Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Teman Kampus


__ADS_3

Kenan dan Ze kini sudah masuk ke ruangan Kenan.


Ini hari pertama Kenan masuk ke ruangan kerja baru nya. Dia sengaja mengajak Ze ke sini, karena memang rasanya hari hari nya serasa singkat dan menyenangkan bila Ze ada di samping nya.


"Kau bisa duduk di sofa, aku harus mengerjakan sesuatu...!"


ujar Kenan yang mulia melepaskan genggaman tangannya dan segera menuju ke meja kerjanya.


"Hari ini kau harus menemaniku seharian, itu hukuman untuk mu, karena berani berbuat lancang mengotak ngatik hp ku...!"


ujar Kenan sambil mendudukan badannya di kursi kerja nya, di akhiri senyuman kecil di bibir nya.


"Hie....! bukan kah tadi kau sudah menghukum ku, kenapa menghukum ku lagi, memang benar-benar menyebalkan... "


batin Ze menggerutu dengan wajah yang cemberut sambil mendudukan badannya di sofa.


"Kerjaan ku tidak akan terasa berat kalau terus melihat mu yang cemberut begitu, menggemaskan sekali...! "


batin Kenan yang mata nya terus melirik Ze yang sedang duduk di sofa.


***


Di sisi lain Sania sedang kesal karena sikap Kenan yang mengabaikan nya, dia


mulai meraih hp yang ada di sakunya.


Mengotak ngatik hp mulai menghubungi Ayah nya untuk menanyakan hotel tempat Kenan bekerja,


karena Ayah nya pasti bakal tau, dimana tempatnya.


Mengingat perkataan sopir nya yang mengatakan bahwa, Ayah nya akan bekerja sama dengan Kenan.


Setelah mengetahui tempatnya, dengan cepat Sania menuju tempat yang di sebutkan Ayah nya, segera masuk mobil dan mulai melaju dengan cepat


"Aku akan melakukan apapun agar kau bisa kembali padaku Kenan...!"


ujar Sania dengan terus melajukan mobilnya,


dengan harapan yang besar bahwa Kenan akan kembali ke sisinya.


**


Ze sudah merasa bosan karena Kenan sangat serius dengan kerjaan nya, mulai mengubah ngubah posisi duduknya.


"Kenapa lama sekali si....!"


batin Ze yang kini mata nya sudah menatap Kenan dengan lekat.


"Dia kalau lagi serius begitu seram sekali, tapi ketampanan nya tidak berkurang sedikitpun..."


batin Ze sambil cengengesan karena bisa puasa memandangi wajah Kenan, tanpa di sadari sang empunya.


Karena waktu yang sudah menjelang sore, Ze pun memberanikan diri untuk memanggil Kenan, merasa sudah lapar karena cacing di perutnya sudah mulai berdemo meminta di isi makanan.


"Hei...!"


"Yhei...!"


panggil Ze namun masih tidak ada jawaban dari Kenan.


"Kak...!"


"Kak....!" panggil Ze dengan suara yang agak keras.


Namun Kenan masih tidak menjawab.


Kenan sendiri padahal sudah mendengar kalau sedari tadi Ze terus memanggil nya,


namun ia ingin tahu, sampai kapan Ze akan memanggilnya seperti itu.


"Kak Kenan....!"


panggil Ze dengan nada keras dan suara manjanya.


"Hemmm....!"


jawab Kenan singkat, padahal dalam hati nya dia sudah senyum senyum senang,


karena akhirnya Ze memanggilnya dengan sangat sopan.


"Kak...! apa masih lama...? aku sangat lapar...!"


ujar Ze yang mulia melemaskan suaranya.


"Kalau ada maunya saja kau bicara manis sekali, memang pintar bersandiwara...!


tunggu! sebentar lagi juga selsai...!$


ujar Kenan.


"Ayolah Kak...! apa tidak ada yang bisa di makan di sini? aku lapar sekali....!"


seru Ze yang sudah melemas kelaparan.


"Tuh ada ..! buku di depan mu, mungkin kau bisa memakannya,"


ledek Kenan sambil memasang senyum jahiliyah.


"Kak Ken....! aku tidak ingin bercanda, aku benar-benar sudah lapar, dimana aku bisa mendapatkan makanan....?" tanya Ze dengan manjanya.


Perkataan Ze membuat keTnan merasa kasihan pada Ze dan mulai membereskan kertas-kertas yang berserakan di atas meja nya.


"Akh...! kau mengganggu sekali...!"


Decak Kenan dengan suara ketusnya,


yang mulai berdiri, dan mengajak Ze untuk turun ke bawah.


Ze yang melihat Kenan mulai melangkah meninggalkan pekerjaannya kini tersenyum senang.

__ADS_1


"Kau masih bisa berjalan kan, ayo turun, kita makan di restoran hotel saja...!"


ujar keYnan sambil mengulurkan tangannya.


"Aku tidak selemah itu kak, sampai tidak bisa jalan gara gara kelaparan, aku bisa jalan sendiri....!"


ucap Ze sambil membangunkan tubuhnya.


Mereka pun langsung turun ke bawah menuju restoran hotel.


"Kau mau makan apa...? biar aku pesanan


kan...?"


tanya Kenan karena memang mereka sudah sampai di restoran hotel.


"Samain saja dengan Kak Kenan...!"


ujar Ze yang sudah malas bicara karena terlalu lapar.


"Apa segitu laparnya...? sepertinya dia tidak menyadari kalau dari tadi dia memanggilku dengan sangat sopan, hahaha lucu sekali...!"


batin Kenan cengengesan, karena gemas melihat tingkah Ze yang menjinak karena kelaparan,


hingga dia refleks memegang lembut kepala Ze, dan berakhir mengacak-acak rambut nya.


"Kak Ken...! aku tidak punya tenaga untuk berdebat denganmu, kenapa kau terus menyebalkan, rambut ku berantakan tau...!"


Ze menggerutu kesal karena keTnan tidak tahu waktu terus saja mengerjainya.


Kenan hanya tersenyum menanggapi ocehan Ze, dan langsung menarik nya pelan menuju meja untuk menunggu makanan nya.


Ze yang sudah terkapr lemas menundukkan kepalanya di atas meja, dia langsung duduk tegak saat sudah tercium harum makanan yang sudah sampai di meja makan nya.


"Wah kayanya enak sekali....! mari makam....!"


dengan antusiasnya Ze melihat makanan di atas meja dan langsung melahap makanan nya, dengan sangat cepat.


"Senang sekali kau melihat makanan sampai sampai melupakan ku yang ada di hadapan mu, memang gadis rakus....!"


batin Kenan sambil menggelengkan kepalanya melihat Ze yang makan dengan lahapnya.


"Hei....! jangan terburu buru, tidak ada yang akan mengambil makanan mu."


seru Kenan sambil terus memandang Ze.


Sampai sampai Kenan mengabaikan makanan nya sendiri. Karena terlalu fokus melihat Ze yang sedang makan.


Akhirnya tidak membutuhkan waktu lama, Ze sudah habis melahap semua makanan nya tanpa ada yang tersisa sedikit pun.


"Ahhh kenyang sekali...!"


ucap Ze sambil memegang perutnya sudah merasa tenaga nya terkumpul lagi.


namun saat dia melihat ke depan nya dia langsung di kejutkan oleh tatapan Kenan, dengan tatapan yang tidak bisa dia artikan.


tanya Ze yang sudah gelagapan.


Kenan hanya diam dan terus menatapnya.


"Hei....! kenapa kau tidak makan...? makanlah makanan mu, kalau sudah dingin jadi nya tidak enak...!"


seru Ze berusaha mengalihkan suasana karena Kenan tidak berhenti menatap nya.


"Kalau sudah punya tenaga, kau lupa lagi dengan panggillan manis mu, dasar menyebalkan.....!"


batin Kenan menggerutu kesal.


"Aku sudah kenyang hanya dengan memandang mu yang makan dengan begitu lahapnya , kalau kau masih mau lagi kau bisa memakan punya ku....!"


ujar Kenan sambil mendorong piring makanannya ia dekatkan ke depan Ze.


"Mana ada orang bisa kenyang hanya dengan melihat orang makan saja, konyol sekali.


Kau harus makan kalau tidak kau bisa sakit....!"


ucap Ze dengan begitu polos nya, hingga membuat Kenan tersenyum kecil mendengar nya.


"Jangan bilang kalau kau tidak bisa makan kalau tidak ada yang menyuapimu...!"


ujar Ze yang sudah mulai kesal karena Kenan belum juga mengambil makanan nya.


Kenan hanya menaikan kedua pundaknya dan memasang senyum kecil di bibir nya.


"Memang merepotkan sekali....! bukan mulut mu....!"


dengan sedikit kesal kini Ze mulai menyuapi Kenan.


Sedangkan Kenan sendiri sudah cengengesan dalam hati nya dan menerima suapan Ze.


Namun setelah beberapa suapan Ze menyuapi Kenan, mereka di kagetkan oleh orang yang tiba-tiba ada di samping mereka.


" Kenan..... !"


panggil Sania yang merasa terkejut melihat kedekatan Kenan dengan wanita yang ada di depan nya,


"Dia siapa kamu kenan....? sampai sampai dia sedekat itu dengan mu...? "


batin Sania yang merasa sakit melihat kedekatan Ze dan Kenan.


Bukan hanya Sania yang terkejut, Kenan juga terkejut karena kehadiran Sania yang tiba-tiba bisa berada di samping nya.


"Kenapa dia ada di sini?? tidak mungkin dia terus mengikuti ku kan?! "


batin Kenan.


Ze yang gak kalah terkejut karena tiba tiba ada wanita cantik yang muncul di hadapan nya. Apalagi wanita cantik itu langsung memanggil nama calon suaminya,


hingga membuat Ze bertanya tanya dalam hati nya.

__ADS_1


"Maaf apa kehadiran ku mengganggu....?


tanya Sania tanpa merasa bersalah.


Membuat Kenan dan Ze tidak bisa berkata kata.


Kenan hanya memalingkan wajahnya kesal sambil terus mengunyah makanannya yang ada di mulut nya, tanpa mempedulikan kehadiran Sania yang ada di samping nya.


apalagi Ze yang tidak tahu siapa wanita yang ada di hadapannya itu dia hanya melohok melihat nya.


"Maaf aku teman kampus nya Kenan! bisa kah aku gabung dengan kalian...?"


ujar Sania berusaha menjelaskan karena melihat wajah Ze yang terlihat kaget.


"Ooh temannya Kak Kenan ya...!" silahkan Kak, kursi nya juga memang masih kosong."


seru Ze mempersiapkan Sania duduk,


dan langsung mengarah melihat Kenan berusaha mencari jawaban dari Kenan.


Kenan yang melihat Ze sedang menatap nya seolah mengerti arti tatapan Ze, dan langsung menganggukkan kepalanya, mengiyakan bahwa Sania adalah teman kampus nya.


"Sania....!"


ucap Sania yang sudah duduk mulai memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum manis menatap Ze.


"Zepania....! panggil saja Ze."


jawab Ze dan membalas uluran tangan Sania di akhir dengan senyuman nya.


"Wah hebat sekali dia baru masuk satu hari di kampus saja sudah punya temen cantik. "


batin Ze yang masih kagum melihat kecantikan Sania.


"Kenan...! kenapa kau tidak memperkenalkan dia...? kalian sepertinya dekat sekali....!"


tanya Sania pada Kenan sambil terus menatap wajah Kenan.


"Dia calon istr....."


ujar Kenan menjawab pertanyaan Sania, namun sebelum Kenan bicara dengan jelas Ze sudah cepat membungkam mulut kenan dengan suapan makanan yang Ze suapkan secara mendadak yang mau tidak mau Kenan langsung melahapnya.


"Maaf ya Kak....! Kak Kenan memang selalu asal bicara....!"


ucap Ze dengan senyum yang di buat buat, karena lagi lagi Kenan tidak bisa menjaga kata kata nya.


"Zepania....! kalau kau mendadak menyuapimu seperti itu, yang ada aku malah tersedak bukan nya kenyang....!"


ujar Kenan merasa kesal karena Ze menghentikan kata kata nya.


"Maaf....!"


ucap Ze dengan tersenyum manis dengan nada suara manjanya.


Sania malah semakin kesal karena melihat tingkah mereka berdua.


"Sepertinya kau banyak berubah ya...?"


seru Sania mengingat Kenan yang dulu tidak pernah suka jika Sania ingin menyuapinya, karena dulu menurut Kenan itu sesuatu sangat menggelikan.


"Apa Kak Sania sangat mengenal dekat Kak kenan...!?"


antusias Ze bertanya pada Sania karena ingin tahu banyak mengenai kehidupan Kenan.


Kenan yang melihat Ze yang malah antusias meladeni kegilaan Sania, kini mulai berdiri dan meraih tangan Ze dan mengajaknya pergi dari sana.


Ze yang merasa kaget karena Kenan tiba-tiba menarik nya hanya bisa ikut melangkah mengikuti Kenan.


"Ekh...! Kak Sania maaf ya kita pergi dulu...!"


ujar Ze sambil membungkuk karena terkejut oleh tingkah Kenan yang tiba-tiba menarik tangannya dan mengajaknya pergi.


"Hei...! kenapa temannya di tinggal...? kasihan tau...!"


ujar Ze yang pandangan nya terus melihat ke arah Sania yang di tinggalkan sendirian.


"Dasar gadis bodoh...!dia itu sedang manas manasin kamu, kenapa kamu malah meladeninya. tidak peka sekali."


batin Kenan yang terus menarik tangan Ze, hingga mereka masuk lift dan kembali ke ruangan Kenan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf ya bagi yang minta up banyak πŸ™πŸ™


aku baru bisa up nya segini πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜


karena menurut ku segini juga udah banyak πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


semoga kalian terhibur 😊😊


jangan lupa like nya ya πŸ˜‡πŸ˜‡


terimakasih πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2