
Acara inti pesta kini di mulai sang pelayan mulai mendorong kue berukuran besar ke tengah ruangan, mempersiapkan kue ulang tahun untuk anak tunggal keluarga Baron.
Sania mulai tersenyum lebar, sang ratu pesta mulai berjalan ke tengah tengah untuk memulai acara tiup lilinnya.
Semua orang sontak bergemuruh bertepuk tangan ikut berbahagia dan mengucapkan selamat pada Sania.
"Kak ken...!" panggil Ze sambil mendongkangkan kepalanya melihat wajah Kenan.
"Hemmm" jawab Kenan singkat.
"Kalau tau pestanya ulang tahun Kak Sania, mungkin tadi aku akan menyiapkan kado untuk nya, Apa Kak Ken tidak tau kalau ini hari ulang tahun Kak Sania.?"
"Tidak... !" jawab singkat Kenan.
"Kenapa tidak tau, dia kan mantan mu!" ucap Ze dengan sedikit menggoda Kenan.
"Pikiran ku terlalu penuh memikirkan mu, jadi tidak muat mengingat masa lalu" ucap serius Kenan sambil mengusap wajah Ze yang sedari tadi menatap nya.
"Gombal.." sewot Ze. dengan senyumnya.
"Kenapa gombal memang itu kenyataan nya Ze sayang... atau kau sendiri memang masih mengingat masa lalu mu, dengan mantan mu itu!" ucap tanya Kenan memojokkan Ze.
"Tidak..!" jawab cepat Ze.
"Awas saja, kalau sampai ada laki laki lain di pikiran mu,, aku akan menghukum mu Zepania.!" ucap tegas Kenan sambil menggerakkan tangan nya makin melingkar di badan Ze.
"Iya .." jawab singkat Ze dengan cepat langsung berjinjit mengecup pipi Kenan.
membuat Kenan langsung tersenyum senang.
Tiba-tiba sorak gemuruh makin terdengar, Semua orang tertuju melihat ke depan.
Kenan dan Ze yang awalnya fokus dengan dunia mereka sendiri, mereka langsung melihat ke depan.
Ze dan Kenan langsung ikut tersenyum senang, melihat pemandangan di depan.
Roni dengan beraninya, mendekat ke arah Sania. Dan tiba tiba mengeluarkan sebuah kotak cincin dan ia hadapkan di depan Sania.
"Sania.... Dengan cara mencintaimu Aku bahagia, dengan cara melihat senyummu aku merasa bangga, hanya ketika Bersamamu aku merasa ada, karena kau lah segalanya. Aku memang tidak sempurna tapi aku akan berusaha sempurna hanya untukmu.
Maukah kau menikah denganku?"
Dengan sungguh sungguh Roni berucap sambil perlahan membuka kotak cincin itu, melamar Sania di muka umum.
seketika sorak para tamu mulai bergemuruh memenuhi seluruh ruangan.
"Terima..."
"Terima...."
sorak orang orang di sana mendukung Roni.
Dengan malu malu Sania langsung menganggukkan kepalanya pertanda menerima lamaran Roni.
Dengan tersenyum senang Roni langsung mengambil cincin nya dan langsung memasang kan nya di jari manis Sania.
"Terimakasih!" ucap senang Roni sambil perlahan memeluk Sania.
."Kak Ken.... huuuuh romantis sekali si..!" ucap antusias Ze, merasa baper melihat pasangan itu.
"Akh bisa aja..!" ketus Kenan. Karena iri dia sendiri tidak pernah bisa merayu bahkan berkata kata manis pada Ze. Karena itu bukan kemampuan dan keahliannya.
"Ika romantis tu... Manis sekali..!" masih terbawa suasana melihat perlakuan manis Roni.
"Jangan terus melihat ke sana, lihat aku saja.!" ketus Kenan sambil mengarah kan wajah Ze ke hadapan nya. rasanya jadi cemburu sendiri melihat Ze terus melihat ke romantis Roni.
"Jadi ingin pas Kek Ken melamar ku, tidak ada manis manis nya sama sekali" gumam Ze namun terdengar jelas oleh Kenan.
"Kau bilang apa?" tanya Kenan dengan mencubit hidung Ze.
"Tidak bilang apa apa Kok..!" kilah Ze tidak mau ngaku.
"Kau sirik pada dia karena aku tidak pernah berlaku manis pada mu!" tanya Kenan.
"Tidak kok...!" masih mengelak. Dengan memalingkan wajahnya.
"Hei.. lihat aku!" seru Kenan sambil menatap lekat Ze. Dengan tangan merangkul pinggang Ze dan menarik nya ke pelukan nya.
Ze pun langsung mengangkat wajahnya mensejajarkan pandangan nya dengan Kenan.
"Kenapa..!" goda Ze dengan tersenyum manis menatap Kenan. Dengan tangannya ia lingkungan ke belakang memeluk badan kekar Kenan.
"Jangan tersenyum seperti itu, aku tidak bisa berkata kata kalau kau tersenyum seperti itu!"
ucap malu Kenan malah salah tingkah melihat senyuman Ze.
Seketika Ze tersenyum se jadi jadinya melihat tingkah suaminya.
"Kenapa malah menertawakan ku!"
Sudah mengerti dengan keadaan suaminya Ze langsung memeluk erat Kenan, menyandarkan kepalanya di dada bidang Kenan.
"Kak Ken tidak perlu mengungkapkan cinta dan sayang Kak Ken pada Ku dengan perkataan, Karena tanpa Kak Ken ucapkan pun, Aku sudah tau sebesar apa cinta dan sayang Kak Ken pada Ku, tanpa terucapkan pun aku sudah mengetahui nya, dan Aku pun sangat mencintai Kak Ken.!" ucap lirih Ze di balik badan Kenan.
membuat Kenan menjadi luluh dan senang, dan langsung mengeratkan pelukan nya dan mengecup puncak kepala Ze.
"Terimakasih sayang...!"
Merasa memiliki dunia sendiri di tengah tengah ramai nya orang orang yang sedang bersorak riang. mereka dengan mesra nya, terus berpelukan.
Di antara sedemikian banyak orang di sana, ada satu mata yang sedari tadi memperhatikan pasutri yang di mabuk cinta itu.
Angel dengan mata kesalnya dia melihat Ze, yang bertingkah manja pada suaminya.
"Wah... kenapa aku makin kesal sekali si sama dia. Makin melihat mereka terlihat mesra jadi makin ingin merebut Tuan Kenan dari nya."
__ADS_1
batin Angel menatap sinis ke arah Ze.
*
Waktu kini semakin malam, kini giliran acara makan makan untuk setiap para tamu undangan.
"Mau pulang atau makan dulu?"
Tanya Kenan sambil membelai manja rambut Ze.
"Makan... lapar Kak...!" jawab manja Ze sambil mendongkangkan wajah nya melihat Kenan.
"Cari tempat duduk dulu... biar aku ambilkan makanan nya.!" ajak Kenan sambil menggiring Ze ke tempat duduk.
"Biar aku aja Kak.. Kak Ken aja yang duduk!" pinta Ze untuk melayani suaminya.
"Bukankah kau tidak bisa jalan bebas kalau memakai sepatu seperti ini. kalau kau yang ngambil nya, yang ada makanannya tumpah semuanya Ze..!" sahut gemas Kenan masih nyaman menyimpan tangan nya, memainkan rambut Ze.
"Hehe...baiklah!" patuh Ze kini menarik tangan Kenan menuju tempat duduk.
Kenan dan Ze pun kini menuju kursi.
"Mau duduk di mana?" tanya Kenan.
"Dekat Kak Sania aja deh Kak..!"
"Yakin..."
"Iya...dari pada duduk di dekat orang yang tidak aku kenal kan takut..!" ucap polos Ze.
"Baguslah yu.....!" ajak Kenan.
Mereka pun berjalan ke kursi di mana Sania duduk di sana.
"Hai Kak... boleh ikut duduk di sini?!" tanya ramah Ze.
"Silahkan..!" jawab Sania dengan senyuman nya.
"Terimakasih Kak..!" ucap Ze sambil membalas senyuman Sania.
"Tunggu sebentar .. aku ambilkan makanan dulu..!" seru Kenan sambil mengelus kepala Ze dan mulai meninggalkan nya.
"Iya..!"
Kenan pun mulai pergi mengambil makanan.
"Kak selamat ulang tahun... maaf belum bisa kasih kado entar kadonya nyusul ya!" ucap ramah Ze.
"Tidak apa apa Ze...!"
"Dan selamat atas hubungan kalian, cepat-cepat naik pelaminan ya, semoga bahagia!"
ucap Ze dalam do'a nya, untuk Sania dan Roni.
"Sama sama Kak...!" balas Ze dengan tersenyum menatap Sania.
**
Kenan berjalan ke meja makanan, sudah membawa satu piring kosong untuk ia isi makanan.
Terlihat Angel juga ada di sana yang sama sama sedang mengambil makanan.
"Wah....kebetulan banget Tuan Kenan di sini!" batin Angel tersenyum girang.
Angel pun berjalan mendekati Kenan, berusaha mencari perhatian nya.
"Tuan Kenan mau ngambil makanan! biar saya bantu Tuan!" seru Angel, dengan tangan mulai meraih piring Kenan.
"Tidak usah saya bisa sendiri!" jawab dingin Kenan. sambil menjauhkan piring nya dari tangan Angel.
"Susah sekali si mendekati nya..!" batin Angel menggerutu. Tanpa menggerakkan badan nya, terus berdiri di dekat Kenan.
"Permisi kau menghalangi jalan ku..!" ucap tegas Kenan membuat Angel langsung bergerak menjauhkan badannya.
"Maaf Tuan..!"
Angel pun kembali mengambil makanan nya. dan pergi mendekati tempat duduk.
Kenan kini mulai mengambil makanan, mengisi piring nya dengan beraneka makanan yang ada di sana.
Terlihat Roni dan Martin juga sedang mengambil makanan mereka, dan berdekatan dengan Kenan.
"Wah Bro... di rumah loe gak ada makanan ya, kenapa banyak amat loe ngambil makanan..!" tanya heran Martin, karena melihat isi piring yang ada di tangan Kenan sangat penuh.
"Ini porsi untuk tiga orang...!" jawab santai Kenan, dengan tangan masih mengambil makanan yang lain.
"Buat siapa saja, satu piring sampai buat tiga orang??" tanya Martin lagi masih heran.
"Buat gue, bini dan anak gue..!" jawab Kenan dengan serius nya. Namun Martin yang mendengar nya, langsung tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Terserah kau saja, yang banyak sekalian, angkat semuanya. Entar bini loe ngiler..!" banyol Martin dengan tawa nya.
Setelah mengambil makanan, Kenan dan Martin langsung beranjak menuju tempat duduk.
Saat sedang berjalan ingin mendekati kursi, mata Kenan, dan Martin melihat ke arah depan, di mana Ze dan Sania sedang duduk di sana.
Terlihat Angel menghampiri tempat duduk Ze dan Sania di sana dengan membawa satu piring makanan dan satu gelas minuman di tangan satunya lagi.
"Ken.. gue perhatikan dari tadi karyawan loe itu terus memperhatikan kalian dech, dan tatapan nya selalu sinis kalau dia melihat Ze, sepertinya dia terpesona oleh ketampanan loe dech, hati hati jangan sampai istri loe, di apa apa in dia!"
nasehat Martin, walaupun jomblo, tapi dia lebih tau soal masalah per pelakoran.
"Iya..gue tau..!" sahut Kenan.
~
__ADS_1
"Hei San... kok gak makan?!" tanya Angel sambil mendekati Sania dan Ze.
"Masih kenyang..!
"Hei apa kalian sudah saling kenal..!" ucap Sania pada Ze dan Angel.
"Iya... dia embak Angel Kan, aku mengenal nya karena dia bekerja di kantor Ayah..!" sahut Ze dengan antusias, senang sekali memanggil Angel dengan embel embel embak. Rasanya ada kepuasan saat memanggil nya.
"Oh bagus dong.. Angel kenalin, dia Ze teman kampus ku..!" ucap Sania mengenalkan Ze pada Angel.
Angel hanya tersenyum yang di buat buat, padahal dalam hatinya sudah mengeram kesal.
"Dasar wanita ini, suka sekali dia memanggil ku embak hah. Awas saja, aku beri pelajaran dia!" batin Angel sudah tersenyum licik, memikirkan cara membalaskan kekesalan nya pada Ze.
"Ze.. apa aku boleh duduk di samping mu..?"
tanya Angel dengan tersenyum ramah yang di buat buat.
"Silahkan...!" sahut Ze.
"Awas saja akan ku tumpah kan minuman ku pada wanita menyebalkan ini!" batin Angel sambil mulai melangkah mendekati kursi di dekat Ze.
Kenan dan Martin yang sedang berjalan mendekati Ze bisa dengan jelas melihat pergerakan yang akan di lakukan Angel.
Seketika Kenan memanggil Ze saat tangan Angel sudah bergerak ingin menumpahkan minuman nya.
"Byur" Minuman dari gelas Angel tumpah mengenai pakaian Ze di bagian kakinya.
"Ze..!" dengan cepat Kenan berjalan mendekati Ze. Dan melupakan piring makanan nya.
"Awwww..!" Ze terkejut, saat air minuman membasahi kakinya.
"Maaf Ze aku tidak sengaja..!" dengan cepat Angel berucap dengan melemas agar terlihat kalau itu benar benar kecelakaan.
"Angel...!"ucap Sania kecewa.
"Tunggu Ze aku ambilkan tisu dulu..!"
Sania pun beranjak berdiri.
"Kenapa tidak hati hati si..!" gerutu Ze sambil menatap kesal Angel.
"Maaf aku tidak sengaja Ze..!" ucap lirih Angel.
"Kau tidak apa apa Ze..!" Kenan dengan cepat melihat keadaan Ze, dan membersihkan bekas air di baju Ze dengan tangan nya.
"Tidak apa apa Kak... hanya ke tumpahan air saja."
jawab Zw.
"Maaf Tuan aku tidak sengaja..!" masih saja berakting.
"Loe pikir kita buat hah..!"
Martin tiba-tiba bersuara, ikut kesal melihat tingkah Angel.
"Jelas jelas loe sengaja kan numpahin minuman loe, dasar tidak tau malu!" umpat kesal Martin sambil menatap sinis Angel.
Membuat Angel langsung tertunduk malu.
Sania kini datang sambil membawa kotak tissu di tangan nya.
"Nih Ze... keringkan baju mu..!"
Sania memberikan tussu nya.
Ze pun langsung mengambil nya.
"Sini biar aku yang mengeringkan nya..!"
Dengan cepat Kenan mengambil tissu nya. Dan membersihkan baju Ze.
"Kita pulang sekarang saja ya.. makannya nanti di rumah, kau akan kedinginan kalau terus seperti ini.!" ucap khawatir Kenan.
"Iya Kak...!"
Kenan pun mulai beranjak berdiri dan membantu Ze bangun.
Mata Kenan kini langsung menatap tajam ke arah Angel.
"Kau... jangan pernah berharap untuk menginjakkan kaki mu, di kantor lagi. Dan ingat! kesalahan mu, akan mengubah masa depan mu, jangan pernah berharap kau akan hidup senang, akibat perilaku kotor mu itu." ancam Kenan, kelewat jijik melihat Angel.
"Awas... kau menghalangi jalan Kita.!" seru Kenan dengan sinis nya.
Sambil merangkul pinggang Ze dan mengajaknya pergi dari sana.
~
"Maaf aku tidak bisa menjaga mu dengan baik..!" ucap sesal Kenan.
"Kenapa minta maaf... ini tidak apa apa kok.. cuma air doang Kak Ken, aku kan tidak se lemah itu!" sahut Ze, menghilangkan rasa bersalah Kenan.
"Kau memang yang terbaik..!" ucap senang Kenan sambil mempererat rangkulannya dan berkali kali mengecup puncak kepala Ze.
Dan mereka pun bergegas pergi dari gedung Pesta dan segera pulang ke rumah.
.
.
.
.
.
__ADS_1