Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Terungkapnya Kesalahan Lama


__ADS_3

Seperti biasa Maya selalu bangun terlebih awal, memeriksa para pelayan yang bekerja di rumahnya.


Pagi ini Maya bangun lebih pagi dan bermaksud membantu pelayan untuk menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya.


dia mulai perlahan berjalan melalui ruang tengah untuk menuju dapur, melewati seorang pelayan yang sedang membereskan beberapa pas foto yang terpajang di sana.


seperti biasa menyapa pelayan dengan tersenyum ramah,


namun tiba-tiba


"prakk"


terdengar suara keras pas foto yang terjatuh membuat nya langsung membalikkan badan nya menengok sang pelayan tadi.


"kenapa bi,,? apa yang jatuh?" tanya Maya kaget dan langsung menghampiri pelayanan yang sudah memungut pas foto yang tidak sengaja ia senggol sampai terjatuh.


'"maaf Nyonya saya tidak sengaja,," ucap sang pelayan dengan bergetar takut ,


karena yang ia jatuhkan ternyata foto pernikahan Ze dan Kenan, yang sudah pecah menjadi beberapa bagian.


seketika Maya langsung membungkam mulut nya kaget, tidak bisa berkata apa apa,,


Maya langsung mengambil foto nya, dan meninggalkan sang pelayan dan menyuruh nya untuk membersihkan pecahan kaca nya.


kegelisahan di hati Maya kini tiba-tiba muncul. entah apa yang sebenarnya ia rasakan,


terus menatap foto Kenan dan Ze yang masih ada di tangan nya, tanpa sadar kini tangan nya mulai meraih telepon rumah dan melakukan panggilan pada anaknya.


serasa ada perasaan yang mengganjal membuat nya ingin memastikan keadaan anaknya.


*


di sisi lain Ze yang masih tertidur pulas di pelukan Kenan, kini tidur nya terganggu karena suara panggilan di hpnya.


mulai menggeliat menyadarkan dari tidur nya. dan mulai melepaskan tangan Kenan yang sedang memeluk nya.


beranjak duduk meraih ponselnya dan melihat siapa yang sudah memanggil nya di waktu pagi seperti ini,


"bukankah ini panggilan dari Rumah,,?" ucap Ze kaget sambil mulai mengangkat telepon nya.


"hallo" sapa Ze dengan suara khas bangun tidur


" hallo sayang,, sudah bangun,, apa ibu mengganggu,,?"


ucap Maya di sebrang sana


"ibu,,! ada apa Bu,, pagi pagi begini,,?" tanya Ze kaget ternyata yang memanggil nya adalah ibunya.


serasa ada ketenangan tersendiri bagi Maya saat sudah mendengar suara anaknya.


"apa hari ini kalian sibuk,,? kalau tidak sibuk main ke sini ya,, kalian kan sudah lama tidak main ke sini" ucap Maya penuh harap.


"iya Bu,, nanti Ze bilang dulu sama Kak Ken,, nanti kalau sudah tentu, Ze akan memberitahu ibu"


"makasih sayang,, ibu tunggu ya,, maaf ibu mengganggu,,, istirahat lagi ya sayang"


kini Maya pun langsung mengakhiri panggilan nya, bisa lebih tenang karena sudah bisa mendengar suara anaknya yang terdengar baik baik saja.


Ze yang sudah terbangun, tidak melanjutkan lagi tidurnya, ia memilih untuk bangun dan langsung membersihkan tubuh nya.


turun perlahan dari kasur sengaja tidak bersuara agar tidak membangunkan Kenan yang masih terlihat sangat lelap.


~


Ze kini sudah beres dengan mandinya langsung ke kamar sebelah untuk mengambil air minum dan langsung menyeduh susu seperti biasa, dan setelah itu kembali lagi ke kamarnya.


"dia belum bangun,,?" ucap Ze yang melihat Kenan masih terlelap dalam tidur nya.


Karena di rasa waktu sudah makin siang Ze pun mulai mendekati Kenan untuk membangunkan nya,,


"Kak,,, Kak Ken,,, bangun Kak,, udah siang,," seru Ze sambil sedikit menggerakkan badan Kenan,


Kenan yang menyadari suara dan pergerakan Ze, langsung menggeliat pelan.


"sebentar lagi Ze,,," ucap Kenan dan malah menarik tangan Ze, dan membuat Ze langsung terbaring di samping nya,


"Kak,, ini sudah siang,, ayo bangun,,," ajak Ze sambil terus menggerakkan badan Kenan.


"kau sudah mandi ya,, harum sekali,,!" tidak menghiraukan ajakan Ze,, Kenan malah terus menghirup aroma harum dari tubuh Ze, yang sedang terbaring di samping nya.


"sebentar lagi ya,,, rasanya aku lelah seki,," berucap sambil memeluk tubuh istrinya.


"Kak,,!!! apa hari ini tidak sibuk,,?" kita main ke rumah ibu yu,,!! sudah lama sekali kita tidak main ke sana,,!" tanya Ze berusaha meminta izin pada suaminya untuk memenuhi keinginan ibunya.


"sepertinya tidak ada kegiatan,,,! apa kau ingin main ke sana, ??" ujar Kenan.


Ze pun langsung mengangguk kan kepalanya dan tersenyum menatap Kenan.


"baiklah setelah sarapan kita langsung ke sana" Kenan pun mulai melepaskan pelukannya "aku mandi dulu" Kenan pun mulai bangkit dari tidur nya.


"terimakasih Kak,," ucap Ze dengan tersenyum lebar

__ADS_1


***


keadaan di bawah saat semua menyelesaikan sarapan mereka.


"kenapa dari tadi Ayah menatap ku seperti itu ya"


batin Kenan heran saat menyadari tatapan Surya yang menatapnya terlihat tidak bersahabat.


'"apa mungkin Ayah marah karena aku tidak menyelesaikan tugas dari nya,,!!" batin Kenan terus menerka nerka mengingat ngingat apa kesalahan nya.


namun lamunan nya di kejutkan karena mendengar perkataan istrinya


"Kak Ken,,,aku ke atas dulu sebentar untuk bersiap siap,,!!"


"iya.,, aku tunggu di sini,,"


Kini tinggallah Kenan Widi dan Surya yang sedang duduk di ruang tengah setelah mereka menyelesaikan sarapan mereka ,


"Ken,,, ikut Ayah ke ruangan kerja Ayah" pinta Surya dengan suara tegas dan mulai berjalan meninggalkan ruangan tengah.


"apa kesalahan ku,,? kenapa sepertinya Ayah marah sekali" batin Kenan kaget dan kini mulai mengikuti langkah Surya.


~


sesampainya di ruangan kerja, Surya langsung duduk di sofa dan di ikuti Kenan yang sama sama duduk di sana.


"brruk"


dengan keras Surya melemparkan sebuah amplop besar di atas meja di depan Kenan.


"buka"


perintah Surya dengan suara keras sambil menatap tajam Kenan.


"kenapa Yah,,? apa aku melakukan kesalahan,,? " Kenan yang tidak mengerti kenapa Ayahnya sampai se marah itu, dia langsung membawa dan membuka amplop besar itu.


seketika raut wajah Kenan langsung berubah terkejut, karena ternyata isi dalam amplop itu beberapa lembur foto Kenan yang sedang berdekatan dengan Sania saat sedang di Kampus.


"apa Ayah mengira aku berselingkuh dengan nya"


Kenan terkejut bukan karena masalah foto dia dengan Sania yang sedang berdekatan,, tapi Kenan terkejut karena ternyata selama ini Ayahnya selalu mengawasi nya,


Kenan memang tidak menyangkal semua foto saat dia berdekatan dengan Sania, namun itu tidak seperti yang Ayahnya pikirkan, Kenan berdekatan dengan Sania hanya karena menjalankan tugas kuliah saja, dan Kenan pun tidak mempedulikan itu, karena memang saat itu pun bukan hanya mereka saja tapi banyak orang yang lain nya.


cuma mungkin Sania nya saja yang selalu ingin dekat dan ingin mencari perhatian Kenan, walaupun Kenan terus mengabaikan nya.


hingga orang suruhan Surya menjadi salah paham saat melihat mereka berdekatan.


"apa kau belum puasa mempermalukan Ayah,, apa belum cukup atas semua yang telah Ayah lakukan untuk mu !!" teriak Surya merasa kecewa.


Kenan tiba-tiba tertunduk, mendengar bentakan Ayahnya membuat nya sakit,, luka lama serasa terulang kembali, perasaan sakit kini muncul, karena ucapan Surya mengingat kan nya pada saat saat terpuruk nya,


membuat Kenan tidak bisa menjelaskan tentang hubungan nya dengan Sania bahwa Ayahnya telah salah paham,


"jadi selama ini Ayah menyuruh orang untuk terus mengawasi ku,, !!!" ucap Kenan lirih


tiba-tiba kekecewaan muncul di hati Kenan,


"Yah,,,!! apa seburuk itu aku di mata Ayah sampai Ayah terus saja menyalahkan ku,,!!" mulai meluapkan perasaan nya


"kalau Ayah ingin tau banyak tentang ku,, tanyakan langsung pada Ku,, kenapa malah menyuruh orang untuk mengawasi ku,,?


aku anak Ayah kan,,?


kenapa Ayah lebih mempercayai orang lain dari pada anakmu sendiri,,"


ucap Kenan dengan suara keras nya sambil menyimpan kembali semua lembaran foto itu di atas meja.


antara marah kecewa dan kesal bercampur aduk karena ternyata Ayahnya selama ini tidak pernah mempercayai nya, selalu saja menganggap nya, anak kecil bodoh yang tidak pernah bisa di percaya, selalu membangkang, dan selalu mengecewakannya.


perdebatan mereka kini


membuat suasana di sana makin menegangkan.


**


di sisi lain Ze sudah siap dengan penampilan nya, mulai turun ke bahwa merasa senang karena akan berkunjung ke rumah orang tua nya.


Ze mulai berjalan turun menuruni tangga,, berpapasan dengan Widi yang terlihat berjalan menuju ke taman belakang,


"Bun,," panggil Ze membuat Widi langsung melihat ke arah nya.


"ada apa sayang,,,?"


"wah,, sudah cantik sekali,, mau kemana,,?"


" Ze mau main dulu ke rumah ibu, Bun" pamit Ze " tapi Kak Ken nya kok gak kelihatan,,!!" menengok kiri kanan mencari Kenan " apa Bunda melihat Kak Ken, ?" tanya Ze


"tadi dia ke ruang kerja ayah,, coba saja lihat di sana!!" jawab Widi memberi tahu.


"makasih Bun,, Ze menemui Kak Ken dulu"

__ADS_1


Ze pun mulai melangkah berjalan menuju ruangan kerja Surya untuk menemui Kenan.


masih memasang wajah senang karena ingin berkunjung ke rumah nya.


sedangkan keadaan di ruangan Surya masih tegang karena pembicaraan Surya dengan Kenan.


"kalau kau tidak bersalah,, kenapa kau terus berurusan dengan wanita itu hah,?" teriak Surya dengan suara keras nya sambil menunjuk foto yang sudah tergeletak di atas meja,


"aku,, bisa menjes,,-- ,,,"


"Diam,,"


belum Seleai Kenan bicara Surya keburu memotong kata kata Kenan.


sudah terlalu kecewa pada anaknya hingga tidak ingin mendengar penjelasan Kenan mengenai wanita masalalu nya,


tapi yang Surya ingin kan, Kenan bisa lebih dewasa dan menjaga hubungan nya dan tidak pernah menyakiti perasaan istrinya.


mendengar teriakan Ayahnya Kenan langsung terdiam. tidak bisa lagi berkata kata.


begitu pula Ze di luar pintu, yang awalnya ingin menemui Kenan, langsung berhenti di depan pintu karena mendengar teriakan Surya.


suasana di dalam kini menjadi sunyi,


Surya kini bisa meredakan amarah nya,


mulai menarik napas untuk menasihati anaknya.


"Ken,, Ayah hanya tidak ingin kau melakukan kesalahan yang kedua kalinya,, jangan membuat Ayah malu pada Ayahnya Ze yang ke sekian kalinya karena kecerobohan mu,,"


mulai menasihati Kenan


"sudah cukup mereka tersakiti karena ulah mu, sampai mereka harus kehilangan anak cikal nya,," tegas Surya


"deg"


Tiba-tiba jantung Ze berdetak kencang, mendengarkan pembicaraan mereka dia langsung terkejut,, apa yang sebenarnya mereka bicarakan.


jantungnya terus berdetak kencang,, masih belum menyadari apa yang ia rasakan, dia mulai gelisah namun terus mendengarkan pembicaraan mereka.


"saat setelah kejadian kau menabrak Kakak Ze,,, ayah dengan susah payah nya mendekati mereka dan meminta maaf pada mereka, "


"seharusnya kau bersyukur karena mereka sangat baik, dan bisa memaafkan kesalahan mu,, "


maka jangan pernah menyakiti istri mu Ken,, !!! tega Surya,


namun Kenan terus terdiam, walaupun rasanya ia menjawab perkataan Surya, kalau tidak di ingatkan pun dia tidak mungkin menyakiti perasaan istrinya. namun


rasa malunya pada dirinya sendiri karena mendengar perkataan Surya, membuat nya menjadi orang yang paling buruk karena mengingat kesalahan nya. hingga membuat nya terus membungkam.


Surya yang melihat anaknya terus diam, membuat nya terus ingin menceramahi nya


"apa kau belum puasa menyakiti Ze setelah kau merengut nyawa Kakak kesayangan nya,, dan sekarang kau malah ingin menyakiti nya"


kalau kau sampai menyakiti Ze,, jangan kan mereka yang orang tua nya,, Ayah pun sebagai orang tua mu, tidak akan pernah mengampuni mu Ken,," ucap Surya makin menegaskan Kenan.


Kenan seketika langsung tertunduk lemas, merasa sakit mengingat kembali kesalahan nya.


begitu pula dengan Ze yang masih berdiri mematung di depan pintu ruangan kerja Surya,


Ze terkejut bukan main,


sakit,,


itulah yang Ze rasakan,, serasa ada beberapa pedang tajam yang menusuk memenuhi seluruh tubuh nya,


perkataan Surya yang terdengar jelas di telinganya membuatnya tidak bisa bernafas dengan lega,


tangan nya kini mulai memukul pelan dadanya,, karena rasa sesak yang menyelusup di dadanya, masih belum bisa mencerna mendengar perkataan Surya.


" di,,,, dia,,,,,,,,,, yang menyebabkan Kakak sampai meninggal," berucap lirih


serasa berat mengucapkan kata kata itu,, hingga tidak terasa air mata nya mulai berjatuhan membasahi pipi mulusnya..


"Kak Klaudia,,, ".


tanpa sadar terucap nama Kakanya lolos dari bibirnya yang sudah bergetar menahan keterkejutannya. mamah sakit dan sesak di dadanya, lebih sakit dari pada dulu mendengar kabar kepergian Kakaknya,


Ze mulai terkulai lemas merosot terjatuh di atas lantai sambil menyandarkan kepalanya pada dinding di samping nya,, dengan tidak henti hentinya meneteskan air mata, karena mengetahui kebenarannya.


menangis tertunduk tanpa bersuara hingga Kenan dan Surya tidak menyadari keberadaan Ze yang mendengarkan pembicaraan mereka.


.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung..........


__ADS_2