
Keadaan di kediama keluarga Wijaya kini semakin ramai dengan obrolan dua keluarga yang sedang melepas rindu mereka.
Para pelayan di dapur sedang sibuk menyiapkan makan malam untuk menjamu Angga beserta anak istrinya.
Widi dan Maya terlihat sedang asik dengan obrolan mereka,
sedangkan Surya dan Angga, mereka terlihat berjalan menjauhi ruang tengah menuju ke ruang kerja Surya.
Sedangkan Kenan dia duduk sendiri sambil terus melihat istrinya yang sedang bercanda melepas rindu dengan adik nya.
"Bilang nya tadi mencintai ku, sekarang dia mengabaikan ku, dasar kelinci kecil,"
batin Kenan dengan senyum kecil nya.
Dia pun mulai melangkah pergi ke teras belakang, tidak ingin mengganggu Ze yang sedang asik berbicara.
*
Surya dan Angga mereka sedang duduk bersama di rungaan kerja, sengaja menjauh dari semua orang.
"Apa mereka sudah makin dekat sekarang?"
tanya Angga to the point sambil menghembuskan nafas panjang nya, berusaha menghilangkan kecemasan nya.
"Jangan terlalu mengkhawatirkan mereka, mereka pasti akan baik baik saja."
ucap Surya berusaha meyakinkan Angga, karena terlihat jelas sekali dari guratan wajah Angga ada kecemasan dalam hatinya.
"Mereka sepertinya sudah saling mencintai, kita harusnya lebih tentang sekarang, Karena terlihat jelas kalau Kenan sangat mencintai Ze,"
imbun Surya berusaha meyakinkan Angga.
Meskipun bibir Surya berucap
demikian, namun rasa bersalah nya masih belum bisa dia lupakan. Bayang bayang masa lalu terus mengganggu pikiran nya.
Rasa bersalah terus saja menghantui nya, kesalahan besar yang tidak sengaja di lakukan anaknya membuat dua keluarga ini memutuskan untuk menjodohkan kedua anak mereka. Bermaksud untuk menebus kesalahan besar yang di lakukan anaknya dan mempererat hubungan kekeluargaan mereka.
"Sebenarnya aku malu pada diri ku sendiri karena tidak bisa mendidik anak dengan baik, karena kecerobohan putra ku semua nya terjadi, hanya dengan maaf saja tidak akan cukup, di tambah lagi anak ku dulu malah menentang keras perjodohan ini,"
ucap Surya lirih.
"Namun sekarang aku bisa sedikit lebih tenang, karena sepertinya Kenan sangat mencintai Ze. Walaupun mungkin tidak bisa menebus kesalahan dengan cukup menikahi nya, ku harap Kenan bisa membahagiakan Ze dan akan selalu menjaga nya.
mungkin hanya itu, pengungkapan maaf ku pada kalian." lanjut Surya dengan suar terendah nya, sambil menunduk kan kepalanya.
"Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri, itu semua kecelakaan, tidak ada yang tahu bahwa semua itu akan terjadi," timpal Angga menenangkan Surya sambil menepuk pundak Surya, akhirnya mereka pun saling mengungkapkan kecemasan mereka.
"Aku tidak bisa berbuat apa apa, hanya ini yang bisa aku lakukan,
namun yang jadi beben pikiran ku,
apa kita tidak terlalu egois, menyembunyikan semua dari Ze?" tanya Surya sambil mengusap wajahnya kasar, merasa bersalah jika harus menyembunyikan kebenaran dari Ze yang sudah ia anggap seperti anak sendiri, yang merupakan anak cantik kesayangan nya.
"Ini demi kebaikan Ze, dia tidak perlu mengetahui nya,
aku bisa melihat nya bahagia itu saja sudah cukup membuat ku lebih tenang. Biarkan dia hidup bahagia tanpa bayang bayang kenangan nya," tegas Angga.
"Masa lalu anggap saja itu tidak pernah terjadi, kita mengambil hikmah nya saja, mungkin ini semua rencana tuhan, untuk menyatukan kedua anak kita, dengan jalan seperti itu, kami tidak menyalahkan nak Kenan, dalam kecelakaan itu, itu musibah, jadi jangan jadi beben pikiran untuk kalian."
imbun Angga berusaha mengurangi beban pikiran besannya itu.
"ini sudah cukup lama, Klaudia sudah bahagia di sana, apalagi mungkin sekarang dia bisa melihat adiknya yang sudah bahagia dengan kehidupan barunya,
dia juga pasti akan sangat berterima kasih pada nak Kenan, karena nak Kenan bisa mengganti kan nya untuk menjaga dan membahagiakan adiknya.
Menjadi teman dalam suka dan duka nya, itu sudah lebih dari cukup untuk membuat kami bisa lebih tenang. Terimakasih karena telah menjadikan putri kami bagian dari keluarga kalian." tegas Angga menjelaskan, dengan penuh harap agar Kenan bisa membahagiakan putrinya.
"Kenapa malah kau yang berterima kasih, seharusnya aku yang berterima kasih, karena telah mengijinkan putra ku yang pembangkang itu untuk menikahi putri mu, terimakasih karena mengijinkan nya untuk menjadi teman hidup dan laki laki yang akan selalu menjaga nya.
Akan ku pastikan dia akan selalu menjaga dan membahagiakan putri kita, karena Ze juga sudah ku anggap seperti anakku sendiri." tegas Surya mengungkapkan rasa terimakasih nya atas kebaikan Angga, yang sudah mempermudahkan masalah ini, sampai mau menjalin hubungan kekeluargaan, sampai mau menyetujui kemauan Surya untuk menjodohkan kedua anaknya.
"Baiklah seharusnya kita jangan membahas lagi masalah itu, kita kan harus ikut bahagia melihat kebahagiaan anak kita,
bukankah anak kita sudah saling mencintai, mungkin sebentar lagi kita akan mendapatkan seorang cucu yang lucu hahaha," ucap Angga dengan tawanya kini mencairkan suasana, menjadi lebih tenang.
"Iya, benar juga, mungkin kita sebentar lagi akan menjadi seorang Kakek hahaha."
timpal Surya dengan candaan nya.
Akhirnya pembicaraan mereka di akhiri dengan candaan , sampai mereka lupa waktu bahwa waktu sudah menjelang malam.
Sampai candaan mereka terhenti karena ada seorang pelayan yang memberitahu mereka bahwa makan malam sudah siapa, mereka pun langsung keluar menuju ke ruang makan.
*
"Ze! di mana suamimu? ayo cepat ajak dia makan." seru Maya mengingat kan anaknya.
" Akh iya, kok aku sampai melupakannya ya, dia kemana? dia tidak akan marah kan karena telah aku abaikan?"
gumam gumam Ze, kini dia mulai melangkah untuk mencari Kenan.
Mata nya terus menelusuri setiap ruangan, melihat kiri kanan, namun tetap saja Ze tidak menemukan suami nya.
Kaki nya kini mulai melangkah menuju teras belakang, akhirnya menemukan Kenan yang sedang duduk sendiri di kursi teras dengan di temani cemilan favorit nya, apa lagi kalau bukan buah buahan.
"Kak, kok duduk sendiri?"
tanya Ze yang menghampiri Kenan dan kini berdiri di hadapan nya.
"Ku kira kau tidak akan mengingat ku lagi?"
ucap Kenan dengan ketus nya, sambil terus melahap potong buah yang ada di samping nya.
"Maaf," sahut Ze sambil terkekeh melihat tingkah Kenan yang cemberut tanpa melihat ke arahnya.
Tiba-tiba tangan Kenan menarik tangan Ze, dan mendudukkan Ze di pangkuan nya.
" Hei Kak, jangan seperti ini, malu nanti ada yang liat,"
protes Ze merasa tidak enak jika duduk di pangkuan Kenan, terus meronta ronta dengan posisi tangan yang di simpan di kedua pundak Kenan, sedikit mendorongnya berusaha bangun dari duduk nya,
namun percuma karena tangan Kenan dengan erat melingkar di pinggang Ze, dan langsung menguncinya.
"Mau kemana?".tanya Kenan dengan senyum jahil nya.
"Semua sudah menunggu, kita makan malam dulu Kak!"
mencoba bangun dari pangkuan Kenan, namun tetap saja tidak bisa,
sampai akhirnya Ze duduk dengan tentang di pangkuan nya.
Karena menyadari Ze yang sudah tentang duduk di pangkuan nya, Kenan pun mulai meraih garpu dan menyodorkan tusukan buah ke mulut Ze.
"Mau ini?"
Karena kesal dengan tingkah yang suka seenaknya dengan cepat Ze langsung menggelengkan kepalanya.
"Apa kau mau aku menyuapinya secara langsung?"
goda Kenan dengan senyum nakalnya sambil mulai melahap potongan buahnya.
"Maksudnya?"
tanya Ze tidak mengerti.
Kenan cengengesan, melihat ekspresi Ze yang sangat polos itu dan kini tangan nya mulai meraih tengkuk Ze menarik nya pelan dan mulai memposisikan wajahnya menempelkan bibirnya di bibir mungil Ze dan mengoperkan buah yang ada di mulut nya ia suapkan ke mulut Ze, dan perlahan ******* bibirnya. Ze yang kaget langsung melebarkan mata sedikit memukul pundak Kenan. Hingga
Kenan pun melepaskan ciuman nya.
"Hei....!" walau kaget Ze langsung mengunyah buah yang ada di mulut nya.
"Kenapa bibirnya lebih manis dari buah yang aku makan, membuat candu saja,"
Kenan lagi lagi melanjutkan aksinya, mencium bibir Ze.dengan durasi makin lama, sehingga ciuman itu berubah menjadi ******* lembut, membuat Ze mulai merasa kan sentuhan lembut bibir Kenan dan membalas ciuman nya. Kenan yang menyadari respon dari Ze langsung melingkar kan tangan yang satu nya lagi di pinggang Ze menariknya ke pelukannya. Sampai tubuh mereka makin menempel tanpa jarak sampai
__ADS_1
mereka terhanyut dalam ke hangatan dan kenikmatan ciuman mereka.
Saking asyik nya dengan apa yang mereka lakukan, Ze dan Kenan tidak menyadari kalau dua pasang mata tidak sengaja memergoki kegiatan gila mereka.
siap 2 orang itu?? 😁
Tidak lain Surya dan Angga yang sedang berjalan beriringan dari ruang kerja Surya bermaksud ingin menuju ruang makan,
namun mata mereka malah memergoki kedua anaknya yang sedang duduk di teras belakang.
"Akkhmm," deheman Angga merasa terkejut melihat pemandangan di depannya.
Begitupun dengan Surya merasa malu sendiri langsung memalingkan pandang nya, dengan tangan yang mulai merangkul pundak Angga,
dan langsung melangkah dengan cepat menuju ke ruang makan.
"Akh dasar anak nakal itu, suka tidak tau tempat, sepertinya di bidang apapun aku tidak bisa mendidik nya dengan baik."
ucap Surya dengan senyum yang di buat buat, merasa malu karena tingkah anaknya.
"Sepertinya dalam keahlian itu, itu di turunkan dari bakat Ayahnya, hahaha," ledek Angga dengan tawanya.
"bisa jadi, hahaha" sahut Surya dengan tawa jenakanya.
Bisa bisa nya mereka bercanda setelah melihat kegiatan dua anaknya, yang membuat mereka mengingatkan pada masa muda mereka.
Angga dan Surya terus saja tersenyum ceria hingga membawa tawanya sampai mereka duduk di meja makan,
membuat Widi dan Maya kebingungan melihat tingkah suami mereka yang sedari tadi tersenyum entah karena apa.
"Apa ada sesuatu hal baik, hingga membuat mereka se senang itu?"
bisik Widi pada Maya, merasa heran melihat tingkah dua laki laki di hadapan mereka.
"Entahlah..." sahut Maya yang sama sama keheranan.
Tanpa banyak bertanya Widi dan Maya pun langsung menyiapkan makan malam untuk suami mereka.
"Kemana Kenan dan Ze, kok mereka belum ke sini juga?"
tanya Maya, yang sudah nengok kiri kanan mencari keberadaan dua pasangan itu, padahal tadi dia sudah menyuruh Ze untuk mencari suami nya tapi sekarang malah Ze nya juga yang sama sama tidak kelihatan.
"Iya, kemana mereka ya?
bi! tolong cari mereka, bilang kita sudah menunggu!" seru Widi, pada pelayan di sana,
namun dengan cepat Surya mencegah langkah kaki sang pelayan itu.
"Tidak usah di panggil, nanti juga mereka ke sini sendiri, kita makan duluan saja."
ucap Surya santai, sambil mulai melahap makanannya, karena sudah tau apa yang sedang di lakukan kedua anaknya sekarang.
Pelayan itu pun langsung mengurungkan niat nya, dan langsung kembali ke dapur.
*
Kenan dan Ze yang masih asik dengan kegiatan nya, kini Ze mulai meremas pundak Kenan, merasa sudah tidak bisa bernafas dengan benar, karena ulah suami nya.
Kenan yang menyadari nya langsung melepaskan ciuman nya, dan langsung menatap wajah Ze dengan memasang senyum kecil.
"Aku, tidak bisa bernafas tau!"
gerutu Ze, sambil mengusap wajah Kenan dengan telapak tangannya, karena merasa kesal bisa bisa nya dia tersenyum tanpa merasa bersalah.
Hahaha menggemaskan sekali istriku ini
"Hei jangan menatap ku seperti itu,"
protes Ze, merasa malu karena tatapan Kenan, apalagi dengan senyum manisnya.
Ze pun reflek langsung menutup kedua mata Kenan dengan kedua telapak tangannya.
kalau kau terus seperti ini, aku tidak tahan untuk tidak memakan mu sekarang juga Zepania
"Baiklah! ayo kita masuk,"
*
Kedatangan Kenan dan Ze yang baru memasuki ruang makan, membuat semua mata yang duduk di meja makan tertuju pada mereka.
"Dari mana saja kok kalian lama sekali?"
tanya Widi saat Kenan dan Ze sudah duduk di meja makan bergabung dengan mereka.
" Dari belakang Bun,"
jawab Ze santai sambil mengambil piring di depannya, begitupun dengan Kenan.
"Ayah kira kalian sudah kenyang dan tidak membutuhkan makanan,"
sindir Surya sambil melirik ke arah Kenan,
membuat pasangan muda itu kebingungan mendengar perkataan Ayahnya.
"Apa maksud perkataan Ayah"
batin Kenan merasa heran mendapatkan lirikan mata dari Ayahnya,
karena Kenan tidak tau kalau Ayahnya telah memergoki nya, saat berciuman di teras belakang dengan istrinya.
tanpa menghiraukan perkataan Surya Kenan pun langsung mengambil makanan yang ada di depan nya.
"kenapa nak Kenan mengambil makanan sendiri?? biarkan istrimu yang mengambilkan nya"
perkataan Maya membuat Kenan menghentikan pergerakannya, dan langsung menatap Ze yang ada di sampingnya
membuat Ze dengan cepat mengambil makanan untuk Kenan, setelah mendengar perkataan ibunya.
dan langsung menaruh makanannya di piring di depan Kenan.
"terimakasih istriku"
ucap Kenan dengan senyum kecil nya.
kini mereka pun, menikmati makan malam mereka.
*
karena di rasa waktu sudah menjelang malam, Angga pun mulai berpamitan untuk segera pulang,
semuanya mengantar Angga Maya dan Naura sampai ke depan pintu utama.
Maya mulai berpamitan pada semua nya dan terakhir berpamitan pada Ze anak gadis nya itu.
"baik baik di di sini ya sayang, jangan ngelawan pada suamimu, jadi lah istri yang baik"
ucap Maya dan perlahan memeluk Ze dan membelai lembut rambutnya.
"baik bu"
kini giliran Naura yang berpamitan pada Kakak nya,
"Kak,, kalau Kakak ipar macam macam pada mu, bilang aku aja ya, biar aku yang memberi perhitungan pada nya"
ucap Naura dengan begitu polosnya membuat semua terkekeh mendengar perkataannya.
"baiklah cantik,, kau juga harus menjaga Ayah dan Ibu ya, jangan terus mengkhawatirkan Kakak, dan jaga juga dirimu baik baik,"
ucap Ze merasa gemas pada adiknya dan langsung menyentuh lembut kepalanya.
kini giliran Angga yang berpamitan pada semua nya,dan terakhir berpamitan pada Kenan.
"Ayah titip anak Ayah ya, dan saat nanti Kami berkunjung lagi kesini, kami harus sudah mendengar kabar baik, semoga kami segera mendapatkan cucu yang lucu dari kalian"
ucap enteng Angga sambil menepuk pundak Kenan, tidak merasa bersalah padahal Kenan yang mendengar nya sudah terbatuk batuk kaget mendengar perkataan Mertua nya.
__ADS_1
cucu!!? apa maksud Ayah aku harus segera menghamili anak nya?? setiap malam aku berhubungan dengan nya tapi
kenapa aku tidak berpikir sampai sana ya!
batin Kenan yang sudah memalingkan wajah nya, merasa malu sendiri mendengar permintaan Angga.
bukan tanpa alasan karena memang seorang Kenan yang dari dulu menentang keras untuk menikah muda, namun tiba tiba bisa kalah karena melihat pesona Ze.
hingga dia memutuskan untuk langsung menikahi nya, dan memiliki nya seutuhnya.
tapi selama itu dalam pikiran nya tidak pernah terbayangkan sedikitpun kalau dia akan menjadi seorang papa muda.karena itu tidak tidak tertulis sedikitpun dalam agenda kehidupan nya.
membuat Kenan memang senyum yang di buat buat menanggapi perkataan Angga.
merasa malu sendiri mendengar perkataan Mertua nya itu.
begitu pula dengan Ze, dia langsung tertunduk malu mendengar perkataan Ayahnya.
membuat semua orang di sana langsung menahan tawa melihat reaksi pasangan muda di depan mereka yang sama sama malu malu, saat membahas tentang kehadiran anak dalam kehidupan baru mereka.
"berusaha lebih keraslah"
ledek Angga lagi dengan senyum jahilnya, merasa senang melihat reaksi Mantu nya itu. dan langsung melangkah pergi berpamitan pulang beserta dengan anak dan istrinya.
akh,, Ayah bener bener mepet ingin punya cucu ya.
setelah di rasa mobil yang di tumpangi Angga sudah melaju jauh dan tidak terlihat,.
Surya dan Widi pun langsung masuk ke dalam, dan langsung menuju kamar nya untuk langsung beristirahat,
tertinggal lah dua pasangan muda yang sedang berjalan beriring menuju ke atas, masih mencerna perkataan Angga yang membuat mereka sama sama terkejut.
bukan mereka tidak mau cepat mendapatkan momongan, namun saat mereka memutuskan untuk menikah, karena umur mereka yang sama sama masih muda,
membuat mereka tidak berpikir jauh sampai memikirkan kehadiran seorang anak dari hasil buah cinta mereka.
"Ze,,!". panggil Kenan sambil menarik tangan Ze, membuat Ze menghentikan langkah nya, dan langsung berbalik melihat ke arah Kenan.
"hemm"
jawab Ze singkat sambil menatap wajah Kenan.
"apa kau ingin cepat cepat punya anak?"
tanya Kenan dengan santai nya,
namun Ze dengan cepat malah membungkam mulut Kenan.
"hei kenapa kau sesanti itu bertanya soal itu?? aku saja masih syok mendengar perkataan Ayah, kenapa malah membahas nya lagi
akhhh kenapa aku malu sekali ya saat membahas ini "
"jangan membahas nya sekarang"
ucap Ze malu sambil menundukkan kepalanya,
membuat Kenan tersenyum di balik tangan Ze yang dari tadi menutup mulut nya untuk tidak berbicara lagi,
setelah di rasa Kenan tidak akan berbicara lagi,Ze pun langsung melepaskan tangan nya, dan langsung melangkah menuju ke kamar, di susul Kenan yang ada di belakang nya.
yang sudah cengengesan melihat tingkah istrinya.
setelah sampai di kamar Kenan yang sudah terlebih dulu mengganti pakaian tidur nya dia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur,
sedangkan Ze baru terlihat keluar setelah mengganti pakaiannya dan langsung melangkah menuju tempat tidur. dan merebahkan tubuhnya di samping Kenan,
dengan cepat Kenan langsung memiringkan tubuhnya menghadap Ze, dan langsung memeluk nya.
"yank". panggil Kenan dengan senyum jahilnya, sudah tau Ze, selalu merasa risi jika Kenan memanggil dengan panggilan sayang.
hei kapan kepala nya terbentur, kenapa dia kumat lagi
"Ze,,"
karena sudah melihat reaksi Ze, akhirnya Kenan memanggil nya dengan sebutan nama lagi.
membuat Ze langsung memiringkan tubuhnya sehingga membuat mereka saling berhadapan.
"apa kau mendengar perkataan Ayahmu tadi?"
akhirnya perkataan itu yang keluar dari mulut Kenan karena masih penasaran apa pendapat Ze, mengenai permintaan Ayahnya untuk segera mendapatkan cucu dari mereka.
tapi Ze malah terus terdiam tertunduk malu dan langsung memalingkan pandangan nya.
"hei,, kenapa harus malu aku kan suami mu?"
merasa gemas melihat tingkah Ze, Kenan langsung menarik Ze ke pelukannya dan langsung menecup bibirnya,
"Ze,,! tatap mata ku,"
ucap Kenan sambil tangannya menyibakkan rambut Ze yang menghalangi Wajahnya, dan ia selipkan ke belakang telinga nya.
hei jangan menatap ku seperti itu, meskipun kau suamiku,tapi aku tidak tahan bila kau terus menatap ku seperti itu,, jantung ku bisa berhenti berdetak Kenan.
"apa kau sudah siapa untuk menjadi Ibu dari anak anak ku?"
tanya Kenan sambil tangannya terus membelai lembut wajah istrinya.
membuat Ze tidak bisa berkata kata,dia hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan senyum manis yang terselip di bibir nya.
membuat Kenan merasa senang karena itu jawaban yang ia harapkan,
"sepertinya kita harus lebih bekerja keras untuk secepatnya mengabulkan permintaan Ayahmu"
goda Kenan kini dia sudah mengubah posisi nya, berada di atas tubuh Ze, dengan tangan mulai membuka satu persatu kancing baju Ze,
dan mulai menempelkan bibirnya, mencium bibir Ze, dengan tangan yang sudah sibuk dengan pergerakan nya.
mencium nya dengan lembut, hingga membuat suasana semakin memanas,
Ze yang sudah mulai terbiasa dengan ciuman Kenan kini mulai membalas ******* bibir Kenan, dan mulai menggerakkan kedua tangan nya meraih tengkuk Kenan, hingga membuat mereka terbuai dengan suasana yang mereka ciptakan.
"kau makin pandai ya sekarang"
goda Kenan yang sudah melepaskan ciuman nya, dengan napas yang terengah-engah,
dan kini mulai menarik napasnya
"kau kan yang mengajari ku"
sahut Ze dengan senyum manis nya,
membuat hasrat Kenan makin menjadi, dan mulai melanjutkan aksinya, menempelkan bibirnya di leher jenjang Ze, langsung menelusuri setiap inci lehernya
mengecupnya dengan lembut,
membuat Ze mendesah, merasakan kenikmatan lembut sentuhan Kenan, sampai tidak menyadari kalau bibir Kenan sudah menempel di atas dua beda di hadapannya.
membuat pasangan muda itu menikmati malam panjang,
dengan desahan manis yang keluar dari mulut mereka.
.
.
.
terimakasih bagi reader semua yang setia menunggu😊😊
maaf bagi yang minta up banyak, author cuma bisa up segini,
tpi menurut author ini juga udah banyak loh, ini tuh nyampe 3056 kata loh, bila tidak percaya bisa di hitung sendiri ya 🤣🤣🤣
semoga reader semua terhibur.
__ADS_1
terimakasih semua🤗🤗🤗