewaan Ze yang terlihat jelas dari raut wajah dan cara bicaranya.


''Ayah,, kenapa Yah,, kenapa Ayah malah menikahkan Ze dengan orang yang telah mencelakai Kakak,, " berucap lirih sambil menatap Angga ingin rasanya Ze meluapkan semua kekecewaan nya terhadap Angga.


"kenapa Yah,,,??? hiks,,hiks,, apa Ayah ingin membuat Ze selamanya merasa bersalah karena Ze malah menikah dengan orang yang mencelakai Kakak,,, apa Ayah tidak ingat betapa Ze sedih saat mendengar kepergian Kakak,,,, hiks,,,hiks,,, dan kenapa sekarang malah menikahkan Ze dengan orang yang mencelakai Kakak,, kenapa Ayah tega sekali sama Ze,," ucap Ze melupakan kesedihan nya


melihat anaknya terus menangis Angga pun langsung menghampiri Ze dan langsung memeluk nya.


"tenang sayang,, bukan maksud Ayah seperti itu,, sudah jangan menangis,, " mengelus ngelus kepala Ze berusaha menenangkan anaknya.

__ADS_1


"jangan membuat suamimu makin merasa bersalah karena melihat mu menangis seperti ini,, nak Kenan sangat menyayangi mu sayang,, dia tidak bersalah,


Ayah menerima perjodohan dari Ayah Surya, karena Ayah Surya dan Bunda juga sangat menyayangi mu,, mereka sengaja menjodohkan anaknya dengan mu karena mereka ingin menebus kesalahan anaknya,," berusaha menjelaskan semuanya pada Ze, agar Ze tidak sedih lagi.


"nak Kenan menikahi mu karena dia sangat sayang pada mu,, karena rasa bersalah nya, dia ingin terus menjaga mu dan menyayangi mu,, dia ingin menggantikan sosok Kakak yang telah lama pergi karena kesalahan nya, dan dia sendiri yang menggantikan nya,,


ini semua bukan kesalahan nya Ze,, ini semua kecelakaan,, tidak ada yang tau kalau semuanya bakal terjadi,," ucap Angga terus menenangkan Ze sambil terus menyeka air mata nya.


mendengar penjelasan Ayahnya kini perasaan Ze serasa lebih tenang, walaupun perasaan nya pada Kenan kini makin bimbang entah dia harus membencinya atau malah makin menyayangi nya,. namun fakta bahwa Kenan yang mencelakai Kakaknya, rasanya meninggalkan bekas yang sakit di hatinya.


dalam hati kecil nya, terus menyangkal bagaimana mungkin dia menyukai orang yang telah merengut hidup Kakaknya yang sangat ia sayangi.


namun Ze terus melawan perasaan itu,, terus mendengarkan apa yang Ayahnya katakan.


" Ze,,,justru Kakakmu sangat senang, kamu menikah dengan nak Kenan, karena nak Kenan bisa bersabar menghadapi adik manja nya bahkan dia bisa menjaga adiknya dengan sangat baik,," ucap Angga berusaha menghibur anaknya.


membuat Ze langsung menundukkan kepalanya,


"Kau tidak sepantasnya marah dan benci kepada suami mu,, " ucap Angga menasehati Ze.


" tapi Ze marah pada kalian semua,,, terutama pada nya,, walaupun maksud nya baik,, tapi dia kan bisa menceritakan semuanya, dan mengakui kesalahannya sebelum memutuskan menikahi ku, " ucap Ze kesal


"kalau soal itu Ayah minta maaf,, kita semua minta maaf,, kita yang salah karena tidak memberitahu mu, dari sebelum nya,,,, "


berucap penuh perasaan sambil membelai lembut kepala Ze,,


"namun kau tidak seharusnya se marah itu pada suami mu,, meskipun dia salah tapi


kau harus menjaga kata kata mu Ze,," tegas Angga menceramahi anaknya.


membuat Ze langsung tertunduk malu. mengingat kemarahan nya pada Kenan, bahkan Ze pun tidak sadar sepenuhnya apa yang dia lakukan karena di butakan oleh kemarahan,dan kekecewaan.


"maaf Yah,," ucap Ze mengakui kesalahannya.


"sekarang aku bisa lebih tenang Ze,, walaupun kau masih marah pada ku,, tapi kemarahan mu tidak seperti tadi pun aku sangat senang, rasanya aku hampir tidak bisa bernafas saat kau marah pada ku dengan begitu seram nya,," batin Kenan


"kenapa minta maaf pada Ayah,,? kau harus minta maaf pada suami mu" perintah Angga sambil melirik ke arah Kenan.


"tapi Yah,, Ze masih marah pada nya" kilah Ze menolak.


"kau ingin membuat malu Ayah,, ??" ucap Angga seakan sedang mengancam anaknya.


membuat Ze jadi luluh mau tidak mau menuruti nasehat Ayannya,


Ze yang awalnya tidak melirik Kenan sedikitpun kini dia menggerakkan badannya bergeser menghadap Kenan,


"maaf,," ucap Ze singkat dengan badan menghadap Kenan namun kepalanya terus tertunduk masih tidak ingin melihat wajah nya.


"kenapa minta maaf nya tidak ikhlas,," goda Angga berusaha mendekatkan Ze pada suami nya


"ikhlas kok,," kilah Ze sambil membalikkan badan menghadap Angga,, padahal dari raut wajahnya jelas sekali Ze minta maaf dengan terpaksa. karena dia melakukan nya demi mematuhi perintah Angga.


membuat Kenan langsung tersenyum kecil melihat reaksi Ze yang di goda Ayahnya, walaupun dengan terpaksa tapi Kenan sudah merasa senang,


"nak Ken,, apa yang tadi di lakukan istri mu,,, biar ayah yang menggantikan mu untuk menghukumnya,,,,," tanya Angga sambil menatap Kenan dengan tersenyum kecil berusaha mencairkan suasana agar Ze tidak marah marah lagi,,


Ze yang mendengar perkataan Ayahnya, langsung mengingat perlakuan kasarnya pada Kenan,, membuat nya malu sendiri di tambah lagi Kalau Kenan akan menceritakan semuanya pada Ayahnya,


"tidak kok Yah,, Ze tidak melakukan apa apa,,"


ucap Kenan menyembunyikan semuanya,, tidak ingin membuat Angga kecewa pada anaknya.


membuat Ze langsung tertunduk malu mendengar pembelaan suami nya.

__ADS_1


"Yah,, Ze sekarang pulang nya ke rumah ayah saja ya,," pinta Ze pada Angga.


"kenapa sayang,," tanya Widi kaget mendengar permintaan Ze.


"maaf Bun,, Ayah,, Ze masih butuh waktu untuk menerima kebenaran ini,, Ze belum bisa sepenuhnya memaafkan apa yang telah di lakukan anak Bunda,,, jadi Ze pulang ke rumah ayah Ibu saja" ucap Ze menjelaskan.


Kenan yang mendengar permintaan Ze langsung terkejut,, bagaimana Kenan bisa tenang kalau Ze jauh dari pengawasan nya Kenan takut kalau Ze sampai berbuat nekad lagi.


namun kalau pun Kenan mencegah keinginan Ze, dia pasti akan tambah membenci nya.


Angga yang mendengar permintaan anaknya, langsung melihat ke arah Kenan dan bisa melihat dengan jelas kalau Kenan tidak mengijinkan nya,


"jika suami mu mengizinkan nya,, Ayah sangat senang kalau kamu tinggal di rumah Ayah,, karena itu rumah mu juga,,,, "


"minta izin dulu pada suami mu,, baru kamu memutuskan untuk tinggal di rumah Ayah" perintah Angga pada anaknya.


membuat Kenan langsung tersenyum bangga mendengar perkataan Mertua nya..


"Ayah Angga memang paling mengerti apa yang kurasakan, " batin Kenan yang tersenyum kecil melihat reaksi Ze saat berhadapan dengan Ayahnya.


"tapi yah,,?" kilah Ze,


"tidak minat izin atau sama sekali tidak tinggal di rumah Ayah,,!!" tegas Angga.


membuat Ze langsung menghadap ke arah Kenan,,


"aku sedang marah pada mu,, tapi kalau aku tidak mendapat izin dari mu, aku tidak bisa menjauhi mu,,


huh lucu sekali,,,


rasanya tidak mungkin dia akan mengijinkan nya,,??". batin Ze sambil menggelan napas panjang, memilih kata yang baik untuk berbicara pada Kenan, walaupun sebenarnya Ze masih belum mau berbicara pada nya.


namun sebelum Ze bicara Kenan sudah terlebih dulu bicara.


"aku tidak akan mengijinkan nya,,,," ucap Kenan dengan nada datar nya .


"tuh kan belum juga aku meminta, dia sudah mencegah duluan," batin Ze kesal.


"Kenapa,,?" tanya Ze.


"aku tidak akan mengijinkan mu, sebelum kau berjanji untuk tidak melakukan hal konyol lagi" pinta Kenan bicara dengan tegas, seolah tidak mengijinkan Ze sama sekali.


"kalau kau tidak mengijinkan nya,, biar aku kabur saja,," kilah Ze malah melawan perkataan Kenan.


"kalau mau kabur ya silahkan,, tapi jangan pernah kembali lagi ke rumah, " ucap tegas Kenan, walaupun hatinya tidak sama dengan yang di ucapkan nya,, tapi menurut nya, itu cara untuk menahan istrinya. karena Kenan tau betul sebenarnya Ze masih menyayangi nya.


Ze yang mendengar perkataan Kenan langsung kaget dan langsung menatap wajah Kenan,


"iya,, iya,,, maaf,, maaf aku tidak akan melakukan hal konyol lagi,," berucap sambil tertunduk menghadap Kenan " tadi aku terlalu emosi aku sangat syok mengetahui kebenarannya sampai tidak sadar hingga semarah itu,,!" ucap Ze menjelaskan "maaf,," imbunnya lirih,,


membuat Angga Maya Surya dan Widi tersenyum senang melihat 2 pasangan muda ini yang sedang bertengkar, namun terlihat sangat mengesankan.


Kenan yang melihat pengakuan kesalahan Ze langsung tersenyum kecil, merasa lebih tenang dan langsung berjalan mendekati Ze.


"iya,, aku memaafkan mu,, tapi jangan pernah melakukan nya lagi, " berucap sambil mengelus rambut Ze yang masih tertunduk belum menyadari Kenan yang sudah ada di dekat nya.


Ze yang merasakan lembut tangan Kenan langsung mengangkat kepalanya.


"hei,, aku belum memaafkan mu,, jangan menyentuh ku" ketus Ze masih kesal pada Kenan, bicara sambil mengecutkan bibirnya.


membuat Kenan langsung mengangkat tangan nya.


"baiklah aku tidak akan menyentuh mu,," ucap Kenan dengan tersenyum kecil melihat reaksi Ze yang menurut nya sangat lucu saat dia sedang menjaga jarak dengan nyah.

__ADS_1


akhirnya Ze pun memutuskan untuk tinggal di rumah Angga sampai Ze benar benar bisa memaafkan kesalahan Kenan


__ADS_2