Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Tidak Bisa Masak


__ADS_3

Kenan dan Ze kini mereka sudah terkapar duduk di sofa setelah menghabiskan pizzanya sampai tak tersisa sedikitpun,


Ze yang sudah merasa kenyang langsung menyandarkan tubuhnya di sofa dan menselonjorkan kakinya.


matanya terus saja menatap Kenan yang ada di sampingnya karena dia merasa sepertinya hari ini suaminya sangatlah berbeda.


namun tatapannya tiba-tiba di kaget kan dengan tingkah Kenan yang langsung menidurkan kepalanya di pangkuan Ze dan langsung memegang tangan Ze mengarahkannya ke kepalanya agar dia bisa mengelus-ngelus nya.


"aku sangat pusing sekali, bisakah kau memijat kepalaku?"


seru Kenan dengan tangannya memegang punggung tangan Ze, dan menggerakkan nya. agar telapak tangan Ze bisa mengelus ngelus kepalanya.


"apa kepala nya tadi terbentur ya?? kenapa kelakuannya jadi manja begini?!",


batin Ze yang sudah cengengesan melihat kelakuan suaminya. sambil perlahan memijat kepala Kenan pelan.


"apa Kak ken sakit?"


"tidak,,! hanya ingin tidur di pangkuan istri ku saja, dan ternyata nyaman sekali"


ucap Kenan dengan senyum kecil nya, dengan mata yang terus menatap Ze.


hei kenapa menatap ku seperti itu, jantung ku saja belum berdetak dengan benar karena kelakuan mu tadi, kenapa sekarang sudah membuat ku, sepor jantung lagi gara gara tatapan mu itu.


merasa makin gugup akhirnya Ze memalingkan pandangannya dari Kenan, dan melihat arah lain.


Kenan yang menyadari tingkah malu malu Ze dia malah bersemangat untuk terus menggoda Ze.


"Yang!!"


akhirnya kata itu yang keluar dari mulut Kenan, hingga membuat Ze langsung melihat ke arah Kenan dan langsung melebarkan matanya kaget.


"yangg!!"


lagi lagi Kenan memanggil Ze dengan panggilan sayang. dengan memasang senyum kecil di bibir nya.


hei dari mana kau mendapatkan panggilan seperti itu,menggelikan sekali tau


"yangg"


ke tiga kali nya Kenan memanggil Ze. membuat Ze langsung refleks menutup mulut Kenan. karena merasa tidak nyaman bila Kenan memanggil nya seperti itu.


"hei,, panggil saja nama ku, jangan memanggil seperti itu,menggelikan sekali tau"


protes Ze yang merasa aneh bila seorang KENAN memanggilnya dengan panggilan sayang, berasa sangat menggelikan terdengar di telinga nya.


mendengar ocehan Ze. Kenan malah semakin melebarkan senyumnya. meraih tangan Ze yang menutupi mulutnya, membalikkan telapak tangannya dan berakhir dengan mengecup punggung tangan Ze. dan kecupan ke dua mendarat persis di atas cincin yang menjadi bukti pengikat hubungan mereka yang tersemat di jari manis Ze. sambil terus menatap Ze, dengan senyum yang terus terukir di bibir nya.


jantungku mungkin akan benar benar terlepas dari tempat nya. kalau kau terus memperlakukan ku seperti ini Kak Ken.


"kau meras pusing kan, tidur lah!! jangan banyak bergerak dan bicara, kalau tidak aku akan menurun kan mu dari pangkuanku."

__ADS_1


ujar Ze yang kini tangan yang satu nya lagi menutup mata Kenan mengusap nya dengan lembut, karena Ze sudah tidak bisa tenang jika Kenan terus menatapnya seperti itu.


menggemaskan sekali dia kalau sudah malu malu seperti itu hahahaha


dari pada memejamkan matanya Kenan malah terus saja bicara.


"Ze !! mau ikut ke suatu tempat?"


akhirnya Kenan memanggil Ze dengan panggilan nama lagi


karena sebenarnya Kenan juga masih merasa canggung jika harus memanggilnya dengan panggilan sayang.


bukan tanpa alasan karena memang Kenan belum pernah bicara secara langsung kalau dia mencintai Ze, dan Ze pun belum jujur kalau sebenarnya dia juga sudah mulai mencintai Kenan.


mereka hanya biasa mengekpresikan perasaan nya. namun belum juga saling mengungkapkan.


"kemana Kak?"


"ayo ikut saja nanti juga tahu?!"


Kenan pun mulai membangunkan badan nya. dan mulai berdiri sambil meraih tangan Ze agar dia mengikuti nya.


tanpa penolakan Ze pun mengikuti Kenan di belakang nya meski dia belum tau sebenarnya Kenan mau mengajak nya ke mana.


Kenan dan Ze pun mulai turun ke bawah, berjalan dengan beriringa dengan tangan Kenan yang tidak lepas merangkul pinggang Ze. sampai mereka berada di parkiran mobil.


Kenan langsung menyuruh Ze untuk masuk ke dalam mobil yang telah ia buka kan pintunya. dengan sigap Ze pun langsung masuk ke dalam.


dengan cepat Kenan langsung masuk dan mulai melaju kan mobilnya.


Ze yang merasa penasaran bertanya tanya sebenarnya suami nya itu mau mengajak nya ke mana.


"ikut saja nanti kau juga akan tau!"


Kenan pun terus fokus menjalankan mobil nya.tanpa mempedulikan Ze yang sudah di buat kebingungan karena ajakannya.


setelah satu jam perjalanan kini Kenan mulai menepikan mobil nya berhenti di sebuah supermarket.


"apa kita sudah sampai?"


tanya Ze yang mulai melihat keluar sambil mulai melepaskan sabuk pengaman nya.


karena melihat Kenan yang sudah terlihat akan keluar.


"kita belanja dulu untuk persiapan nanti di sana, "


Kenan pun mulai turun dan di ikuti Ze di belakang nya. dan masuk ke supermarket itu.


saat sudah masuk di dalam Kenan langsung mengambil troli untuk membawa barang belanjaan nya. dan langsung berjalan menuju arah barang yang akan mereka beli.


"kenapa dia terlihat lihai sekali, seperti sudah terbiasa belanja sendiri"

__ADS_1


"ambillah cemilan yang kau suka, untuk persediaan nanti, di sana jauh dari keramian, kalau tidak membawa persediaan makanan dari sini, kau akan sulit mendapatkan makanan di sana."


Kenan pun mulai mengambil satu persatu makanan dan minuman yang sekiranya ia inginkan.


begitu pun dengan Ze yang terus mengikuti Kenan di sampai nya.


"sekarang kita mencari bahan makanan yang akan di masak untuk makan malam nanti. bukannya kau selalu saja mudah lapar?."


Kenan pun mulai mendorong troli nya menuju arah dimana bahan bahan masakan berada..


"kenapa masih diam? ayo ambil apa yang akan kita masak nanti!!"


seru Kenan yang melihat Ze masih bengong berdiri hanya melihat ke sekitar nya saja.


"bagaimana aku akan memilih nya,aku saja tidak tau akan masuk apa? dan apa saja yang harus di beli? aku kan baru pertama kali belanja seperti ini di tambah lagi aku kan tidak bisa masak!"


Kenan yang melihat ekspresi Ze yang hanya melohok , dia langsung bisa menafsirkan bahwa istrinya itu tidak tau menau soal masak memasak.


"hei gadis rakus, kalau kau suka makan setidaknya kau harus belajar memasak, apalagi sekarang kau mempunyai suami yang harus kau layani , jangan hanya bisa nya makan doang"


ledek Kenan dengan memasang senyum jahil nya, sambil mencubit ujung hidup Ze. merasa gemas melihat ekspresi polos istrinya itu.


waaaa dia memang selalu tau apa yang aku pikiran, kau bebas meledek ku sesuka mu.huahuahua.


Ze yang merasa malu mendengar kata kata Kenan yang memang benar adanya dia hanya memasang senyum lebar yang di paksakan.


"iya nanti aku akan belajar, kemarin kemarin kan aku sibuk sekolah jadi aku tidak sempat untuk belajar masak"


ucap Ze dengan suara memalas dan kini dia berjalan di belakang Kenan.


Kenan pun mulai melangkah kaki nya,dengan cekatan dia langsung memilih bahan bahan yang sekiranya bisa cepat tersaji, mengingat di tempat yang akan mereka datangi tidak ada pelayan yang akan membantu mereka.


lagi memilih bahan masakan aja di terlihat keren sekali, di lihat dari segi manapun kau memang keren Kak Ken.


di saat Kenan memilih bahan makanan, semua mata yang juga sedang berbelanja di sana langsung tertuju pada Kenan.sambil terus berbisik bisik, entah apa yang mereka bicarakan.


karena kini Kenan sedang berada di bagian tempat bumbu masak. dan mulai memilih apa yang dia butuhkan.


"Kak, !! sepertinya semua orang melihat ke arah kita"


ucap Ze sambil mendekati Kenan dan melingkarkan tangan nya ke tangan Kenan.


meras risi melihat sorot mata orang orang yang melihat ke arah mereka.


"mereka pasti heran melihat ketampanan suami mu ini, di tambah lagi aku yang memilih bahan bahan di area yang biasanya hanya di datangi oleh kaum ibu ibu saja"


bisik Kenan di telinga Ze, dengan memasang senyum kecil dan langsung merangkul pinggang Ze.mengajaknya untuk langsung ke kasir. Karen semua kebutuhan mereka sudah terambil semuanya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2