Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Kapan Pulang???


__ADS_3

Semua mobil kini berhenti di depan pintu utama keluarga Nugraha,


Ze memutuskan untuk tinggal di rumah Ayahnya , walaupun dengan berat hati, namun akhirnya Kenan mengijinkan nya,


Kenan Surya dan Widi ikut mengantarkan Ze sampai ke depan Rumah,


Surya dan Widi memaklumi kemauan Ze, karena mungkin Ze masih terpukul saat mengetahui kalau suaminya lah yang


menyebabkan Kakak nya meninggal, hingga Ze membutuhkan waktu untuk menerima semua nya.


Ze ikut dengan mobil Angga, mulai turun dengan di beyeng oleh Maya,


turun lebih awal dan langsung masuk ke dalam rumah.


Sedangkan Angga masih di luar berbincang dengan Kenan dan orang tuanya.


"Yah,, maaf Kenan malah merepotkan Ayah,," ucap Kenan pada Angga,,


"tidak apa apa,, justru Ayah yang minta maaf karena anak Ayah jadi menyusahkan mu,," berucap sambil menepuk pundak Kenan "jangan terlalu mengkhawatirkan Ze,, dia akan baik baik saja di sini,, " meyakinkan Kenan karena terlihat jelas kecemasan di wajahnya "Ayah akan menasehati nya, agar dia cepat pulang ke Rumah,," imbun nya lagi berusaha menenangkan Kenan,


"iya Yah,, terimakasih,, Kenan pulang dulu" pamit Kenan sambil menyalami Angga.


kini giliran Surya dan Widi yang berpamitan pada Angga,,


"maaf kami tidak bisa menjaga anak mu dengan baik,, " ucap Surya sambil memeluk Angga untuk berpamitan pulang,,


"jangan terlalu merasa bersalah ini bukan sepenuh nya kesalahan kalian,, mungkin anakku saja yang belum menerima semuanya " balas Angga yang seolah minta maaf karena Ze malah memutuskan untuk menjauhi suaminya.


"Kami sangat menunggu kepulangan Ze,, semoga dia secepatnya memaafkan Kenan,,dan kembali ke rumah,," ucap Widi penuh harap


Angga pun mengangguk kan kepala nya menanggapi perkataan Widi,


Surya Widi dan Kenan pun langsung berpamitan untuk pulang.


***


pagi hari Kenan sudah terbangun,, rasanya terasa aneh saat Ze tidak ada di rumah, rasanya hidup pun menjadi hampa , sampai tidur pun tidak nyenyak karena tidak ada Ze di samping nya,, yang biasanya tertidur pulas sambil memeluk Ze, kini dia hanya tidur memeluk bantal guling kasur nya.


seperti bisa Kenan pagi hari langsung bangun dan membersihkan badan nya, hanya yang bedanya kali ini tidak ada rengekan suar manja Ze, tidak ada pelukan hangat badan Ze dan tidak ada ciuman pagi yang selalu jadi kebiasaan nya.


dengan memasang wajah yang kusut Kenan langsung turun ke bawah untuk menjalankan sarapan nya, walaupun tidak berselera tapi harus memaksakan nya,, karena dari kemarin karena terlalu mengkhawatirkan Ze, sampai tidak ingat membiarkan perutnya terus kosong,


"sampai kapan akan terus begini,,, apa dia tidak merindukan ku,,?" batin Kenan


bicara sambil lunglai menuruni anak tangga, tidak ada semangat hidup padahal


belum juga 24 jam pul jauh dari Ze tapi rasanya sudah hampir satu bulan saja,


Kenan kini sudah duduk di kursi meja makan bergabung dengan Surya dan Widi di sana,


duduk dengan lemas sambil menyeret sebuah piring di depannya, saking tidak bersemangat nya.


Surya dan Widi yang melihat kelakuan anaknya hanya bisa tersenyum melihatnya.


"Ken,, kau baru di tinggal satu malam saja udah kaya di tinggal satu bulan,,, kenapa penampilan mu kusam sekali,,?" ledek Widi dengan tersenyum jahil.


"emang kelihatan seperti itu Bun,,?" timapl Kenan yang mulai memakan sarapan nya.


"setidaknya kau harus terlihat rapi,, bukannya nanti kalian pasti bertemu di Kampus,, apa tidak malu jika nanti Ze melihat mu berpenampilan acak acakan begini, " ucap Widi menasehati Kenan.


"biarkan saja,, agar Ze bisa cepat pulang kalau melihat suaminya tidak terurus seperti ini,," jawab santai Kenan berucap dengan penuh harapan,


"jangan lupa nanti setelah pulang kuliah, kau harus langsung ke kantor,, kau bisa memasang kan dasi sendiri kan,,?" ledek Surya malah memperburuk keadaan Kenan.


"Yah,, bisa jangan membahas urusan kantor dulu gak,, jangankan mikirin urusan kantor, mikirin hidup sendiri aja suram sekali,, " keluh Kenan tidak menerima perintah Ayahnya.


membuat Surya dan Widi tersenyum kecil melihat kelakuan anaknya


"terserah kau saja,," ucap Surya enteng,, rasanya ingin sekali menertawakan tingkah anaknya sekarang, yang terlihat begitu frustasi.


***


keadaan di Kampus,,


Ze sudah terlebih dulu sampai di kampus dengan di antara supir keluarga nya.


segera turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam.


saat sudah menginjakkan kakinya turun dari mobil semua mata langsung tertuju pada Ze, mata semua mahasiswa langsung terbuka lebar merasa heran, bagaimana bisa Ze bisa ke Kampus sendiri, padahal biasanya dia selalu bersama suaminya, bahkan mereka selalu terlihat mesra jika di kampus,

__ADS_1


dan sekarang pemandangan mesra itu hilang karena Ze terlihat turun sendiri tanpa di temani Kenan.


dengan santai Ze langsung berjalan masuk, melangkah dengan tenang tanpa mempedulikan bisikan orang orang yang sudah menggosipkan nya.


tidak lama terlihat Rani yang sama sudah sampai di kampus, langsung menyusul Ze yang sedang berjalan sendiri.


"Ze,,!!!" teriak Rani mencoba menghentikan langkah sahabat nya itu.


Ze pun langsung menghentikan langkah nya dan langsung melihat ke arah Rani.


"hei,, tumben jalan sendiri mana Suamimu,,??" tanya Rani merasa heran.


"emang kalau ke kampus sendiri aneh ya,, gak ada aturannya kan, kalau kita sudah menikah ke kampus pun harus sama sama" ketus Ze dan langsung kembali berjalan menuju ke ruang kelasnya.


membuat Rani kaget saat melihat reaksi Ze saat dia menanyakan Kenan.


"apa yang terjadi,,?? apa kalian bertengkar,,?" tanya Rani sudah bisa menebak apa yang terjadi dengan mereka.


"jangan banyak bicara,, kenapa kau jadi menyebalkan sama seperti anak anak yang lain,, ?" sewot Ze belum siap menceritakan semuanya pada Rani.


"wah,, Ze marah sekali,, sepertinya dia benar benar bertengkar dengan suami nya,, tapi kenapa ya,,?" batin Rani penuh tanda tanya. dan tanpa banyak bicara kini Rani pun berjalan mengikuti Ze di samping nya.


*


Kenan sudah sampai di parkiran Kampus , langsung memarkirkan mobilnya .


matanya langsung melihat mobil Ze dan sang sopir yang sedang duduk di sebuah kursi di sana,


hati Kenan mulai tenang karena Ze tidak membawa mobil sendiri ke Kampus, karena itu yang Kenan inginkan, takut terjadi sesuatu jika Ze membawa mobil sendiri.


dengan cepat Kenan pun langsung turun dari mobil langsung masuk ke dalam untuk melihat keadaan istrinya,


di sisi lain terlihat Pano dan Martin juga memasuki area parkiran kampus. akhir-akhir ini mereka berdua terlihat sangat dekat entah karena memang mereka teman dekat Kenan dan Ze ataupun ada hal yang lain yang membuat mereka terlihat makin dekat.


"woi,, anak ingusan,, mana temen loe,, tumben gak bareng,,?" sapa Martin sambil merangkul pundak Pano,, walaupun terkesan seperti meledak tapi itulah panggilan kesukaan Martin saat memanggil Pano.


"'gue punya nama,,, seenaknya aja loe,," protes


"Rani,,! maksud loe,,??" tanya Pano.


"hemmm" jawab singkat Martin.


"kenapa nanyain Rani,, naksir ya,,?"


membuat Pano langsung merubah raut wajah nya, seperti sedikit kecewa, Martin yang melihat reaksi Pano langsung tersenyum terbahak bahkan.


"anak ingusan jangan dulu mikirin perempuan,, belajar loe yang bener,, lagi pula gue bercanda hahaha" ucap Martin tertawa puas.


"ngeselin loe,," tukas Pano kesel sambil menyikut perut Martin.


walaupun terus bercanda Martin tetap nyaman menyimpan tangan nya di pundak Pano,, mereka terus berjalan memasuki Kampus hingga mata mereka melihat Kenan yang sedang berjalan sendiri.


membuat mereka ke heranan karena biasanya Kenan selalu dengan istrinya.


"apa kita tidak bermimpi,,?" canda Pano pada Martin.


"sepertinya tidak,," jawab Martin malah meladeni obrolan Pano.


serasa seperti sudah saling mengerti apa yang mereka bicarakan.


"seperti ada sesuatu yang kurang,, saat melihat Kakak ipar jalan sendiri ,,??"


"loe pura pura bodoh apa beneran bodoh,, jelas ada yang aneh lah,, biasanya kan si Kenan bareng ama istrinya,,"


ucap kesal Martin sambil mempercepat langkahnya menyeret tubuh Pano untuk menyusul Kenan yang ada di depan mereka.


"hai bro,,, sendiri aja,, ada apa nih,,?? biasanya selalu lengket kayak prangko,, kenapa sekarang jalan sendiri,,??" tanya Martin merasa heran bertanya tapi seolah seperti sedang meledek Kenan, dan kini Martin dan Pano berjalan beriringan dengan Kenan, dengan posisi Kenan di hapit oleh mereka.


"Ze udah masuk duluan,," jawab Kenan singkat.


"apa ada sesuatu,,?? rasanya sangat aneh jika melihat kalian tidak bersama,,? tanya Pano makin penasaran.


"tidak ada apa apa,," jawab Kenan dengan suara datar nya,,


membuat mereka berdua penasaran,,


dan makin yakin ada sesuatu di antara mereka namun Kenan tidak mengakui nya.


"kenapa muka loe kusut amat,, apa jangan jangan loe gak dapat jatah ya semalam,, hahaha?" bisik Martin meledek Kenan. di akhir dengan tertawa puasnya.

__ADS_1


"berisik loe,," ucap Kenan kesal


" sepertinya si Kenan beneran lagi marah,, hahahah " batin Martin sambil tersenyum cengengesan melihat reaksi Kenan yang langsung kesal saat dia meledek nya.


"tuh si Ze udah di dalam ma si Rani,," tunjuk Pano, karena terlalu asik bercanda tidak sadar mereka kini sudah di depan ruangan tempat Belajar Ze.


mata Kenan langsung tertuju pada Ze yang sedang duduk di dalam,, rasanya ada ketenangan tersendiri saat sudah melihat istrinya,, walaupun hanya dia yang bisa menatap nya,, karena Ze masih belum menyadari dan melihat Kenan yang sedang memperhatikan nya.


"sepertinya jika datang bersama mereka, mungkin tidak akan seperti aku sengaja menemui nya,," serasa mempunyai ide cemerlang, dengan cepat Kenan mengajak Martin dan Pano untuk segera masuk ke dalam.


"jam mata kuliah belum di mulai kan,, ??


sepertinya kalau kita bermain sebentar akan menyenangkan" ucap Kenan sambil merangkul pundak Pano dan Martin dan langsung menarik mereka ke dalam.


walaupun Ze mungkin tidak akan menyukai kehadiran nya, tapi Kenan sudah siap untuk menerima konsekuensi nya.


Kenan mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam,, rasa rindu nya kini tidak bisa terbendung, hingga membuat kakinya reflek menghampiri Ze. dan langsung duduk di kursi di depan Ze dan langsung menatap nya.


dan di ikuti Pano dan Martin yang ikut duduk di sampai Kenan .


"Ze,,, kapan pulang,,?" karena terlalu merindukan Ze tidak sadar kata itu yang keluar dari mulut Kenan,


membuat Pano dan Martin terkejut dan langsung terbatuk batuk karena kaget


mendengar pertanyaan Kenan pada Ze.


"pulang, ??


kenapa Kenan menyuruh Ze untuk pulang,,??


apa mereka sedang pisah rumah,,??


apa mereka sedang bertengkar,,??"


itulah pertanyaan yang muncul di pikiran Pano Martin dan Rani, saat mendengar Kenan berbicara pada Ze.


antara kaget dan heran kenapa bisa dua pasangan muda yang selalu terlihat mesra, kini malah seperti sedang bertengkar.


membuat mereka serasa menemukan harta karun, dan makin penasaran untuk lebih mengetahui nya.


begitu pula Rani dia langsung melebarkan mata nya kaget, karena prasangka nya benar bahwa Ze dan Kenan sedang bertengkar


karena terlihat jeles dari ekspresi Ze yang sepertinya tidak nyaman saat melihat kedatangan Kenan yang langsung duduk di depannya.


"gue kira si Kenan yang sedang marah pada istrinya,, tapi sepertinya ini sebaliknya,, dasar SUSIS loe Ken,, hahaha" batin Martin cengengesan karena melihat ekspresi Ze, yang hanya diam saja saat Kenan bicara pada nya.


"kenapa menanyakan kapan Ze pulang,,? apa yang terjadi,,, ??? apa kalian sedang bertengkar,,? apa kalian pisah rumah,,? " akhirnya pertanyaan bertubi tubi pun mereka lontar kan, karena penasaran apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka.


namun Kenan tidak menjawab, tidak menghiraukan mereka, dia masih fokus menatap Ze, dan menunggu jawaban dari nya.


" Ze,,, jangan mendiamkan ku seperti ini,, kau masih marah pada ku,,??" tanya Kenan dengan suara terendah nya. dengan terus menatap lekat Ze namun Ze tidak membalas tatapannya.


Pano dan Martin yang melihat ekspresi Kenan tidak kuat menahan tawanya.


"hahahaha,,"


akhirnya tawa jenaka Pano dan Martin langsung pecah karena melihat Kenan yang sedang berbicara pada Ze , seolah malah seperti sedang memohon pada istrinya. terlihat sangat lucu sampai tidak bisa untuk tidak menertawakan nya.


"APA KALIAN TIDAK BISA DIAM!!!"


amarah Kenan dan Ze bersamaan, bicara dengan keras hingga serasa suara mereka berdua memenuhi seisi ruangan kelas.


Kenan kesal merasa tergantung oleh ocehan orang di sekitar nya,, Kenan yang awalnya ingin serius berbicara dengan Ze malah tergantung oleh 2 cunguk di samping nya. yang terus mengoceh dan meledek nya.


sedangkan Ze marah karena suasana hatinya yang tidak baik malah di tambah runyam mendengar tawa jenaka mereka yang sangat mengganggu telinganya.


"wih,,,walaupun sedang bertengkar tapi dalam urusan memarahi orang mereka memang selalu kompak,," bisik Martin pada Pano,


mereka pun langsung tersenyum gelegapan karena di tatap tajam oleh Kenan.


"baiklah,,, kalian bisa melanjutkan urusan kalian,, kami tidak akan mengganggu lagi,,"


pamit Martin sambil menarik tangan Pano untuk beranjak pergi jauh dari sana,,,


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2