
pagi hari yang cerah sinar matahari yang mulai menerangi bumi, dan mulai menghangatkan udara dingin pagi hari yang sejuk nan tenang.
cerah nya pagi ini, secerah suasana hati dua pasangan muda yang masih terlelap dalam tidurnya.
setelah melewati malam yang panjang
pasangan muda itu masih terlihat lelap dalam tidurnya, saat sinar matahari mulai menerobos masuk melalui celah jendela kamar, Kenan malah semakin mempererat pelukannya, mendekap erat tubuh mungil istrinya, dan mulai menggerakkan tubuhnya untuk memposisikan tidurnya agar makin nyaman.
Ze yang menyadari pergerakan Kenan, kini perlahan membuat kedua mata nya. mulai menggeliat perlahan merenggangkan pelukan suaminya. dan langsung menatap lekat wajah nya.
kalau sedang tidur begini dia tenang sekali!
Ze terus saja menatap wajah tampan suaminya, mulai membelai lembut wajah Kenan, tanpa sadar jari telunjuk nya menempel persis di bibir seksi Kenan dan perlahan mulai mengecupnya,
Kenan yang awalnya tertidur kini mulai tersadar karena menyadari sentuhan lembut tangan Ze, tersenyum kecil setelah Ze mengecup bibirnya, dan kini perlahan membuka matanya,
membuat Ze gelegapan karena kepergok sang empunya,
"ka,,,kau sudah bangun??"
ucap Ze merasa malu sendiri karena ulah nya
"hei,, kalau kau membangunkan ku seperti itu, bukan hanya aku yang akan terbangun, tapi adik kecil ku juga akan terbangun"
goda Kenan dengan senyum nakal nya.
dengan tangan yang makin mempererat pelukannya.
"hei dasar mesum, lepas Kak!! ini sudah siang ,, ayo bangun"
teriak Ze yang sudah mendorong tubuh Kenan, karena mempunyai pirast buruk kalau dia tidak cepat cepat turun dari kasur mungkin pagi ini dia tidak akan selamat dari cengkraman Kenan,
"memohon lah dengan benar,!! maka akan aku lepaskan,!"
dengan terus menatap Ze, Kenan malah terus saja tersenyum tanpa mempedulikan Ze yang terus meronta ronta.
"ayolah Kak Ken,, ini sudah siang,, "
rengek Ze tapi tidak di anggap oleh Kenan.
"kalau memohon tuh yang benar"
ucap Kenan dengan senyum jahilnya
kenapa dia pagi pagi sudah menyebalkan si??
baiklah,, berbicara yang manis saja Ze, agar kau selamat dari cengkraman nya
"sayang,,!! lepas ya,, ini sudah siang, muachh,,muachh"
dengan suara manjanya, Ze tersenyum manis dan langsung mengecup kedua pipi Kenan. berusaha memohon agar Terlepas dari pelukannya Kenan.
sudah kan sekarang ayo lepas aku!!
"hei kau sedang memohon atau sedang menggoda ku Zepania!?"
bukannya melepaskan, Kenan
malah terangsang oleh kecupan Ze di kedua pipinya, dia pun dengan cepat langsung mencium bibir Ze, dan melumatnya singkat,
"apa kau tidak sadar apa yang kau lakukan??
kalau kau seperti itu yang ada aku tidak akan melepaskan mu Ze sayang,,,
cepat turun,,! atau aku akan benar benar memakan mu sekarang juga"
ucap Kenan sambil mencubit pipi Ze dan mulai melepaskan pelukannya. karena dia sudah tidak bisa mengontrol lagi nafsu nya.
dengan tersenyum manis Ze pun langsung bangun, dengan cepat meraih baju tidur dan langsung memakai nya,
dan langsung melangkah pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Kenan malah terkekeh melihat tingkah istrinya, yang dengan cepat kabur dari pelukannya.
setibanya di kamar mandi Ze langsung berdiri tegak di depan cermin, melihat dengan jelas pantulan tubuhnya di sana,
mata nya langsung terbuka lebar saat melihat bekas merah yang hampir memenuhi seluruh tubuh nya.
"Kak kennnn,,"
berteriak dengan cukup keras, merasa kesal melihat bekas merah bertaburan di badannya yang merupakan hasil karya yang di lakukan oleh suaminya.
"ternyata dia lebih menakutkan saat sedang di atas ranjang, kenapa bekas nya sampai sebanyak ini"
bicara sambil menyentuh semua tanda merah yang ada di tubuhnya sambil bergidik membayangkan kebuasan Kenan.
Kenan yang terkejut mendengar teriakan Ze, dia langsung terbangun dan langsung menghampiri nya, ke kamar mandi.
"Ze,, ada apa?"
dengan rasa panik Kenan langsung masuk ke dalam dan menghampiri Ze
"lihat ini,,,! ini,,, ini,,,ini,,, semua gara gara ulah mu,,"
bicara dengan kesal sambil menunjuk semua tanda merah yang ada di tubuhnya. dengan tanpa sadar memperlihatkan semua anggota tubuhnya. membuat Kenan bisa dengan jelas melihat semuanya.
"kau sedang marah marah atau sedang menggoda ku,, jangan banyak mengomel lebih baik kita mandi saja" dengan
senyum kecil dengan tanpa rasa bersalah, Kenan langsung mengangkat tubuh Ze, dan langsung mengajaknya untuk mandi bersama.
30 menit berlalu, dua pasangan muda ini baru keluar dari kamar mandi nya, dengan waktu selama itu, entah mereka benar benar mandi atau melakukan hal yang lain.
dengan wajah berseri seri, Kenan mulai melangkah menuju ruang ganti pakaian, sedangkan Ze masih sibuk mengeringkan rambut nya, dengan lirikan mata kesal melihat Kenan, yang terus saja tersenyum kegirangan.
memang salah besar aku selalu menggerutu pada nya, karena pada akhirnya aku yang akan kena akibatnya
batin Ze teru saja menggerutu karena baru pagi hari dia harus melayani kemauan suaminya.
sampai tidak terasa rambutnya sudah cukup kering, dan Ze pun langsung masuk ke ruang ganti pakaian untuk mengenakan pakaian nya.
berpapasan dengan Kenan yang sudah terlihat keluar dengan setelan pakaian lengkap nya. dengan terus memasang senyum di bibir nya,
dan mulai melangkah menuju ke sofa kamarnya.
"Kak,, apa kau punya sesuatu untuk menghalangi leher ku??"
teriak Ze dari dalam yang sedang mencari sesuatu untuk menghalangi bekas merah di lehernya namun tidak kunjung menemukan nya.
"di laci tempat dasi, mungkin kau bisa menemukan syal di sana"
sahut Kenan dengan senyum kecil nya.
tidak membutuhkan waktu lama Ze sudah terlihat keluar, dan sudah siapa dengan penampilan nya.
"apa kau tidak gerah mengunakan syal di cuaca cerah seperti ini?"
ledek Kenan dengan senyum jahi saat melihat Ze yang sudah berdiri di hadapannya.
"kalau bukan karena ulah mu, aku tidak akan pernah mau memakai nya"
jawab Ze dengan suara ketus, sambil mulai melangkahkan kakinya keluar kamar.
mereka pun langsung berjalan keluar menuju ke bawah, untuk menjalankan sarapan.
***
keadaan di kampus kini mulai ramai,, para mahasiswa yang baru datang, mulai memasuki area parkiran kampus.
sebuah mobil mewah satu persatu mulai memasuki area parkir, itulah yang menjadi pemandangan sehari-hari di sini, bagi mereka itu bukan pemandangan yang aneh karena memang kampus ini terkenal dengan kumpulan mahasiswa tajir, karena yang berkuliah di sana merupakan orang-orang kaya menengah ke atas.
para mahasiswa hari ini digemparkan dengan kabar bahwa akan ada seorang anak dari pemilik kampus ini yang juga akan berkuliah di sana, semua mahasiswa kini mulai berkumpul menghampiri teman-temannya
seperti bisa duduk berkelompok, saling berbincang, duduk bergosip, karena itu memang keahlian mereka. wkwkwkw
~" sudah mendengar kabar baru hari ini?"
~" pasti dongk,,, akan ada cogan baru kan"
~" wihh giliran ada yang ganteng, taunya paling awal,, alay loe"
~" wisss hati hati guys,, bukankah dia anak bungsu dari pemilik kampus ini? pasti kekuasaan tinggal di sini, jangan cari gara gara deh ma dia"
__ADS_1
~" wih ,, popularitas si Roni ma si Martin kalah dongk ma anak itu??"
~" woi,, loe mimpi ya, dari kemarin popularitas mereka udah kalah kali ama si Kenan,, "
~" bener juga hahaha"
gosipan mereka pun terhenti karena Roni dan Martin terlihat berjalan melalui mereka, yang terlihat keluar dari ruangan dosen menuju ke depan Kampus.
"Ron,, gila ya, apa gak ada kerajaan yang lebih memalukan dari pada ini?? masa kita di suruh nyambut kedatangan anak manja ingusan itu"
gerutu Martin kesal. karena mendapatkan perintah untuk menyambut kedatangan anak pemilik kampus,
"bisa diem gak loe, gue juga ogah kali, kalau ini bukan tugas dari Dekan yang meminta kita secara langsung, gue tidak mau melakukan perintah nya, namun ini Dekan yang meminta nya, gue gak bisa nolak permintaan nya"
ucap Roni yang sama sama kesal, namun kekesalan nya terhalang oleh rasa hormat dia pada Dekan nya.
"pak Dekan memerintah kita,,, karena memang hanya kita yang beliau percaya, kita kan sudah tau betul keadaan Kampus ini, kita harus menjelaskan semuanya tentang Kampus ayahnya pada anak ingusan itu"
imbun Roni berusaha menenangkan diri sendiri.
"ya,, kita berdoa saja semoga anak ingusan itu tidak menyebalkan"
sahut Martin. dan merekapun mulai berjalan ke depan Kampus.
pembicaraan mereka kini terhenti karena mata mereka mulai melihat fokus ke depan melihat sebuah mobil sport mewah yang memasuki parkiran Kampus.
"apa mungkin itu orang nya?!"
tanya Martin dengan sorot mata tajam melihat ke arah mobil sport yang baru terparkir di parkiran.
"sepertinya iya"
sahut Roni yang mulai melangkah kan kakinya menuju parkiran dengan di ikuti Martin di belakang nya.
mereka pun kini sudah sampai di samping mobil itu, berdiri tegak menunggu sang pengemudi mobil itu turun, namun setelah menunggu cukup lama, dia tidak kunjung keluar juga.
"sebenarnya dia kesini, mau berkuliah atau cuma nebeng parkir doang si??,, kenapa dari tadi tidak turun"
oceh Martin yang sudah makin bosan harus terus berdiri di sampai mobil orang.
"entahlah!!"
sahut Roni tanpa sadar memasang senyum kecil di bibirnya merasa lucu mendengar ocehan Martin.
namun tiba tiba kaca mobil itu perlahan turun terbuka, sampai terlihat jelas wajah tampan yang sudah menatap sinis ke arah Roni dan Martin yang sedang berdiri persis di samping mobil nya.
"wah,, ternyata si bocah ingusan ini lumayan tampan juga"
batin Martin yang sama sama menatap sinis ke arah sang anak bungsu pemilik kampus.
"apa kalian di tugas kan hanya untuk menatap ku saja,?? kenapa masih diam,,! cepat bukakan pintu nya?"
perintah sang anak bungsu itu, dengan suara sinis nya.
"wah,, anak sialan,,, songong sekali dia"
Martin merasa geram sampai rasanya ingin sekali dia menonjok wajah anak ingusan itu.
"maaf tangan kami terlalu jauh untuk meraih pintu mobil mu,, sepertinya kau yang akan lebih mudah untuk membuka nya sendiri"
sahut Roni dengan suara datar nya sambil memasang senyum sinis di bibirnya.
"wah ternyata senior senior di sini lumayan pintar juga,, tapi ada benar nya juga perkataan mu,, kalau kalian yang membuka pintu mobil ku, pasti tangan kalian akan mengotori mobil mewah ku ini."
menjawab dengan suara yang gak kalau seram dari ucapan Roni, hingga terasa seperti Sambaran petir di siang bolong, membuat Roni dan Martin menjadi tambah kesal karena ulah nya.
gila ni anak,,kalau loe bukan akan pemilik kampus ini,, gue hajar loe dari tadi,
mati,,mati loe sekalian,
menyebalkan sekali. batin Roni
anak itupun dengan santai nya turun dari mobil, tanpa merasa bersalah,
dengan memasang wajah so cool, langsung berdiri tegak di samping mobil nya.
dan langsung perlahan melangkah mulai meninggal parkiran,dan di ikuti Martin dan Roni di belakang nya,
batin Martin yang sudah mengangkat kepalan tangan nya, ingin rasa nya ia memukul anak itu, namun ia urungkan karena masih mengingat harga diri nya.
namun langkah mereka terhenti karena ada sebuah mobil sport mewah keluaran terbaru milik Kenan, yang terlihat baru memasuki parkiran.
"wah gila,, ternyata gosip yang beredar benar juga, kampus ini memang tempat orang orang tajir,
siapa ya dia,?? sampai mobil nya, melebihi kemewahan mobil ku"
dengan mata yang terus menatap ke arah mobil Kenan, anak itu penasaran siapa sang pemilik mobil itu.
"apa kita salah sasaran?? mungkin anak bungsu pemilik kampus kita ,, ada di mobil yang itu??"
bisik Martin pada Roni yang belum tau, kalau Kenan yang berada di dalam sana.
karena memang Kenan baru pertama kali memakai mobil yang di gunakan sekarang ke Kampusnya.
"tidak mungkin,,, anak bungsu pemilik kampus, memang benar benar ini,,
tapi siapa itu ya,, ?? baru pertama kali ada yang mengunakan mobil semewah itu di Kampus??"
sahut Roni yang sudah penasaran siapa orang di dalam mobil itu,
di dalam mobil Kenan terus saja melihat ke arah Roni dan Martin, batinnya mengendus kesal, dan terus menatap sinis ke arah Roni.
"kenapa mereka masih terus berdiri di sana??"
Kenan pun mulai melepaskan sabuk pengaman nya, dan langsung segera turun, berjalan dengan cepat untuk membukakan pintu mobil untuk Ze.
"Kenan"
ucap Martin dan Roni merasa kaget saat melihat orang yang turun dari mobil itu adalah Kenan.
"wah ,,, lumayan tampan juga dia??
ekh seperti dia tidak sendiri??"
batin sang anak bungsu itu sambil terus menatap ke arah Kenan yang sedang membuka pintu mobil penumpang di depan.
Kenan. " ayo turun!!"
sambil mengulurkan tangannya mengajak Ze untuk turun dari mobil,
Ze. " terimakasih suamiku"
menerima uluran tangan Kenan dengan tersenyum manis pada nya,
"hei,, lagi lagi kau menggoda ku,, jangan terus tersenyum seperti itu,,! bisa bisa aku akan membawamu kembali lagi ke dalam mobil dan tidak akan melepaskan mu"
dengan perlahan Kenan menarik tangan Ze ke pelukan nya, dan langsung mengecup kening nya, dan langsung melingkar kan tangannya di pinggang Ze, dan mulai berjalan perlahan.
membuat 3 pasang mata yang melihat nya langsung melebarkan matanya terkejut.
"akh,, si Kenan,,, bisakah kau mengumbar kemesraan jangan di teman umum,, membuat orang iri saja"
batin Martin yang jiwa jomblo nya tersakiti melihat kemesraan Kenan.
"kau sengaja sekali mengumbar kemesraan di depan ku,, puas sekali kau membuat ku kesal"
batin Roni menggerutu tanpa sadar sudah mengepalkan tangannya geram.
berbeda dengan si anak bungsu itu, dia bukan hanya terkejut melihat kemesraan Kenan, tapi dia terkejut melihat sosok wanita yang juga turun dari mobil itu, merasa kenal melihat wajah nya,
"serasa pernah melihat nya?? siapa ya"
terus memperhatikan Ze, dan mengingat ingin siapa dia.
Kenan dan Ze kini mulai berjalan mendekat melewati si anak bungsu, Roni dan juga Martin, Kenan dengan sengaja merangkul Ze dan menyembunyikan nya di balik tubuh nya, yang kalah besar dari ukuran badan Ze yang kecil, supaya Roni dan Martin tidak bisa melihat dengan jelas Ze yang berada di baik tubuhnya.
berbeda dengan si anak bungsu yang berdiri di depan kini dia bisa lebih jelas melihat wajah Ze, walaupun dari tadi Ze terus saja menunduk tanpa memperlihatkan wajah nya dengan jelas melihat ke arah depan, karena sudah menyadari keberadaan Roni di sana yang terus melihat ke arah mereka.
"Ze,,, Zepania!!"
panggil sang anak bungsu, yang kini dia sudah menyadari, bahwa wanita yang berjalan di depannya adalah teman masa kecilnya saat mereka bersekolah dasar.
__ADS_1
"dia mengenal Ze??!"
ucap Martin dan Roni berbarengan, merasa kaget karena si anak ingusan itu juga mengenal Ze,
begitu pula dengan Kenan yang gak kalah terkejut mendengar seorang lelaki asing yang memanggil nama istrinya,
dia langsung melirik ke arah anak itu sebentar dan langsung mengalihkan pandangannya pada Ze, namun sepertinya Ze tidak menghiraukan orang yang telah memanggil nama nya.
"kau mengenalnya?"
tanya Kenan yang heran, melihat Ze yang tanpa ekspresi saat ada laki laki yang memanggil nya.
mendengar perkataan Kenan, Ze pun langsung mengalihkan pandangannya dan melihat siapa orang yang telah memanggil nya.
"siapa ya,, kok sepertinya tidak asing!?"
Ze terus saja mempertahankan wajah laki laki itu, dan kini mulai mengingat nya.
"Pano??!"
ucap Ze yang mulai mengingat, ternyata laki laki yang telah memanggil nama nya itu adalah teman lama nya.
dan ternyata si anak bungsu ingusan itu yang merupakan anak bungsu sang pemilik kampus namanya adalah Pano.
mereka benar benar saling mengenal??
batin Roni dan Martin kaget
"kau masih mengingat ku??"
Pano pun mulai melangkah kan kakinya mendekati Ze.
"kau benar Pano?! "
tanya Ze antusias, dengan tanpa sadar dia melepaskan tangan Kenan dari pinggang nya dan melangkah mendekati Pano.
"iya,, aku Pano Zepania,,"
merasa kangen dengan teman lama nya, Pano pun langsung memeluk Ze melepaskan kerinduan, karena sudah lama sekali mereka tidak bertemu.
namun dengan cepat Kenan menarik tangan Ze, dan melepaskan nya dari pelukan Pano.
Martin dan Roni yang ada di sana langsung terkejut melihat kedekatan Ze dan si anak ingusan yang berhasil membuat mereka kesal. dan terus menatap tajam ke arah Pano dengan sorot mata membunuh mereka.
"woi anak ingusan,, loe cari mati berani mengusik harimau di depan mu"
batin Martin
"woi,, anak sialan, berani sekali loe menyentuh nya, gue aja yang mantannya, gak pernah sedekt itu dengan Ze sekarang, apalagi loe macam macam di depan suami nya,
menyebalkan sekali kau"
batin Roni yang sama sama geram.
"hei siapa kau berani sekali loe menyentuh nya?"
dengan sorot mata tajam ingin sekali Kenan memukul orang yang telah seenaknya memeluk istrinya. sudah mengepalkan tangannya geram namun dengan cepat Ze langsung meraih tangan Kenan
Pano yang merasa terkejut dengan tatapan Kenan, dia malah melohok heran.
"Kak dia teman lama ku, saat kita dulu duduk di bangku SD, aku Rani dan Pano dulu kita teman dekat"
ucap Ze berusaha menenangkan kesalahan pahaman Kenan. dan mulai mengepal telapak tangan Kenan dengan erat. berusaha meredakan emosi nya.
Pano yang merasa terkejut dengan kedekatan Ze dengan laki laki di samping nya itu,
membuat nya penasaran dan bertanya dengan santai nya.
"Ze siapa si laki laki ini,, sampai semarh itu, aku dekat dengan mu?"
dengan songongnya si Pano bertanya tanpa mempedulikan tatapan Kenan yang terus menatap tajam pada nya.
begitu pula Roni dan Martin yang sudah menatap tajam pada Pano, yang menurut mereka si akan ingusan itu orang yang sangat menyebalkan.
membuat mereka serempak menjawab, pertanyaan si Pano saking sama sama geram pada si Pano, sampai
membuat mereka menjawab dengan jawaban yang sama.
"SUAMINYA"
jawab Kenan, Roni, dan Martin dengan tegas dan suara keras mereka,
Roni dan Martin menjawab dengan suara kesal, karena si Pano dari tadi sudah sukses membuat mereka kesal.
sedangkan Kenan menjawab nya dengan penuh penekanan agar si Pano tidak lagi berbuat seenaknya pada istrinya.
Pano bukan hanya terkejut mendengar jawab an Kenan.
tapi juga kaget mendengar jawab an, dari orang yang berada di belakang nya, dan dengan cepat menoleh ke arah Roni dan Martin di belakang nya.
membuat Pano bisa mendengar dengan jelas kalau lelaki yang berdiri di samping Ze tidak lain adalah suaminya.
"kau sudah menikah Ze?"
tanya Pano dengan wajah kaget nya.
"iya aku sudah menikah, ini suamiku"
jawab Ze, sambil bergelayut manja di tangan Kenan, dan mengenalkan suaminya pada Pano.
"jangan bilang kalau si Rani juga sudah menikah ya,,,,?!"
tanya Pano dengan penuh harapan.
"loe pikir jika gue nikah si Rani juga akan nikah apa, ??,
nggak kali, dia belum nikah, jangankan nikah pacar aja dia mah gak punya!,,"
canda Ze, di akhiri dengan tawanya,
membuat Kenan bisa sedikit lebih lega,
karena ternyata mereka memang teman dekat saja, karena mendengar pertanyaan Pano yang juga sama menanyakan kabar Rani, cukup meyakinkan bahwa mereka memang teman dekat.
.
.
.
.
.
.
apakah ada cerita di baik persahabatan Rani Ze dan juga Pano??π€π€
sampai setelah sekian lama mereka masih mengingat satu sama lain, dan terlihat sangat dekat??'ππ
penasaran????? ππ
ikuti cerita selanjutnya???ππ
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
maaf ya para reader semua
akhir akhir ini author tidak bisa up sesuai jadwal,,, karena ada banyak kesibukan di dunia nyata yang harus author kerjakanπππ
sebagai permintaan maaf author,, ni author kasih pantun buat reader semuaππ
buka novel Toon untuk menghilangkan bosan
baca Novel nya CINTA TANPA ALASAN
hallo para reader yang selalu budiman
ayo like, Vote, coment, jangan pernah bosan
πππ€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£
__ADS_1
salam manis untuk reader semuaπ€π€π€ππππ