
Kenan sudah sampai di kantor Arya. Langkahnya mulai di percepat, sambil mata nya terus melihat jam yang melingkar di tangan nya, Kenan merasa sudah terlambat sekali sampai sampai tidak mempedulikan sekitar nya.
"Brrruggg....!"
Kenan menabrak seseorang yang ada di depan nya, terlihat orang itu baru keluar dari ruangan Arya.
"Maaf saya sedang terburu-buru...?"
ucap Kenan tanpa melihat siapa yang iya tabrak, dan langsung melangkah menuju ruangan Arya.
"Kenan...!!?"
dengan terkejut nya Sania melihat orang yang telah menabrak sopirnya ternyata adalah Kenan.
Namun Kenan tidak menyadari bahwa di sekitar orang yang ia tabrak adalah Sania, bahkan Kenan tidak mendengar saat Sania manggil nama nya.
"Dia sudah kembali...? sepertinya dia sangat terburu-buru sampai dia tidak melihat ku."
ujar Sania merasa ada perasaan lega melihat Kenan kembali hingga membuat nya memiliki harapan untuk berusaha mendekati nya lagi.
"Non mengenal Tuan itu...?
sepertinya Tuan itu yang di tunggu Tuan Arya, manajer hotel yang akan menjalankan kerja sama dengan Ayah Non, yang sudah di tunggu tunggu dari tadi."
ucap sang sopir membuat Sania melebarkan senyuman nya.
"Kalau memang benar! aku akan lebih mudah mendapatkan Cinta mu lagi Kenan...?"
batin Sania yang sudah tersenyum bangga membayangkan cara yang akan ia lakukan untuk mendapatkan kenan lagi.
**
Di sisi lain Ze sedang rebahan di atas kasur Kenan, dia terus saja membayangkan perlakuan Kenan yang selalu ia lakukan pada nya.
"Kenapa dia selalu saja membuat jantungku berdebar debar. Apa dia tidak sadar apa yang dia lakukan??
kalau dia selalu seperti itu, lama lama aku benar-benar akan mencintai nya.
Kenapa lagi dia mengurungku di kamar nya seperti ini, menyebabkan sekali...!"
ujar Ze yang menggerutu kesal sambil mengguling gulingkan badan di atas kasur Kenan.
"Kenapa aroma tubuhnya tercium di mana mana, baru seharian dengan nya, aku sampai hapal aroma tubuhnya...!"
ucap Ze yang kini mulai mengambil hp di tas kecil nya, dan mulai memainkan nya.
Kini wajah nya mulai berseri seri, melihat foto yang ia ambil bersama Kenan saat di taman bermain.
"Di lihat lihat...! lagi cemberut saja dia tampan sekali, apa lagi saat tadi dia melempar bola, waaaa keren sekali....!"
ucap Ze.
Karena merasa lelah seharian jalan jalan, Ze tidak sadar sampai terlelap tidur di tempat tidur Kenan, merasakan nyaman menghirup aroma harum yang membawa ketenangan tersendiri bagi nya.
***
Kenan sudah duduk di ruangan Arya, berhadapan dengan orang tua paruh baya yang sepertinya dia akan menjadi rekan bisnisnya.
Dan bener saja Tuan Arya pun mulai menjelaskan bahwa pertemuan kali membicarakan kerja sama antara pemilik restoran ternama di Jakarta yang akan berkerja sama dengan hotel yang di bawah pengurusan Tuan Arya, termasuk hotel yang sekarang ini di bawah tanggung jawab Kenan.
"Maaf Tuan...! itu adalah Tuan Baron pemilik restoran. Sepertinya dia Ayah dari taman wanita Tuan muda yang waktu itu bertemu di Surabaya."
bisik Pak Anton mencoba memberitahu Kenan.
Karena sedari tadi mata Pak Anton begitu jeli di saat Sania berada di samping Baron, dan menyebutnya Ayah disaat dia akan pamit keluar.
"Apa yang kau maksud Sania...?"
tanya Kenan dengan sedikit terkejut.
"Iya Tuan...!" jawab Pak Anton membenarkan.
"Di saat aku tidak ingin lagi berurusan dengan nya kenapa malah di pertemukan dengan orang orang terdekat nya?"
batin Kenan menggerutu.
"Tuan Angga merupakan investor terbesar di restoran nya, dan tuan Arya pun ingin menjalin kerjasama dengan tuan Baron
karena kerja sama ini akan saling menguntungkan ke semua pihak."
ucap Pak Anton menjelaskan lagi.
"Sepertinya tidak akan jadi masalah karena kekuasaan nya masih di bawah level keluarga Nugraha, kita turui saja kemauan Tuan Arya supaya semuanya cepat selesai, aku masih banyak urusan...!"
tegas Kenan memberikan keputusan.
Akhirnya meeting pun selsai, dengan hasil yang sangat memuaskan, tanpa banyak perdebatan dan pertanyaan hingga tidak membuang banyak waktu.
Kenan pun mulai bernapas lega akhirnya dia bisa segera pulang, menemui Ze yang telah ia tinggal kan sendirian di rumahnya.
Kenan mulai bergegas melangkah keluar di ikuti pak Anton yang berjalan di belakang nya.
Namun tiba-tiba langkahnya terhenti karena ada suara yang memanggil nya.
"Tuan kenan...!"
panggil Pak Baron sambil melangkah mendekati Kenan.
Kenan hanya membungkuk hormat menjawab sapaan Pak Baron.
"Senang bekerja sama dengan pembisnis muda seperti anda...!"
puji pak Baron sambil mengulurkan tangannya.
"Tidak perlu berlebihan Tuan, kemampuan saya masih jauh dibawah kemampuan anda...!" jawab Kenan sambil membalas uluran tangan pak Baron.
__ADS_1
"Apakah kita bisa minum teh sebentar...!?"
tanya Pak Baron.
"Sial!! selalu saja ada yang mengganggu, "
batin kenan kesa.l
"Maaf Tuan tapi sepertinya kali ini saya tidak bisa, mungkin lain waktu lagi...!"
dengan berat hati kenan menolak, karena terlalu mencemaskan Ze yang sendirian di rumahnya.
"Mungkin jika Tuan ada keperluan mengenai pekerjaan anda bisa membicarakan nya dengan sekretaris saya, maaf saya permisi...!"
pamit Kenan sambil membungkuk, dan pergi meninggalkan pak Anton untuk menggantikan nya.
"Seperti pernah bertemu dan mendengar namanya sebelum nya! tapi di mana ya? "
batin Pak Baron merasa tidak asing melihat kenan.
Karena memang saat dulu Sania berpacaran dengan Kenan sania selalu membicarakan nya pada Baron, dan pernah memperlihatkan foto Kenan yang berfoto bersama dengan Sania di hpnya.
~
Kenan kini sudah sampai di rumahnya,
dia langsung bergegas masuk melihat keadaan rumah yang terlihat sepi sekali.
"Apa dia sudah pulang? kenapa sepi sekali...!
awas saja kalau dia beneran pulang, akan ku makan dia hidup hidup kalau sampai ketemu lagi...!"
Kenan pun langsung berlari kecil menaiki tangga memastikan keberadaan Ze.
Dengan cepat Kenan melangkah menuju kamar dan langsung membuka pintunya dengan keras.
Dan betapa leganya hati Kenan saat melihat Ze yang terlihat tidur pulas di atas kasus nya,
dengan langkah pelan kenan melangkah masuk kedalam kamar nya.
"Hei...! aku sedari tadi menghawatirkan mu, takut kau bosan di sini sendirian, ternyata kau malah enak enakkan tidur hah...!"
dengan suara pelan
Kenan menggerutu kesal sambil menghampiri Ze yang tertidur di kasur.
"Kau tenang sekali kalau sedang tidur begini...!"
Ingin sekali Kenan mencubit pipi mungilnya namun ia urungkan takut akan membangunkan Ze.
Kenan pun mulai melepaskan dasi, dan membuka jas juga kemejanya, mulai mengganti pakaiannya, karena ingin sekali dia langsung beristirahat.
Ze mulai terbangun karena mendengar ada pergerakan di sekitar nya, langsung membuka matanya, dan betapa terkejutnya Ze yang melihat Kenan yang bertelanjang dada, yang sedang berganti pakaian.
teriak Ze sambil menutupi wajahnya dengan selimut.
"Aku tidak menyuruh mu untuk melihatnya...!
lagi pula tadi kau kan sedang tidur,
kenapa malah bangun di waktu yang sangat tepat...!"
ujar Kenan di akhir senyum jahilnya.
"Aku terbangun karena mendengar suara langkah mu...! apa kau sudah lama sampai di sini...?"
tanya Ze.
"Baru saja...!"
jawab Kenan yang sudah memakai lengkap pakaian nya sambil melangkah mendekati Ze dan langsung merebahkan tubuhnya di samping Ze.
"Hei kenapa tidur di sini...?"
tanya Ze yang merasa kaget dengan tingkah Kenan yang tiba-tiba tidur di samping nya.
"Ini kamarku aku bebas tidur di mana saja...!"
jawab Kenan dengan santai membuat Ze malu sendiri karena ulahnya, karena memang tidak ada yang salah dari tingkah Kenan.
Ze mulai menggerakkan tubuhnya bermaksud untuk turun, namun langsung terhenti karena kata kata Kenan.
"Jangan ke mana mana...! tetaplah di sini, aku tidak akan memakanmu...!"
pinta Kenan sambil memejamkan kedua mata nya, mencoba meleps lelahnya.
Ze yang melihat Kenan di samping nya, terselip rasa kasihan karena jelas terlihat di wajah Kenan bahwa di sangat kelelahan.
"Sepertinya dia sangat kelelahan sekali? "
batin Ze dengan mata yang terus memandang Kenan.
"Sepertinya kau sangat nyaman tidur di sini...?"
tanya Kenan masih dengan menutup kedua mata nya.
"Lumayan...?"
jawab Ze singkat dengan suara datarnya.
"Apa kau sudah tidak sabar untuk segera menjadi Nyonya muda di sini? sampai senyaman itu kau tidur di kamar ku...?"
ledakan Kenan membuat Ze tak bisa menahan kata kata nya.
"Hei jangan bicara seenaknya...!"
__ADS_1
teriak Ze dengan suara keras nya.
"Kenapa suara mu keras sekali mengganggu saja...!" gerutu Kenan sambil membuka lagi matanya.
"Makannya jangan bicara terus!
istirahat lah yang bener, kau pasti lelah sekali kan." ujar Ze yang mulia menceramahi Kenan.
"Apa kau akan terus memanggil ku seperti itu...? Aku kan calon suami mu,
mengapa tidak ada sopan sopannya...!"
ujar Kenan yang merasa kesal karena Ze sama sekali tidak ada manis manis nya saat memanggil nya.
"Maaf aku belum terbiasa...!"
ucap Ze dengan suara terendah nya.
"Panggil yang benar,
dan biasakanlah...!"
pinta Kenan dengan suara yang sedikit keras.
"Aku harus memanggil apa...?"
tanya Ze bingung.
"Terserah...! asal memanggilku dengan pantas dan terdengar sopan."
sahut Kenan.
"Baik Kak Kenan...!"
ucap Ze berusaha mencontohkan.
Seketika tawa Kenan pecah saat Ze memanggil nya dengan sangat kaku.
"Kenapa tidak ikhlas sekali memanggil nya...!"
tanya Kenan masih di akhiri dengan tawanya.
"Tuh kan mulai lagi...! bagaimana aku bisa memanggil mu dengan sopan kalau kau nya selalu menyebalkan....!"
protes Ze sambil menggerutu kesal dengan memasang wajah cemberut.
"Kenapa kau selalu menggemaskan sekali kalau sudah cemberut begitu?
bisa bisa malam pertama kita akan terjadi sekarang kalau aku terus berdekatan dengannya . Akahhh aku bisa gila ...."
batin Kenan yang sudah frustasi karena hasratnya yang sudah mulai menggebu-gebu.
"Turunlah...! aku mau istirahat sebentar, kau bisa duduk di sofa, setelah istirahat sebentar, nanti aku akan mengantarkan mu pulang."
seru Kenan mencari aman agar bisa menenangkan hasrat nya kembali.
Tanpa penolakan Ze pun mulai menggerakkan tubuhnya untuk turun dari tempat tidur. Namun teringat akan sesuatu yang sudah ia rencanakan.
"Ekh Kak...! bisa pinjam hp nya sebentar gak...?"
pinta Ze, terlintas di pikiran nya untuk mengirimkan hasil foto tadi ke hp Kenan.
"Buat apa...?' tanya Kenan penasaran.
"Pinjam saja....!" jawab Ze.
"Nih....!!"
tidak ingin berdebat akhirnya Kenan memberikan hp nya pada Ze.
Ze pun langsung melangkah menuju sofa yang ada di kamar kenan, mendudukan badannya, dan langsung mengotak ngatik hp,
sampai bibir nya mulai tersenyum lebar saat memandang hp Kenan, karena dia telah mengubah layar utama hp kenan dengan foto mereka, yang Ze ambil saat ia bersama Kenan di taman bermain saat memakai bando couple yang lucu.
Karena sudah beres dengan apa yang ia lakukan, Ze langsung melangkah mendekati Kenan bermaksud mengembalikan hp nya.
Namun sepertinya Kenan tertidur sangat pulas, dan Ze pun langsung menyimpan hp nya di meja kecil di samping tempat tidur Kenan.
"Sepertinya kau lelah sekali...! terimakasih ya karena telah menemaniku seharian ini, kau membuat ku selalu tertawa senang, sudah lama aku tidak sebahagian ini, dan
ternyata kau sangat menyenangkan, sekali lagi terimakasih,
selamat beristirahat Kak Kenan...!"
ucap Ze sambil terus memandang wajah Kenan dan melangkahkan kakinya menuju sofa lagi.
Dan saat Ze membalikkan badannya, Kenan mulai memasang senyuman kecil di wajahnya, karena bisa mendengar kata kata Ze, karena sebenarnya dari tadi dia hanya pura pura tertidur saja.
"Akan ku pastikan kau akan mencintai ku Zepania....!"
batin Kenan dan kini dia benar-benar terlelap dalam tidurnya.
.
.
.
.
.
semoga reader semua suka dengan ceritanya dan jangan lupa like nya ya πππ
terimakasih πππππ
__ADS_1