
Ibra masih harap-harap cemas di depan ruang UGD di mana istrinya di periksa oleh dokter.
"Ceklek"Suara pintu ruangan dibuka.Ibra langsung berdiri.
"Bagaimana keadaan istri saya dok...?"Ibra langsung menodong Dokter bernama Dinda itu dengan pertanyaan yang sejak tadia da di kepalanya.
Dokter Dinda malah tersenyum bukannya menjawab pertanyaan Ibra.
"Dok, di tanya kok malah tersenyum..?"Ibra merasa bingung dengan tingkah dokter muda di hadapannya ini.Ia berfikir ada yang salah pada dirinya sehingga dokter menertawakannya.
"Bapak tenang aja, tidak terjadi apa-apa pada istri bapak.Hanya kelelahan, malah bapak harusnya bahagia karena istri bapak tengah mengandung."Jelas dokter Dinda.
"Alhamdulillah jika istri saya baik-baik saja."Ibra bisa bernafas lega sekarang.Tapi Ibra berfikir sejenak sepertinya ia mendengar sesuatu tadi dari kalimat akhir yang keluar dari mulut dokter muda itu.
"Maaf dok, apa bisa ulangi lagi kata terakhir yang dokter ucapkan tadi...?"Ibra mencoba memastikan jika pendengarannya tidak salah.
Dokter Dinda kembali tersenyum."Selamat ya pak istri bapak hamil 2 minggu."Ucap dokter Dinda.
"Alhamdulillah ya Allah terimakasih atas karunia yang engkau berikan pada kami.Kami akan jaga titipanmu dengan baik insyaallah."Kalimat syukur itu terlontar dari mulut Ibra.
"Terimakasih dokter terimakasih."Lanjut Ibra diiringi senyuman manis yang sudah mengembang berbeda dengan keadaannya saat beberapa menit yang lalu, terlihat kacau.
"Tapi mengingat kondisi kandungan istri bapak lemah apalagi dulu pernah ada riwayat kanker.Sebaiknya istri bapak betres ya pak setidaknya selama trimester pertama.Makanannya juga di jaga terus jangan lupa minum susu hamil dan nanti akan saya kasih vitamin penguat kandungan."Dokter Dinda menasehati Ibra.
"Baik dok saya akan jadi suami siaga."Ucap Ibra semangat.Dokter Dinda hanya tersenyum menanggapi perkataan Ibra.
"Silahkan temui istri bapak, dia sudah sadar namun belum tau kalau dia hamil."Dokter Dinda kemudian berlalu.Sedang Ibra masuk ke ruangan Amini di rawat.
Ceklek
Ibra membuka pintu langsung di sambut senyum tipis dari wajah pucat sang istri.
"Bagaimana keadaannya sayang sekarang apa masih ada yang sakit?"Tanya Ibra lembut.
"Aku baik-baik saja Mas.Terimakasih Mas sudah bawa aku kesini.Maafin aku ya Mas sudah merep........."Perkataan Amini terpotong.
__ADS_1
"Shuuuuuttt, aku nggak repot.Nggak ada yang membuat seorang suami repot mengurus istrinya sendiri apalagi dalam keadaan sakit begini, ini sudah kewajiban Mas sayang."Ibra tersenyum seraya mengusap lembut ubun-ubun Amini.
"Sayang Mas ada kabar bahagia untuk kita."Ucapan Ibra sontak membuat Amini merasa penasaran.
"Kabar apa itu Mas...?"
"Jadi.... kita akan ......"Kali ini perkataan Ibra terpotong karena suara pintu yang terbuka.Sepasang suami istri itu langsung menoleh ke arah pintu bersamaan.
Setelah pintu terbuka lebar tampaklah gadis muda cantik berseragam putih berdiri di depan pintu seraya tersenyum manis.Ya, dia adalah dokter Dinda."Ada apa dok...?"Ibra mengernyit ketika melihat dokter Dinda kembali lagi.
"Maaf mengganggu, saya cuman mau kasih tau jika ibu Amini harus di rawat selama 2 hari dulu disini untuk di observasi lebih lanjut dan ketika nanti pulang harus betres ya bu."Kata dokter Dinda yang kini sudah berdiri di samping brankar Amini.
"Apakah penyakit saya parah dok, apakah kanker itu tumbuh lagi?"Amini merasa khawatir mendengar penuturan dokter Dinda.
Sungguh Amini tidak bisa bayangkan jika sel-sel kanker di tubuhnya yang pernah mati akan hidup kembali.Sungguh Amini tak ingin itu terjadi meskipun sesungguhnya iya tau jika sel kanker yang sudah mati itu bisa tumbuh kembali.Tetapi jika secepat ini kanker itu kembali Amini belum bisa terima.
Dokter Dinda kembali tersenyum ketika mendengar pertanyaan Amini."Sudah ya bu/pak saya cuman ingin menyampaikan itu saja.Dan jika ibu ingin tau apa yang membuat ibu harus di rawat, silahkan tanyakan pada suami ibu karena saya sudah jelaskan pada beliau tadi."Langsung mata Amini mengarah kepada suaminya yang berdiri di sampingnya."Ya sudah saya pamit dulu bu/pak."Dokter Dinda pun kembali keruangannya dan Amini tinggal menunggu perawat yang lain untuk memindahkannya ke ruang perawatan.
Di benak Amini sudah bertanya-tanya apa gerangan sebenarnya sakit yang tengah ia alami.Amini memutuskan bertanya pada suaminya.
"Nanti saja aku jelaskan setelah kamu dipindah ke ruang rawat agar leluasa."Ucap Ibra.Amini pun mengangguk setuju.
Tak lama kemudian dua orang perawat datang dan membawakan kursi roda serta mengantarkan ke ruangan mana yang akan di tempati.
***
Setelah tiba di ruang perawatan VIV Amini langsung di gendong oleh Ibra untuk di pindahkan ke atas kasur.Di gendongan Ibra ,Amini tersenyum manis menatap wajah rupawan suaminya begitu pun Ibra.Mereka bertatapan penuh cinta.Adegan itu seakan di slow motion.Mereka terlalu menikmati tatapan mata satu sama lain hingga mereka tak menyadari lagi jika ada orang lain selain mereka si ruangan ini.Suster itu hnya tersenyum malu menatap adegan romantis sepasang manusia di hadapannya.Merasa semakin malu dan tidak ingin mengganggu berada di antara keduanya suster itu tanpa berpamitan pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Uuuuu, sosweet banget sih mereka.Andai aku sudah punya pasangan pasti aku juga akan sebahagia itu."Gumam sang suster setelah ia menutup pintu ruang rawat Amini.
"Oy, Rina jangan bengong aja lo..kerja-kerja."Suster yang ternyata bernama Rina itu kaget hingga lamunannya buyar karna salah satu rekannya mengingatkan akan pekerjaannya.Ia pun berlalu untuk melanjutkan pekerjaannya.
Di ruang rawat.
"Sayang terimakasih.Aku sangat mencintaimu,bidadariku."Ucap Ibra lalu mendaratkan kecupan sayang di dahi sang istri yang masih anteng dalam gendongannya.
__ADS_1
"Aku juga sangat mencintaimu, suamiku.Harusnya aku yang berterimakasih padamu karena telah rela merawat istri yang penyakitan sepertiku."Amini masih merasa jika sakit yang di alaminya saat ini memang karena sakit kanker yang dulu ia derita tumbuh kembali.
Ibra kemudian membaringkan istrinya di kasur.
"Shuuutttss, jangan bicara seperti itu.Aku adalah suamimu bukankah kewajiban suami selain menafkahi adalah menjaga,melindungi,merawat,serta membuat rasa aman di hati istrinya kala ia bersama suaminya juga memberikan rasa percaya kala suami jauh.Aku tidak pernah menganggap mu sebagai beban untukku melainkan anugrah terindah yang Allah titipkan untuk aku jaga,ku saayangi dan aku cintai sepenuh hati."Pernyataan Ibra membuat Amini terharu, matanya pun sudah berkaca-kaca.Sedangkan Ibra hanya tersenyum lebar.Kemudian mereka saling mendekap erat.
"Ada satu hal yang sangat membagiakan lagi yang harus kau tau istriku."Amini melonggarkan pelukannya lalu menatap penasaran pada Ibra.
Tangan kanan Ibra terulur mengusap perut rata Amini seraya tersenyum."Sayang dokter bilang kamu hanya kelelahan saja.Kamu tidak sakit ini semua memang lumrah terjadi jika pada beberapa orang."Ibra masih membuat teka teki di kepala Amini.
Amini menatap tangan suaminya yang berada di atas perutnya dan mengusapnya lembut.Amini berfikir apa sebenarnya yang ingin di ucapkan suaminya ini.
"Apa sebenarnya yang ingin dia katakan.Apa dia ingin memiliki bayi sekarang...?Atau aku hamil.....?Tetapi tidak mungkin karena seingatku aku belum telat haid."Batin Amini. Ia mencoba menampiknya, karena tidak ingin terlalu berharap.Takut kecewa nantinya.
Ibra tersenyum melihat raut wajah istrinya yang terlihat tengah berfikir."Di rahimmu Allah titipkan malaikat kecil untuk kita jaga sepenuh hati."Ucap Ibra yang masih mengelup perut datar istrinya itu namun ia bicara seraya menatap lekat sang istri.
Mendengar perkataan suaminya air matanya luruh seketika, ia langsung memeluk suaminya kembali menumpakhan air mata bahagianya.Ibra pun mebalas pelukan istrinya juga sebelah tangannya mengusap lembut kepala Amini lalu mendaratkan beberapa kecupan sayang di dahi Amini.
Sungguh pasangan ini sedang diliputi kebahagiaan yang melimpah dari sang pemilik kehidupan.Allah SWT.
.
.
.
.
❣️❣️❣️❣️❣️
Sampai disini bagaimana....?Komen ya...!
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian agar aku makin semangat. Like yang banyak ya...
Mohon maaf juga aku nggak bisa up tiap hari karena ada beberapa novel lain yang aku tulis jadi harap sabar ya dan harap maklum airhor x maruk bikin cerita.Maafin juga typonya.😊😊😊
__ADS_1
Terimakasih.