Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Ospek Kampus. ( part 3 )


__ADS_3

Kenan terus saja menarik tangan Ze hingga kini mereka sampai di parkiran, kakinya terus melangkah menuju mobil yang tadi dikendarai oleh Kenan.


" Kita akan kemana Kak...?"


tanya Ze yang bingung dengan tingkah Kenan yang dari tadi terus menarik tangannya tanpa bicara apa pun.


"Pulang...!"


jawab Kenan dengan singkat.


"Kenapa pulang? kegiatan ospek nya kan belum selesai, aku harus mengikutinya Kak...!"


ucap Ze dengan terus mengikuti langkah Kenan yang dari tadi terus saja menarik tangannya.


"Aku bisa membuatmu langsung masuk kuliah tanpa harus melalui kegiatan konyol seperti itu...!"


tegas Kenan dengan suara keras nya, karena kesal gara gara kegiatan itu Ze malah bertemu dan berhadapan dengan mantan nya.


"Hei bukankah dia sendiri yang berkata jangan bergantung pada orang lain! kenapa sekarang malah mengajak ku pulang tanpa mengikuti kegiatan ospek....!"


"Tapi Kak...!" kilah Ze menolak.


"Jangan membantah...! Apa kau tidak tahu aku sekarang sedang sangat marah...?"


Ucap Kenan dengan ketus nya.


"Bagaimana aku bisa tahu kalau kau sedang marah, dari tadi kan kau hanya diam dan terus menyeret ku tanpa memperlihatkan wajahmu..."


gumam-gumam Ze namun terdengar jelas di kuping Kenan sampai dia pun memasang senyum kecil di bibirnya saat mendengar ocehan istrinya itu,


hingga kini mereka sampai di depan mobil Kenan.


" Ayo masuk...!"


suruh Kenan sambil membukakan pintu mobilnya untuk Ze.


"Tapi Kak...! kegiatan ospek nya gimana...?" tanya Ze dengan suara melemas nya dengan masih berdiri tegak belum juga masuk ke dalam mobil.


"Kenapa...? Apa kau ingin ke sana lagi dan menemui mantanmu itu...?"


tanya Kenan dengan suara keras nya sambil menatap Ze, dan kini mereka pun saling berhadapan membuat Ze bisa melihat jelas wajah suaminya itu yang terlihat makin tampan dengan penampilannya sekarang.


Dan terlihat jelas kemarahan nya itu karena merasa cemburu melihat Ze yang berdekatan dengan Roni, yang merupakan mantan pacar nya.


Apa dia sedang cemburu?? kenapa terlihat menggemaskan sekali.


batin Ze sambil senyum-senyum dan terus menatap suaminya itu.


"Kenapa malah tersenyum...? percuma senyumanmu tidak akan meredakan amarah ku, cepat masuk...!"


tegas Kenan yang masih bicara dengan suara kerasnya, namun Ze tetap saja diam dan terus menatap Kenan dengan memasang senyuman manis nya.


"Kenapa masih diam...? Apa kau benar-benar ingin menemui mantanmu itu?


kau lebih memilih nya dari pada aku?


kalau begitu, pergi saja sana dan jangan kembali lagi...!"


gerutu Kenan sambil memalingkan wajahnya merasa kesal karena Ze malah terus saja tersenyum tanpa mempedulikan kata kata nya.


"Cup..."


satu kecupan mendarat di pipi Kenan dengan berjinjit Ze langsung menarik jas Kenan dan mendaratkan bibirnya di pipi kanan.


" Terima kasih telah datang....!"


Ze memiringkan wajahnya dengan memasang senyum manisnya berusaha meredakan amarah suami nya itu dan terus menatapnya.


Kenan yang marah langsung berdiri mematung karena tingkah Ze yang tiba-tiba menciumnya membuat nya merasa terkejut sekaligus senang karena mendapatkan ciuman dadakan dari istrinya itu.


"Apa sekarang kau mencoba menggoda ku...?"


dengan senyum jahilnya dengan cepat Kenan langsung mengangkat badan Ze menggendongnya dan membawa nya masuk ke dalam mobil.


Membuat Ze terkejut karena Kenan tiba menggendong nya.


"Hei Kak kau mau apa...? jangan macam macam ini di Kampus tau...!"


gerutu Ze yang sudah meronta ronta namun Kenan tidak mempedulikan nya,


kini Kenan mulai mendudukkan Ze dan langsung mengunci mobil nya.


"Kau telah melakukan kesalahan jadi kau harus mendapatkan hukuman dari ku...!"


ucap Kenan kini tangannya mulai menggerayangi tubuh Ze, dan mulai menelusuri leher jenjang Ze, dan mengecupnya lembut.


Hei tangan mu??kenapa tangan mu selalu bergerak seenaknya...!


"Iya....iya....! aku salah, aku minta maaf Kak Ken...! tapi aku benar benar senang karena Kek Ken bisa ada di sini aku tidak bermaksud menggoda mu...!"


dari pada mendengar rengekkan Ze, Kenan malah terus menjalankan aksinya,


menelusuri leher jenjang Ze, dan kini tangannya mulai membuka satu kancing baju Ze, dan mulai menempel kan bibirnya di sana.


Dan menggigit nya pelan sampai meninggal kan bekas merah di sana.


"Kak Ken....! sakit tau...!"


rengek Ze sambil memasang wajah cemberut nya.


Kenan yang mendengar rengek kan Ze dia langsung menghentikan aksinya dan langsung menatap wajah istrinya yang sedang cemberut itu sambil memasang senyum jahilnya.


"Apa kau benar-benar senang aku ada disini...?"


tanya Kenan dengan santainya tanpa merasa bersalah dan terus saja memasang senyum jahilnya.


"Tidak..."


Ketus Ze karena kini dia kesal dengan tingkah suaminya itu, yang suka bertingkah seenaknya.

__ADS_1


Kenan yang melihat istrinya yang cemberut, merasa gemas, sampai tidak tahan untuk tidak mencium nya.


Akhirnya Kenan mulai melingkar kan tangan nya di pinggang Ze, menarik nya ke pelukan nya, dan mulai memposisikan wajah nya,dan mulai mencium lembut bibir mungil Ze yang sedang cemberut.


Apa kau tau! aku sangat takut saat melihatmu berada di samping mantan mu itu Ze. Aku takut kau akan meninggalkan ku Zepania.


Ze yang merasakan hantaran kehangatan Kenan, kini dia mulai membalas ciuman Kenan, dan mulai menggerakkan tangan nya membalas pelukan Kenan.


~


Kenan kini melepaskan ciuman nya, mulai menempelkan tangan nya di wajah Ze dan menyentuh lembut wajah nya.


"Jangan pernah pergi dari sisi ku, kau mengerti kan...?!"


ucap Kenan dengan menghembuskan napas panjangnya berusaha menghilangkan kecemasan nya.


Ze yang merasakan hembusan napas Kenan serasa merasakan apa yang di rasakan Kenan, dan mulai mengangguk kan kepalanya.


"Ayo turun...! bukankah kau ingin ikut kegiatan Kampus...?"


ucap Kenan sambil tangannya mulai merapihkan baju Ze, yang berantakan karena ulah nya tadi.


"Maaf...?" imbun Kenan, melihat bekas merah di dada mulus Ze, karena ulah gigitan nya, dan mulai mengancingkan baju nya.


Ze pun langsung meron malu, karena tingkah Kenan yang malah merapihkan baju nya.


"Apa Kak Ken juga akan ikut ke sana...?" tanya Ze dengan menundukkan kepalanya.


"Iya...!" jawab Kenan.


"Apa tidak mau ganti baju dulu...?"


kalau kau berpenampilan seperti itu semua mata pasti akan menatap mu, karena melihat ketampanan mu.


Mendengar kata kata Ze Kenan pun baru tersadar dengan penampilan nya.


"Sial...! karena terlalu khawatir aku sampai tidak sadar dengan penampilan ku sekarang...!"


batin Kenan menggerutu,


sambil perlahan membuka jas nya melepas dasi yang melingkar di lehernya, dan mulai melipat kemeja tangan nya sampai siku, membuat nya terlihat makin santai.


"Tidak perlu ganti baju aku begini saja, ayo turun...!" ucap Kenan sambil tangannya mulai merapihkan rambut dan menurunkan poni rambut nya.


Mau di apain juga kau memang terlihat keren Kak Ken.


Kenan pun mulai meraih tangan Ze dan mengajak nya keluar untuk mengikuti kegiatan Kampusnya bergabung dengan yang lain.


*


Di aula Kampus, semua mahasiswa baru sudah berkumpul kembali dan duduk berjajar di posisinya.


Para senior pun sudah siap duduk di depan mereka.


Salah satu senior kini mulai mengawali lagi kegiatan nya, mempersilakan pada ketua Ospek maju kedepan untuk menjabarkan kegiatan apa lagi yang akan mereka laksanakan.


Namun di tengah-tengah pembicaraan Roni mereka di kaget kan dengan kedatangan Kenan dan Ze, yang melangkah beriringan memasuki aula Kampus.


Berjalan dengan bergandengan tangan membuat semua mata tertuju pada mereka.


~"wah gila....! mereka kembali Bro...!"


~" Saat melihat kemarahan Kenan, gue kira mereka gak akan kembali lagi..."


~"Hebat sekali si Kenan, dia kembali dan malah mengumbar kemesraan...."


~" Sengaja dia memanas-manasi si Roni...!"


~" Hahaha...."


Kenan kini mulai melepaskan genggaman tangan nya, menyuruh Ze untuk bergabung dengan para mahasiswa yang lain.


Sedangkan Kenan berjalan dengan santai, seperti tidak terjadi sesuatu sebelum nya dan mulai melangkah berjalan ke depan, bergabung dengan para senior yang lain.


Berjalan dengan santai melewati Roni yang sedang berdiri di depan para mahasiswa baru.


" Gue bukan pengecut kan....!"


bisikin Kenan sambil berjalan melewati Roni dan dia segera berjalan ke belakang duduk di kursi kosong di samping Martin.


"Wah hebat banget loe...! gue kira loe bakal langsung bawa kabur pacar loe itu."


ledek Martin dengan senyum jenaka nya.


" Loe pikir gue laki-laki pengecut, yang nggak profesional...? gue nggak akan nyampurin masalah pribadi dengan masalah kuliah."


tegas Kenan.


Roni pun kini mulai melanjutkan lagi pembicaraannya mulai membicarakan bahwa tema kali ini adalah sesi tanya jawab antara junior kepada seniornya. Dan langsung menyerahkan tugas nya kepada Martin karena dia yang akan menjelaskan panjang lebar mengenai sesi tanya jawab ini.


Martin pun kini mulai melangkahkan kakinya ke depan, di saat Martin sudah berdiri di depan semua mahasiswa baru, kini Roni pun mulai kembali duduk ke belakang dan mau tidak mau dia duduk di samping Kenan, walaupun sebenarnya ia enggan berada di samping Kenan.


Martin pun mulai menjelaskan, sesi tanya jawab kali ini adalah para mahasiswa baru boleh bertanya pada siapa saja senior yang ada didepan menuliskan pertanyaannya dalam selembar kertas, menanyakan perihal kampus atau pun bisa menanyakan perihal kehidupan pribadi senior karena memang kegiatan ini masih dalam masa tahap pengenalan.


" Maaf Kak...! Apa Kakak yang baru saja gabung di depan juga senior disini?"


pertanyaan dari salah satu mahasiswa baru mewakili kepenasaran semua mahasiswa baru di sana.


" Iya, dia juga senior di kampus Ini, namanya Kenan."


jawab Martin sambil melihat ke arah Kenan.


Para mahasiswa baru kini mulai menuliskan pertanyaannya dan langsung menyimpan lembaran pertanyaan itu di sebuah kotak yang sudah disiapkan di depan.


Setelah para mahasiswa baru yang ingin bertanya selesai menuliskan pertanyaan, kini Martin pun mulai membuka satu persatu pertanyaan nya.


Membacakannya dan menyuruh para senior yang dimaksud untuk menjawab pertanyaan dari para mahasiswa baru. Tidak terlalu banyak mahasiswa yang bertanya ditambah lagi semua pertanyaannya hampir sama dengan yang lainnya, yang menanyakan masalah kampus dan jawabannya pun sama saja dengan yang sebelumnya.


Hampir semua kertas pertanyan mahasiswa baru sudah dibacakan, semua ada yang menanyakan perihal masalah kampus ada juga yang menanyakan perihal masalah pribadi senior-senior disana.

__ADS_1


Semuanya menjawab dengan lancar dan memuaskan para mahasiswa baru yang bertanya.


Dan kini masih tersisa 2 lembar kertas yang belum dibaca kan oleh Martin, dan dengan cepat Martin langsung membawa 1 lembar kertas itu dan langsung membacanya.


Martin pun kini mulai membaca pertanyaan tersebut dan pertanyaan kali ini sangat berbeda dengan pertanyaan yang sebelumnya.


"Maaf Kak Saya ingin bertanya kepada Kak Roni, mohon dijawab ya Kak...! seperti apa sih tipe wanita ideal yang di sukai Kak Roni...?"


Itulah pertanyaan yang tertulis dalam selembar kertas itu, membuat para senior yang di depan langsung bergemuruh menyuruh Roni untuk menjawabnya .


"Jawab....jawab....jawab.... jawab...!"


sorakan para senior.


"Kenapa pertanyaan nya aneh sekali...?"


batin Roni menggerutu kesal.


Martin pun mulai melangkah ke belakang dan menghampiri Roni.


" Ayo jawab Ron...!"


seru Martin sambil menepuk pundak Roni, dengan memasang senyuman nya.


~"Rambut panjang rambut pendek Ron...?"


~" Yang jelas mereka cantik kan Ron....!"


~"Sampai bingung harus milih yang mana...?"


~"Hahahaha...."


Ledek senior yang lain mengingat Roni


sekarang sedang mendekati Sania dan langsung mengingat saat tadi Roni mendekati Zepania yang ternyata dia adalah mantannya.


Roni yang mendengar ledekan temannya malah mengepalkan tangannya kesal, dengar bibir yang masih membungkam tidak mau menjawab.


~"Rambut panjang aja Ron, yang rambut pendek udah jadi milik orang..."


~"Hahahaha...."


Seketika ocehan mereka berhenti karena Roni langsung menatap tajam ke arah mereka. sedangkan Kenan yang mendengar ocehan senior-senior di sana, membuatnya memasang senyum kecil di bibirnya, merasa lucu mendengar ocehan mereka.


karena melihat Roni yang sepertinya enggan menjawab pertanyaan, Martin pun kini langsung melangkah ke depan dan menghampiri sebuah kotak yang masih ada 1 lembar pertanyaan lagi.


" Maaf ya dek!! karena sepertinya senior kita yang ini tidak bisa menjawab pertanyaan kalian, maka lanjut satu pertanyaan lagi...!"


Martin pun mulai membawa kertas pertanyaan itu dan langsung membacakan pertanyaannya,


" Maaf Kak Kenan...! apa sih hubungan Kak Kenan dengan Zepania? Kenapa kalian terlihat dekat sekali...?"


itulah pertanyaan terakhir dari mahasiswa baru yang ditujukan kepada Kenan.


Sehingga membuat seluruh sorot mata menuju ke arah kanan karena memang mereka penasaran apa hubungan Kenan dengan Ze sampai Kenan datang dengan tiba-tiba dan marah kepada Roni, karena Roni berani mengganggu Ze.


"Dia istriku...!"


dengan jelas dan lantang, tanpa basa-basi Kenan langsung menjawab pertanyaannya.


Membuat semua orang yang ada di sana melebarkan mata merasa terkejut mendengar jawaban dari Kenan.


Waaa aaaa Kak Ken....! kenapa kau selalu saja tidak bisa menjaga kata kata mu, seharusnya tadi sebelum ke sini aku melakban mulutmu itu, apa dia tidak berpikir dulu sebelum bicara,


kata-kata mu itu sudah menggemparkan seisi kampus tahu.


Batin Ze menggerutu kesal, dan langsung tersenyum malu, karena kini semua mata langsung tertuju pada nya.


"Apa kau bisa menjelaskan ini Ze...?"


tanya Rani yang sama-sama terkejut mendengar kata-kata Kenan.


Ze yang sudah tidak kuat menahan malu dia tidak bisa berkata-kata dan hanya menganggukan kepalanya, mengiyakan bahwa Kenan itu adalah suami nya.


Sania yang mendengar kenyataan nya


merasa terkejut sampai tidak sadar dia menjatuhkan buku yang sedari tadi di pegang tangannya.


Begitupun dengan Roni badannya langsung lemas mendengar bahwa ternyata Kenan dan Ze mereka sudah menikah.


~" Wah gila Bro..., ternyata mereka sudah menikah...!"


~" Gue sebenarnya gak percaya, tapi melihat ekspresi si Ze yang terlihat malu malu, sepertinya mereka memang benar suami istri...!"


~" Wah parah, seperti si Kenan benar benar bukan orang bisa, kalau tidak, dia tidak akan mungkin dengan mudah menikahi anak dari keluarga NUGRAHA yang terkenal kaya raya."


~" Hebat sekali si Kenan dia langsung memasang lampu merah, agar tidak ada yang bisa mengganggu si Ze lagi...!"


Samua orang di sana langsung berbisik bisik, merasa terkejut mendengar kenyataan yang sebenarnya.


Membuat terus saja berbisik membicarakan mereka berdua, sehingga suasana jadi ricuh dengan obrolan orang orang di sana.


Sedangkan Kenan dia terus saja duduk santai tanpa meras bersalah, Karena kata kata nya yang sudah menggemparkan seisi Kampus.


Dia malah terus menatap Ze, dan memasang senyum kecilnya, melihat Ze yang sudah malu setengah mati gara gara kata kata nya.


Ze yang menyadari tatapan Kenan dia malah melebarkan matanya merasa kesal.


Andai saja kau ada di depanku, aku akan menutup mulutmu itu...! dasar Kenan menyebalkan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2