Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Marah


__ADS_3

"Kak ayo pulang... apa masih belum selesai..!"


rengek Ze yang sudah merasa bosan setengah hari harus duduk di kantor, karena memang belum terbiasa.


"Sebentar lagi Ze...!"jawab Kenan yang masih berkutat dengan pekerjaan nya.


"Huh... lama sekali, apa harus ku bantu?!" gerutu Ze sambil menoleh kan kepalanya melihat pergerakan Kenan.


"Sebentar lagi juga beres yangk..!" sahut Kenan dengan seriusnya.


"Iya cepetan, aku sudah lapar sekali Kak. Aku duduk di sofa aja, rasanya pegal sekali.!"


Ze pun langsung melangkahkan kakinya.


Setelah beberapa lama Kenan baru selesai dengan pekerjaan nya. Dan mulai membereskan berkas berkas di atas meja kerjanya.


Setelah membereskan semuanya, Kenan pun langsung beranjak berdiri menghampiri Ze.


"Ayo pulang! aku sudah beres!" ajak Kenan sambil mengulurkan tangannya.


"Sudah beres ya..!" sahut Ze dengan tersenyum manis, sambil menerima uluran tangan Kenan.


Kenan dengan cepat langsung menarik Ze ke samping nya, dan langsung melingkarkan tangan nya di pinggang Ze. Sambil mulai melangkahkan kaki berjalan ke luar.


"Mau makan malam apa sekarang? mau di rumah atau makan di luar.?" tanya Kenan sambil melangkahkan kakinya.


"Sepertinya kalau makan di luar akan lebih seru deh Kak, makanannya apa aja yang penting enak!" jawab Ze antusias.


"Kalau gitu kita makan di restoran dekat kantor aja,! di sana lumayan enak-enak makanannya!" ajak Kenan. Sambil mempererat rangkulan nya.


"Iya aku mah ngikutin Kak Ken aja!"


Langkah mereka kini mendekati lift untuk turun ke bawah.


Saat pas di depan lift ternyata pintu lift sudah terbuka dan ada Angel di sana yang sama sama akan turu.


"Ekh wanita yang tadi.!" batin Ze kaget saat melihat Angel. hingga tatapan mereka bertemu dengan waktu yang cukup lama.


"Ekh Embak yang tadi ya..!" sapa Ze basa basi.


Angel hanya tersenyum yang di buat buat tidak ingin menjawab sapaan Ze.


"Kenapa harus bertemu dengan dia lagi si, sengaja sekali dia memanggil ku Embak..!


menyebalkan sekali!"


batin Angel menggerutu merasa kesal bertemu lagi dengan Ze.


apalagi melihat mereka yang terlihat sangat mesra dengan tangan Kenan yang terus melingkar di pinggang Ze.


Ze dan Kenan pun langsung masuk lift dan berdiri di depan Angel.


"Haduh tuan Tampan kenapa kau sudah menikah si, ingin sekali aku bersanding di samping nya" batin Angel berharap, dengan mata terus memperhatikan Kenan di depannya.


Saat di dalam lift tiba-tiba ponsel Ze berbunyi, hingga Ze langsung bergerak dari rangkulan Kenan.


"Maaf Kak..!" Ze mulai bergerak mengambil ponsel nya. Kenan pun mulai melepaskan tangan nya.


"Siapa..?!" tanya Kenan.


"Pano..?!"


"Gak usah di angkat!"


Ze pun langsung menyimpan lagi ponselnya.


"Dari kemarin Pano nanyain kapan mengundang mereka untuk makan malam!"


ucap Ze menceritakan, sudah tau pasti Pano akan menanyakan lagi soal undangan makan malam dari suaminya.


"Nanti aja kalau Weekend, kalau hari hari bisa sibuk kerja!" sahut Kenan.


"Iya nanti aku kabarin mereka."


"Rani dan Pano udah jadian Kak. makanya si Pano ngeyel ingin makan malam bersama karena ingin memperlihatkan kemesraan mereka kepada kita" ucap Ze sambil mendongkangkan wajahnya ke atas melihat wajah Kenan


" Lihat saja nanti , lain kali


Aku akan sengaja mencium bibir mu di depan mereka,.! " ucap Kenan sambil merangkul pundak Ze. dan berakhir mengecup pipi pipi cabi istrinya.


Membuat Ze langsung terkejut, merasa malu karena ada orang di belakang mereka.


"Kak Ken.!" gerutu Ze sambil mencubit perut Kenan.


" Sakit Yangk..!" rengek Kenan.


"Makanya jangan seenaknya kalau di tempat umum!" umpat Ze menasehati Suaminya.


"Seenaknya pada istri sendiri tidak apa apa kan Ze..!" goda Kenan sambil Mengacak-acak rambut Ze.


"Terserah...!" ketus Ze sambil merapihkan rambut nya.


"Hahaha... kalau cemberut kau makin cantik Ze!" goda Kenan dengan tersenyum girang.


"Kenapa aku merasa jadi obat nyamuk di sini, tidak menghargai orang sama sekali!"


batin Angel yang melihat pergerakan dua orang di depannya, hanya bisa mengeram kesal.


karena malah di suguh kan dengan pemandangan yang membuat nya menjadi kebakaran jenggot.


"Hei.. romantis sekali si Tuan Kenan itu, andai saja aku yang ada di samping nya!" Batin Angel, penuh harap.


Kini pintu lift.


Kenan dan Ze keluar terlebih dulu, di susul Angel berjalan di belakang mereka.


Dan langsung berjalan berlawanan, rasanya tidak ingin melihat lagi, pemandangan yang melukai hati nya. karena dalam pikiran nya, Tuan Kenan harus menjadi miliknya.


Kenan dan Ze kini berjalan makin ke depan, hingga mereka beepapasan dengan Asisten Ayah Surya.


"Nona Muda ada di sini..!" sapa kaget asisten Surya. Saat melihat Ze dan Kenan berjalan melewati nya, di dekat loby.


"Iya Pak..!" jawab Ze dengan tersenyum ramah.


"Ayah mana Pak..!"


"Itu Non..!' tunjuk asisten Surya, menunjukkan Surya yang sedang berbincang dengan rekan kerja nya.


"Makasih ya Pak!"

__ADS_1


Ze pun langsung menarik tangan Kenan untuk menghampiri Surya.


"Kemana Ze..? Ayah sedang berbincang dengan rekan kerja nya, jangan di ganggu.!"


"Hanya ingin menghampiri Ayah sebentar saja Kak!"


Mau tidak mau Kenan pun mengikuti kemauan Ze, menghampiri Ayahnya.


"Hallo Ayah..!" sapa Ze sambil mulai mengulurkan tangannya berbungkuk menyalami Surya.


"Ze sayang kau di sini?" ucap kaget Surya.


"Iya Yah..!"


Karena melihat kedatangan Ze dan Kenan. Rekan Surya pun langsung berpamitan pada Surya karena memang urusan mereka sudah selesai.


"Kenapa gak nyamperin ke Ayah dari tadi kalau sedang di sini!" tanya Surya.


"Ze takut mengganggu Ayah jadi Ze tidak menghampiri Ayah!"


"Tidak akan pernah mengganggu sayang, datang saja ke ruangan Ayah.!" Tukas Surya sambil mengelus kepala Ze.


"Hemmm...sebenarnya yang di sini anak Ayah siapa ya?? perasaan aku gak pernah di sapa se ramah itu oleh Ayah saat di kantor" celetuk Kenan karena merasa terabaikan.


Membuat Surya dan Ze langsung tersenyum, menggelengkan kepala mendengar ocehan Kenan.


"Mau pulang sekarang!!?"


tanya Surya.


"Tidak Yah, kita makan malam dulu di luar, apa Ayah mau gabung dengan kita?" tawar Ze.


"Tidak sayang Ayah harus segera pulang, harus bersiap siap ada urusan bisnis di luar kota, lain kali aja ya!"


"Baik Yah..!"


"Oh Ken... Ada undang pesta besok malam dari keluarga Baron, kamu gantikan Ayah ya, Sepertinya Ayah akan lama di luar Kota, jadi tidak bisa menghadiri undangan mereka, Ayah tidak enak hati jika tidak menghadiri nya!" pinta Surya.


Seketika raut wajah Ze jadi berubah, mendengar permintaan Ayahnya.


Entah kenapa hatinya tidak mengikhlaskan jika suaminya harus menuruti kemauan Ayah, mendengar nya saja merasa tidak senang apalagi harus menghadiri undangan nya.


"Kenapa Ayah menyuruh Kak Ken, menghadiri undangan itu, apa Ayah tidak tau kalau itu orang tua mantan nya Kak Ken.


Kalau Kak Ken ke sana pasti Sania juga ada di sana.!" batin Ze mengeluh, perasaan nya jadi tidak senang, mungkin itu bawaan kandungan nya, yang makin sensitif akhir akhir ini, Takut Suaminya akan berpaling dari nya.


"Iya Yah Ken akan menghadiri nya!"


jawab patuh Kenan.


"Kenapa Kak Ken, malah menyetujui kemauan Ayah. tidak peka sekali!" batin Ze menggerutu.


"Baiklah Ayah duluan ya, hati hati, jangan pulang terlalu malam, kasihan cucu Ayah!" pamit Surya sambil mengelus kepala Ze.


"Iya Yah, kita juga pulang sekarang aja,!" jawab Ze dengan menundukkan kepalanya.


rasanya jadi tidak ada mood untuk makan malam di luar.


"Ayah duluan ya!"


Surya pun langsung bergegas pergi di ikuti asisten nya.


"Kenapa gak jadi makan di luar,? ini belum terlalu malam, tidak apa apa cuma makan malam saja, dan setelah itu kita langsung pulang!"


"Di rumah aja Kak.!"


sahut Ze masih menundukkan kepalanya, karena merasa kesal pada Kenan.


"Iya terserah kau saja, ayo pulang,!" ajak Kenan sambil meraih tangan Ze,


Namun dengan cepat Ze menepis nya.


Dan dengan cepat berjalan ke luar.


"Dia kenapa, mendadak seperti itu!"


Batin Kenan, heran melihat perubahan Ze.


***


Di sisi lain di sebuah cafe.


Dari tadi Angel terburu buru pulang dari kantor tempat nya magang. karena ada telepon dari temannya dan mengajak ketemuan di sini.


"Hei San..!" sapa Angel pada Sania dan langsung duduk di meja bergabung dengan nya.


"Kenapa lama sekali..?" sahut Sania.


"Sorry... kerjaan gue numpuk sekali, jadi baru kelar!"


"Emang loe magang di mana?? kayaknya ketat amat tempat loe kerja!" tanya Sania.


"Di AH GROUP San, hebat kan gue bisa di terima kerja di sana, " jawab Angel antusias.


"Keluarga Wijaya ya!"


"Iya.. ini minuman gue kan, gue haus banget San, kayak di bakar api gue pulang dari kantor!"


Angel pun langsung meneguk minuman di depan nya, tanpa mendengar jawaban dari Sania.


Sania hanya melohok melihat pergerakan teman nya itu.


"Ekh kalau loe magang di mana San.?!" tanya Angel.


"Di perusahaan pacar gue!' jawab Sania


"Loe udah balikan ama mantan mu itu?"


tanya Angel antusias.


"Bukan dia, pacar gue beda lagi,!"


"Kirain loe udah balikan!"


"Gak mungkin lah, dia udah punya bini, masa harus terus gue kejar, kayak gak ada laki-laki lain saja.


mereka sudah bahagia gue gak mungkin merusak hubungan mereka."


jelas Sania.

__ADS_1


"Ekh tau gak, di kantor menejer gue, Ganteng banget San.. tapi sayangnya dia udah punya bini,!"


antusias Angel menceritakan.


"Jangan bilang loe mau jadi pelakor ya!" ucap Sania sudah tau kebiasaan temannya,


"Hehe.. habis cakep banget si San...


Dan istrinya nyebelin banget, kesal gue ama dia, masa gue cantik gini di panggil Embak.!"


umpat Angel kesal.


Sania hanya tersenyum mendengar curhatan teman nya.


"Lihat saja, gue goda tuh suami nya, biar dia tau rasa!" imbun nya lagi, rasanya belum puas melampiaskan kekesalan nya.


"Jangan kejam kejam, kena karma tau rasa loe!" timpal Sania menasehati Angel dengan tawanya.


"Udah lah, jangan ngebahas itu lagi, gue sebel banget kalau ngebayangin cewek itu!"


"Ada acara apa nih, tumben ngajak ketemuan di sini?" tanya Angel.


"Gue cuma mau ngundang loe, Ayah ngadain acara ulang tahun gue, agak sedikit mewah karena sekalian ngundang teman teman kerja Ayah, loe datang ya, Acaranya besok malam.


Entar gue kenalin ma cowok baru gue.!"


seru Sania.


" Dengan senang hati, buat loe apa sih yang enggak!" sahut Angel.


"Awas ya kalau loe sampai lupa..!"


"Iya.. " jawab Angel.


***


Di kediaman keluarga Wijaya.


Setelah menjalankan makan malam Kenan dan Ze langsung ke kamarnya untuk istirahat.


Kenan dari tadi di buat heran dengan perubahan tingkah istrinya.


Mendadak jadi dingin pada nya.


~


Kenan baru keluar dari kamar mandi setelah membersihkan badan nya.


"Kenapa Ze jadi cemberut seperti itu!" batin Kenan di bikin heran oleh perlakuan istrinya.


Kenan kini mulai melangkahkan kakinya mendekati Ze yang sudah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dengan mengenakan selimut hampir menutupi semua bagian tubuhnya.


"Ze..." panggil Kenan, berusaha mengetahui apa kesalahan nya.


Namun Ze tidak ada jawaban.


"Ze...!" panggil Kenan lagi kini Kenan duduk di sampai Ze.


"Bicara lah, jangan mendiamkan ku seperti ini.?" ucap Kenan sambil mengelus badan Ze yang terhalang selimut tebal nya.


Namun Ze masih tidak ada pergerakan sedikit pun.


"Hei... bicara lah, apa salah ku? kalau ada permasalahan bicarakan, agar aku tau kesalahan ku?"


ucap Kenan terus membujuk Ze.


"Tidak ada apa-apa aku hanya ngantuk saja?!"


jawab Ze dengan dingin nya.


Seketika Kenan langsung memasang senyum di bibirnya, mulai mengingat kenapa Ze sampai se marah itu pada nya.


Dengan cepat Kenan langsung berbaring di atas tempat tidur, dan langsung masuk di selimut yang di pakai Ze.


"Apa kau tidak kepanasan memakai selimut setebal ini!"


goda Kenan, sambil menggerakkan tangan nya, dan mulai memeluk Ze dari belakang.


"Awas jangan mendekati ku!" gerutu Ze karena masih kesal pada Kenan.


"Kenapa...?? kau marah pada ku?" goda Kenan, malah mempererat pelukannya, dan berakhir mengecup tengkuk Ze.


Namun Ze hanya diam saja, diam tanpa pergerakan.


"Bukan kan sudah ku bilang. Dalam urusan bisnis kita harus profesional. Aku akan menghadiri undangan nya karena menghargai mereka saja."


"Kau takut aku akan macam macam dengan Sania?


Kenapa tidak percaya pada ku?


aku tidak akan berpaling dari mu Ze.!


Tidak mungkin aku akan macam macam dengan wanita lain, kau segalanya untuk ku sayang.!" ucap Kenan berusaha meyakinkan Ze dan meredakan amarah nya.


"Lagipula aku tidak akan menghadiri nya tanpa di temani oleh mu, aku akan pergi jika kau mau menemani ku ke sana!" ucap nya lagi, mencoba menenang Ze.


Kenan kini menarik badan Ze, hingga mereka saling berhadapan.


"Liat aku!" seru Kenan sambil mengangkat wajah Ze.


hingga mata mereka saling memandang.


"Kau percaya kan pada ku?" tanya Kenan, dengan terus menatap Ze.


Ze tidak berani berkata kata, dia hanya menganggukkan kepalanya.


Seketika Kenan langsung tersenyum.


merasa gems melihat kecemburuan istrinya.


"Jadi princess... maukah kau menemani ku ke sana?" tanya Kenan dengan godaan nya.


"Iya..!" jawab Ze malu malu, dan langsung memalingkan wajahnya.


"Terimakasih!!" ucap girang Kenan sambil menarik pelan wajah Ze dan langsung memposisikan wajah nya.


"Love you My Princess"


Kenan pun langsung mencium bibir Ze dengan penuh kasih sayang dan penuh dengan kebuasan.

__ADS_1


.


.


__ADS_2