
HAPPY READING GUYS 🤗🤗🤗
---------------------------------------------
Pagi hari di keluarga Wijaya.
para pelayanan sudah berlalu lalang mengerjakan pekerjaan mereka, sesuai bagian bagian nya.
Terlihat Angga dan Widi sudah duduk di meja makan untuk melakukan sarapan.
Berbeda dengan Kenan yang terlihat baru masuk rumah dengan keringat yang bercucuran membasahi seluruh tubuhnya, dia mulai melangkah menuju ruang makan untuk bergabung dengan orang tua nya.
"Hei bersihkan badan mu dulu!"
seru Widi melihat anak nya duduk di kursi kosong di dekat Ayah nya.
"Aku lelah Bun, sudah lama aku tidak lari pagi, rasanya otot-otot ku kaku sekali."
ujar Kenan sambil mengambil jus yang ada di depan nya, dan langsung meneguknya.
Widi pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya.
"Apa kau sudah membicarakan soal pernikahan kalian dengan Ze?"
tanya Surya.
"sudah Yah. Kelulusan nya minggu depan, mungkin setelah itu kita bisa membicarakannya lagi dengan om Angga dan memilih waktu yang tepat untuk melangsungkan pernikahan,"
jawab Kenan.
"Wah bagus dong, lebitu cepat lebih baik."
timpal Widi merasa senang.
"Kapan kau akan membantu Ayah mengurus perusahaan? bukankah sekarang kau sudah menerima perjodohan ini, mau sampai kapan kau menutupi identitas mu?"
tanya Surya.
"Aku masih kuliah yah, aku masih belum siap turun langsung di perusahaan pusat kantor Ayah, aku masih ingin menikmati kehidupan ku yang sekarang,
lagi pula aku juga sekarang bekerja di cabang perusahaan Ayah di bidang perhotelan, itu juga sama 'kan dengan membantu Ayah."
ujar Kenan menjelaskan.
"Terserah kau saja, memang dari dulu kau suka bertingkah sesukamu."
ujar Surya.
"Lalu bagaimana nanti pernikahan kalian?
semua orang pasti akan tahu kalau kau adalah anak kami.
timpal Widi bertanya.
"Pernikahan nya di rahasiakan saja, apa susahnya."
jawab Kenan dengan santai sambil melangkah pergi meninggalkan meja makan.
"Memang selalu sesukanya dia bicara "
batin Surya sambil menggelengkan kepalanya.
***
Ze sedang tiduran di kasur kamar nya, mata nya terus memandangi cincin yang terpasang di jarinya.
Cincin yang menjadi pengikat hubungan nya dengan Kenan, namun menjadi beban baginya karena hubungan itu terikat hanya karena perjodohan, bukan karena dasar ikatan perasaan Cinta.
"Hei Kenan nyebelin! kau sengaja 'kan menerima perjodohan ini karen ingin terus mengerjaiku, kenapa kau baru datang dan menerima perjodohan nya sekarang, kalau bukan karena ingin mengerjaiku sampai kau puas. Bukankah sedari dulu kau menutupi identitas mu karena tidak ingin di jodohkan dengan ku, kenapa sekarang malah kau datang dengan sendirinya, dan kau mengatur semuanya sesuka mu, kau memang menyebalkan."
ujar Ze sambil menonjok nonjok bantal tidur nya membayangkan bahwa itu Kenan.
Aktivitas nya kini terhenti karena ada panggillan masuk pada hp nya, Ze pun langsung meraih hp nya dan langsung melihat siapa yang menghubungi nya.
"Wah panjang umur dia, aku lagi memakainya dia malah muncul menghubungi ku,
apa mungkin dia punya Indra ke enam sampai tau kalau aku memakai nya, aaakhh tidak mungkin kalau sampai benar ****** lakh aku,"
Ze pun langsung mengangkat telepon dari Kenan.
"Aku akan menjemput mu satu jam lagi! cepat siap-siap! jangan banyak tanya! lakukan saja."
seru Kenan tanpa basa-basi, namun Ze tetap diam karena kesal.
"Tuh 'kan dia mah nyebelin, selalu bertingkah sesukanya saja." batin Ze.
"Kau mendengar ku atau tidak?"
tanya Kenan dengan suara tinggi karena Ze tidak bersuara sedikit pun.
" Iya, iya aku akan bersiap-siap."
jawab Ze dengan cepat karena sudah takut mendengar suara Kenan.
*
Satu jam kemudian Ze sudah siap dengan penampilan nya, sebuah pesan masuk dari Kenan muncul di layar hp nya dengan sigap Ze langsung membacanya, takut Kenan akan marah lagi.
"Aku sudah di bawah dengan Ayah dan Ibu mau cepatlah turun!"
"Dia sudah di sini, ternyata di sangat disiplin sekali dengan waktu."
ujar Ze sambil melangkahkan kakinya turun ke bawah.
Saat sampai di bawah Ze melihat Kenan sedang berbicara dengan kedua orang tua nya. Kenan sedang meminta izin pada Angga untuk mengajak anak gadis nya keluar dengan nya.
"Cepat sekali dia akrab dengan Ayah dan ibu, emang pintar sekali dia mencari perhatian orang."
Ze pun langsung menghampiri mereka dan langsung berpamitan pada orang tua nya,
begitu pun dengan Kenan yang berpamitan pada Angga dan Maya.
"Kita mau ke mana?"
Ze bertanya saat mereka sudah dekat dengan mobil Kenan.
"Jangan banyak bicara! naik saja."
seru Kenan sambil membuka pintu mobil, dan menyuruh Ze masuk.
Tanpa penolakan Ze masuk, walaupun masih di penuhi rasa penasaran.
Kenan pun mulai melajukan mobilnya dan mulai keluar meninggalkan area rumah keluarga Nugraha.
"Bukan kah kau ingin lebih mengenalku! karena aku orangnya baik hati
maka hari ini aku mengiizinkan mu untuk menghabiskan waktu seharian dengan ku, agar kau bisa lebih mengenalku.
kau senang 'kan?"
ujar kenan dengan bangga sambil memasang senyum kecil nya.
__ADS_1
"Hei kenapa narsis sekali!! siapa juga yang ingin seharian dengan mu."
ucap Ze sinis.
"Jangan galak galak begitu, aku benar-benar berbaik hati pada mu, sekarang terserah kau mau ke mana aku akan menuruti kemauan mu, karena ini kencan pertama kita!"
ujar Kenan dengan suara datar sambil terus fokus mengemudi, karena Ze sepertinya tidak senang sama sekali dia ajak jalan keluar.
"kau benar akan menuruti kemauan ku?"
tanya Ze antusias.
"Hemm..." jawab Kenan.
"Kalau begitu kita sekarang pergi ke taman bermain yang ada di pusat kota! sepertinya akan sangat menyenangkan."
antusias Ze merasa senang membayangkan tempat yang akan mereka tuju.
Kenan yang melihatnya hanya
menggelengkan kepala.
"Emang tempat seperti apa di sana, sampai dia sesemangat itu," batin kenan
Setelah 30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
Kenan dan Ze pun langsung turun dan berjalan menghampiri tempat tujuannya
dan betapa terkejutnya Kenan saat melihat tempat yang di maksud oleh Ze adalah sebuah taman hiburan yang mayoritas orang orang yang bermain di sana adalah anak anak.
"Hei apa kau serius ingin bermain di sini?"
tanya Kenan heran.
Ze hanya mengangguk kan kepala sambil tersenyum lebar.
"tidak, tidak, ini kan tempat bermain anak anak, mana mungkin kita masuk ke sana?"
tolak Kenan.
"Bukan cuma anak anak ko, orang dewasa juga ada, tuh kan mereka juga masuk."
ucap Ze sambil menunjuk orang yang seperti nya seumuran dengan nya masuk.
"Apa kau sengaja mengajak ku kesini ingin mengerjai ku?"
tanya Kenan yang sudah merasa kesal.
"Bukan nya tadi kau bilang mau menuruti semua keinginan ku?"
ucap Ze sambil memasang wajah malasnya dengan bibir yang cemberut.
"Baiklah karena sekarang kau Nyonya nya di sini aku akan menuruti mu."
ujar Kenan menghelan nafas panjang.
"Benarkah... terimakasih,
ayo masuk!"
Ze yang kegirangan tanpa sadar langsung menggandeng tangan Kenan dan sedikit menarik nya mengajak masuk.
"Dasar anak kecil."
batin Kenan yang merasa senang melihat tingkah manja Ze.
Mereka pun langsung masuk dan mencoba berbagai macam wahana permainan,
Setiap wajah mereka tersenyum senang menikmati setiap wahana permainan, namun berbeda dengan Kenan yang sadari tadi hanya mengendus kesal,
tangan nya yang terus di tarik tarik Ze, karena Ze begitu antusias terus penasaran ingin mencoba semua wahan yang ada.
"Apa dia tidak merasa lelah, dari tadi terus berjalan kesana kemari ?
seharusnya aku tidak terlalu berbaik hati pada nya, kini malah aku yang kewalahan sendiri karena tingkah nya."
batin Kenan tidak henti melihat wajah Ze, yang sedari tadi menarik narik tangannya.
"Hei apa kau mau mencoba itu?"
tanya Ze sambil menunjuk permanina lempar bola.
"Tidak tertarik." jawab Kenan datar.
"Ayolah coba saja dulu, biasanya kalau bisa lempar pas sasaran, bakal dapat hadiah."
ujar Ze mencoba membujuk Kenan.
"Emang kau mau apa? bilang saja, tidak perlu melakukan permainan konyol itu pun aku bisa mengabulkan nya."
ucap Kenan dengan ketus.
"Hemmh kau tidak seru! bilang saja kalau kau tidak bisa, jangan malah membual."
ujar Ze sambil cemberut.
"Akkkhh, kau memang menjengkelkan, baiklah ayo kita kesana."
Kanan pun langsung menarik tangan Ze dan menuju tempat permainan itu.
Mereka pun sampai di sana dan langsung di sambut penjaga nya.
"Silahkan Tuan...!"
sapa sang penjaga sambil membungkuk hormat.yang
"Bagaimana cara mainnya?"
tanya Kenan to the point.
"Tuan bisa mengambil bola ini dan langsung melempar pada sasarannya di sana, jika Tuan bisa mengenai sasaran nya, anda akan mendapatkan hadiah, anda bisa memilih hadiah apa saja yang ada di sini."
jawab sang penjaga menjelaskan.
"Ambilkan bola nya sebanyak sasaran yang ada di sana!"
suruh Kenan dengan suara datarnya.
"Hei apa kau memang tidak bisa , kenapa banyak sekali mengambil bola nya."
tanya Ze sambil berbisik mendekat ke badan Kenan dan menarik tangan nya ke bawah agar mensejajarkan kepala nya.
"Jangan banyak bicara lihat saja nanti hasil nya."
timpal Kenan sambil mulai melempar kan bolanya.
"Tuuuk...." Berak"
" ttukk " " brraak"
"ttukk" " brraaak"
__ADS_1
.
.
.............
Suara bola yang mengenai sasaran hingga sasaran itu terjatuh ke lantai,
sampai membuat Ze melohok melihat nya.
"lagi melempar bola aja dia keren sekali "
batin Ze yang menohok kagum.
Tidak membutuhkan waktu satu menit Kenan sudah bisa menjatuhkan semua sasarannya hingga semuanya tergeletak di lantai. Sampai sang penjaga nya menepuk jidat karena hadiahnya harus terambil lenyap dalam sekejap.
"Waaa kau hebat sekali" teriak Ze tidak sadar karena kagum.
author :
jangan kan bola yang berdiameter lebar, panah kecil saja bisa menancap pas dengan sempurna pada sasarannya wkwkwkwk
"Ini tuan hadiahnya."
ujar sang penjaga dengan hati yang berat melepaskan semua hadiah nya.
"Tidak usah pak, kami hanya ingin bermain saja, kami tidak menginginkan hadiahnya."
sahut Ze sambil mengeluarkan beberapa lembar uang dari tas kecil nya dan Ze memberikan nya pada sang penjaga.
"Tapi Non..."
ucap sang penjaga.
"tidak apa apa Pak, berikan saja pada orang yang membutuhkan nya."
seru Ze sambil tersenyum manis dan berlalu pergi sambil menarik tangan Kenan.
"Hei kau sengaja kan ingin mengerjaiku, kenapa kau tidak mengambil hadiah nya."
ucap kenan mengendus kesal
"saking kaget nya aku melihat aksi mu, aku jadi tidak tertarik lagi dengan hadiahnya."
ucap Ze yang memiringkan wajah melihat Kenan sambil tersenyum.
"Dasar kau ya."
ujar Kenan sambil mengacak-acak rambut Ze karena gemas melihat tingkah nya.
"Hei rambut ku berantakan tau." protes Ze.
"Jangan banyak bicara, lebih baik kita cari tempat istirahat dulu,"
seru Kenan sambil melangkah mecari tempat yang nyaman untuk istirahat, Ze pun mengikuti di belakang nya.
Namun saat berjalan mereka di hentikan oleh seorang anak kecil yang mendekat ke arah mereka.
"Kakak cantik! apa mau beli bando ku?"
Tanya adik kecil sambil mengangkat kan bando lucu yang berhiaskan kuping kelinci di atas nya.
Ze yang mendengar nya sedikit kaget sekaligus terharu melihat anak kecil yang ada di depan nya,
"Adik kecil, kenapa harus berjualan? kamu kan masih kecil sayang?"
tanya Ze merasa kasihan.
"Hanya membantu Ibu Kak! sekarang kan hari minggu jadi aku bisa membantu ibu karena sekolah sedang libur. " jawab polos anak kecil itu.
"Baiklah Kakak beli semua nya ya"
ucap Ze merasa kasihan pada anak kecil itu
"Beneran Kak? " tanya anak kecil itu karena merasa senang,
Ze hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil mengeluarkan beberapa lembar uang dan langsung ia berikan pada anak itu, dan mengambil bandonya.
"Terlalu banyak Kak," ucap anak itu sambil mengembalikan uang lebih nya.
"Buat kamu saja,
jangan lupa belajar ya adik manis " seru Ze sambil mengelus kepala anak itu.
"Terimakasih kakak cantik "
merasa senang mendapatkan uang lebih dari Ze anak itu langsung melangkah pergi dari sana .
Kenan yang melihat Ze tersenyum bangga melihat kebaikan Ze,
"Untuk apa kau membelinya sebanyak itu?"
dalam hati ingin memuji, namun malah kata itu yang keluar.
"Aku menyukai bandonya, lucu sekali kan? "
ucap Ze sambil memasang kan bando itu di kepalanya dan memperlihatkan nya pada Kenan
" imut sekali ". batin Kenan.
"Jelek!! seperti anak kecil saja. "
kata kata mulut Kenan yang selalu beda dengan isi hati nya.
Ze yang merasa kesal karena Kenan tak pernah sekali saja memuji nya, memiliki ide yang Bagus untuk mengerjainya.
"Kalau kau yang memakai nya pasti akan terlihat lucu sekali."
ucap Ze yang mengangkat satu bando di depan wajah kenan sambil tersenyum.
"Hei jangan macam macam ya!"
ujar Kenan yang merasakan firasat buruk
hingga membuat nya melangkah menjauhi Ze
"Hei ini lucu tau, ayolah, biarkan aku memakai kan nya di kepala mu,"
ujar Ze sambil berlari kecil menghampiri Kenan.
Yang tadinya mau istirahat, kini mereka malah kejar kejaran gara gara bando.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.