
Malam hari di kediamaan keluarga Wijaya
semua sudah duduk di meja makan,
suasana rumah menjadi terasa lebih lengkap dengan kehadiran Ze di keluarga mereka,
kebahagiaan terpancar dari raut wajah Surya yang sedari tadi melihat dua anaknya yang terlihat makin dekat,
hatinya mulai merasa lega akhirnya Kenan mau menikah dengan wanita pilihannya.
suasana terdengar sunyi karena mereka sama sama fokus dengan makanya.
mata kenan terus saja melirik Ze yang ada di sampingnya yang sedang terlihat asyik melahap makanannya nya.
Kenan mulai menggelengkan kepalanya merasa heran melihat tingkah istrinya itu walaupun tubuh kecil tapi selera makannya cukup tinggi.
"hei! kenapa kau rakus sekali?! badan mu akan makin berat jika kau terus makan seperti itu"
ledek Kenan dengan memasang senyum jahilnya. merasa lucu melihat Ze dengan lahapnya menyantap makanan tanpa mempedulikan orang yang sedari tadi melihatnya
"Jangan banyak bicara! makan saja makananmu"
seru Ze sambil terus memakan makanannya tanpa mempedulikan kata Kenan
sedikit pun.
membuat Kenan terkekeh mendengar
nya.
"kau ini memang rakus sekali ya"
ledek Kenan dengan senyum jahilnya dengan tangan yang memegang lembut kepala Ze dan berakhir sedikit mengacak-ngacak nya.
"Kak Ken, Aku sedang makan kenapa kau terus saja mengganggu ku"
gerutu Ze dengan tangan yang sudah merapikan rambutnya. dan kini memakan makanan nya lagi
membuat Surya dan Widi tersenyum kecil melihat perdebatan dua anaknya itu.
"Biarkan saja Ze makan sepuasnya, mungkin dia sedang mengumpulkan tenaga untuk melayani mu"
ucap Surya dengan santainya dengan mata yang tertuju pada Kenan dan diakhiri dengan senyum jahil nya.
membuat Kenan dan Ze langsung tersedak makanan mendengar ledakan Surya,
"kalian tidak apa-apa??"
tanya Widi dengan senyum jahilnya merasa lucu melihat reaksi 2 anaknya itu. saat suami nya menggoda mereka.
"sial Kenapa Ayah selalu saja bisa meledak ku di situasi apapun"
batin Kenan menggerutu kesal sambil meraih gelas minum yang ada di depannya dan langsung meminumnya.
Ze hanya bisa tersenyum yang di buat-buat menanggapi kata kata Surya. antara kaget dan juga malu sepertinya Surya mengetahui Ke nakal lan anaknya itu,
Kenan pun hanya bisa diam, takut kata-katanya akan menjadi bahan ledekkan lagi oleh ayahnya.
berusaha so cool terus menikmati makanannya, padahal rasa malunya sudah mencapai ubun ubun kepala nya.
Kenan memeng terkenal sangat dingin dan kejam, bagi bawah an yang selalu bekerja di bawah pimpinan nya. tapi ternyata Kenan mempunyai sisi lemah jika dia sudah berhadapan dengan Ayahnya, apalagi kalau Ayan nya, sudah meledak nya, sampai dia tidak bisa berkutik sedikit pun.
setelah Mereka menyelesaikan makanannya Surya mengajak Kenan juga Ze untuk berbicara di ruang keluarga
Mereka pun langsung berjalan mengikuti surya dan Widi yang telah terlebih dahulu berjalan di depan.
"kau duduk di sini!"
seru Kenan sambil menarik tangan Ze agar dia bisa duduk di sampingnya.
namun Ze malah menolak dan berjalan kearah Widi dan duduk disampingnya
" kalau aku terus duduk bersamamu Kau pasti tidak akan berhenti untuk mengerjai ku"
ujar Ze ketus sambil menjulurkan lidahnya meledak Kenan.
dan langsung menyandarkan kepalanya di bahu Widi. mencari sandaran untuk selamat dari tatapan tajam Kenan.
"Awas aja nanti kau yah! tak akan ku beri ampun karena berani melawan ku"
mereka pun terus berbincang bincang,hingga tidak terasa waktu sudah makin malam.
karena dirasa waktu sudah cukup malam Kenan berpamitan kepada ayah dan ibunya untuk segera naik ke atas untuk beristirahat dan langsung berjalan diikuti Ze di belakangnya.
*
sesampainya di kamar Kenan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"Hei sedang apa?? ayo tidur, jangan terus memainkan ponselmu"
seru Kenan karena melihat Ze yang terus saja memainkan ponselnya.
"sebentar lagi Kak! ini Rani terus saja menghubungiku menanyakan tentang masalah kuliah, dia bertanya mau kuliah dimana? katanya dia akan berkuliah di tempat yang sama denganku"
ucap Ze menjelaskan sambil berjalan mengarah mendekati Kenan sambil terus memegang hpnya karena belum membalas pesan dari Rani. mencari tau pendapat Kenan dan akan menanyakan kampus mana yang akan lebih baik untuk dia berkuliah nanti.
"Kak! menurut Kak Kenan aku lebih baik Kuliah dimana?!"
tanya Ze yang kini mulai mendudukan badannya di atas kasur di samping Kenan,
"emang kau mau berkuliah di jurusan apa?!"
"administrasi bisnis" jawab Ze singkat
"kalau begitu kita kuliah di tempat yang sama aja". ucap Kenan menjelaskan
"Apa nama kampusnya?"
" kampus xxxx,, katanya di sana kampus paling populer karena yang berkuliah di sana rata rata orang-orang kaya saja"
" Baiklah aku berkuliah di sana saja," sahut Ze yang kini mulai memberitahu Rani dan membalas pesannya
bahwa mereka akan berkuliah di kampus yang sama dengan Kenan.
namun tiba-tiba Ze teringat dengan teman-teman Kenan yang waktu itu makan bersama di kafe dan diantara temannya itu ada Roni mantan Ze, pikirannya langsung tidak tenang.
" apakah kak Roni juga berkuliah di sana?
bagaimana aku bisa tenang berkuliah di sana kalau tiap hari harus bertemu dengan kak Roni. huhhhh
semoga saja aku tidak akan mengecewakan kak Kenan kalau sudah berkuliah di sana"
batin Ze terus bertanya-tanya Ingin rasanya menanyakan pada Kenan namun takut kenan akan marah, Jika dia membahas mantannya.
__ADS_1
Namun karena penasaran akhirnya Ze memilih kata-kata untuk bertanya pada Kenan agar dia tidak menyinggung perasaannya.
" Kak Ken!"
panggil Ze dengan suara manjanya. walaupun sedikit takut namun dia tetep menguatkan mental nya.
"heem"
"Apakah kak Roni juga berkuliah di sana?!"
kata-kata Ze membuat Kenan langsung melihat ke arahnya dan menatapnya dengan tatapan tajam. merasa kesal karena lagi-lagi Ze memanggil Roni dengan sangat akrab
tuh kan dia pasti marah sekali tatapannya saja sangat menyeramkan
Ze pun langsung menundukkan wajahnya takut kanan akan makin marah
"Kenapa menunduk?? kau merasa punya salah padaku?? Awas aja kalau kau sampai macam-macam dengan mantanmu itu, aku tidak akan segan-segan untuk memberikan perhitungan pada nya."
ucap Kenan dengan suara ketusnya dan kini tangannya menarik Ze agar dia bisa tidur disampingnya, dan langsung memeluk nya.
"asal kau tahu Mantanmu dan mantanku ada di satu Kampus yang sama Jadi kalau kau sampai macam-macam dengan Mantanmu aku juga akan macam-macam dengan mantanku kau mengerti"
bisikan Kenan di telinga Ze. seolah olah mengancam Ze padahal dia sendiri yang takut kalau Ze akan berpaling dari nya.
Mana berani aku macam-macam dengan laki laki lain, saat aku menyebutkan nama nya saja kau semarah ini , apa lagi kalau sampai mendekati nya, bisa bisa aku langsung di makan hidup hidup oleh mu,
" awas saja kalau kau sampai macam-macam dengan Kak Sania aku tidak akan membiarkan mu menyentuh ku sedikit pun"
gunam gunam Ze namun terdengar jelas di telinga Kenan. membuat Kenan terkekeh mendengar ocehan Ze.
"Apa kau bilang?!"
tanya Kenan dengan tangannya kini mulai menggerayangi tubuh Ze.
" aku tidak bicara apa-apa kok"
kilah Ze namun bibirnya keburu tertutup oleh bibir kanan yang mulai menciumnya.
Kau Istriku, Kau wanita ku, aku tidak akan membiarkanmu untuk berpaling dariku.
kau hanya milikku Zepania
Kenan pun mulai menjalankan aksinya meminta haknya dan melewatkan malam panjang dengan cumbuan manis Kenan hingga membuat Ze tidak bisa menolak dan meladeni kemauan suaminya itu.
*
Pagi harinya suasana di kamar masih terdengar sepi dua pasangan muda ini masih terlelap dengan tidurnya dengan berbalutkan selimut tanpa memakai pakaian lengkap nya.
tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dari luar, seorang pelayan hendak membangunkan Tuan dan nona mudanya karena waktu sudah semakin siang dan pelayan itu di suruh Widi untuk membangunkan mereka dan menyuruh mereka segera turun untuk sarapan,
Kenan mulai terbangun karena mendengar ketukan pintu, membuka perlahan matanya dan menjawab sang pelayan bahwa mereka akan segera turun setelah bersiap siap.
kini matanya mulai tertuju pada Ze yang tertidur pulas di pelukannya tangannya mulai membelai lembut wajah Ze merasa Lucu kenapa bisa-bisanya dia selalu tertidur pulas Walaupun ada orang yang bersuara di sekitarnya.
sebenarnya Ze bukan gadis pemalas yang selalu susah untuk bangun pagi namun akhir-akhir ini karena dia selalu tertidur di pelukan Kenan dia merasa sangat nyaman. sampai tidak menyadari orang-orang di sekitarnya. sekalipun itu Kenan yang membangunkan nya.
Kenan pun kini mulai melepaskan pelukannya mulai bergerak perlahan takut pergerakannya akan membangun kan Ze dan mulai turun dari kasur menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya
*
Ze yang sudah terbangun dari tidurnya matanya mulai perlahan terbuka dan langsung melihat Kenan yang terlihat sudah siap dengan penampilannya.
" Kak, kenapa kau selalu tidak membangunkanku"
Kenan yang melihat pergerakan Ze hanya memasang senyum di bibirnya.
Ze pun menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
tidak membutuhkan waktu lama Ze sudah beres dengan mandi nya, dengan pakaian yang terlihat santai langsung menghampiri Kenan yang sedang duduk di sofa kamar.
Ze mulai mendudukan badannya di samping kenan dan matanya langsung tertuju melihat penampilan Kenan yang ia rasa terlihat sangat tampan.
" Kenapa dia tampan sekali rasanya aku tidak akan puas untuk terus melihat wajahnya" batin Ze yang terus memperhatikan Kenan yang sibuk dengan ponselnya
"kenapa menatap ku seperti itu? kau baru sadar bahwa aku sangat tampan"
ujar Kenan dengan senyum jahil nya.
iya kau memang selalu tau apa yang aku pikirkan
"Kak Ken, mau kemana? Kenapa sudah rapi sekali"
tanya Ze
"aku mau ke kampus sudah berhari-hari aku tidak masuk! kau tidak apa-apa kan aku tinggal sendiri"
jawab Kenan sambil menyimpan hp ke sakunya
"pantesan dia rapi sekali Dia mau ke kampus. Awas aja kalau sampai mencari perhatian gadis-gadis, kenapa lagi dia menata rambutnya seperti itu, kalau seperti itu kau terlihat makin tampan tau"
dengan tiba tiba Ze menarik baju Kenan pelan menghadapkan wajah Kenan sampai berhadapan dengannya wajah nya.
"Kalau kau mau keluar Jangan pernah menata rambut mu seperti ini,! kau terlihat jelek tahu"
omel Ze dengan tangannya perlahan menurunkan poni rambut Kenan.
Kenan yang terkejut dengan tingkah Ze yang tiba tiba merapihkan rambut nya, dia langsung menahan tawanya tahu bahwa Ze pasti cemburu jika ada orang yang melihat nya dengan penampilan seperti itu.
"ternyata istri ku perhatian sekali ya"
ledek Kenan dengan senyum jahi nya.
"Awas aja kalau kau sampai merubahnya"
"Kenapa kau menggemaskan sekali kalau sedang cemburu seperti ini"
dan akhirnya ciuman bertubi-tubi pun mendarat di wajah Ze karena
Kenan merasa gemas dengan tingkah istrinya yang sedang Cemburu itu.
"Kak, apa aku boleh ikut ke kampus?"
tanya Ze karena Kenan sudah menghentikan kegiatan nya
"kau tidak percaya pada ku sampai terus ingin mengikuti ku?!"
ucap Kenan sambil menjentikkan jarinya ke kening Ze.
"bukan begitu! aku hanya ingin tahu saja kampus nya, aku juga kan akan berkuliah di sana"
kilah Ze sambil mengusap kening nya pelan.
"baiklah"
__ADS_1
Kenan dan Ze pun mulai turun kebawah untuk melaksanakan sarapan mereka .
*
setelah sarapan Mereka pun langsung pergi menuju kampus Kenan dengan diantar sopir,
karena Kenan hanya mengijinkan Ze untuk melihat lihai saja dan harus langsung pulang bersama sopir yang mengantar mereka.
setelah beberapa lama menempuh perjalanan akhirnya Kenan dan Ze sampai di depan kampus.
Ze merasa terkejut melihat bangunan megah yang ada di depannya Kampus yang nantinya akan menjadi tempatnya berkuliah. saking luasnya mata Ze tidak bisa melihat ujung ruangan kampus itu.
kalau kampusnya seluas ini sepertinya aku tidak akan pernah bertemu dengan Kak Roni selama berkuliah di sini ,karena aku bisa bersembunyi di mana saja bila melihatnya hahaha
Ze yang terus melamun tidak menyadari bahwa Kenan sudah turun dan membukakan pintu mobilnya dan menyuruhnya untuk turun.
" Kenapa masih diam ayo turun!"
seru Kenan sambil mengulurkan tangannya menyuruh Ze untuk turun.
Ze pun langsung meraih tangan kanan dan turun dari mobil.
di sisi lain para mahasiswa yang melihat mobil mewah yang berhenti di gerbang kampus mereka langsung terkejut ditambah lagi ternyata yang turun dari mobil itu adalah Kenan yang langsung membukakan pintu untuk Ze.
~" Woi lihat itu si Kenan kan?"
~"dengan siapa dia? wanita cantik bro!"
~"Wah parah Mereka terlihat dekat sekali"
~" dia pacarnya kali"
~" gue kira kemarin Kenan berantem dengan si Roni gara-gara Sania
~"sia sia dong si Roni berantem ma Kenan, orang dia udah punya pacar"
~" hahahaha
mata mereka pun terus menatap Kenan dan Ze yang sedang berdiri di dekat mobil mereka.
*
"sudah puasa melihatnya?"
tanya kenan yang tadinya menyandarkan tubuhnya di mobil Kini dia berdiri tegak menghadap ke arah Ze.
Ze pun menganggukan kepala sambil tersenyum lebar menanggapi perkataan Kenan
"kau pulang lah!! nanti siang aku akan menyuruh sopir untuk mengantarkan mu ke hotel tempatku bekerja kita ketemu nanti di sana,"
" baik kak " sahut Ze
"gih cepat pulang "
seru Kenan sambil perlahan memeluk dan mengecup kening Ze pelan.
membuat Ze terkejut dan mendorong pelan badan Kenan
"Kak, di lihat orang tau"
protes Ze.
dan kini dia melangkah menuju pintu mobil, yang telah di bukakan pintunya oleh Kenan.
Ze pun langsung masuk dan melambai kan tangan nya berpamitan pada Kenan,
Kenan pun tersenyum lebar dan membalas lambaian tangan Ze.
saat mobil yang di tumpangi Ze sudah tidak terlihat kini Kenan mulai melangkahkan kakinya untuk masuk ke kampus
ternyata di sisi lain ada sorot mata tajam Yang sedari tadi melihat kemesraan Kenan dengan Ze.
siapa lagi kalau bukan Roni.
Roni dari tadi mengepalkan tangannya Karen kesal, dia yang sama-sama akan masuk ke kampus matanya malah dikejutkan melihat Ze yang bermesraan dengan Kenan,
Roni pun langsung berjalan mengikuti langkah Kenan sampai mereka pun sama-sama beriringan untuk masuk kampus,
Namun karena rasa kesalnya pada Kenan dia malah mendahului langkah Kenan dan menyenggol pundaknya pelan.
" cih,,,! mau apa lagi dia"
gerutu Kenan kesel, Kini dia mulai Menghadang langkah Roni dan memberi perhitungan pada nya,
mata tajam mereka kini saling menyorot tajam serasa ada sinyal lasar yang keluar dari mata mereka, saling menatap penuh kesal. Kenan kesal karena Roni yang tiba tiba mengusiknya.
sedangkan Roni menatap kesal Kenan karena dia menghadang jalannya .
"aku tahu kau kesal padaku karena Mantanmu kini menjadi wanita ku, tapi meskipun kau berusaha sekeras apapun, aku tidak akan melepaskannya dan membiarkannya kembali padamu kau mengerti"
tegas Kenan sambil terus menatap tajam Roni.
" sekarang kau bisa berkata seperti itu tapi awas aja kalau suatu saat nanti kau sampai menyakitinya aku tidak akan segan-segan untuk menyakitimu"
ancam Roni dengan tegas.
Wah ternyata dia benar-benar masih mencintai Ze, tapi maaf Ron kau tidak akan bisa mengambilnya dariku karena dia sudah menjadi istriku
"kasihan sekali kau,, seharusnya kau mencari wanita lain dan berusaha keras untuk melupakan Ze, karena kalau kau berani macam macam dan mengambilnya dari ku, aku tidak akan segan segan untuk menyakitimu."
ancam Kenan sinis dengan menepuk pundak Roni dan kini dia berjalan meninggalkan Roni di belakangnya.
"hahaha dia istriku Ron, kau tidak akan pernah bisa mengambil nya dari ku"
batin Kenan yang sudah tersenyum puas penuh kemenangan. tanpa mempedulikan Roni di belakang nya, yang sudah mengepal kan tangannya geram.
.
.
.
.
.
.
.
maaf author up nya telat πππ
salam manis untuk semuanyaππππ
__ADS_1