Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Bab 8


__ADS_3

Awas Typo Bertebaran.


selesai langsung up.


ok, happy reading.


❤❤❤❤❤


"Astagfirullahhaladzim.Maaf" ucap kedua wanita paruh baya yang masih cantik itu saat melihat adegan mesra anak-anak mereka.


Ibra dan Amini yang kaget dan malu langsung melepas pelukan mereka.


***


Acara di mulai dengan lantunan ayat suci dari salah seorang bersuara merdu yang membuat siapapun tenang mendengarnya.Siapa lagi kalu bukantuan rumah itu sendiri yaitu Ibra.


Setelah selesai kalam Illahi acara di lanjutkan dengan pembacaan doa selamat dari seorang ustadz yang tinggal di sekitaran rumah Ibra.


Acara ditutup dengan makan-makan. Makanan ini sudah di siapkan dari beberapa jam lalu sebelum Ibra dan Amini tiba dirumah baru mereka.


Acara syukuran rumah baru berjalan lancar dan khidmad. Semua tamu yang tak lain tetangga pun telh meninggalkan rumah Ibra bevitu pula dengan kedua orang tua dan kedua mertuanya. Semua telah rampung kini mereka hanya tinggal beristirahat.


"Am, Mas mandi dulu ya gerah banget nih." Ucap Ibra saat melihat istrinya duduk dipinggir kasur.Amini menatap Ibra seraya mengangguk.


Lima belas menit berlalu Ibra keluar dari kamar mandi.Amini sudah menunggu Ibra keluar karena Amini pun ingin mandi. Seketika Amini tertegun di tempatnya karen melihat Ibra yang tidak seperti biasanya.


Ibra yang merasa ada perubahan diwajah istrinya pun berjalan menghampiri. Ibra jadi punya niat mengusili sang istri. Ibra semakin berjalan mendekat ke arah Amini membuat Amini makin merona.


"Permisi mas, aku mau mandi." Amini langsung ngacir ke kamar mandi disaat Ibra semakin mendekatinya.


Ibra pun hanya tertawa melihat tingkah lucu istrinya. Ia memang sengaja tidak memakai baju dan hanya menggunakan handuk dililit dipinggang hingga menampakkan tubuh kekar dan perut sixpack nya.


Sedangkan dikamar mandi.


(Hampir copot jantungku melihat dia telanjang dada seperti itu, tidak seperti biasanya dia memakai baju dan celana di kamar mandi.)batin Amini.

__ADS_1


Amini asyik sendiri menjalankan ritual mandinya dan tentunya mengurus rambut panjangnya itu membuat ia cukup lama dikamar mandi.


Setelah selesai Amini memakai handuk mandi untuk membalut tubuhnya serta tak lupa handuk yang melilit bertengger diatas kepalanya.


Amini langsung mengambil wudhu sebelum keluar dari kamar mandi, karena Magrib telah tiba. Amini keluar lalu menuju lemari mencari baju, namun yang ia temukan hanya lingeri sontak membuatnya terkejut.


Amini ingat betul baju itu tidak ada di dalam kopernya. Tapi ini baju ada dalam lemari bukan dalam koper. Amini lalu mencari kopernya.


"Apa yang kamu cari..?" Tanya Ibra memperhatikan gerak-gerik Amini.


"Engga apa-apa mas, mas wudhu lah dulu baru kita jamaah." ucapnya meminta Ibra berwudhu. Ibra pun mengiyakan lalu masuk kekamar mandi.


"Terpaksa aku harus memakainya."gumam Amini.


Amini bergegas menggunakan lingeri berwarna soft pink itu yang senada dengan dalemannya. Ia juga mempercepat menggunakan nukena dan menunggu ibra diatas sajadah.


Ibra keluar kamar mandi, memakai baju koko yang sudah disiapkan Amini diatas ranjang lalu bediri di atas sajadah yang digelar Amini tadi tak lupa memakai peci.


Mereka melakukan sholat hingga selesai dilanjutkan mengaji. Menunggu waktu isya masih cukup lama namun Amini enggan melepaskan mukena yang menempel ditubuhnya membuat Ibra mengernyit heran.


"Am, kok gak dilepas mukenanya..? "


"Bukankah wudhumu sudah batal karena bersentuhan denganku tadi..?"


"Oh astaga... Mas sih menyentuhku jadinya batal kan." Amini memasangwajah cemberutnya.


"Loh kok Mas sih, sudah sana wudhu Mas gak maau debat lagi buang-buang waktu. Lagian whudhu itu bagus lho, makin sering kita wudhu makin bersinar wajah kita." Kata-kata Ibra membuat Amini tersenyum. Mereka pun akhirnya berwudhu, lalu mengaji bersama sembari menunggu waktu isya.


Sungguh indah sholat berjamaah bagi pasangan suami istri. Sungguh Impian setiap wanita mempunyai suami yang taat agar bisa membimbing ke jalan yang di ridhoi Allah hingga Jannah. Semoga kita bisa dapatkan suami sholeh ya, Amiin.


Setelah selesai sholat isya mereka turun kedapur untuk makan malam, selesai makan malam mereka menggosok gigi lalu etelah itu menonton sebentar dengan santai.


Hari mulai larut mereka memutuskan kembali ke kamar.Ibra segera membaringkan tubuh dikasur sedangkan Amini memilih kekamar mandi terlebih dahulu.


"Mas istirahat lah, Am kekamar mandi dulu." Ujar Amini yang dibalas anggukan oleh Ibra.

__ADS_1


Tak lama Ibra tertidur pulas, mungkin karena kelelahan.


Tapi di sisi lain, Amini mondar mandir layaknya setrikaan di kamar mandi pasalnya ini hari pertama mereka tidur hanya berdua di rumah.


Setelah cukup lama lama dan sudah cukup banyak mengumpulkan keberanian Amini memutuskan untuk keluar kamar mandi.


Ceklek


Amini membuka pintu kamar mandi perlahan lalu mncondongkan kepala keluar pintu seraya matanya melihat kearah Ibra. Amini bernafas lega kala suaminya itu tengah tertidur.


"Alhamdulillah dia tidur."Gumam Amini lalu ia berjalan mendekat kekasur


Rasanya Amini deg-deg an takut Ibra meminta jatah. Namun jikapun Ibra benar akan memintanya sekarang ia akan rela menyerahkan diri seutuhnya apalagi setelah Amini mengetahui kebenaran jika lelaki yang menikahinya adalah lelaki yang selama ini ia nanti-nanti. Hanya saja merasa malu pada Ibra takut Ibra akan kecewa.


Perlahan Amini menaiki kasur empuk itu lalu merebahkan diri diatasnya.Amini berbaring miring membelakangi Ibra dan langsung memejamkan mata.


Grep


Tiba-tiba tangan Ibra melingkar diperutnya Amini sontak kaget,namun saat ia ingin berbalik ia merasakan hembusa nafas teratur dari suaminya Amini langsung tersenyum karena tau bahwa suaminya masih tidur.


Sebenarnya sudah biasa untuk mereka tidur berdua dan dalam keadaan saling memeluk,tetapi mungkin karena kini mereka hanya tinggal berdua itu yang membuat Amini cemas.Karena hingga saat ini hubungan mereka hanya sebatas itu belum sekalipun Ibra menyentuhnya.


Tidak mudah memang bagi pasangan yang dijodohkan seperti mereka untuk langsung berhubungan layaknya suami istri. Perlu penyesuaian diri terlebih dahulu apalagi jika mengingat di hati Amini masih ada rasa untuk lelaki yang musterius itu. Selama ini mereka mencoba saling mengenal satu sama lain lebih tepatnya pacaran halal.


Namun sekarang keadaannya berbeda Amini sudah tau siapa lelaki misterius pujaannya itu yang tidak lain ialah suaminya sendiri Ibra. Jadi seandainya Ibra memint hak nya sekarang pun Amini siap dan rela melakukannya dengan senang hati.


Amini berbalik perlahan menghadap wajah lelaki tercintanya yang sudah sejak lama bersemayam dihati seraya berterimakasih serta bersyukur telah dipersatukan dalam sebuah ikatan suci yaitu pernikahan.


"Terimakasih Mas, sudah mencintaiku selama ini. Rasanya aku sangat amat bahagia karena cinta yang sekian lama ku pendam sendiri dan hanya mengadukannya pada Nya kini engkau akan menemaniku disepanjang hidupku, insyaallah Amin. Aku bersyukur Allah mengirim engkau untukku." Gumam Amini, ia lalu mengecup sayang puncak kepala suaminya hingga membuat yang empunya menggeliat. Sontak membuat Amini ciut takut-takut suaminya terbangun karena merasa terusik.


Alih-alih terbangun Ibra malah memeluk Amini makin erat. Sekali lagi Amini tersenyum, akhirnya ia menyusul suaminya kealam mimpi dengan senyum manis yang terus mengembang.


.


.

__ADS_1


.


❤❤❤❤❤❤


__ADS_2