
Keadaan di Kantor besar AH GROUP. Para karyawan masih sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing.
Beginilah dunia peekantoran. Bagi siapa saja yang lalai mereka harus terpental keluar.
Bagi setiap pemimpin di bagian pekerjaannya, harus bisa membawa para karyawan nya untuk terus bekerja keras dan saling membantu. karena maju mundur perusahaan tergantung kerja keras para karyawan di sana.
Maka jika kau inggin memiliki perusahaan dengan kualitas bagus, maka carilah karyawan dan pemimpin yang akan bekerja keras dan konsisten yang tinggi dalam bekerja.
Begitu pula dengan Kenan, walaupun mungkin di usia nya yang masih muda tapi dia sudah mengerti dengan apa yang harus ia lakukan.
Mendisiplinkan para karyawan nya, untuk lebih baik dalam bekerja dan tidak ingin mengenal kesalahan dalam setiap pekerjaan nya.
~
Waktu kini menjelang sore. Keadaan di ruangan Kenan masih terdengar sepi karena Ze masih tertidur dengan lelep di sofa ruangan kerja Kenan.
Kenan yang sedang fokus berkutat dengan beberapa berkas yang harus ia periksa, sesekali Kenan melihat keadaan istrinya yang masih terlelap, Kenan hanya bisa tersenyum kecil saat melihat wajah Ze yang terlihat cantik dalam keadaan apa pun, terlihat begitu menggemaskan. Rasanya jika pekerjaan nya tidak menumpuk, ingin rasanya Kenan berbaring di samping Ze dan memeluknya.
Tidak lama terlihat Ze sudah terbangun dari tidurnya, menggeliat pelan dan langsung mengucek kedua mata nya.
"Kak Ken... jam berapa ini..?" rengek Ze sambil beranjak bangun dari tidurnya.
"Jam 4 sore.!" Jawab Kenan, sambil melihat ke arah Ze.
"Jadi aku tertidur cukup lama ya! bosan sekali Kak... apa pekerjaan mu masih lama?" bertanya dengan suara lemas, rasanya kesadaran nya belum terkumpul semuanya
"Masih lama Ze.." sahut Kenan dengan begitu serius nya.
"Apa ada sesuatu yang bisa aku kerjakan.!" ucap manja Ze bertanya sambil menyangga wajahnya dengan kedua telapak tangan nya, dan sikutnya ia tumbukan di lutut nya.
membuat Ze terlihat makin imut dengan posisi nya.
"Kau ingin membantu ku?" tanya Kenan dengan senyum kecil nya. seolah bertanya padahal berharap.
"Jika bisa, aku akan membantu, bosan sekali kalau hanya duduk saja!"
"Sini... mungkin kau bisa membantu ku memeriksa setiap laporan ini!" panggil Kenan menyuruh Ze menghampiri nya ke meja kerja nya.
"Kalau itu aku tidak bisa Kak Ken..!" keluh Ze sambil mengecutkan bibirnya.
"Biar aku mengajarkan nya..!" tawar Kenan.
Dengan senang hati Ze langsung berjalan mendekati Kenan.
"Mana Kak..!"
"Sini duduk dulu,,!" seru Kenan sambil menarik Ze ke pangkuan nya.
"Kak Ken.. kalau seperti ini aku akan mengganggu mu tau...!" gerutu Ze, karena kaget tiba-tiba di tarik Kenan.
"Makannya jangan banyak bergerak, kalau kau banyak bergerak kau benar benar mengganggu ku,!" kilah Kenan sambil memposisikan Ze, agar lebih nyaman dengan duduknya. dengan memasang senyum di bibirnya.
" Baiklah... kau menang Tuannya di sini" pasrah Ze, kini dia mulai duduk dengan tentang dan melihat apa saja yang di kerjakan suaminya.
"Istri pintar..." goda Kenan sambil mengelus rambut Ze. Dan berakhir mengecup puncak kepala nya.
"Mana Kak yang harus aku bantu?"
ucap Ze sambil menoleh ke belakang melihat wajah Kenan.
"Cup" satu kecupan mendarat di bibir Ze, karena bukan Kenan namanya, kalau tidak bisa memanfaatkan kesempatan.
"Hei... aku baru bangun tidur tau!" gerutu Ze sambil memukul kaki Kenan.
"Tidak apa apa, bangun tidur pun tetap harum." goda Kenan dengan senyumnya.
"Dasar...!! ayo.. bukankah Kak Ken akan mengajari ku..!" seru Ze sambil menarik tangan Kenan. Agar dia konsentrasi dengan pekerjaan nya.
"Baiklah sekarang fokus ke depan!" seru Kenan sambil mulai mengngarahkan tangan, dan mulai menjelaskan semuanya pada Ze.
Kenan dan Ze kini fokus ke depan layar komputer.
Kenan mulai mengarahkan kursor pada file yang akan Kenan Jelaskan pada istrinya.
"Aku memimpin di divisi perhotelan. yang mana harus fokus memeriksa penjualan produk dan jasa. Mencermati seluruh pendapatan utama dari beberapa hotel Ayah, yang mana pendapatan itu berasal dari penjualan kamar ( Room Revenue ), penjualan makanan dan penjualan minuman ( food and Beverage Revenue ) di mana di satu sisi menjual jasa dan Sisi Lainnya menjual barang.
Dan Kalau Kau bisa, kau bantu Aku, untuk memeriksa laporan keuangan yang di hasilkan dari setiap hotel!" Pinta Kenan, sambil terus meng scroll layar komputer.
"Tunggu Kak..!" tiba-tiba Ze menghentikan pergerakan tangan Kenan.
"Kenapa..?" tanya Kenan heran.
Mata Ze langsung terfokus melihat layar, membaca nama client yang bekerja sama dengan hotel yang menjadi tanggung jawab suaminya.
Terlihat di sana Nama Senjaya dan Baron.
"Kak bukankah ini nama perusahaan Ayah nya Kak Roni dan Restoran besar keluarga Kak Sania!" Tanya Ze mencoba menebak.
"Kenapa kau jeli sekali saat melihat nama orang tua mantan mu!" sewot Kenan sambil menjitak pelan kepala Ze.
"Bukan mantan ku, Tapi lebih tepat nya mantan Kita!" tegas Ze sambil memukul kaki Kenan, merasa kesal karena Kenan telah menjitak kepala nya. padahal nama client yang tercantum di sana bukan hanya Mantan Ze tapi juga orang tua Mantan suaminya.
"Sakit Tau..!" gerutu Ze.
" Maaf cantik.." goda Kenan sambil mengelus bekas jitak-an nya.
"Kok bisa bekerja sama dengan mereka..?" tanya Ze, kini penasaran dengan bisnis suaminya.
__ADS_1
"Hotel Ayah bekerjasama dengan berbagai pihak yang bersangkutan, termasuk mereka, perusahaan Senjaya melengkapi di bagian properti dan Tuan Baron kan pemimpin Restoran besar yang sudah punya nama, maka Ayah menerima kerja sama nya.
Karena itu akan saling menguntungkan."
ucap Kenan menjelaskan.
"Apa tidak ada yang lain? kenapa harus mereka??" tanya Ze masih ngeyel.
"Ze sayang ku,!! dalam urusan bisnis, kalau kita mau maju, kita harus menyampingkan urusan pribadi, yang harus kita lihat kualitas client yang menjalani kerja sama dengan kita,
selagi itu menguntungkan untuk semua belah pihak kita akan menerima nya."
"Lagi pula bukan perusahaan Ayah yang bergantung pada mereka, Tapi mereka yang membutuhkan kita, jadi kala mereka macam macam, Kita bisa mengakhiri kerja sama kita, dan kita mencari client yang lain, karena masih banyak di luar sana yang ingin bekerja sama dengan perusahaan Ayah."
"Kau mengerti Kan..!" tegas Kenan menjelaskan. Kalau Ze tidak perlu takut walaupun mereka bagian dari masalalu Kenan dan Ze. Tapi mereka tidak bisa menjatuhkan perusahaan Wijaya.
Mendengar penjelasan Kenan.
Dengan cepat Ze langsung mengangguk kan kepala nya mengerti.
"Ternyata Nyonya Muda Wijaya pintar ya!" ucap Kenan lagi lagi menggoda istrinya.
"Ya iya lakh, kan suaminya juga pintar..!" sahut Ze dengan tersenyum riang.
"Hahaha dasar Kau..!" gemas Kenan sambil mencubit ujung hidung Ze.
"Nih... sekarang kau coba periksa ini. Kalau kau bisa, berarti kemampuan mu setara dengan senior tingkat akhir.!" perintah Kenan ingin melihat kemampuan istrinya. Memberikan berkas laporan yang di bawa oleh Angel tadi.
"Aku mana bisa Kak..!" keluh Ze tidak percaya diri.
" Liat saja dulu, kalau tidak ada yang mengerti tanyakan pada Ku!" ucap Kenan dengan serius, Kenan pun kini mulai melihat pekerjaan nya dan fokus kembali pada pekerjaan nya.
~
Setelah beberapa lama Ze slesai memeriksa semua laporan nya. Walaupun memang tidak bisa mengerti sepenuh nya, tapi dengan detail Kenan menjelaskan semuanya, hingga Ze bisa perlahan mengerti, walaupun sedikit demi sedikit.
"Kak Ken... ternyata memusingkan juga, harus berurusan dengan kertas kertas ini!"
keluh Ze. sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Kenan.
"Belum terbiasa, kalau sudah biasa dan sering mempelajari nya, semuanya akan teras mudah!" timpal Kenan menasehati istrinya.
sambil membelai lembut kepalanya.
"Kak... aku bangun dulu. apa Kak ken tidak berat dari tadi aku duduk di pangkuan mu!"
"Sebentar aku akan menyuruh orang untuk mengambil kursi untuk mu!" cegah Kenan rasanya masih nyaman menghirup aroma harum tubuh istrinya. Serasa seperti rileksasi dalam kepenakan nya.
Walaupun enggan melepaskan Ze namun Kenan langsung menelepon karyawan nya, untuk mengantarkan kursi ke ruangan nya.
untuk tempat Ze duduk.
~
"Bangunlah...! sepertinya itu yang membawakan kursi untuk mu!"
Kenan pun langsung melepaskan Ze dari pangkuan nya.
Dan menyuruh karyawan itu langsung masuk.
Dan menyuruh karyawan itu untuk menyimpan kursi nya di samping Kenan.
"Terimakasih ya!" ucap Ze pada sang karyawan.
"Iya sama sama Non..!"
"Saya permisi dulu Tuan!" pamit sang karyawan sambil membungkuk hormat.
"Tunggu..!" cegah Kenan.
"Tolong sekalian panggilkan karyawan magang yang bekerja di bagian keuangan.!" perintah Kenan.
"Baik Tuan!!"
Karyawan itu pun langsung keluar.
Ze pun kini mulai menempati tempat duduk nya di samping Kenan.
*
Keadaan di luar Ruangan.
Karyawan yang tadi di perintah Kenan kini menghampiri tempat dimana karyawan yang di maksud Kenan berada.
"Hei kau karyawan magang kan..?" tanya karyawan itu pada Angel.
"Iya .."
"Di panggil manajer tuh, di suruh ke ruangan nya sekarang!" ucap Karyawan itu memberitahu Angel.
"Baik... " dengan bersemangat Angel langsung beranjak berdiri. Merasa senang akan bertemu dengan lelaki tampan nya.
"Apa penampilan ku tidak berantakan ya?? aku ingin terlihat cantik di depan Tuan Kenan."
batin Angel berjalan sambil merapihkan pakaian nya, dan merapihkan rambut nya.
Dengan menghirup nafas panjang Angel berdiri di depan ruangan Kenan. Mempersiapkan diri untuk bertemu Kenan.
__ADS_1
tok...tok...tok...
Angel mengetuk pintu.
"Masuk" suara Kenan dari dalam, mengizinkan Angel masuk.
Dengan perlahan Angel membuka pintu, dan setelah pintu terbuka lebar dia pun langsung masuk ke dalam, dengan kepala masih menunduk.
Setelah melangkah masuk lebih mendekat ke meja kerja Kenan. baru lah Angel mengangkat kepalanya.
"kenapa sekarang wanita itu malam duduk di samping Tuan Kenan si, manja sekali lagi" gerutu Angel terkejut merasa risi melihat pemandangan di depan nya.
Angel pun mulai melangkah makin mendekat.
"Maaf Tuan, Tuan memanggil saya.?!"
sapa Angel dengan mata terus menatap Kenan.
Ze yang menyadari kedatangan Angel langsung melihat ke arah Angel.
Namun Kenan tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun, Kenan masih fokus melihat pekerjaan nya.
"Ze kau jelaskan semuanya, seperti yang tadi aku katakan" perintah Kenan, mencoba mengetes daya ingat Ze.
Dengan patuh Ze langsung mengangguk dan langsung melihat fokus ke arah Angel.
" Hei... aku ingin mendengar keritik-an dari anda Tuan, kenapa malah menyuruh wanita ini!" batin Angel lagi lagi menggerutu. sambil terus menatap Kenan.
"Wanita ini cantik juga... penampilan nya seksi sekali, mau bekerja atau mau mencari perhatian orang si, so cantik banget.
Kenapa juga dari tadi terus menatap Kak Ken!" batin Ze menggerutu kesal melihat Angel.
"Akhem" dengan keras Ze berdehem mengagetkan Angel.
"Bak Angel ya,!" Ze mengawali pembicaraan nya "Embak bisa fokus melihat ku, aku yang akan membahas laporan Embak!". seru Ze dengan begitu serius karena kesal melihat Angel. Rasanya tidak rela suaminya di lihat orang lain.
Kenan yang melihat perubahan tingkah Ze hanya bisa menahan tawa nya, sudah tau kalau Ze sedang kesal pada wanita di depan nya.
"Hei sebenarnya siap loe.. so sekali..!
aku bukan embak embak! apa kau tidak melihat penampilan ku, aku kau tidak punya mata? jangan memanggil ku embak, aku masih muda!" umpat Angel kesal mendengar perkataan Ze.
Walaupun enggan melihat Ze, mau tidak mau, Angel harus fokus menatap Ze.
" Laporan mu cukup jelas, namun ada satu yang kau lewatkan, seharusnya kau menyantumkan perbedaan dari setiap pemasukan setiap hotel. Kau bisa menggambarkan nya dengan tabel atau pun dengan persenan. Agar kami bisa tau. dari beberapa hotel yang kita kelola mana yang memiliki pemasukan yang lebih unggul dan mana yang lebih minim, agar kait bisa mengoreksi hotel mana saja yang perlu kita tingkatkan, agar para penyewa bisa lebih tertarik dengan hotel kita!" jelas Ze dengan panjang lebar nya.
"Baik saya mengerti!" ucap Angel, karena merasa kecolongan, padahal ia merasa bahwa laporan nya sudah sangat baik.
"Dan satu lagi.!" ucap tegas Ze.
"Saat bekerja memang harus terlihat selalu rapih, tapi bukan berarti harus dengan penampilan seksi, banyak blazer kerja yang terlihat rapih dan juga lebih sopan, kalau bisa jangan pernah mengenakan blazer kerja yang kurang sopan!" tegas Ze dengan begitu ketus nya.
"Hei... kenapa kau menyebalkan sekali. kenapa kau seenaknya mengatur ku, suka suka aku dong berpakaian seperti apa pun,!"
umpat Angel rasanya kekesalan nya, sudah di puncak ubun ubun nya, karena kesal sekali pada Ze.
"Hahaha... sepertinya Ze kesal sekali pada wanita ini, sampai dia se galak itu pada nya!"
batin Kenan rasanya ingin tertawa dengan puas melihat reaksi galak istrinya.
"Semua keritik sudah di sampaikan oleh istri saya, dan jangan lupa kau mengoreksi semua nya.
Kau bisa kembali ke tempat kerja mu sekarang!" ucap tegas Kenan pada Angel.
Tanpa melirik nya sedikit pun.
Kenan malah menarik tangan Ze, dan mendekatkan Ze ke sampingnya.
"Gila... jadi dia istrinya Tuan Kenan!!" batin Angel terkejut bukan main.
Dengan cepat Angel pun langsung pergi ke luar ruangan Kenan.
"Hei... kenapa kau galak sekali?? apa kau takut aku akan melirik wanita lain selain dirimu" goda Kenan sambil menarik kursi Ze dan menghadapkan Ze ke hadapannya. Sudah mengerti arah pembicaraan Ze saat tadi berbicara Angel.
"Tidak siapa juga yang galak, aku bicara biasa saja!" kilah Ze tidak mau mengaku.
"Benarkah..!" goda Kenan makin bersemangat mengerjai Ze.
"Tidak...!" ucap Ze masih ngeyel tidak mengaku.
Membuat Kenan makin gemas dengan langsung mencubit pipi cabi Ze.
"Sakit...!" rengek Ze.
Kenan malah terus tersenyum menatap Ze.
"Kua terlalu menggemaskan, jadinya ingin terus mencubit mu!" ujar Kenan dengan tersenyum senang,sambil menyimpan telapak tangannya di kepala Ze.
"Terimakasih, hari ini telah membantu ku Zepania.."
ucap kagum Kenan sambil terus mengelus kepala Ze dan berakhir mengecup kening nya.
.
.
.
__ADS_1
.
.