Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Ospek Kampus ( part 2 )


__ADS_3

Kini kegiatan ospek telah dimulai, seluruh mahasiswa baru mulai berjajar dengan rapi menduduki posisi masing-masing.


salah satu senior mulai membuka acara. sesuai jadwal acara yang sudah tersusun pembukaan ospek kali ini, dimulai dari sambutan dari ketua panitia Ospek.


Roni kini mulai mengalihkan pandangannya yang awalnya terus memperhatikan Ze Kini dia mulai fokus melihat ke seluruh Junior yang ada di depannya, mulai melangkahkan kakinya ke depan untuk memberi sambutan kepada semua para mahasiswa baru.


Tepukan tangan kini mulai terdengar saat Roni sudah selesai menyampaikan sambutannya, para senior dan juga para mahasiswa baru bersorak kagum dengan apa yang disampaikan oleh Roni dengan begitu jelas dan panjang lebar.


Berbeda dengan Ze yang ada di tengah tengah sorakan kagum, dia terus saja menundukkan kepalanya, berjajar dengan rapi di samping mahasiswa yang lain, kini dia tidak bisa bersembunyi lagi di balik tubuh Rani.


Ze berdiri tegak di sampai Rani hingga membuat Roni bisa dengan jelas melihat nya meski mereka ada di tengah kerumunan junior yang lain.


Sambutan demi sambutan mulai terlalui, kini sang Dekan meresmikan bahwa acara ospek ini sudah dimulai.


Senior yang membawakan acara kini mulai menyebutkan tema ospek hari ini yaitu pengenalan dan pendekatan antara senior dengan Junior


Roni mulai melangkah maju menjelaskan maksud tema hari ini, bahwa setiap para senior diberi kesempatan untuk berkenalan dengan salah satu Junior dan di bebasan untuk memilih junior mana saja.


Kegiatan ini bermaksud untuk saling mengenal dan lebih mendekatkan hubungan antara senior dan juga Junior, dengan maksud menjalin keakraban yang cukup baik di antara mereka.


Saat semuanya sudah mengerti, kini Roni yang lebih awal mulai memilih Junior di depannya untuk mencontohkan kepada semuanya.


Matanya kini mulai tertuju kepada Ze yang berada di tengah-tengah kerumunan para mahasiswa baru.


Dalam pikirannya mungkin inilah kesempatan baginya untuk menyapa Ze setelah sekian lama, tidak bertegur sapa dengan mantan kekasih nya itu.


Melihat tingkah Ze yang berusaha menghindari tatapan nya, membuat Roni menjadi kan kesempatan ini untuk menyapa nya.


Sudah tau kalau dalam keadaan biasa mungkin dia tidak akan bisa menyapa Ze, sekalipun jika nanti berpapasan dengan nya,


mungkin Ze akan langsung pergi dan menghindari nya.


Ze yang menyadari pandangan Roni kini dia mulai merasa gelisah


takut apa yang ada dalam pikirannya benar-benar terjadi.


Jangan sampai Kak Roni memilih aku untuk menjadi Junior yang akan berkenalan dengan nya


kini tangan Ze mulai meraih Tangan Rani dan langsung menggenggamnya erat,


Rani yang menyadarinya kegugupan Ze dia mulai menghalangi badan Ze,


sambil melihat sorot mata Roni yang sudah melihat ke arah mereka.


"Ze, apa mungkin kak Roni akan memilih mu?? kenapa, dari tadi dia terus saja menatap ke arah kita!"


Ucap Rani yang sama sama mulai gugup melihat tatapan Roni yang terus melihat ke arahnya kini mentalnya mulai menciut karena dia berani menghalangi Ze, dari tatapan Roni yang terus menatapnya.


"Hei kau, gadis berambut pendek sebahu! kenapa kau bersembunyi di balik badan teman mu? apa kau mempunyai kesalahan sampai harus bersembunyi seperti itu?


maju ke depan...!"


seru Roni dengan suara keras dengan pandangan nya mengarah ke arah Ze.


Membuat pandangan semua orang langsung melihat ke arah Ze, karena di sekian banyak mahasiswa baru hanya dia yang berambut pendek dengan posisi yang memang berada di balik punggung Rani.


"****** kau Ze...! Kak Roni benar-benar menyuruh kau maju kedepan."


bisik Rani yang kini dia mulai menarik tangan Ze agar bisa berjajar lagi di sampingnya.


"Kak Ken...." batin Ze yang merasa takut berusaha menenangkan hati nya dengan terus memanggil nama suami nya.


Ze pun mulai menundukkan wajahnya merasa malu karena semua mata menatapnya, termasuk Martin dan Sania yang langsung terkejut mendengar kata-kata Roni yang menyuruh salah satu mahasiswa baru untuk maju ke depan, dan ternyata mahasiswa baru itu adalah orang yang mereka kenal.


" Ze, dia kuliah di sini??"


batin Sania kaget


" Apa yang akan dilakukan si Roni...?"


batin Martin merasa heran


"Kenapa masih diam?? Ayo maju...!!"


seru Roni menegaskan Ze agar dia segera maju ke depan.


" Tenanglah ini akan baik-baik saja..."


ujar Rani berusaha menenangkan sahabatnya.


Ze pun kini mulai melangkahkan kakinya ke depan, walaupun dengan perasaan berat Ze mau tidak mau menuruti kata-kata Roni karena keadaannya sekarang Roni adalah seniornya yang harus dipatuhi.


"Kak ken....! coba saja kau ada di sini"


sepanjang berjalan Ze tak henti-hentinya Memanggil nama suaminya, berharap suaminya akan datang dan menyelamatkan nya dari keadaan ini.


Sampailah Ze di depan para mahasiswa baru dan menghadap ke arah Roni di depannya.


Dengan posisi badan Ze membelakangi para mahasiswa baru, dan berhadapan dengan Roni yang ada di depan nya.


~


Di sisi lain terlihat senior yang tadi berada di depan kampus yang merupakan Kakak kelas sekaligus teman sekelas Roni saat di SMA. Dia mulai mengeluarkan HP nya dan langsung memoto momen-momen menegangkan karena dia tahu kalau mereka dulu sempat berpacaran saat masih di SMA.


"Cekrek"


Satu jepretan berhasil didapatkan.


~" Woi Apa yang kau lakukan??"


~" Hanya memoto mereka saja!"


~" Mau loe apain??!"


~" Gue kirimin ke grup chat kita kayaknya bakal seru nih!!"


~" Gila lo jangan cari gara-gara ama si Roni"


~" Siapa yang cari gara gara?! gue hanya kagum aja ama si Roni, sepertinya dia masih menyimpan rasa pada si Ze,"


~" Apa maksud lo?!"


~" Si Ze itu mantan si Roni dulu saat di SMA."


~" Wah gila kabar baru nih?? kalau semua anak-anak tahu kayaknya bakal seru hahaha"


Dan si senior itu pun langsung mengirimkan hasil fotonya pada grup chat yang berjudul "Panitia Ospek tahun 20xx" mengirim sebuah foto dengan caption


"Ketua Ospek kita lagi CLBK" dengan emoji love dan emoji yang lagi ketawa.

__ADS_1


*


Kembali ke arah Ze yang kini dia sudah ada di depan para mahasiswa baru dia terus saja menundukkan wajahnya merasa belum siap melihat Roni yang sedang ada di hadapannya.


" Apa kau tidak bisa mengangkat wajahmu? aku tidak bisa melihat wajahmu kalau kau terus menunduk seperti itu!"


Ucap Roni dengan tegas berusaha terlihat natural seakan mereka tidak pernah saling mengenal, padahal ia sangat rindu dengan wajah cantik Ze yang sudah cukup lama ia tidak melihat nya dari jarak yang dekat seperti sekarang ini.


"Maaf kak...!"


Jawabnya sambil perlahan mengangkat wajahnya hingga kini mereka saling menatap satu sama lain.


"Roni....! "


Sapa Roni sambil mengulurkan tangannya berusaha terlihat cool karena dia sekarang menjadi senior yang menjalankan tugas untuk membimbing junior nya.


Padahal dalam hati nya Roni merasa gemetar akhirnya bisa bicara dengan Ze, walaupun dalam keadaan seperti ini.


Ze yang melihat uluran tangan Roni mau tidak mau membalas dan menjabat tangan Roni sambil mengenalkan diri seolah-olah mereka tidak saling kenal


" Zepania....!"


Jawab Ze yang langsung melepaskan uluran tangannya.


" Kau baik-baik saja...!"


Bisik Roni akhirnya kata-kata itu keluar karena Roni sudah tidak bisa membendung lagi perasaannya. Merasa rindu sudah sekian lama tidak berkomunikasi dengan Ze.


"Baik...! "


jawab Ze singkat sambil menundukkan wajahnya, karena tidak ingin terlalu lama melihat seseorang yang pernah singgah di hati nya.


Kenapa harus berakhir begini?


batin Ze sambil menahan rasa sesak di dadanya.


***


Di sisi lain Kenan yang sedang fokus dengan meetingnya kini dia mulai dibuyarkan dengan suara notifikasi sebuah chat yang masuk ke HP nya.


Awalnya dia mengabaikan dan terus saja fokus pada meetingnya, namun kini dia mulai menggerutu kesal karena suara notifikasinya terus saja bersuara sampai mengganggu pendengaran nya.


Kenan pun langsung mengambil hp-nya bermaksud mematikannya namun dia melihat dulu chat itu yang tertulis jelas sebuah chat grup dengan judul "Panitia Ospek tahun 20xx" bibirnya langsung mengendus kesal.


"Martin sialan dia beneran memasukkan gue ke grup anak-anak ospek itu, menjengkelkan sekali...!"


Kini Kenan pun mulai membuka chatnya bermaksud memblokirnya namun matanya malah dikagetkan dengan isi chat sebuah foto yang terlihat Ze yang sedang berhadapan dengan Roni,


Seketika raut wajahnya langsung berubah, terlihat kekesalan tergambar di raut wajahnya. Tanpa basa-basi dia langsung menghampiri sekretarisnya


" Gantikan aku!! aku ada urusan penting sekarang...!"


suruh Kenan tanpa mendengar jawaban dari Pak Anton dia langsung berjalan keluar ruangan dan segera turun ke bawah menuju parkiran dan bergegas melajukan mobilnya menuju ke arah kampus.


" Ada apa dengan Tuan muda...?"


batin Pak Anton yang merasa aneh dengan tingkah Tuan nya itu yang tiba-tiba meninggalkan meeting di kantornya Ayah nya.


Pak Anton pun langsung mendudukkan dirinya di tempat yang tadi ditempati oleh Kenan.


Kenan yang sedang di perjalanan dengan kecepatan penuh mengemudi mobilnya, merasa kesal karena dia telah kecolongan oleh Roni sampai-sampai dia tidak membayangkan bahwa Roni akan memanfaatkan kesempatan nya saat sebagai panitia Ospek untuk berusaha mendekati istrinya itu.


**


Sedangkan para senior yang ada di belakang,


mereka semua fokus membuka HP nya karena banyak notifikasi di grup chat yang menggegerkan para senior di sana.


Ternyata isi chat Itu membicarakan Roni, bahwa mahasiswa yang disuruh Roni maju ke depan tak lain adalah mantan pacarnya saat di SMA dulu.


~"Gila ketua kita sedang CLBK guys...."


~" Hahaha pantesan dari tadi si Ze terus sembunyi, seperti nya dia sedang menghindari tatapan si Roni."


~" Sania kalah tuh sama mahasiswa baru, sampai si Roni aja bisa langsung berpaling darinya dan malah bermain dengan cewek masa lalu nya."


~" Hahaha "


Sedangkan Sania yang baru melihat hp-nya matanya langsung dikagetkan saat membaca grup chat di hp-nya yang membicarakan bahwa ternyata Ze itu adalah mantan Roni.


"Jadi si Ze dulu mantan Roni, kenapa harus selalu dia, menyebalkan sekali?"


batin Sania yang terkejut langsung melihat ke arah Ze dan langsung memasang wajah kesal.


Berbeda dengan Martin yang melihat chat grup nya dia langsung mengoceh dan melihat ke arah Roni.


"Wah gila mereka!! cari mati si Roni...! gue kan masukin nomer Kenan ke grup ini, kalau dia melihatnya pasti dia akan marah besar karena si Roni berani mengusik wanitanya....!"


batin Martin dan kini dia berjalan mengarah ke arah Roni yang ada di depannya.


"Woi...! loe jadi bahan gosipan di grup chat nih, mendingan loe cepet suruh si Ze kembali lagi ke tempatnya sekarang, keburu si Kenan benar benar akan ke sini, dan memberi perhitungan ma loe...!"


ujar Martin sambil menepuk pundak Roni berusaha menasehati nya.


"Kenapa memang...? gue gak takut sama teman loe itu, salah dia sendiri kenapa tidak ada di sini untuk menjaga wanitanya, pengecut sekali....!"


ucap Roni tidak mempedulikan kata-kata Martin dia malah menghampiri dan langsung berdiri disamping Ze.


" Ceritakan dari mana asal sekolahmu! dan apa alasannya bisa memilih kampus ini sebagai tempat kuliah mu...!"


ucap Roni dengan santainya masih berusaha mendekati Ze agar bisa terus bicara dengannya.


~" gila si Roni bener-bener mepet banget sama si Ze...!"


ucap para senior yang ada di belakang.


" Cari mati dia " batin Martin dan Kini dia kembali ke tempat duduknya di belakang.


Dari pada berkata kata Ze malah menundukkan kepalanya


merasa tidak nyaman saat Roni berada di sampingnya.


Apa yang dia inginkan...?


kenapa harus begini??


aku tidak bisa berkata kata kalau dia terus di samping ku,


huahua Kak Kenan apa kau bisa kesini sekarang.

__ADS_1


"Kenapa masih diam atau perlu aku ceritakan bahwa kita dulu sekolah di SMA yang sama.! "


bisik Roni terus saja berusaha untuk membuat Ze bicara. Namun Ze makin mengeratkan genggaman tangannya tidak bisa berbicara apa-apa.


*


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang berjalan cepat memasuki aula Kampus membuat semua mata tertuju padanya.


Mata mereka mulai melohok kaget melihat sosok yang berjalan mendekat ke arah depan aula dengan langkah yang cepat dan sorot mata yang tajam.


Ternyata itu Kenan yang kabur dan meninggalkan meeting di kantor merasa kesal karena ada yang mengusik wanita nya.


Dengan penampilannya yang terlihat sempurna setelan jas yang menambah kegagahan nya ditambah lagi tatanan rambut rapi yang menyempurnakan ketampanannya.


Karena terlalu menghawatirkan Ze, sampai ia tidak sadar dengan penampilan nya, masih dengan pakaian pormal karena memang dia tadinya sedang meeting di kantor.


~" Siapa dia?? tampan sekali....!"


bisik para mahasiswa baru yang melihat kedatangan seorang laki-laki tampan ke aula kampusnya.


~"Bukankah itu Kenan? penampilan beda banget. Bukannya dia selalu menolak untuk ikut serta dalam kegiatan Ospek! kenapa sekarang dia tiba tiba datang dengan wajah yang sepertinya marah sekali...?"


bisik para senior yang sedang berada di depan aula, merasa di kaget kan dengan kedatangan Kenan yang tiba tiba.


Sedangkan Ze yang sedari tadi menunduk karena menahan kegugupan dia masih belum menyadari kedatangan Kenan yang kini mulai berjalan menghampiri nya.


Berjalan dengan penuh amarah ingin rasanya Kenan langsung memukul Roni yang berdiri di samping Ze. Namun ia urungkan karena melihat keadaan di sana, ada banyak sorot mata yang melihat ke arahnya.


Kenan yang merasa khawatir pada Ze karena sedari tadi Ze hanya tertunduk, sampai ia tidak menyadari kedatangan nya. Dia langsung mendekati Ze dan menghalangi badan Ze agar menjauh dari Roni.


"Apa kau baik baik saja...!?"


tanya Kenan sambil melingkar tangan nya di pinggang Ze, berusaha meredakan kegugupan nya.


"Kak Kenan....!"


Ze yang kaget karena Kenan tiba tiba ada di samping nya.


Antara senang dan malu, karena kedatangan Kenan yang tiba tiba dan langsung memeluknya dari samping. Padahal di sana banyak sorot mata yang melihat ke arah mereka.


Apa benar dia selalu tau apa yang aku pikirkan, kenapa dia tiba tiba ada di sini.


Kini mata Kenan mulai menatap Roni dengan tatapan tajam dan penuh dengan amarah.


Karena tidak ingin memperpanjang masalah Kenan langsung mengajak Ze untuk pergi dari hadapan Roni. Dalam pikir nya, kalau dia terus lama lama di sana, pasti tangannya tidak bisa mengontrol untuk tidak memukuli Roni, yang telah berani mengusik wanita nya.


Roni yang merasa kesal karena kedatangan Kenan yang tiba tiba mengganggu kegiatan Ospek yang sedang berlangsung, membuat Roni mengepalkan tangannya merasa geram.


"Apa kau menyadari apa yang kau lakukan...? kita sedang melakukan kegiatan, bisakah kau tidak mencampurkan masalah pribadi dengan urusan kuliah...?."


tegas Roni sambil menatap tajam Kenan yang ada di depan nya.


Kenan yang mendengar kata kata Roni langsung memasang seringai di wajah nya, dan mengurungkan niat nya untuk pergi dari sana dan malah meladeni kata kata Roni.


"Apa kau tidak malu berbicara seperti itu? bukankah kau sendiri yang mencampurkan urusan pribadi dengan urusan kuliah, di sana masih banyak mahasiswa lain,


kenapa kau malah mengganggu nya...?."


tegas Kenan dengan sorot mata tajam nya.


"Kenapa malah memojokkan ku, bukankah kau sendiri yang menolak untuk ikut dalam kegiatan kampus kita, dan malah pergi membiarkan wanita mu diganggu oleh orang lain dan sekarang malah tiba-tiba datang dan mengganggu acara kita! bukankah kelakuanmu itu seperti seorang pengecut...!"


ucap Roni dengan sinisnya dengan mata yang terus menatap Kenan dengan penuh amarah.


Kenan yang mendengar kata-kata Roni amarahnya makin terpancing dan mulai melangkah menghampiri Roni dan akan membuat perhitungan padanya, namun langkahnya terhenti karena tangan Ze dengan cepat langsung menarik tangan Kenan dan menyuruhnya untuk berhenti.


Membuat Kenan langsung menghentikan aksinya, namun dengan mata yang masih menatap Roni dengan penuh amarah.


"Terserah loe mau ngatain gue apa!!


tapi yang jelas gue gak punya pikiran kotor kayak loe, yang hanya bisa melihat kejelekan orang saja, sampai dalam otak loe hanya prasangka buruk yang tertanam hingga membuat loe terlihat makin konyol.


Dan yang harus loe inget,! jangan terlalu terobsesi dengan sesuatu yang gak akan pernah loe capai, karena itu akan membuat pikiran mu makin kotor...!


kau mengerti kan...?!"


ucap Kenan dengan tegas di akhir dengan senyum sinisnya.


"Ayo pergi...!"


seru Kenan kini dia mulai menarik tangan Ze pelan, dan mengajaknya untuk pergi dari sana.


Sedangkan Roni yang melihat kepergian mereka, kini tangganya mulai mengepel geram penuh dengan amarah, lagi lagi Kenan sukses membuat nya makin kesal, dan kali ini sampai mempermalukan nya di depan semua orang.


~" Wah gila si Kenan keren banget dia...."


~" mungkin si Ze pacar nya kali ya, sampai dia semarah itu pada si Roni.


~" Jangan jangan waktu itu juga, mereka berantem gara gara si Ze lagi?"


~" Wah bener banget, tapi kok gue penasaran siapa si sebenarnya si Kenan itu?? melihat penampilan nya saja, kayak nya dia bukan orang bisa...!"


~" Entahlah di Kampus juga tidak ada yang tau dengan jelas identitas nya."


~" Tapi mereka terlihat cocok banget ya, si gadis dingin berparas cantik dan si cowok misterius kejam berwajah tampan....!"


~" Hahahaha bener banget, kalah tuh si Roni ma Kenan, mantan pacar nya udah jadi milik orang."


Ocehan para senior yang duduk di belakang kini langsung terhenti karena sorot mata tajam Roni yang menatap ke arah mereka.


Kekesalan Roni yang belum reda gara gara Kenan, kini malah di tambah dengan ocehan orang orang yang terus saja membicarakan nya.


Membuat Roni memutuskan kegiatan Ospek di istirahat kan.


.


.


.


.


.


.


bersambung...


Next episode... apakah yang akan terjadi dengan Ze dan Kenan??🤔🤔🤔

__ADS_1


__ADS_2