Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Malam Terindah


__ADS_3

Hari hari kini berlalu,, kehamilan Ze kini sudah memasuki usia 8 minggu,


Kenan kini makin perhatian pada istrinya itu, perubahan tingkah Ze yang kadang marah, dan kadang mendadak manja, sudah biasa Kenan rasakan,,


napsu makan Ze yang makin tinggi kini membuat nya makin berisi, dan malah terlihat makin seksi di mata Kenan. dan membuatnya tidak bisa jauh jauh dari istrinya.


sampai sekarang Ze tidak pernah merasa mual muntah lagi karena saran dari dokter untuk mengganti air minumnya menjadi air hangat, dan itu membuat Ze merasa lebih baik.


Kenan yang mengingat perintah Dokter, tidak pernah lupa mengingatkan Ze untuk meminum Vitamin yang di berikan Dokter untuk nya setiap malam sebelum tidur,


Kenan selalu mengingatkan koki rumah untuk menyiapkan makanan yang baik yang harus di konsumsi oleh wanita hamil,


segala sesuatu selalu di perhatikan dan di suruh oleh Kenan jika saja Ze melanggar sesuatu yang tidak boleh di lakukan oleh seorang yang sedang hamil.


semua hampir selalu Kenan ingatkan


namun berbeda di saat Ze harus meminum susu untuk ibu hamil,


sebelum Kenan mengingatkan, Ze selalu terlebih dulu meminum nya tanpa harus di ingatkan oleh Kenan, dia selalu menyeduhnya sendiri tanpa merepotkan pelayan, karena rasa suka Ze saat meminum susu hingga dia tidak tau waktu saat menyeduhnya karena terlalu sering meminum nya, bahkan saat sudah minum pun dia tidak akan cukup hanya minum satu gelas saja.


karena melihat Ze yang selalu ingin melakukan sesuatu sendiri tanpa di bantu pelayan atau di bantu oleh nya, Kenan kini menyulap


satu kamar di sebelah kamar mereka menjadi dapur mini untuk mempermudah Ze jika menginginkan sesuatu,, apabila Ze terbangun di tengah malam dia tidak perlu turun ke bahwah. semua itu Kenan lakukan


karena tidak ingin membuat Ze jadi kelelahan


di saat tengah malam ingin minum atau pun merasa lapar, Ze tidak perlu turun ke bahwa untuk mengambil sesuatu yang ia inginkan. dia cukup pergi ke kamar sebelah dan mengambil semuanya di sana.


kadang tengah malam Ze terbangun dan ingin makan sesuatu yang di buatkan oleh Kenan. entah kenapa lidahnya tidak menerima jika itu bukan makanan yang di buatkan oleh suaminya. walaupun sebenarnya tidak ingin mengganggu Kenan yang sedang tertidur, namun rasa ingin nya membuat nya terus mendorong nya untuk membangunkan Kenan dan memintanya untuk memasakkan sesuatu untuk nya.


walaupun Kenan terkadang lelah karena harus membagi waktu kerja dan waktu untuk memperhatikan Ze,, namun Kenan tidak pernah menolak saat Ze merengek ingin memakan pasakannya, justru di saat itulah Kenan merasa senang karena Ze menginginkan sesuatu yang hanya bisa di lakukan oleh nya. serasa menjadi orang penting dalam kebahagiaan istri dan calon anak yang ada di dalam perut istrinya.


***


Malam hari di Kantor AH GRUP


Kenan masih belum beres dengan pekerjaan nya. sudah hampir seminggu lebih Kenan ikut aktif di Kantor untuk membantu Surya bekerja di perusahaan Keluarga mereka.


meskipun awalnya menolak namun awal akhirnya dia memang harus meneruskan jejak Ayahnya, Hingga akhirnya Kenan memutuskan untuk belajar membantu Surya bekerja di Kantor.


jam kini menunjukkan pukul 20:30 WIB


Kenan terus saja melihat jam yang melingkar di tangan nya,


sambil terus fokus pada layar komputer di depan nya.


hari ini Surya memberikan tugas yang lumayan banyak untuk Kenan, hingga membuatnya harus lembur untuk mengerjakan semua nya.


"Ze sedang apa ya?? apa dia sudah makan malam,,?"


itulah yang terus terlontarkan dari bibirnya karena terlalu mengkhawatirkan Ze, karena baru pertama kali ini, dia harus lembur dan pulang terlambat.


padahal tidak di khawatir kan pun Ze akan baik baik saja karena di rumah ada Widi yang selalu memperhatikan nya.


"akh,,, bagaimana aku bisa fokus mengerjakan semua ini kalau aku terus mengkhawatirkan nya,,," decak Kenan mulai frustasi tidak tenang. sambil mengusap kasar wajahnya.


" walaupun di paksaan aku tidak bisa fokus, biar sisinya di bereskan besok saja,, aku harus segera pulang sekarang"


Kenan pun mulai mematikan komputernya dan mulai keluar meninggalkan ruangan nya.


untuk segera pulang ke Rumah,


*


di sisi lain Ze Surya dan Widi sudah menyelesaikan makan malam mereka, Surya dan Widi langsung melangkah menuju ruang tengah untuk melepas lelah mereka.


sedangkan Ze dia langsung pergi ke dapur untuk melakukan ritual nya yang sudah bisa rutin ia lakukan yaitu menyeduh susu sebelum ia tidur,,


"bi,,,bi,," panggil Ze pada sang bibi pelayan sambil membongkar setiap pintu rak lemari yang ada di dapur.


"iya,, ada apa Non" salah satu pelayan menghampiri Ze


" bi,,, apa stok susu sudah habis,?? di dalam kulkas cuma ada sedikit lagi, di kamar atas pun juga sama, tinggal sedikit lagi?" jelas Ze pada pelayan


"maaf Non,,, bibi lupa untuk bilang pada Nyonya, jadi tidak menyimpan stok, karena biasanya Nyonya sendiri yang selalu menyiapkan stok susu untuk Nona muda" jawab pelayan membungkuk karena merasa bersalah atas kelalaian nya.


"baiklah,, tidak apa apa kau bisa kembali,,"


kini Ze pun mulai melangkah kakinya untuk bergabung dengan Widi dan Surya untuk duduk di ruang tengah sambil menunggu Kenan pulang dari Kantor. dengan menggenggam segelas susu rasa coklat yang terlihat masih penuh di gelas nya.


"Bun,," panggil Ze yang kini sudah duduk bergabung dengan mereka.


"apa sayang,???,"


"stok susu Ze sudah habis Bun,, di atas juga sedikit lagi" rengek Ze memberitahu Bundanya.


"bukannya baru dua hari yang lalu aku membeli stok sampai 5 dus kotak susu. kenapa sekarang sudah habis lagi,,

__ADS_1


makin kesini makin senang sekali minum susu ya ,?" batin Widi kaget mendengar rengekan anaknya dengan tersenyum kecil melihat Ze yang sedang meminum susu dengan begitu rakusnya.


" pelan pelan minum nya,,!!


besok Bunda belikan lagi yang banyak sayang" ucap Widi.


"terimakasih Bunda,, "


Kini mata Ze mulai beralih melihat Surya yang sedang asik menonton acara Tv,,


"Yah,, Kak Ken kok belum pulang,,?? bukankah Ayah dan Kak Ken di kantor yang sama,, kenapa kalian tidak pulang bersama,,?"


tanya Ze yang sudah merindukan suaminya.


"Ayah, menyuruh Kenan untuk menyelesaikan beberapa tugas nya,, mungkin sebentar lagi juga pulang,," jelas Surya memberi tahu


" jangan terlalu mengkhawatirkan nya, dia sudah besar dia tidak akan apa apa walaupun harus pulang malam" ucap Surya dengan tersenyum kecil melihat ke arah mantu cantiknya.


"siapa yang mengkhawatirkan nya, Ze,, hanya bertanya saja kok" kilah Ze sambil memalingkan wajahnya malu karena telah kepergok merindukan suaminya oleh Surya.


dan tidak lama terdengar suara mobil berhenti di depan Rumah,


"tuh,, panjang umur dia,, baru di bicarakan sudah pulang saja" ucap Surya sambil tersenyum jahil melihat ke arah Ze,


Ze yang masih memegang segelas susu di tangan nya langsung meneguknya sampai habis dan langsung beranjak dari duduknya dan langsung pergi ke luar untuk menyambut Kenan.


"bilangnya tidak mengkhawatirkan nya, sekarang pas sudah pulang langsung lari untuk menemui nya,, memang anak muda jaman sekarang" ucap Surya dengan cengengesan melihat kelakuan Menantu nya.


~


Kenan kini baru turun dari mobilnya, dengan menenteng sebuah tas kerjanya dia mulai perlahan masuk ke dalam.


namun tiba-tiba di kagetkan melihat Ze yang sedang berjalan cepat menghampiri dan langsung memeluknya, pukulan yang hangat terasa langsung menghilangkan semua rasa gelisah yang dari tadi mengkhawatirkan Ze.


"kenapa pulangnya malam sekali,,??" gerutu Ze dan kini mulai melepaskan pelukannya


Kenan pun langsung tersenyum kecil melihat tingkah Ze yang dengan cepat langsung memeluknya.


"kau merindukan ku?"


ledek Kenan dengan tersenyum jahil sambil sedikit membungkuk kan kepalanya untuk lebih jelas melihat wajah istrinya


"tidak,, siapa yang merindukan mu,, " kilah Ze sambil memesang wajah santai, kini dia makin mahir mengelabui suami nya.


''jangan bohong,,!" ledek Kenan lagi tidak mau kalah,,


"benarkah,,?" tersenyum jahil makin senang melihat Ze yang selalu jual mahal padahal terlihat jelas bahwa dia tidak pernah bisa menyembunyikan perasaan nya.


"tidak,, aku ti,,,," emmh


Ze yang terus mengelak tiba-tiba kata katanya terpotong karena dengan cepat Kenan menutup bibir Ze dengan menciumnya.


"manis sekali"


batin Kenan dengan tersenyum penuh kemenangan tanpa merasa bersalah


"hei,,," protes Ze karena kaget dengan pergerakan Kenan yang tiba-tiba.


"kenapa,,?? mau lagi,,," ledek Kenan dengan tersenyum lebar. dan mulai mendekatkan lagi wajah nya, serasa hilang semua lelah nya saat sudah mengerjai istrinya.


namun Ze dengan cepat refleks langsung membungkam mulut nya, dengan kedua tangan nya.


"hahaha,,, kenapa harus bereaksi seperti itu,," ledek Kenan tertawa puas.


" ayo masuk,,udara malam tidak baik untuk mu" ajak Kenan dan kini mulai merangkul pinggang Ze dan mengajaknya masuk ke dalam.


~


Kenan kini terlihat keluar dari kamar mandi terlihat sangat segar karena sudah membersihkan tubuh nya,


masih menggunakan handuk kimono nya, terus menengok kiri kanan mencari keberadaan Ze yang tidak terlihat di kamar.


"Ze,,,,,!!" panggil Kenan masih mencari keberadaan Ze yang masih belum terlihat.


Kenan pun langsung mendudukkan badannya di tepi kasur sambil mengeringkan rambutnya menunggu Ze.


tidak lama Ze terlihat masuk kamar dengan membawa segelas susu dan di tangan satunya lagi segelas air putih.


"baru beres mandi ya,,?"


mulai berjalan mendekat ke dekat kasur dan menyimpan air putihnya di atas nakas di samping tempat tidur nya.


"bukannya tadi kau sudah meminum susu,, kenapa sekarang sudah meminum nya lagi?" tanya Kenan heran.


"kok Kak Ken tau, aku tadi sudah minum susu,,?? padahal kan Kak Ken baru saja pulang" ucap Ze dengan tersenyum kikuk karena ketahuan rakusnya oleh Kenan,


"aku bisa mengetahuinya karena tadi merasakan nya saat menciumu" jawab Kenan santai sambil menatap jahil pada istrinya.

__ADS_1


"huuh,, pantesan saja" ucap Ze sambil mengendus kesal


"apa Vitamin nya sudah di minum,,?" tanya Kenan mengingatkan.


namun Ze hanya menggelengkan kepalanya pertanda dia belum meminum nya,


"cepat minum dulu vitamin nya, keburu nanti ketiduran,,!" perintah Kenan.


" bisakah untuk malam ini libur saja memakan Vitamin nya,,?? bosan Kak,, obat itu pahit sekali" rengek Ze dengan wajah melemas memohon kepada Kenan.


"mana ada meminum obat harus ada libur nya,,,,! cepat minum jangan banyak alasan,," tegas Kenan sambil mengambil Vitamin nya dan langsung ia berikan pada Ze..


"tidak mau Kak,, " ngeyel Ze tetap menolak.


namun Kenan kini mulai membuka pembungkus nya dan ia langsung simpan di tangan Ze.


"cepat minum,,, jangan terus menolak,, seperti anak kecil saja,,"


gerutu Kenan dan di akhiri ledekan nya.


namun Ze tetap menolak dan tidak bergerak sedikitpun untuk meminum Vitamin nya.


membuat Kenan kesal dan langsung mengambil Vitamin nya dari tangan Ze dan langsung memasukan ke mulutnya dan langsung meneguk sedikit air yang ada di depannya.


"kenapa dia yang malah meminum nya"


batin Ze terkejut melihat tingkah Kenan yang tiba-tiba memakan Vitamin nya.


terus menohok melihat Kenan, dan ternyata kini Kenan malah mendekati nya, meraih tengkuk nya mengarahkan nya ke atas dan Kenan pun langsung menempelkan bibirnya ke mulut Ze dan memasukan obat yang ada di mulut nya ke mulut Ze, tidak langsung melepaskan bibirnya sebelum Ze benar benar menelan nya,


"glek"


dengan susah payah Ze langsung menelan semuanya,


dan kini memukul dada Kenan karena dia belum juga melepaskan nya.


Kenan yang menyadari pukulan Ze langsung melepaskan bibirnya dan langsung tersenyum kecil menatap Ze,


"beres kan,,,! kenapa minum obat aja susah sekali" ucap Kenan kini dia bisa lebih tenang saat Ze sudah meminum nya.


"dasar,, pahit tau,,,!" ucap Ze kesal sambil memukul badan Kenan dengan bantal yang ada di kasur di sebelahnya,


memukulnya dengan keras. hingga membuatnya Kenan berusaha lari menghindar pukulan Ze,,


"hei, kenapa marah,, bukannya meminum obat dengan cara seperti itu lebih menyenangkan hahaha" dengan tersenyum puasa sambil terus bergerak menghindari pukul Ze, yang tidak henti terus saja mengejar nya,


'"diam kau,,, dasar menyebalkan,, kenapa terus berlari, sini kau kalau berani,,!!!" tantang Ze karena masih kesel dengan tingkah suaminya.


"hahaha ,,, berani sekali kau menantang ku,,!! awas ya jangan merengek,, aku akan melayani mu Zepania,,, "


kini Kenan yang berbalik mengejar Ze dan langsung mengangkat tubuh Ze dan langsung menggendong nya.


"hei kau curang kenapa mengangkat ku seperti ini,,, ". terus meronta ronta sambil memukul tangan Kenan "kalau begini aku tidak bisa bergerak tau,, cepat turunkan aku!"


protes Ze terus mengomel minta di turunkan.


namun Kenan tidak mendengarkan nya


Kenan malah langsung menurunkan Ze di atas kasur, dan langsung merebahkannya.


"kenapa sekarang jadi diam?? bukannya tadi kau berani sekali ," ujar Kenan berucap sambil tersenyum jahil. dan mengunci badan Ze yang ada di bahwa nya.


"ka,,,kau terlalu dekat,, jadi aku tidak bisa bergerak,,"


ucap Ze dengan gelegapan, karena sudah di tatap lekat oleh Kenan, di tambah lagi dengan jarak yang begitu dekat.


"baiklah,, jika kau tidak bisa bergerak,, biar aku yang akan mulai bergerak untuk menghukum mu Zepania"


tersenyum kecil, dengan tangan yang mulai bergerak menelusuri tempat favorit nya dan mulai menjalankan aksinya.


mulai mencium bibir mungil Ze,, hingga Ze pun terbawa suasana dengan apa yang di lakukan suaminya.


membuat mereka melewati malam yang panjang penuh dengan cinta yang mereka rasakan dari kedua nya.


serasa tidak akan ada yang bakal memisahkan cinta dari kedua nya.


karena mereka tidak tau akan ada masalah apa yang akan mereka lalui di kemudian hari nya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2