
Pak Anton kini sudah kembali ke ruangan Kenan, mengetuk pintu dan mulai masuk saat mendengar izin dari Tuan nya,
ia mendapati Kenan sudah berganti pakaian, dengan pakaian santai nya. Kini mata nya fokus melihat wajah Kenan yang terliha berseri seri, membuat nya bertanya tanya kenapa Tuan nya sebahagian itu,
apakah bahagia kerena puasa mengerjai teman nya, atau bahagia karena bisa bertemu dengan mantan kekasihnya nya setelah sekian lama?
Karena pak Anton tidak tau, bahwa Tuan nya bahagia karena habis menghubung Ze.
"Aku mau pulang ke apartemen,"
kata kata Kenan mengagetkan pak Anton hingga tersadar dari lamunannya, dan langsung sigap melangkah untuk menyiapkan mobil.
Sudah paham, jika Kenan memberitahu nya ingin ke apartemen, berarti ia meminta untuk di antara.
Mereka pun bergegas turun ke bawah, Pak Anton yang berjalan dengan jarak jauh dari Kenan, terhenti karena lagi lagi Tuan nya di hentikan oleh teman-teman nya yang tadi.
"Hai Ken, mau kemana loe sudah berpakaian santai begini?
main pergi saja setelah kau habis habisan ngerjain gue," Martin dengan santai nya, menghampiri Kenan, dia terlihat baru keluar dari restoran hotel, dengan di ikuti Roni dan Sania di belakang nya.
"Balik ke apartemen."
jawab Kenan singkat.
"Gue kira loe tinggal di sini, secara loe 'kan manajer di sini, jadi loe bisa tidur di kamar mana saja sesuka loe!"
ledek Martin sambil mendekat ke arah Kenan dengan senyum jenakanya.
"Sialan loe, sesuka mu saja kalau bicara."
sahut Kenan sambil merangkul leher Martin dan mencekik nya pelan.
"Gue ikut loe ya! gara gara kelakuan loe, Sania dan Roni diem dieman dari tadi, gue gak mau jadi obat nyamuk, gue gak tau keadaan kota ini kalau harus jalan sendiri, kayanya lebih seru kalau ikut loe!
biar mereka bebas bicara,
itu juga kalau loe gak mau Sania sampai ngejar cinta loe lagi."
bisik Martin sambil memasang senyum jahilnya, mendapatkan ide bagus untuk terus menguak kehidupan Kenan sekarang.
"Hebat juga mental loe ya, gak pernah kapok gua hukum."
sahut Kenan sambil menyeretnya Martin menuju mobil nya.
"Gue ada urusan dulu sama Kenan, kalian istirahat saja dulu, tugas kuliah kita kerjakan besok!"
ucap Martin pada Roni dan Sania.
Kenan dan Martin pun berjalan keluar meninggalkan hotel, di susul pak Anton yang langsung sigap menyusul mereka.
"Kenapa kau dengan mudah melupakan ku Kenan? siapa sebenarnya wanita yang bisa mengubah mu, hingga kau berubah tidak seperti dulu."
batin Sania teus melihat punggung Kenan, sampai kenan tidak terlihat pergi ke keluar hotel.
"San, kenapa dari tadi kau murung terus? ada apa?? kau 'kan bisa cerita pada ku!"
ujar Roni dengan menatap wajah Sania sambil memegang tangan nya.
"Tidak apa-apa, aku hanya lelah saja."
jawab Sania sambil menepis tangan Roni dan melangkah pergi menuju kamar hotel.
"Ada apa dengan nya?"
batin Roni merasa haran karena perubahan Sania.
**
Kenan dan martin sedang di dalam mobil menuju ke apartemen Kenan, Martin sedari tadi memperhatikan Kenan memutar otak memilih kata yang cocok untuk mulai bertanya.
"Apa bener kau sudah melupakan Sania?"
akhirnya kata itu yang keluar dari mulut Martin.
"Ternyata kau bodoh sekali ya sampai harus menanyakan nya lagi,"
sahut Kenan sambil menandang kecil kaki martin.
"Aku kan hanya memastikan, aneh saja bukan 'kah dulu kau sangat mencintai nya?"
kilah Martin terus saja ngeyel.
"Aku 'kan sudah bilang aku yang dulu bukan aku yang sekarang!"
jawab datar Kenan yang tak ingin lagi membahas masalah itu.
"Apakah sekarang kau sedang dekat dengan seorang wanita?"
__ADS_1
tanya Martin yang jiwa wartawan nya makin menjadi.
"Iya."
Jawab singkat Kenan sambil memasang senyum kecil di bibirnya, menatap keluar jendela membayangkan setiap tingkah Ze yang selalu membuat nya tersenyum.
"Wah hebat sekali wanita itu, sampai bisa meluluhkan hati laki laki kejam seperti mu."
antusias Martin yang mendapatkan kan fakta baru mengenai kehidupan Kenan sekarang.
"dia memang beda dengan wanita lain."
timpal Kenan yang tak sadar mengucapkan kata itu, karena ia masih memikirkan Ze.
"Sepertinya kau sangat menyukai nya? bagaimana status kalian sekarang? apa kalian berpacaran?"
tanya Martin penasaran.
"Kita di jodohkan, tapi sebelum aku mengetahui bahwa dia wanita yang di jodohkan dengan ku, dia berhasil mencuri perhatian ku saat pertama kali bertemu dengan nya,"
ujar Kenan menceritakan.
"Wah gila, berarti kalian memang berjodoh,"
seru Martin, merasa terkejut mengetahui kebenaran nya.
"Semoga saja." sahut Kenan.
"Apa dia juga menyukai mu?" tanya Martin.
"Entahlah....!" jawab Kenan dengan suara berat nya.
"Ternyata ada juga ya yang tidak bisa kau dapatkan secara instan." ujar Martin sambil tertawa meledak Kena,
hingga mendapat pukulan kecil di bahunya, karena lagi lagi meledak Kenan.
"Kau mau tau dia menyukai mu atau tidak?
coba saja kau telepon dia sekarang mungkin aku bisa menilai diri cara bicara nya,
gue kan selalu mengerti tentang masalah cinta."
ujar Martin dengan ide aneh nya, padahal tadi nya dia hanya bercanda karena terlalu penasaran dengan sosok wanita yang berhasil meluluhkan hati Kenan.
Namun kini dia beruntung karena Kenan mengiyakan nya, walaupun menurut Martin itu sebuah lelucon tapi Kenan tidak menyadari nya.
Kenan pun langsung menelepon Ze dan meloadsepeker hp nya.
Namun membutuh waktu lama Ze mengatakan telepon karena dia sedang melanjutkan istirahat nya setelah tadi di VC oleh Kenan.
Ze yang merasa terganggu dengan suara hp nya, langsung terbangun dan melihat siapa yang memanggil nya.
"Kenapa dia lagi si? bukan nya dia tadi menyuruh ku, untuk beristirahat kembali, kenapa sekarang malah mengganggu lagi?
memang menyebalkan,"
batin Ze menggerutu sambil mengangkat telepon dari Kenan.
"Hai Tuan... bukan kah tadi kau menyuruh ku untuk beristirahat, kenapa sekarang mengganggu lagi?"
ketus Ze dengan nada suara sewot dan suaranya sedikit keras.
Membuat Kenan tersenyum kecil mendengar kata kata Ze yang menurut nya menggemaskan, sedang kan Martin yang mendengarkan, merasa kaget sekaligus lucu, hingga membuat nya ingin tertawa keras, namun mulut nya keburu di bungkam keras oleh tangan Kenan.
"Aku hanya ingin mendengar ocehan mu!"
dengan santai nya Kenan berbicara sambil memasang senyum keci, tidak merasa ada yang salah dengan kata kata nya,
padahal Ze yang di sabrang sana, sudah kesel karena tingkah jahi Kenan yang selalu mengganggu nya.
"Apa sekarang kau yang merindukan ku, sampai sampai kau ingin terus mendengar suara ku?"
Tanya Ze menirukan nada bicara Kenan, mengingat perkataan Kenan saat VC tadi dengan nya.
" Tidak... "
jawab singkat Kenan karena tidak kuat menahan tawanya.
"Ooo benarkah?
kalau memang kau tidak merindukan ku, aku tutup teleponnya, dah Kak Kenan,"
dengan suara yang dibuat buat, dengan bangga kini Ze yang pertama menutup telepon nya, dan di akhir dengan perkataan manisnya.
Membuat Kenan tertegun, senang saat Ze memanggil namanya dengan begitu manis nya seketika dia langsung melebarkan senyumnya.
Pak Anton yang lagi fokus menyetirpun memasang senyum kecil di wajah nya, mendengar percakapan mereka.
__ADS_1
Berbeda dengan Martin yang sedari tadi menahan tawa, kini dia tertawa terbahak-bahak dengan puasa, mendengar perdebatan kecil di antara sepasang manusia yang lagi kasmaran.
"Hahaha...., berani sekali tuh cewek membentak dan berkata sesukanya pada seseorang Kenan yang terkenal kejam, gila banget, dan lebih gila nya lagi kau hanya malah tersenyum menanggapi nya,
memang bucin loe,"
tegas Martin sambil menggelengkan kepalanya mendengar percakapan Kenan dan wanita nya.
"Apa tuh bucin?"
tanya Kenan yang penasaran dengan kata kata martin yang terakhir.
"Orang kejam kaya loe gak akan pernah mengerti bucin, meskipun gue jabarin sekali pun."
jawab Martin sambil menepuk bahu Kenan.
"Gak tau bucin, padahal loe sendiri yang bucin wkwkwk " ~ batin Martin
"Siapa nama nya?
sepertinya kalian cocok sekali,"
tanya Martin yang belum puas dengan ke penasaran nya.
"Zepania."
Jawaban Kenan membuat Martin terkejut, karena dia sering sekali mendengar nama itu.
" Zepania, anak keluarga Nugraha?"
tanya Martin memastikan.
"Kok loe tau? " tanya Kenan kaget.
"Jadi dia benaran Zepania anak keluarga Nugraha?
gila banget loe, bisa di jodohkan sama dia. Semua anak baru di kampus juga tau sama dia, anak anak di kampus yang pernah satu sekolah dengan nya, suka membicarakan nya, menyebarkan gosip dan suka
ngebandingin nya dengan cewek cewek lain.
Kalau cewek lain suka sok anggun berpenampilan cantik yang dibuat buat, untuk menarik para lelaki menggunakan segala cara agar bisa jadi perhatian orang orang dan memamerkan segala kekayaan
orang tua nya.
Berbeda terbalik dengan nya, dia selalu berpenampilan dan bertingkah dengan apa ada nya.
Orang-orang mengenalnya dengan sebutan si gadis dingin, karena dia selalu bersikap dingin pada setiap lelaki yang berusaha mendekati nya.
Namun itu hanya pendapat orang-orang, karena aku sendiri belum pernah melihat nya,
aku hanya pernah mendengar sedikit tentang nya dari Roni, katanya dia dulu satu sekolah dengan nya saat di SMA."
ujar Martin menceritakan gosip yang beredar tentang Ze di kalangan anak anak kampus.
Kenan yang mendengar nya, hanya bisa diam, sepopuler itu Ze di kalangan laki laki. Hingga dia mengingat kembali pertemuan pertamanya dengan Ze, mengingat sikap Ze waktu itu yang sangat dingin pada nya, membuktikan bahwa gosip itu benar ada nya.
Namun tiba-tiba seringai muncul di wajah nya karena mengingat saat Ze tiba-tiba memeluk nya di kegelapan, dan sikap nya yang selalu mudah menempelkan seperti besi yang replek menempel pada magnet,
berarti itu semua hanya Ze lakukan pada nya.
Hingga dia mulai sedikit tentang, dari semua bayangan jelek nya,
dalam pikiran kenan sekarang, mungkin Ze bersikap dingin begitu, karena tau bahwa ia sudah di jodohkan, dan menjaga kepercayaan orang tua nya terhadap Ze. Bahwa dia bisa menjaga kehormatan keluarganya dengan cara tidak melayani laki laki lain karena ia sudah memiliki calon yang di pilihkan orang tua nya.
Sampai terbesit penyesalan dalam hati nya karena dulu dia selalu menjelek jelekan wanita yang akan di jodohkan dengannya.
.
.
.
.
.
.
terimakasih telah membaca novel ku. ๐๐
jika kalian suka cerita nya,
kasih jempol nya ya ๐
jangan lupa komentar ๐ฌ
klik favorit โค
__ADS_1
terimakasih๐๐