
penjaga parkiran kini mulai pontang panting kebingungan, karena melihat 3 mobil mewah yang menepi di depan kelinik, dia bingung harus memarkir mobil nya di mana, karena pekarang kelinik yang kecil tidak bisa menampung lagi kendaraan, karena sudah di penuhi mobil mobil mewah yang berdatangan sebelum nya. dan akhirnya memutuskan untuk memarkirkan mobil mereka di tepi jalan depan kelinik.
tukang parkir di buat terkejut lagi, setelah tadi dia terkejut karena kedatangan Surya Wijaya beserta istrinya yang langsung turun dan berjalan dengan tergesa gesa ke dalam. kini dia terkejut karena kedatangan Angga Nugraha dan istrinya, bersamaan dengan Pak Anton beserta bawahan Surya yang sama sama turun dari mobil mereka.
sang tukang parkir mulai bertanya sebenarnya siapa anak muda yang tadi menggendong seorang perempuan yang langsung masuk ke dalam dengan begitu cemas nya, sampai membuat 2 keluarga konglomerat terkenal langsung berdatangan ke kelinik kecil yang bahkan bukan level mereka.
~
Angga dan Maya sudah tergesa gesa berjalan masuk ke kelinik, mereka yang terkejut saat Widi memberi tahu keadaan anaknya sekarang,langsung meninggalkan pekerjaan mereka, dan bergegas pergi ke sini
mereka langsung mendekat ke arah Surya dan Widi, untuk menanyakan keadaan anaknya sekarang,
"Wid,,, dimana Ze,, dia baik baik saja kan?" tanya Maya cemas.
membuat Widi dan Kenan langsung berdiri melihat kedatangan besannya,
"Ze masih di periksa May, " jawab Widi sambil memeluk Maya,
begitu juga dengan Surya langsung memeluk Angga menyambut kedatangan nya.
Kini giliran Kenan yang menyambut mertuanya, langsung berbungkuk menyalami Maya, dan bergantian menyalami Angga,
perasaan Kenan sebenarnya sudah menciut, saat melihat kedatangan Angga dan Maya di sana, membuat nya merasa bersalah karena dia tidak bisa menjaga anak mereka dengan baik, hingga membuat Ze malah terbaring pingsan.
"Yah,,, maafkan Kenan karena tidak bisa menjaga Ze dengan baik" ucap lirih Kenan sambil menundukkan kepalanya di hadapan Angga,
Angga tidak bisa berkata apa apa, dia hanya menepuk pundak Kenan, menanggapi perkataan Kenan. karena terlalu cemas pada putrinya.
~
"apa itu orang tua Ze" tanya Martin pada Pano penasaran
"iya" jawab singkat Pano, yang tau itu orang tua Ze karena saat dulu, dia pernah mengenal mereka.
" salut gue ma si Kenan, walaupun dia terkesan kejam, ternyata si harimau ganas itu bisa menjinak sampai menundukkan kepalanya di depan orang tua,"
ucap Martin kagum yang masih nyaman dengan posisinya menyandarkan tangannya di bahu Pano.
"itu yang nama nya laki sejati" sahut Pano sambil melepaskan tangan Martin merasa berat.
"berat woi,,, enak banget loe nyandar di bahu geu," protes Pano.
~
kini terlihat Pak Anton beserta asisten Surya mulai memasuki kelinik tersebut.
mereka di beritahu Surya, untuk ke kelinik untuk berjaga jaga. jika sesuatu terjadi papa Ze, dan membutuhkan perawatan yang lebih lengkap mereka lah yang akan mengurus semua nya dan menyiapkan nya.
Pak Anton kini mendekat ke arah Kenan,
"maaf Tuan, saya terlambat"
ucap Pak Anton sambil membungkuk hormat.
Kenan yang terlalu mengkhawatirkan Ze sampai tidak mempedulikan kedatangan Pak Anton, karena menurut nya jika sekretaris ada pun, itu tidak ada gunanya.
karena dia bukan seorang dokter atau pun perawat yang bisa menyembuhkan istrinya.
~
"Kenapa pemeriksaan nya lama sekali" decak Kenan kesal
sambil perlahan melepaskan dasi dan juga jasnya, dan ia langsung lemparkan ke Pak Anton yang ada di sampingnya.
"ambilkan air minum" perintah Kenan pada Pak Anton
"satu botol air mineral dan satu botol minuman rasa jeruk" pinta Kenan lagi dan
dengan sigap Pak Anton langsung bergegas untuk membeli minumannya.
~
para orang tua tidak kalah khawatir, karena dokter belum juga kunjung keluar memberitahu bagaimana keadaan anak mereka,
Angga dan Maya terus saja mondar mandir di depan pintu untuk menunggu kabar dari dalam.
"ceklek"
terdengar ada yang membuka pintu dari dalam membuat Widi dan Surya langsung berdiri dan melangkah mendekat berdiri di samping Maya,
terlihat dokter keluar dan di ikuti suster yang tadi membantu nya.
"Dok,, bagaimana keadaan anak kami"
ucap mereka bersamaan, membuat sang Dokter merasa terkejut.
bukan terkejut karena pertanyaan nya, tapi dokter itu terkejut karena melihat orang yang bertanya, tak lain adalah 2 keluarga konglomerat, yang sangat berpengaruh tinggi di Jakarta, hingga merasa suatu kehormatan baginya bisa bertemu dan bertatapan langsung dengan mereka.
melihat raut wajah sang dokter yang melohok membuat Maya salah mengartikan, dan menyangka bahwasanya terjadi sesuatu dengan putrinya itu,
"Dok,, apa terjadi sesuatu dengan putri saya?? kenapa Dokter tidak menjawab?" tanya Maya dengan suara keras karena terlalu mengkhawatirkan anaknya.
membuat si Dokter itu langsung tersadar dari keterkejutannya.
" Tuan dan Nyonya tenanglah,,, putri kalian baik baik saja, Nona hanya perlu istirahat, sebentar lagi mungkin ia akan siuman,"
jawab sang dokter menjelaskan, membuat hati mereka menjadi lebih tenang.
Kenan pun yang awalnya terus duduk tertunduk, khawatir terjadi sesuatu pada Ze, kini dia sedikit lebih tenang hingga mempunyai tenaga untuk berjalan mendekat ke arah Surya dan yang lainnya.
"apa suaminya juga ada di sini?"
pertanyaan sang dokter membuat Surya Widi Angga dan Maya, langsung berbalik dan langsung menoleh ke arah Kenan yang sedang berjalan ke arah mereka.
"apa terjadi sesuatu?? kenapa dokter menanyakan ku,,?? kenapa mereka semua menatap ku seperti itu"
batin Kenan yang nyali nya menciut kembali karena sang Dokter yang menanyakan nya.
"saya suaminya Dok,, apa terjadi sesuatu dengan istri saya?" bertanya dengan suara sedikit bergetar, dengan jantung yang sudah berdetak kencang, karena dalam pikiran Kenan sudah berpikir yang tidak tidak.
sang dokter yang melihat ekspresi Kenan yang gugup, seketika dia langsung memasang senyum di wajahnya, dan langsung menyodorkan tangan nya ke arah Kenan.
"selamat Tuan,, anda akan menjadi seorang ayah,, jangan terlalu tegang,, istri anda baik baik saja" ucap sang dokter sambil tersenyum lebar
"apa maksudnya Dok,?" tanya Kenan bingung karena terlalu mengkhawatirkan Ze, dia tidak bisa fokus mendengarkan perkataan sang Dokter.
berbeda dengan para orang tua, mereka langsung melebarkan matanya terkejut sekaligus senang mendengar perkataan sang Dokter.
"apa maksudnya anak kami sedang hamil Dok?" tanya Maya terkejut
sang Dokter pun langsung mengiyakan nya sambil tersenyum lebar.
"Wid kita akan punya cucu!!" ucap Maya senang sambil memeluk Widi kegirangan.
begitu pula dengan Angga dan Surya langsung berpelukan kegirangan.
"kita akan jadi Kakek" ucap mereka senang.
__ADS_1
berbeda dengan Kenan dia masih berdiri mematung masih mencerna perkataan orang tua mereka yang sudah heboh kegirangan mendengar perkataan sang dokter.
namun keterkejutannya di kaget kan karena tiba-tiba Angga langsung memeluknya.
"Terimakasih telah memberikan kebahagiaan untuk kami,, " ucap Angga sambil mempererat pelukannya pada menantunya itu.
"Ze sedang hamil Yah?" tanya Kenan memastikan lagi karena masih terkejut tidak percaya mendengar semuanya.
"iya nak,, Ze sedang mengandung anak mu, kalian akan segera memiliki anak" ucap Angga meyakinkan Kenan sambil melepaskan pelukannya.
membuat Kenan langsung diam dan tersenyum tidak bisa mengungkapkan perasaan nya antara rasa kaget sekaligus senang bercampur aduk.
Angga yang melihat ekspresi Kenan langsung tersenyum dan menepuk punadak Kenan kagum pada Menantunya.
"ternyata kau secepat ini mengabulkan permintaan Ayah" goda Angga dengan senyum jahilnya.
membuat Kenan salah tingkah tersenyum malu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, mengalihkan rasa malunya.
Surya dan Widi pun langsung tersenyum kecil melihat tingkah anaknya itu.
"selamat ya sayang,, kau akan segera menjadi seorang Ayah" ucap Widi senang sambil memeluk Kenan.
~
di sisi lain di saat kabar kebahagiaan kehamilan Ze.
Martin, Pano, dan Rani ikut terkejut senang, ikut bahagia dengan kabar baik dari teman mereka,
namun berbeda dengan Roni dan Sania, mereka terkejut bukan main yang ke dua kalinya, keterkejutan mereka belum reda karena mengetahui siapa Kenan sebenarnya.
kini mereka malah di bikin terkejut lagi mendengar kalau Ze sedang hamil. sampai mereka tidak sadar menjatuhkan hp mereka yang sedari tadi mereka genggam, langsung terjatuh keras ke bawah lantai.
mendengar kabar kebahagiaan dari orang yang masih mereka sayangi kini mereka sudah bahagia dengan kehidupannya sekarang.
berdiri mematung serasa udara yang mereka hirup itu seperti bubuk cabe yang masuk ke hidung mereka, membuat nya serasa sesak dan menyengat terasa pedih sampai ke mata.
Pano dan Martin yang berdiri di dekat mereka biasa dengan jelas melihat kekecewaan di raut wajah mereka.
"wah,,, sepertinya si senior itu merasa kecewa sekali" ucap Pano pada Martin yang melihat ekspresi Roni,
" jelas sekali kalau dia masih cinta ma si Ze"
sahut Martin ngikut meladeni perkataan Pano.
"tapi siap dia,,? kenapa reaksinya sama dengan si senior ini, sepertinya dia juga kecewa sekali mendengar kabar baik ini" tanya Pano heran melihat ekspresi Sania
"jadi kau tidak tau dia siapa,,?? "
tanya Martin menggantung
"wanita itu adalah mantan kekasih Kakak iparmu bodoh" tegas Martin bicara dengan jelas di telinga Pano.
membuat Pano langsung terbatuk batuk karena terkejut.
"di,,,,dia mantannya Kakak ipar?" ucap Pano kaget,
"heeemm"
sahut Martin. meyakinkan
"wah,, wah,, dunia memang terasa sempit ya,,
jelas saja si Ze langsung cemberut saat melihat Kakak ipar berjalan beriringan dengan wanita itu, pasti dia cemburu lah"
ucap Pano.mengingat kejadian kemarin kemarin.
dan kini Pano pun mulai melirik ke arah Roni dan Sania,
membuat Roni dan Sania langsung tersadar dan langsung menatap ke arah Pano dengan tatapan tajam.
"waaaa mereka marah ,,, kabuuuur"
batin Pano yang melihat ekspresi menakutkan mereka,
" waaa,, senang sekali gue bakal punya keponakan yang lucu" bicara kegirangan manas-manasin Roni dan Sania sambil berjalan merangkul Martin untuk menghampiri Kenan.
dan di ikuti Rani di belakangnya untuk mendekati Kenan.
~
"wah,, kakak ipar ganas sekali ya, sampai secepat ini bisa memberikan aku seorang keponakan yang lucu" Ucap Pano meledek Kenan dengan senyum jahilnya sambil memeluk badan Kenan memberi selamat.
" anak kecil, jangan so tau, masih di bahwa umur " sahut Kenan sambil mengacak-acak rambut Pano.
" kenapa ngacak ngacak rambut gue, gue udah besar, bukan anak kecil lagi. " sewot Pano kesal.
"hahaha" Martin tertawa puasa.
"selamat bro,,, jadi ayah muda loe yah,,," ucap
Martin sambil memeluk Kenan.
Kenan hanya tersenyum menanggapi perkataan Martin.
kedatangan Martin dan Pano membuat Widi langsung melihat ke arah mereka, penasaran siapakah dua laki-laki itu yang terlihat dekat dengan Kenan apalagi ada yang sampai menyebutnya dengan sebutan kakak ipar,
"siapa Ken?,," tanya Widi penasaran
" teman kampus Bun" jawab Kenan
" Halo om,, tante,,," sapa Pano dan Martin dan langsung menyalami mereka satu persatu.
Angga yang merasa tidak asing dengan Pano langsung mendekati Plano dan bertanya
" apa Kita pernah bertemu sebelumnya,,?
Kenapa kau terasa tidak asing!!" tanya Angga penasaran,
" ini Pano Om teman kecil Ze dulu" jawab Pano tersenyum sambil membungkukkan kepalanya.
" Oh Pano ya. kenapa tidak kabari Om, kalau sudah kembali dari luar negeri?" ucap Angga kaget sambil memeluk tubuh Pano.
"maaf Om,, belum sempat, aku baru seminggu di sisi, tidak nyangka malah ketemu nya di sini" ucap Pano dengan senyum malu.
"kau kenal dengan dia??" bisik Surya penasaran melihat Angga yang terlihat dekat dengan teman Kenan.
"dia anak laki laki, teman kecil Ze dulu yang pernah aku cerita kan" jawab Angga menceritakan dengan membisikkan nya.
"pantesan dia sampai memanggil Kenan Kakak ipar,, ternyata dia benar benar menganggap Ze seperti adiknya sendiri"
batin Surya, kini dia bisa melihat sendiri sosok laki laki yang selalu Angga ceritakan, orang yang selalu menghibur Ze dulu di saat dia sedang merindukan Kakaknya.
~
"Dok,, apa istri saya sudah bisa di temuin" ucap Kenan yang sudah tidak sabar ingin segera melihat keadaan Ze.
"silahkan Tuan,, asalkan tidak terlalu berisik sampai Nona nya bangun. kalian bisa masuk ke dalam" ucap sang Dokter
__ADS_1
Kenan pun langsung membuka pintu nya dan bergegas masuk ke dalam dan di ikuti oleh semuanya.
Kenan kini bisa melihat dengan jelas Ze yang sedang tertidur di atas kasur ruangan kelinik.
berjalan perlahan mendekati nya.
perasaan nya sekarang bisa lebih tenang, walaupun belum bernafas lega, karena Ze belum tersadar, namun sudah bisa merasa tenang saat mengetahui bahwa istrinya itu baik baki saja,
Kenan kini mulai duduk di kursi di samping temapat tidur Ze, menggeser kursi nya agar dia bisa lebih dekat dengan istrinya.
tangan nya kini mulai meraih tangan Ze, menggenggamnya dan perlahan mengangkat dan mengecup punggung tangan Ze.
"bangunlah,,, kita semua di sini sayang"
berucap dalam hati, dan kini tangan Kenan mulai membeli lembut kepala Ze.
Surya dan Widi kini berjalan mendekati Kenan. berdiri di samping Kenan dan melihat anak cantik nya yang masih memejamkan matanya.
begitu pula dengan Angga dan Maya mereka langsung berjalan mendekati tempat tidur Ze dan berdiri di samping berhadapan dengan Surya dan Widi.
Pano Martin dan Rani, mereka hanya berdiri di depan pojok ruangan, melihat pemandangan haru, dua keluarga yang sedang berkumpul menunggu putri mereka terbangun.
sedangkan Roni dan Sania, mereka entah kemana, entah mereka masih di luar atau mungkin sudah pulang.
suasana di dalam terdengar sangat sepi, tidak ada satupun dari mereka yang berani bicara, takut akan mengganggu Ze yang sedang beristirahat.
tangan Kenan yang terus membelai lembut kepala Ze, membuat Ze tersadar karena merasakan sentuhan hangat, yang selalu ia rasakan dan menurut nya itu tidak asing.
kini mata Ze perlahan mulai terbuka, sampai dia bisa melihat dengan jelas wajah Kenan yang ada di depannya..
"kau sudah bangun?!" ucap Kenan tersenyum senang sambil menatap Ze yang sudah terbangun.
"Kak Ken,,! ini di mana, aku kenapa ya, kok aku tidak ingat apa apa?" tanya Ze yang masih belum tersadar sepenuhnya.
"jangan dulu banyak bicara" istirahat lah dulu"
ucap Kenan khawatir.
kini mata Ze mulai melihat ke sekeliling nya.
"Ayah,,, Bunda,,, Ayah,,, Ibu,,," panggil Ze saat melihat kedua orang tua nya.
mereka hanya tersenyum menatap ke arah Ze. merasa lega karena anaknya telah sadar.
"ada apa,, kenapa semuanya bisa berada di sini?" tanya Ze kebingungan.
"tadi kamu pingsan sayang, suamimu tadi sampai tidak bisa bernafas dengan lega karena terlalu mengkhawatirkan mu,, dan dengan cepat dia memberitahu kami, takut kau sampai kenapa napa" ucap Maya sambil mengelus rambut Ze..
"aku pingsan?? " tanya Ze menggantung sambil melihat ke arah Kenan
Kenan pun langsung menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan Maya
"kok bisa pingsan ya,? padahal aku tidak apa apa kok" ucap Ze sambil beranjak duduk dari tidur nya.
"jangan terlalu banyak gerak, kau harus istirahat dulu" ucap Kenan khawatir dengan cepat langsung berdiri dan merangkul pundak Ze membantunya untuk duduk dari tidur nya.
dan langsung duduk di samping Ze dengan tangan yang terus merangkul nya.
"jangan berlebihan Kak,, aku tidak apa apa kok" ucap Ze sambil mendongkangkan wajah nya ke atas menatap wajah Kenan yang ada di sampingnya.
"jangan terus membantah, kau memang merasa tidak apa apa, tapi janin mu yang apa apa" ucap Kenan menasehati Ze sambil mengelus Kepalanya pelan.
membuat Ze langsung melebarkan matanya terkejut mendengar perkataan Kenan.
"apa maksudnya?" tanya Ze penasaran
Kenan hanya tersenyum manis melihat keterkejutan Ze, tidak langsung menjawabnya.
karena Kenan tidak kunjung menjawab, Ze langsung melihat 2 orang tua nya. yang sudah tersenyum lebar menatap ke arahnya.
"ada yang bisa menjelaskan?" bertanya dengan wajah polosnya
"kamu sedang hamil sayang,," ucap Maya menjelaskan
"hamil??" ucap Ze sambil tertegun,
membuat semua orang yang ada di sana langsung tersenyum melihat ekspresi Ze yang langsung terdiam melohok.
Pano Martin dan Rani yang awalnya di pojok ruangan mereka langsung berjalan mendekati tempat tidur Ze.
"selamat Ze" ucap Rani tersenyum bahagia,
"aku beneran hami" ucap Ze masih tidak percaya
"ya, kau sedang hamil sayang,,"
" ucap Kenan tersenyum bahagia.
"Kak,,, aku akan menjadi seorang ibu,,?" tanya Ze yang masih terkejut dan langsung memalingkan pandang nya kembali menatap wajah Kenan.
"iya,, kau akan menjadi seorang ibu, sayang
kita sebentar lagi akan punya anak" jawab Kenan meyakinkan Ze sambil perlahan mengecup kening Ze dan langsung memeluknya.
Ze pun langsung tersenyum bahagia, dan langsung membalas pelukan Kenan,
"terimakasih,, telah memberikan hadiah terindah untuk ku," ucap Kenan yang makin mempererat pelukannya, sambil mengecup puncak kepala Ze berkali kali. merasa bahagia.
"aku beneran akan menjadi seorang ibu"
batin Ze yang tidak bisa mengungkapkan kebahagiaan nya, dia terus memeluk erat suaminya.
"akhhem" Angga berdehem melihat pemandangan di depannya yang merasa terabaikan oleh putrinya. dan langsung memalingkan pandangannya.
"bisakah kalian berpelukan nya nati saja di rumah,, di sini ada banyak orang" ledek Surya dengan senyum jahilnya. melihat kelakuan 2 anaknya itu, yang selalu bermesraan, tanpa tau situasi mereka sedang di mana.
membuat semua yang ada di sana langsung tersenyum cengengesan mendengar perkataan Surya.
"Ayahnya saja merasa risi, melihat kemesraan anaknya, apa lagi kita kita yang masih jomblo,, haduh membuat iri saja ,,,,"
batin Pano yang sudah menggelengkan kepalanya. meratapi nasib nya sebagai seorang jomblo yang selalu saja di uji dengan pemandangan di depannya.
Kenan dan Ze pun langsung melepaskan pelukannya dan langsung tersenyum malu, melihat ke arah mereka.
kini hanya terdengar senyuman kebahagiaan haru yang terdengar di ruangan itu.
kebahagiaan dari pasangan muda yang di anugerahi kepercayaan untuk segera menjadi seorang ayah dan ibu..
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.