
Suara bell yang terdengar nyaring membuat Ze bergerak dalam pelukan Kenan.
Sudah tau mungkin itu adalah Rani dan Pano yang akan mengerjakan tugas Kuliah mereka.
Ze mulai menjauhkan badan nya dari Kenan bergegas berdiri untuk menghampiri mereka.
"Maaf Kak... sepertinya itu Rani... aku samperin mereka dulu" izin Ze sambil mulai berdiri.
"Jangan lari-lari...! jalan nya bisa aja," seru Kenan karena melihat Ze yang sangat antusias berjalan ke arah depan.
Karena penasaran Kenan pun beranjak berdiri dan mengikuti Ze.
Sesampainya di depan Ze langsung membuka pintunya.
"ceklek.."
Dengan perlahan Ze membuka pintu dan terlihat jelas sosok Rani dan Pano di sana
"Suprise........"
Teriak Rani dan Pano mengagetkan Ze, sambil tersenyum lebar, dengan mengangkat barang belanjaan mereka dan menenteng nya ke atas.
"Ada acara apa ini?? aku menyuruh kalian ke sini untuk belajar bukan untuk berpesta... "
ucap heran Ze melihat 2 sahabat nya itu menenteng banyak sekali makanan di tangan mereka.
" Emang mau belajar, tapi belajar nya sambil berpesta..." ucap antusias Rani.
Membuat Ze menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Rani dan Pano.
"Apa Kau tidak akan membiarkan Kami masuk" celetuk Pano karena sudah ingin segera masuk dan menyimpan barang bawaannya.
"Oh sorry... ayo masuk.."
Mereka pun langsung masuk ke dalam,
Dan di sambut oleh tatapan Kenan.
"Wih... Kakak ipar, jadi seger lagi nih," goda Pano sambil mulai duduk di sofa di ruangan tengah. Dan mulai menyimpan barang bawaannya.
"Woi... loe belum di suruh duduk udah main duduk aja" sahut Kenan sambil berjalan ke arah Pano dan mulai melihat barang bawaannya Pano.
"Apa ini? kenapa cemilan semua? mana makanan sehat nya?" gerutu Kenan.
" Emang itu cemilan semua... makanan sehat kan di sini juga pasti banyak"
timpal Pano dengan santai nya, sambil menyandarkan kepalanya di sofa.
Kenan pun mulai mengambil satu bungkus dan langsung membuka nya. Beranjak duduk di samping Pano.
"Wah beneran nih Kakak ipar.. orang pertama yang menggerutu dan orang pertama pula yang memakan nya.
itu untuk calon keponakan ku..." umpat Pano.
"Pelit amat loe..." berdecak sambil menendang kaki Pano "Di makan Ayahnya juga gak papa kan..!"
ucap santai Kenan, bicara dengan tidak jelas karena mulutnya penuh dengan cemilan yang sedang ia kunyah.
"Terserah.." ucap Pano tidak mau melayani lagi pembicaraan Kenan. Dia mulai memposisikan lagi duduk nya.
Rani dan Ze dari tadi hanya tersenyum melihat perdebatan 2 laki laki di depan mereka.
Rani langsung duduk di samping Pano, dan menyimpan barang bawaannya yang isinya es krim semua.
"Nih yang aku bawa lebih enak Ze... untuk calon dedek bayi" ucap Rani sambil memposisikan duduk nya.
"Hei.. kau suka sekali dekat-dekat dengan ku ya, Kalau kau nyaman duduk di dekat ku jangan terus menggantung ku Rani" ucap manja Pano sambil menarik Rani agar makin dekat ke samping nya.
"Apa sih... masa aku harus duduk di sana, itu kan daerah kekuasaan mereka, makanya mau tidak mau aku harus duduk di dekat mu" tukas Rani sambil menjauhkan badannya lagi.
Mendengar perdebatan dua bocah di depannya, Kenan langsung tersenyum kecil dan langsung menarik Ze ke pelukan nya.
"Kak.." teriak Ze kaget dengan pergerakan Kenan yang tiba-tiba.
__ADS_1
"Sebentar saja, aku hanya ingin mengerjai mereka" bisik Kenan pada Ze.
Kini Kenan langsung melihat ke arah Pano,
" Hei.." panggil Kenan sambil mendoronh pelan Kaki Pano "Apa kalian tidak bisa duduk lebih santai seperti ini kenapa terus saja berdebat...?" ledek Kenan dengan mata melirik ke arah Pano sambil merangkul pinggang Ze dan menyandarkan kepala Ze ke bahunya. Berusaha manas manas in Pano.
"Wah... beneran nih Kakak ipar minta di hajar dia..!" gerutu Pano sambil menahan keras jiwa jomblo nya, agar tidak makin meronta ronta karena melihat pemandangan mesra di depan nya.
"Hahaha..." seketika tawa Kenan pecah melihat reaksi Pano yang hanya bisa gigit jari.
"Kak Ken... kau keterlaluan tau," gerutu Ze sambil berbisik di telinga Kenan.
"Biarkan saja," timapl Kenan dengan santai nya.
" Zepania... Kau menyuruh kita ke sini untuk belajar atau untuk pamer kemesraan hah" gerutu Pano.
" Iya iya maaf... kita belajar sekarang" sahut Ze dengan tersenyum kikuk sambil menjauhkan badannya dari Kenan.
"Kakak ipar... Pergi sana jangan mengganggu, kita akan belajar... kalau Kakak ipar terus di sini, si Ze tidak akan fokus belajar, karena kau bakal terus mengganggu nya" ucap ketus Pano sambil mendorong badan Kenan.
"Hahaha...baiklah, karena kalian ingin belajar aku tidak akan mengganggu kalian, agar kalian cepat membereskan semua tugas nya, dan segera pergi dari sini" ucap santai Kenan sambil tersenyum jahil Menatap Pano.
"Belajar yang benar" seru Kenan sambil beranjak berdiri sambil mengelus lembut kepala Ze dan langsung berjalan meninggal mereka.
"Haduh... Kakak ipar, di situasi apa pun masih sempat-sempat nya memperlakukan manis istrinya. bikin melelehkan hati orang yang melihat nya" keluh Pano.
"Akh... bapar an loe, lebai banget" umpat Rani sambil memukul tangan Pano.
"Sakit Ran.." rengek Pano.
"Lembek banget loe jadi laki." gerutu Rani.
Ze hanya bisa tersenyum melihat perdebatan dua temannya itu.
Kini mereka mulai mengerjakan tugas kuliah mereka.
Belajar dengan begitu fokus, tanpa candaan dan banyolan yang bisa mereka lontar kan dalam keadaan sedang bersantai.
Saking fokusnya belajar hingga tidak terasa waktu hampir menjelang malam.
"Sudah beres ya.." ucap Kenan sambil mendudukkan badannya di samping Ze.
"Iya.." sahut Ze sambil tersenyum manis melihat kedatangan suaminya.
"Gak betah amat jauh jauh dari istri" celetuk Pano, sambil membereskan barang-barang nya.
Kenan hanya tersenyum kecil menanggapi perkataan Pano.
"Ran.. tadi apa yang kau bawa?" tanya Ze karena merasa sudah lapar setelah begitu lama belajar.
"Wah... kenapa bisa lupa,, itu es krim Ze, pasti sekarang sudah meleleh deh."
"Wah es cream..!" ucap antusias Ze sambil melihat barang bawaan Rani, dan mengambil satu wadah es krim di sana.
"Belum terlalu meleleh kok.. masih bisa di makan" ucap Ze yang sudah membuka cup es krim nya.
"Ambil dulu sendok... masa mau makan langsung paki tangan"
seru Kenan.
"Biar aku yang ambil Ze... " sahut Rani sambil bergegas berjalan menuju dapur.
"Makasih Rani ku.." sahut Ze dengan tersenyum senang.
"Ze... ada kesibukan apa loe entar malam sampai meminta kita ngerjain tugas sekarang" panggil Pano dan bertanya.
"Ya...ingin sekarang aja!" jawab Ze singkat.
"Kirain beneran sibuk, tau gituh kita ngerjain tugas tidak harus terburu buru, rasanya kepala ku mau pecah karena seharian harus berfikir" ucap keluh Pano.
" Memang Ze sibuk, jadi kalian harus langsung pulang keburu malam" timpal Kenan.
"Akh...gak seru loe Kakak ipar... Gak bisa makan-makan dulu gituh!!" keluh Pano agar mempunyai alasan supaya bisa terus bersama Rani.
__ADS_1
"Lain kali saja, kita makan makan kalau kita lagi di rumah ku" ucap Kenan menjelaskan.
" Awas ya aku tunggu undang nya" ucap antusias Pano.
"Iya..secepatnya" ucap Kenan menegaskan.
Tidak lama Rani terlihat sudah kembali dengan membawa sendok di tangan nya.
"Nih Ze..."
"Makasih..."
"Ze... Kita pulang dulu ya, keburu malam," pamit Rani sambil mengambil barang barang nya.
" buru buru amat Ran" sahut Ze.
" Iya,, nih si Rani istrahat dulu napa Ran.." keluh Pano.
" Apa kau ingin terus mengganggu mereka?? ayo pulang" gerutu Rani berbisik sambil menarik tangan Pano.
"Baiklah kita pulang sekarang" pasrah Pano dengan senang hati tangan nya di tarik oleh Rani.
"Kita pulang dulu ya Ze, sampai jumpa besok"
pamit Rani.
"Iya... sampai besok ya, terimakasih telah ke sini" sahut Ze.
Rani dan Pano pun langsung pulang dan bergegas pergi dari rumah Ze.
Kini tinggal Ze dan Kenan di sana, dengan cepat Ze langsung menyendok es krim dan melahap nya.
"Enak sekali.." ucap girang Ze.
"Emmmh, apa-apa menurut mu selalu enak Ze.." ucap Kenan sambil terus melihat tingkah Ze yang sedang melahap es krim nya.
"Ini memang enak Kak Ken.. lelah sekali rasanya setelah mengerjakan tugas kuliah yang numpuk" keluh Ze sambil terus melahap es krim nya.
"Semangat belajar nya besar sekali... bagaimana ya kalau nanti perutnya makin membesar, Ze pasti harus cuti dulu, apa dia tidak akan kecewa..?"
batin Kenan.
"Ze.."
"Ya..." jawab Ze sambil mengangkat kepalanya dan menatap Kenan.
"Nanti kalau usia kandungan mu sudah beres, apa kau masih sanggup kuliah??" tanya Kenan dengan begitu serius.
"Benar juga ya, kenapa aku tidak pernah memikirkan nya. aku pasti harus cuti kuliah karena kehamilan ku" batin Ze terasa ada kekecewaan dalam hatinya.
Kenan yang melihat raut wajah Ze yang berubah, bisa mengerti ada kekecewaan dalam hati istri nya.
"Maaf...seharusnya aku berpikir dulu sebelum melakukan nya." ucap sesal Kenan sambil menundukkan kepalanya.
"Kenapa harus minta maaf... Kak Ken tidak salah, tidak apa apa kok, setelah anak kita lahir dan tumbuh besar jika aku ingin, aku bisa berkuliah lagi," ucap tegas Ze, menghilangkan rasa bersalah suaminya.
" Beneran tidak apa apa,?" tanya Kenan memastikan.
Dengan cepat Ze mengangguk kan kepalanya. mengiyakan perkataan Kenan.
Seketika raut wajah Kenan berubah senang.
"Istri baik... terimakasih ya"
ucap senang Kenan sambil mengelus lembut kepala Ze.
.
.
.
.
__ADS_1
.